Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Si Kembar A - Part 42


__ADS_3

"Kenapa wajah kamu panik seperti itu Robi?" , tanya Antonio ketika mereka sudah sampai di ruangan kerja Antonio.


"Perusahaan yang kerja sama dengan kita untuk lift di All Star Hotel kota P , ternyata kerjanya tidak bagus pak. Kemaren terjadi kecelakaan , tiba-tiba lift jatuh dari atas dan menimpa 3 orang yang sedang bekerja dibawahnya sampai meninggal pak" , ucap Robi.


"Kalau gitu kamu urus pemakaman untuk pekerja yang meninggal dan jangan lupa untuk memberikan uang santunan dan kalau dia masih memiliki anak yang masih sekolah , maka biaya sekolahnya akan ditanggung oleh perusahaan kita sampai anaknya tamat SMA" , ucap Antonio.


"Apa bapak gak pergi ke sana juga?" , tanya Robi.


"Saya akan menanyakan dulu kepada istri saya , dia mau pergi atau gak" , ucap Antonio.


"Baik pak , kalau gitu saya akan berangkat sekarang ke kota P" , ucap Robi.


"Baik Robi , langsung minta pertanggung jawaban juga dari perusahaan lift yang kerja sama dengan kita" , jawab Antonio.


"Baik pak" , jawab Robi.


Setelah itu Robi berjalan keluar dari ruangan kerja Antonio.


"Ternyata om Antonio benar-benar sangat hebat , om bisa cepat mengambil keputusan , aku bisa banyak belajar dari om kalau seperti ini" , ucap James.


"Semakin lama kamu terjun ke dunia bisnis pasti banyak hal yang bisa kamu pelajari dari sana" , ucap Antonio.


"Iya om benar" , jawab James.


"Jadi bagaimana dengan surat kerja sama aku dengan James pa" , ucap Angelica.


"Iya sayang , papa mintakan sama Susi dulu untuk dibawakan kesini , kamu sudah gak sabar ya mau menandatangani surat kontrak kerja sama kamu yang pertama" , ucap Antonio.


"Iya pa" , jawab Angelica.


Antonio mengangkat telpon yang ada di mejanya dan menekan nomor yang ada disana.


Tidak lama terdengar suara dari sana.


"Halo".


"Halo Susi , kamu bawakan surat kontrak kerja sama antara James dan Angelica ke ruangan saya sekarang" , ucap Antonio.


"Baik pak" , jawab Susi.


"Coba saja kalau kamu mau menandatangani surat nikah kita seperti surat kontrak ini" , ucap James.


"Maksudnya James?" , tanya Angelica sambil mengerutkan keningnya.


"Gak sabaran untuk menandatanganinya" , ucap James sambil tersenyum.


Angelica pun langsung mencubit perut James.


"Sakit sayangku" , ucap James.


Antonio hanya tersenyum melihat anaknya yang gak pernah bisa dekat dengan cowok sekarang bisa sedekat ini dengan James.


********


Susi yang sudah sampai di depan ruangan Antonio langsung mengetuk pintu disana.

__ADS_1


Tok...tok...tok...


"Masuk" , jawab Antonio dari dalam.


"Permisi pak , ini surat kontraknya pak" , ucap Susi sambil berjalan masuk keruangan kerja Antonio dan meletakkan surat kontraknya di atas meja kerja Antonio.


"Baik , terima kasih" , ucap Antonio.


"Iya pak , saya permisi dulu" , ucap Susi.


Antonio hanya menganggukkan kepalanya.


"Ini papa minta Susi untuk membuatkan sesuai dengan yang kamu bilang kemaren , coba kamu baca dulu" , ucap Antonio.


Angelica menganggukkan kepalanya sambil mengambil surat kontrak di atas meja dan mulai membacanya dengan teliti.


Setelah beberapa saat...


"Bagaimana? Apa ada yang mau kamu tambahkan?" , tanya Antonio.


"Gak pa , sudah sesuai dengan keinginan aku" , ucap Angelica yang langsung menandatangani surat kontrak tersebut , setelah itu Angelica memberikan surat kontraknya kepada James.


James yang sudah menerima surat kontrak dari Angelica , langsung mengambil pulpen yang selalu ada di saku kemeja atasnya dan menandatanganinya.


"Kamu gak membaca isinya dulu James?" , ucap Angelica.


"Kalau cinta itu harus saling percaya sayangku , jadi aku percaya dengan apa yang kamu buat , pasti tidak merugikan aku" , ucap James sambil tersenyum.


