
Sampai di rumah sakit , Victor memarkirkan motornya.
Victor dan Chika berjalan memasuki rumah sakit , setelah mereka selesai mengisi registrasi , mereka pun menunggu untuk dipanggil.
Tidak lama datang perawat yang meminta Chika untuk melakukan beberapa test.
Chika mengikuti perawat itu dan menjalankan semua test yang diminta.
Tidak lama Chika keluar dan menunggu di ruang tunggu untuk di panggil ke ruangan dokter.
"Victor , apa kamu yakin mau menerima anak yang bukan anak kamu?" , tanya Chika untuk meyakinkan sekali lagi.
"Iya lah gue yakin , kalau gak ngapain gue temenin loe ke rumah sakit" , ucap Victor dengan tersenyum.
"Makasih , ya Victor" , ucap Chika dengan lirih.
Tidak lama terdengar nama Chika di panggil untuk masuk ke ruangan dokter.
Victor dan Chika pun memasuki ruangan dokter kandungan.
Mereka duduk di kursi depan meja dokter.
"Dari hasilnya sudah jelas ya , istri bapak sedang mengandung", ucap dokter Sarah.
"Sekarang kita USG dulu ya , istrinya tolong naik ke kasur pasien" , ucap dokter Sarah.
Chika pun naik ke kasur pasien , seorang perawat mengangkat baju Chika setengah dan memberikan gel yang terasa dingin di kulitnya , setelah itu dokter Sarah mulai meletakkan alat di atas perut Chika.
"Ini yang kelihatan titik adalah janinnya ya , sekarang masih kecil karena baru berusia 4 minggu" , ucap dokter Sarah.
"Untuk usia kandungan di masa awal sangat rentan sekali , tolong di jaga dengan hati-hati ya , jangan kerja yang berat-berat dulu , banyak makan makanan yang bergizi seperti buah dan sayur , sekarang saya akan memberikan vitamin ya buat kandungannya , nanti buat vitaminnya bisa di beli di apotik lantai 1 ya" , ucap dokter Sarah setelah mereka duduk di dekat meja dokter.
"Iya dokter , terima kasih" , ucap Chika.
Setelah itu Victor dan Chika berjalan keluar dari ruangan dokter dan menuju ke apotik lantai 1 untuk menebus resep dari dokter Sarah.
Setelah mendapatkan vitaminnya...
"Kita cari sarapan dulu ya , tadi gue gak sarapan" , ucap Victor yang mulai menyalakan mesin motornya.
"Iya boleh" ,jawab Chika.
Victor menjalankan motornya ke arah taman dan memarkirkan motornya disana.
"Kita cari sarapan disini aja ya" , ucap Victor sambil membuka helm Chika.
Chika hanya menganggukkan kepalanya.
Victor dan Chika memilih sarapan bubur ayam yang dijual di taman.
Mereka makan sambil mengobrol ringan.
Setelah makan , Victor mengantarkan Chika pulang ke rumahnya.
"Jangan lupa minum vitaminnya , loe juga banyak-banyak istirahat , nanti gue telpon lagi , kalau ada apa-apa loe langsung kabari gue" , ucap Victor setelah motornya sampai di depan rumah Chika.
"Iya , makasih ya Victor" , jawab Chika sambil tersenyum.
"Gue bahagia bisa kenal sama loe", ucap Chika dalam hatinya , sambil memasuki rumahnya.
Di dalam rumah , mama Vivi sudah menunggu Chika dari tadi.
"Gimana hasil pemeriksaannya sayang?", tanya mama Vivi , setelah melihat Chika masuk ke rumah.
"Kandungan aku sudah 4 minggu ma , tadi sudah dikasih vitamin juga sama dokter" , ucap Chika.
__ADS_1
Kalau gitu kamu banyak-banyak istirahat ya , jangan kerja berat-berat dulu.
"Kamu sudah sarapan sayang?" , tanya mama Vivi.
"Sudah ma , tadi makan bubur ayam sama Victor di taman" , jawab Chika.
"Aku ke kamar dulu ya ma , mau istirahat" , ucap Chika.
"Iya sayang" , jawab mama Vivi.
Victor yang sudah sampai di rumahnya , langsung di panggil oleh mamanya , Farah.
"Jadi gimana nak?" , tanya mama Farah.
"Kandungannya masih 4 minggu ma" , jawab Victor.
"Kalau gitu harus merrid bulan depan , supaya orang-orang gak curiga" , ucap mama Farah.
"Iya boleh ma" , jawab Victor.
"Papa akan kasih kamu izin menikahi Chika yang sedang hamil anak dari pria lain , asalkan kamu mau menjalankan bisnis property papa" , ucap mama Farah.
"Ya udah ma , kalau gitu kapan aku mulai belajar di kantor papa , aku kan gak ngerti tentang bisnis papa" , jawab Victor.
"Ok , nanti mama kasih tau papa ya , kebetulan malam ini papa juga pulang nak , kalau bisa nanti malam kamu jangan keluar ya" , ucap mama Farah.
"Iya ma , aku mau ke kamar dulu ya ma , capek banget" , ucap Victor.
"Iya nak" , ucap mama Farah sambil tersenyum.
********
Di apartemen , Antonio melihat ruangannya yang akan dijadikan wardrobe.
Besok aja mulainya , karena kan yg dinding ini mau dijebloskan untuk dibuat pintu.
