Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Si Kembar A - Part 91


__ADS_3

Malam itu setelah selesai bermain kembang api , mereka semua berjalan masuk ke rumah untuk masuk ke dalam kamar yang sudah di tunjukkan.


"Anak laki-laki tidurnya di satu kamar ya dan yang perempuan tidurnya di satu kamar juga" , ucap Sandra.


"Kenapa aku gak bisa satu kamar dengan Angelica seperti di Singapura kemaren tante?" , ucap James.


Sontak perkataan James membuat mereka semua terkejut.


"Jadi James sudah pernah tidur bersama dengan Angelica" , ucap Angga yang sempat tidak percaya.


"Iya uncle" , jawab James dengan santainya sambil memeluk tubuh Angelica dari belakang.


"Berarti kalian sudah itu dong ya" , ucap Angga.


"Kamu jangan berpikir yang enggak-enggak , meskipun mereka sudah pernah tidur sekamar , mereka gak melakukan hal itu , memangnya kakak" , ucap Antonio.


"Tapi kan kalau cewek dan cowok berada di satu kamar yang sama" , ucap Angga.


"Aku aja dulu tidur bersama dengan istri aku sebulan sebelum kami menikah aja , kami enggak melakukan apa-apa" , jawab Antonio.


"Hebat kamu" , ucap Angga sambil mengangkat kedua jempol tangannya.


"Memangnya papa dan mama kamu dulu sudah tinggal bersama sebelum menikah sayang?" , ucap James.


"Iya sayang" , jawab Angelica.


"Kalau gitu aku boleh dong om , tinggal bersama Angelica sebelum kami menikah" , ucap James.


"Enak saja kamu , Angelica masih sekolah James" , ucap Antonio.


"Aku juga pasti gak akan ngapa-ngapain kok om sampai kami menikah" , ucap James.


"Angelica masih harus menghadapi ujian akhir James , kamu sabar ya" , ucap Sandra.


"Baiklah tante" , jawab James.


"Ya sudah , ayo masuk ke kamar masing-masing" , ucap Sandra.


"Iya aunty" , jawab mereka semua.


"Aku tidur dulu ya sayang" , ucap Angelica.


"Baiklah sayang , mimpikan aku ya nanti" , ucap James sambil mengecup kening Angelica.


Angelica pun hanya menganggukkan kepalanya.


James yang melihat Alvaro gak ikut bersama dengan dia dan Kiki pun menanyakannya.


"Dek , kenapa kamu gak ikut kita ke kamar?"

__ADS_1


"Aku tidur dengan mama kak" , jawab Alvaro.


"Ya ampun dek , kamu sudah besar. Harusnya tidurnya sama kakak" , ucap James.


"Gak mau" , jawab Alvaro sambil masuk ke dalam kamar bersama papa dan mamanya.


"Alvaro memang begitu James , dulu waktu aku masih kecil aku juga tidur dengan aunty Sandra , sampai uncle suka ngomel-ngomel aku tidur dengan aunty" , ucap Kiki sambil masuk ke dalam kamar bersama dengan James.


"Kenapa kamu bisa dekat dengan tante Sandra?" , tanya James.


"Aku juga gak tau , awalnya aku suka saja melihat aunty yang sangat cantik ketika pertama kali uncle membawanya ke rumah opa. Sejak saat itu aku selalu ikut dengan aunty sampai tidur pun dengan aunty selama aku liburan disini. Setelah aunty melahirkan aku juga pernah tidur bersama dengan aunty dan Alvaro. Aku ingat banget waktu itu uncle ngomel-ngomel terus sampai siang karena aku tidur bersama mereka" , ucap Kiki sambil tersenyum mengenang masa kecilnya.


"Kenapa bisa sedekat itu dengan aunty , kalau aku gak bisa lho" , ucap James.


"Aku juga gak tau , cuma sejak aku tidur bersama dengan aunty , aku bisa tidur dengan sangat nyenyak. Mungkin karena sebelum aku tidur aunty suka menyanyikan lagu atau membacakan dongeng" , jawab Kiki.


"Ya bisa jadi , tapi memang kelihatan tante Sandra itu orangnya lembut ya , aku saja yang baru bertemu juga bisa senang mengobrol dengan tante Sandra" , ucap James.


"Iya kamu benar. Aku sempat terkejut lho mendengar kalian sudah pernah tidur bersama. Bagaimana ceritanya?" , tanya Kiki.


