
"Jadi perusahaan papa kamu sudah benar-benar bangkrut?" , tanya Tristan.
"Katanya seperti itu" , jawab Amanda.
"Apa kamu mau mengambil alih perusahaan papa mu?" , tanya Tristan.
"Aku tidak yakin bisa menjalankannya Tristan , aku hanyalah seorang model , gak ngerti dunia bisnis" , ucap Amanda.
"Ok...kalau gitu nanti kita pikirkan lagi bagaimana cara untuk menolong papa kamu" , ucap Tristan.
"Kenapa kamu mau bantu papa Doddy , sedangkan papa Doddy sampai sekarang belum bisa menerima kamu" , ucap Amanda.
"Karena biar bagaimanapun dia itu papa kamu , papa mertua aku" , jawab Tristan.
"Kamu baik sekali Tristan , tapi aku gak mau nanti kamu dan keluarga besar kamu di manfaatkan sama papa" , ucap Amanda.
"Tenang aja sayang , kalau aku mau bantu , aku juga akan mengambil alih perusahaan papa kamu , walaupun nanti bukan aku secara langsung" , ucap Tristan.
"Maksudnya Tristan?" , tanya Amanda.
"Kalau kamu mau mengambil alih , maka aku akan membuat kamu duduk sebagai pemimpin disana , tapi kalau kamu tidak mau , mungkin aku akan meletakkan orang kepercayaan aku" , jawab Tristan.
"Ya kita lihat nanti saja ya Tristan , aku pengennya papa bisa menerima kamu dulu sebagai suami aku" , ucap Amanda.
"Baiklah sayang" , jawab Tristan.
"Oh iya Tristan , adik aku ingin bertemu dengan kita , apakah boleh?" , tanya Amanda.
"Boleh dong sayang , kalau mau besok siang saja , sebelum kita ke bandara" , ucap Tristan.
"Baiklah , aku minta dia ketemu kita di restoran hotel saja ya" , ucap Amanda.
Tristan menganggukkan kepalanya tanda setuju.
Setelah itu Amanda mengambil Hp nya yang ada di atas meja.
Amanda menyentuh layar Hp nya dan mengirim chat kepada Yogi.
"Dek , kamu bisa besok siang bertemu dengan kakak di restoran All Star Hotel , sorenya kakak sudah mau jalan ke bandara."
(Pesan dikirim)
Yogi yang sedang memperbaiki motor pelanggannya di bengkel , begitu mendengar suara Hp nya berbunyi , langsung dilihatnya.
Begitu disentuh layar Hp nya , terlihat ada chat dari kakaknya.
Yogi langsung membuka dan membaca isi chatnya , setelah itu Yogi pun membalasnya...
"Ok...aku bisa kak"
-Yogi-
Amanda yang sedang memegang Hp nya , langsung membuka Hp nya begitu mendengar ada suara chat yang masuk.
Melihat pesan dari Yogi adiknya , Amanda pun langsung membalasnya.
"Ok...besok kakak tunggu disini ya"
(Pesan dikirim)
"Tristan , besok siang Yogi kesini" , ucap Amanda setelah meletakkan Hp nya di meja.
"Ok" , jawab Tristan.
*******
Sandra yang sudah selesai masak , seperti biasa membawa masakannya ke ruangan suaminya.
CEKLEKKK....
Sandra langsung membuka pintu ruangan kerja suaminya.
__ADS_1
"Sudah waktunya makan siang hubby" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Pas banget perutku sudah lapar dan bidadari cantikku datang membawakan makanannya" , ucap Antonio yang sudah berjalan mendekati istrinya.
"Wangi banget sayang , kalau kayak gini lama-lama kamu bisa buka restoran" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Aku belum mau buka restoran hubby , mana mulai bulan depan sudah masuk ospek , pasti sibuk banget nanti" , ucap Sandra.
"Iya sayang , nanti buka restorannya khusus buat suamimu saja" , ucap Antonio sambil terkekeh.
"Kalau buat hubby gak perlu sampai buka restoran , bisa masak di apartemen aja" , jawab Sandra sambil tersenyum.
"Nanti malam kamu masak aja ya sayang , jadi kita gak makan di restoran" , ucap Antonio.
"Iya boleh hubby , nanti kalau hubby bisa cepat selesai kerjanya , aku bisa masak ketika kita sudah sampai di apartemen" , ucap Sandra.
"Iya hari ini kayaknya aku bisa pulang cepat" , ucap Antonio.
"Setelah ini hubby ada meeting gak?" , tanya Sandra.
"Gak ada sayang , aku cuma selesaikan pekerjaan ku saja , kenapa sayang?" , tanya Antonio.
"Kalau hubby gak ada meeting aku nungguin hubby disini saja , kalau ada meeting aku di kamar atas saja" , jawab Sandra sambil tersenyum.
"Kenapa , bosen ya kalau gak ada hubby , disini sendiri" , ucap Antonio sambil memasukkan makanan di mulutnya.
"Iya hubby , bosen banget tau" , ucap Sandra sambil memanyunkan bibirnya.
Melihat bibir Sandra , Antonio menjadi gemas dan langsung menciumnya.
"Enak hubby , rasa spaghetti" , ucap Sandra setelah Antonio melepaskan bibirnya.
"Mau nambah lagi gak?" , tanya Antonio sambil tersenyum simpul.
"Gak deh hubby , aku mau makan aja" , ucap Sandra sambil memasukkan spaghetti ke mulutnya.
