
"Kenapa wajah kamu panik seperti itu Robi?" , tanya Antonio ketika mereka sudah sampai di ruangan kerja Antonio.
"Perusahaan yang kerja sama dengan kita untuk lift di All Star Hotel kota P , ternyata kerjanya tidak bagus pak. Kemaren terjadi kecelakaan , tiba-tiba lift jatuh dari atas dan menimpa 3 orang yang sedang bekerja dibawahnya sampai meninggal pak" , ucap Robi.
"Kalau gitu kamu urus pemakaman untuk pekerja yang meninggal dan jangan lupa untuk memberikan uang santunan dan kalau dia masih memiliki anak yang masih sekolah , maka biaya sekolahnya akan ditanggung oleh perusahaan kita sampai anaknya tamat SMA" , ucap Antonio.
"Apa bapak gak pergi ke sana juga?" , tanya Robi.
"Saya akan menanyakan dulu kepada istri saya , dia mau pergi atau gak" , ucap Antonio.
"Baik pak , kalau gitu saya akan berangkat sekarang ke kota P" , ucap Robi.
"Baik Robi , langsung minta pertanggung jawaban juga dari perusahaan lift yang kerja sama dengan kita" , jawab Antonio.
"Baik pak" , jawab Robi.
Setelah itu Robi berjalan keluar dari ruangan kerja Antonio.
"Ternyata om Antonio benar-benar sangat hebat , om bisa cepat mengambil keputusan , aku bisa banyak belajar dari om kalau seperti ini" , ucap James.
"Semakin lama kamu terjun ke dunia bisnis pasti banyak hal yang bisa kamu pelajari dari sana" , ucap Antonio.
"Iya om benar" , jawab James.
"Jadi bagaimana dengan surat kerja sama aku dengan James pa" , ucap Angelica.
"Iya sayang , papa mintakan sama Susi dulu untuk dibawakan kesini , kamu sudah gak sabar ya mau menandatangani surat kontrak kerja sama kamu yang pertama" , ucap Antonio.
"Iya pa" , jawab Angelica.
Antonio mengangkat telpon yang ada di mejanya dan menekan nomor yang ada disana.
Tidak lama terdengar suara dari sana.
"Halo".
"Halo Susi , kamu bawakan surat kontrak kerja sama antara James dan Angelica ke ruangan saya sekarang" , ucap Antonio.
"Baik pak" , jawab Susi.
"Coba saja kalau kamu mau menandatangani surat nikah kita seperti surat kontrak ini" , ucap James.
"Maksudnya James?" , tanya Angelica sambil mengerutkan keningnya.
"Gak sabaran untuk menandatanganinya" , ucap James sambil tersenyum.
Angelica pun langsung mencubit perut James.
"Sakit sayangku" , ucap James.
Antonio hanya tersenyum melihat anaknya yang gak pernah bisa dekat dengan cowok sekarang bisa sedekat ini dengan James.
********
Susi yang sudah sampai di depan ruangan Antonio langsung mengetuk pintu disana.
__ADS_1
Tok...tok...tok...
"Masuk" , jawab Antonio dari dalam.
"Permisi pak , ini surat kontraknya pak" , ucap Susi sambil berjalan masuk keruangan kerja Antonio dan meletakkan surat kontraknya di atas meja kerja Antonio.
"Baik , terima kasih" , ucap Antonio.
"Iya pak , saya permisi dulu" , ucap Susi.
Antonio hanya menganggukkan kepalanya.
"Ini papa minta Susi untuk membuatkan sesuai dengan yang kamu bilang kemaren , coba kamu baca dulu" , ucap Antonio.
Angelica menganggukkan kepalanya sambil mengambil surat kontrak di atas meja dan mulai membacanya dengan teliti.
Setelah beberapa saat...
"Bagaimana? Apa ada yang mau kamu tambahkan?" , tanya Antonio.
"Gak pa , sudah sesuai dengan keinginan aku" , ucap Angelica yang langsung menandatangani surat kontrak tersebut , setelah itu Angelica memberikan surat kontraknya kepada James.
James yang sudah menerima surat kontrak dari Angelica , langsung mengambil pulpen yang selalu ada di saku kemeja atasnya dan menandatanganinya.
"Kamu gak membaca isinya dulu James?" , ucap Angelica.
"Kalau cinta itu harus saling percaya sayangku , jadi aku percaya dengan apa yang kamu buat , pasti tidak merugikan aku" , ucap James sambil tersenyum.