"Kalau aku buat disana semua saham kamu untuk aku bagaimana?" , ucap Angelica.


Angelica langsung merasa kesal karena dia tidak mendapatkan partner bisnis seperti papanya.


"Ternyata James benar-benar sangat mencintai Angelica , kalau mereka bisa menikah secepatnya kelihatannya juga bagus" , ucap Antonio dalam hatinya.


Tidak lama Sandra dan Alvaro sudah masuk ke ruangan kerja Antonio.


"Sudah selesai makannya nak?" , tanya Antonio.


"Sudah pa" , jawab Alvaro.


"Sudah hubby , tapi seperti biasa , gak habis , untung kali ini cake potong , jadi masih bisa dibawa pulang" , ucap Sandra sambil meletakkan kotak kue di meja yang ada disana.


Antonio hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


Tiba-tiba terdengar suara ponsel James berbunyi.


James mengambil ponselnya yang ada di dalam saku dan langsung menyentuh tombol terima telpon disana.


"Halo Ernest" , jawab James.


"Halo pak , sore ini bapak ada meeting dengan perusahaan J , sekarang bapak ada dimana?" , tanya Ernest sekretaris pribadi James.


"Bukannya saya gak ada meeting lagi ya" , ucap James.


"Ada pak , dan sebentar lagi orang perwakilan dari perusahaan J akan sampai ke tempat kita" , ucap Ernest.

__ADS_1


"Baiklah saya ke kantor sekarang" , ucap James sambil memutuskan sambungan telponnya.


"Maaf sayangku , ternyata aku masih ada meeting sore ini , aku pergi dulu ya" , ucap James.


"Iya James" , jawab Angelica.


"Saya permisi dulu ya om , tante" , ucap James.


"Iya James" , jawab Antonio.


"Iya James , besok jangan lupa ya" , ucap Sandra.


"Iya tante" , jawab James.


James berjalan keluar dari ruangan kerja Antonio menuju ke tempat parkiran mobilnya.


.


.


"Sayang , di kota P ada masalah , apa kamu mau ikut berangkat dengan aku kesana?" , tanya Antonio setelah James keluar dari sana.


"Ada masalah apa hubby?" , tanya Sandra.


"Ada kecelakaan kerja yang menyebabkan 3 pekerja meninggal dunia" , ucap Antonio.


"Haruskah kita pergi kesana hubby?" , tanya Sandra.


"Robi berangkat hari ini juga kesana , aku pikir kalau kamu mau berangkat kita pergi bersama , kalau kamu gak mau , biar Robi saja yang urus semuanya disana" , ucap Antonio.


"Masalahnya besok aku mau ke butik tante Rita hubby , tadi juga sudah bilang dengan James juga kan" , ucap Sandra.


"Kalau gitu gak apa apa , nanti kita pergi sabtu saja ya , sekalian aku mau melihat gedung All Star Hotel yang sedang dibangun disana" , ucap Antonio.


"Iya hubby" , jawab Sandra.


"Aku ikut juga ya pa" , ucap Alvaro.


"Kamu gak mau tinggal saja disini , papa disana gak pergi jalan-jalan sayang , tapi mengurus kerjaan" , ucap Antonio.


"Gak apa pa , yang penting aku sama mama" , ucap Alvaro.


"Yah , maksudnya supaya aku bisa berduaan sama kamu sayang , jadi dikacaukan lagi sama anak manja kamu" , ucap Antonio.


"Kamu harus secepatnya mencarikan jodoh untuk anak manja kamu hubby , baru dia gak akan ganggu kita lagi" , ucap Sandra sambil tersenyum.


"Boleh papa carikan aku jodoh , tapi yang seperti mama ya" , ucap Alvaro sambil tersenyum simpul.


"Gak ada sayang yang seperti mama , kalau kamu mau yang seperti mama , berarti papa mencarikannya yang sekarang anak berumur 4 tahun" , jawab Antonio sambil tersenyum.


"Kenapa jadi anak kecil pa?" , tanya Alvaro.


"Kamu mau yang seperti mama kan , papa dan mama kan beda usianya 13 tahun nak" , jawab Antonio.


"Ya , jangan anak kecil juga kali pa" , jawab Alvaro.

__ADS_1


Angelica dan Sandra hanya tersenyum mendengarkan obrolan antara papanya dan Alvaro.


__ADS_2