"Ok" , kata Antonio.
Setelah itu Antonio berjalan masuk ke kamarnya , dilihatnya bidadari cantiknya sedang main game di kasur sambil menelungkup kan badannya.
Antonio langsung naik ke atas kasur , mendekati tubuh bidadari cantiknya.
"Sayang...." , ucap Antonio sambil menciumi pipi bidadari cantiknya.
"Iya hubby..." , jawab Sandra dengan lembut.
Besok kamar kita , yang bagian dinding buat pintu ke wardrobe room akan dikerjakan , kita nginap di hotel aja ya besok malam.
"Iya hubby , berarti besok pagi aku gak ikut hubby ke hotel" , ucap Sandra.
"Kenapa besok pagi gak ikut ke hotel sayang..." , tanya Antonio sambil mengerutkan keningnya.
"Besok kan hubby sudah mulai kerja , hubby lupa ya" , ucap Sandra sambil membalikkan tubuhnya.
"Oh iya sayang...kenapa aku jadi lupa kerja gini", ucap Antonio sambil menepuk keningnya.
"Hubby sih , setiap hari ingatnya cuma melakukan olah raga di kasur aja", ucap Sandra sambil terkekeh.
"Iya sayang , tubuh ini pengennya nempel sama kamu aja terus" , ucap Antonio sambil tersenyum.
"Kayak perangko dong hubby" , jawab Sandra sambil terkekeh.
"Iya gak tau , apalagi yang penting itu on terus sayang , gak mau turun" , ucap Antonio.
"Harusnya hubby turunin sendiri dong..." , jawab Sandra.
__ADS_1
"Gak bisa sayang , harus kamu yang turunin baru bisa" , ucap Antonio sambil menciumi bibir bidadari cantiknya dengan lembut.
"Berarti besok aku disini aja ya hubby , kan ada tukang dan kak Citra" , ucap Sandra setelah Antonio melepaskan bibirnya.
"Bisa gak...jangan pisah", ucap Antonio sambil memeluk erat istrinya.
"Kan cuma beberapa hari hubby , sorenya juga bertemu lagi" , jawab Sandra sambil memainkan jarinya di dada suaminya.
Biasanya kan bisa lihat kamu sayang , setelah selesai meeting atau ketemu klien.
"Besok , sore dong baru bisa ketemu kamu nya" , ucap Antonio dengan manja.
"Ternyata hubby ku ini manja juga ya" , ucap Sandra sambil terkekeh.
Manjanya juga cuma sama kamu sayang.
"Ya udah besok kakak suruh Citra selesai jam 4 sore , Tuti juga akan ada disini sampai sore , setelah itu pak Maman akan jemput kamu ya" , ucap Antonio.
"Iya hubby" , jawab Sandra dengan lembut.
Tidak lama terdengar Hp Antonio berbunyi.
Antonio langsung mengangkat Hp nya.
"Halo Robi" , jawab Antonio.
"Halo pak , ada laporan terbaru tentang Chika anaknya pak Wira , Chika dihamili oleh Yogi , tapi Yogi tidak mau bertanggung jawab , sekarang Chika dijodohkan dengan Victor anak dari teman mamanya Chika , kayaknya mereka menerima keadaan Chika yang lagi hamil" , lapor Robi kepada Antonio.
"Jadi Yogi menghamili anaknya pak Wira?" , tanya Antonio.
"Iya pak" , jawab Robi.
"Kalau Doddy bagaimana?" , tanya Antonio.
"Untuk sekarang , Doddy belum mendapatkan orang yang akan menginvestasikan uangnya ke perusahaan dia , kalau sampai akhir bulan tidak ada yang mau menginvestasikan , maka perusahaan dia bisa dinyatakan bangkrut" , cerita Robi.
"Ok , Robi kamu lanjutin terus saja" , ucap Antonio.
"Baik pak" , jawab Robi sambil memutuskan sambungan telpon.
"Yogi menghamili cewek hubby?" , tanya Sandra yang sudah mendengar ucapan Antonio dengan asistennya Robi.
"Iya sayang , anaknya dari klien aku" , jawab Antonio.
"Jadi dia bertanggung jawab atau gak hubby?" , tanya Sandra.
"Yogi gak mau tanggung jawab , malah sekarang cewek yang dia hamilin , dijodohkan oleh mamanya sama anak teman mamanya" , ucap Antonio.
"Yang lebih luar biasa , anak teman mamanya menerima Chika yang dalam kondisi mengandung" , kata Antonio.
"Dari awal aku memang sudah gak suka lihat Yogi.
Dia itu , setau aku banyak banget ceweknya hubby..." , ucap Sandra.
"Tapi kenapa dia ngejar-ngejar kamu seperti itu , sampai menyakiti kamu juga sayang..." , ucap Antonio yang tidak bisa melupakan hal itu.
"Aku juga gak tau hubby , dari dulu aja dia selalu aku cuekin" , ucap Sandra.
"Ya udah , yang penting sekarang kamu sudah gak bertemu sama Yogi lagi sayang" , ucap Antonio sambil menciumi kening bidadari cantiknya.
"Iya hubby..." , ucap Sandra.
"Aku keluar dulu ya sayang , lihat kerjaan mereka" , ucap Antonio sambil mengecup kening Sandra.
Sandra hanya menganggukkan kepalanya.
__ADS_1