"Kalau aku buat disana semua saham kamu untuk aku bagaimana?" , ucap Angelica.
Angelica langsung merasa kesal karena dia tidak mendapatkan partner bisnis seperti papanya.
"Ternyata James benar-benar sangat mencintai Angelica , kalau mereka bisa menikah secepatnya kelihatannya juga bagus" , ucap Antonio dalam hatinya.
Tidak lama Sandra dan Alvaro sudah masuk ke ruangan kerja Antonio.
"Sudah selesai makannya nak?" , tanya Antonio.
"Sudah pa" , jawab Alvaro.
"Sudah hubby , tapi seperti biasa , gak habis , untung kali ini cake potong , jadi masih bisa dibawa pulang" , ucap Sandra sambil meletakkan kotak kue di meja yang ada disana.
Antonio hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
Tiba-tiba terdengar suara ponsel James berbunyi.
James mengambil ponselnya yang ada di dalam saku dan langsung menyentuh tombol terima telpon disana.
"Halo Ernest" , jawab James.
"Halo pak , sore ini bapak ada meeting dengan perusahaan J , sekarang bapak ada dimana?" , tanya Ernest sekretaris pribadi James.
"Bukannya saya gak ada meeting lagi ya" , ucap James.
"Ada pak , dan sebentar lagi orang perwakilan dari perusahaan J akan sampai ke tempat kita" , ucap Ernest.
__ADS_1
"Baiklah saya ke kantor sekarang" , ucap James sambil memutuskan sambungan telponnya.
"Maaf sayangku , ternyata aku masih ada meeting sore ini , aku pergi dulu ya" , ucap James.
"Iya James" , jawab Angelica.
"Saya permisi dulu ya om , tante" , ucap James.
"Iya James" , jawab Antonio.
"Iya James , besok jangan lupa ya" , ucap Sandra.
"Iya tante" , jawab James.
James berjalan keluar dari ruangan kerja Antonio menuju ke tempat parkiran mobilnya.
.
.
"Sayang , di kota P ada masalah , apa kamu mau ikut berangkat dengan aku kesana?" , tanya Antonio setelah James keluar dari sana.
"Ada masalah apa hubby?" , tanya Sandra.
"Ada kecelakaan kerja yang menyebabkan 3 pekerja meninggal dunia" , ucap Antonio.
"Haruskah kita pergi kesana hubby?" , tanya Sandra.
"Robi berangkat hari ini juga kesana , aku pikir kalau kamu mau berangkat kita pergi bersama , kalau kamu gak mau , biar Robi saja yang urus semuanya disana" , ucap Antonio.
"Masalahnya besok aku mau ke butik tante Rita hubby , tadi juga sudah bilang dengan James juga kan" , ucap Sandra.
"Kalau gitu gak apa apa , nanti kita pergi sabtu saja ya , sekalian aku mau melihat gedung All Star Hotel yang sedang dibangun disana" , ucap Antonio.
"Iya hubby" , jawab Sandra.
"Aku ikut juga ya pa" , ucap Alvaro.
"Kamu gak mau tinggal saja disini , papa disana gak pergi jalan-jalan sayang , tapi mengurus kerjaan" , ucap Antonio.
"Gak apa pa , yang penting aku sama mama" , ucap Alvaro.
"Yah , maksudnya supaya aku bisa berduaan sama kamu sayang , jadi dikacaukan lagi sama anak manja kamu" , ucap Antonio.
"Kamu harus secepatnya mencarikan jodoh untuk anak manja kamu hubby , baru dia gak akan ganggu kita lagi" , ucap Sandra sambil tersenyum.
"Boleh papa carikan aku jodoh , tapi yang seperti mama ya" , ucap Alvaro sambil tersenyum simpul.
"Gak ada sayang yang seperti mama , kalau kamu mau yang seperti mama , berarti papa mencarikannya yang sekarang anak berumur 4 tahun" , jawab Antonio sambil tersenyum.
"Kenapa jadi anak kecil pa?" , tanya Alvaro.
"Kamu mau yang seperti mama kan , papa dan mama kan beda usianya 13 tahun nak" , jawab Antonio.
"Ya , jangan anak kecil juga kali pa" , jawab Alvaro.
__ADS_1
Angelica dan Sandra hanya tersenyum mendengarkan obrolan antara papanya dan Alvaro.