"Kalau gitu tambahnya ntar malam ya sayang" , ucap Antonio sambil membisikkan di telinga bidadari cantiknya.
Sejak menikah mereka melakukannya hampir setiap hari membuat Sandra sudah terbiasa dengan ucapan-ucapan mesra suaminya.
Antonio hanya tersenyum sambil melihat bidadari cantiknya.
Setelah itu mereka melanjutkan makan makanan mereka sampai habis.
Antonio kembali ke meja kebesarannya setelah makan.
"Sudah sebulan pernikahan aku dan Sandra , tapi Sandra tidak pernah meminta sesuatu kepada aku , apa aku minta Robi beliin kalung aja ya buat hadiah satu bulan pernikahan kami" , ucap Antonio dalam hatinya.
Antonio mengambil Hp nya lalu mulai membuka room chatnya...
"Robi , tolong belikan saya kalung dengan liontin berlian yang kecil saja , model simple , sama 10 lilin aromatherapy , nanti bawakan ke ruangan saya , tapi jangan sampai istri saya tau"
(Pesan dikirim)
Robi yang sedang bekerja di ruangannya , begitu mendengar suara Hp nya berbunyi , langsung membuka dan membacanya.
"Ternyata dari pak bos" , ucap Robi sambil membalas pesan bosnya.
"Baik pak"
-Robi-
Antonio yang sedang melihat Hp nya langsung membaca pesan Robi.
"Ok beres , nanti malam ketika aku bermesraan dengan bidadari cantikku akan aku berikan hadiahnya" , ucap Antonio dalam hatinya.
Begitu Robi membalas pesan Antonio , Robi langsung berjalan keluar menuju ke mall.
Sampai di mall , Robi langsung mencari lilin aromatherapy pesanan bosnya , setelah mendapatkan lilin aromatherapy , Robi menuju ke toko perhiasan.
Robi mencari kalung seperti yang bos nya minta.
__ADS_1
Robi melihat-lihat kalung yang ada di etalase toko perhiasan.
Sampai...ada satu kalung emas putih dengan liontin kecil , model bulat di tengahnya ada berlian dan di kelilingi oleh berlian kecil di sekelilingnya.
"Aku pikir ini sesuai dengan model yang bos inginkan" , ucap Robi dalam hatinya.
Setelah itu Robi mengatakan kepada petugas disana kalau dia mau kalung dengan liontin yang dipilihnya tadi , lalu membayarnya ke kasir dan berjalan keluar dari toko perhiasan.
Begitu Robi keluar dari toko perhiasan , Robi melihat Citra yang jalan sendirian di sana.
"Citra" , panggil Robi.
"Robi" , ucap Citra setelah membalikkan tubuhnya.
"Kamu ngapain disini sendirian?" , tanya Robi.
"Tadi aku bosen , karena kerjaan aku sudah mulai selesai , tinggal kerjaan tukang aja lagi , aku sempat minta pacar aku buat temenin , tapi dia tidak bisa" , jawab Citra.
"Coba kalau sekarang sudah jam pulang kerja , aku mau menemanimu jalan-jalan disini" , ucap Robi.
"Oh iya , masih jam kantor kenapa kamu ada disini?" , tanya Citra.
"Iya ditugaskan si bos buat beli ini" , jawab Robi.
"Wah...pasti untuk istrinya ya , aku jadi iri melihat hubungan mereka yang semakin mesra" , ucap Citra.
"Aku juga bisa membuat kamu seperti itu , kalau kamu mau" , ucap Robi.
"Apa?" , tanya Citra sambil membulatkan matanya karena terkejut.
Tiba-tiba Robi tersadar kalau dia sudah mengatakan apa yang seharusnya hanya ada didalam pikirannya saja.
"Oh maaf , aku salah ngomong , aku balik ke kantor dulu ya" , ucap Robi yang mulai salah tingkah.
"Oh ok" , jawab Citra.
Robi pun langsung berjalan menuju ke parkiran dan masuk ke mobilnya , menjalankannya menuju ke All Star Hotel.
Citra yang sudah mendengar kata-kata Robi , tiba-tiba merasakan ada sesuatu yang lain di hatinya.
"Kenapa hatiku berdegup dengan kencang ya saat mendengar kata-kata Robi?" , ucap Citra dalam hatinya.
Setelah itu Citra pun mulai melanjutkan jalan-jalan di mall.
Robi yang berada di dalam mobil...
"Kenapa aku bisa keceplosan seperti tadi?" , ucap Robi dalam hatinya sambil memegang pelipisnya.
Tidak terasa mobil Robi sudah sampai di parkiran All Star Hotel.
Robi langsung turun dan membawa pesanan bosnya.
Sampai di depan pintu ruang kerja Antonio , Robi mengetuknya.
Tok...tok...tok...
"Masuk" , jawab Antonio.
"Pak , ini pesanan bapak" , ucap Robi sambil memberikan paper bag kepada bosnya.
"Ok , terima kasih Robi" , ucap Antonio.
"Iya sama-sama pak , kalau gitu saya kembali bekerja lagi" , ucap Robi.
"Iya" , jawab Antonio.
Robi berjalan keluar dari ruangan Antonio.
"Apa yang tadi diberikan Robi , hubby?" , tanya Sandra yang dari tadi duduk di sofa sambil memainkan game di ponselnya.
"Cuma berkas-berkas kerjaan yang mau aku bawa pulang nanti" , jawab Antonio.
__ADS_1
"Oh" , kata Sandra sambil terus memainkan game di ponselnya.