"Itu karena Alvaro yang gak mau tidur dengan Angelica ketika kami pergi ke Singapura bersama om dan tante. Jadinya aku diijinkan tidur bersama dengan Angelica , tapi om menegaskan kalau gak boleh melakukan apa-apa" , jawab James.


"Memangnya bisa gak melakukannya?" , ucap Kiki.


"Awalnya aku sempat terbawa suasana , saat kami berciuman di atas kasur. Tapi tiba-tiba Angelica menyadarkan aku dan akhirnya kami tidur sambil berpelukan sampai pagi" , jawab James.


"Bagaimana bisa kalian melakukannya? Aku saja gak berani" , ucap James.


"Itu saat aku sekolah di Italia , pada saat itu Friska datang untuk menemui aku. Disana hanya ada kami berdua. Orang tua kami taunya Friska menginap di hotel , padahal Friska menginap di tempat apartemen aku yang tipe studio itu" , ucap Kiki sambil tersenyum.


"Wah , gak disangka kalian malah lebih berani dari pada aku. Aku hanya berani sebatas ciuman dan pelukan saja" , jawab James.


"Kalau sudah diluar negeri , pasti terbawa kebiasaan sana , karena teman-teman aku rata-rata sudah sering melakukannya sebelum menikah" , ucap Kiki.


"Beda ya kalau di sini , tapi kalau orang tua kamu mengetahuinya apa mereka gak akan kaget?" , ucap James.


"Mereka gak akan mungkin mengetahuinya , karena aku kan gak pernah melakukan hal yang lebih dari berpelukan di depan mereka" , jawab Kiki sambil tersenyum.


Aku gak menyangka kamu diam-diam menghanyutkan.


"Tapi kalian juga sudah akan menikah , jadi ya gak masalah" , ucap James.


"Iya , aku juga gak akan meniduri wanita yang gak aku sukai" , jawab Kiki.


"Iya" , jawab James sambil menguap.


"Ya sudah , ayo kita tidur lagi" , ucap Kiki.


James pun menganggukkan kepalanya dan mereka masuk ke alam mimpi.

__ADS_1


.


.


Angelica gak bisa tidur di sana , karena mereka tidur berempat di atas kasur yang berukuran king itu.


Angelica yang memilih untuk tidur diujung kasur , bangun dari tidurnya dan melihat ke arah yang lainnya.


Terlihat mereka semua bisa tertidur dengan nyenyak disana.


Angelica mencoba untuk tidur lagi dan hasilnya tetap sama , dia pun masih gak bisa tidur.


Akhirnya Angelica turun dari kasur dan berjalan keluar dari kamar.


Angelica memutuskan untuk tidur di kursi sofa yang ada disana , tapi dia agak takut kalau tidur disana sendirian.


Angelica melangkahkan kakinya menuju ke kamar Kiki dan James tidur.


Angelica membuka gagang pintu dengan sangat pelan sekali supaya gak kedengaran yang lainnya.


Setelah pintu terbuka Angelica berjalan masuk kedalam dan memanggil calon suaminya dengan pelan.


"Sayang" , panggil Angelica dengan lembut sambil menyentuh wajah James.


James pun membuka matanya begitu mendengar suara Angelica.


"Kenapa sayang?" , ucap James.


"Pelan-pelan , nanti kak Kiki bangun" , ucap Angelica.


James pun menganggukkan kepalanya.


"Temani aku tidur di ruang tamu , aku gak bisa tidur di kamar" , jawab Angelica.


James pun menganggukkan kepalanya sambil turun dari kasur dan berjalan keluar dengan Angelica.


"Kenapa kamu gak bisa tidur di kamar sayang?" , tanya James.


"Soalnya tidurnya berempat , sempit" , jawab Angelica.


"Baiklah , kita tidur di sofa aja sambil berpelukan , tapi sofanya juga kalau buat kita berdua jadi sempit sayang" , ucap James sambil melihat ke arah kursi sofa yang ada disana.


"Aku gak masalah kalau bersama kamu" , ucap Angelica.


"Baiklah , ayo kita tidur , aku masih ngantuk" , ucap James.


Angelica dan James tidur sambil berpelukan di kursi sofa.


Gak butuh waktu lama , Angelica dan James pun langsung tertidur dengan nyenyak disana.

__ADS_1


__ADS_2