Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 121


__ADS_3

Meri yang sedang di skors dari kampus juga makan di restoran mie ayam bersama teman-temannya.


Tiba-tiba Meri melihat Sandra makan disana juga dengan Antonio suaminya.


"Oh , jadi itu suaminya anak baru itu" , ucap Meri dalam hatinya.


Meri memperhatikan Antonio dan Sandra.


Melihat Sandra dan suaminya sangat mesra , membuat rasa bersalah muncul di dalam diri Meri.


Tiba-tiba Meri berdiri dari kursinya , teman-temannya langsung kaget melihat dia berdiri.


"Kamu mau kemana Meri?" , tanya Tika.


"Aku mau memperbaiki kesalahan aku" , jawab Meri.


"Kesalahan apa?" , tanya Tika.


"Kesalahan sudah membuat anak baru itu jatuh pingsan" , jawab Meri.


Lalu Meri berjalan mendekati Sandra.


"Sandra" , panggil Meri.


"Eh kak Meri , ada apa ya?" , ucap Sandra yang tiba-tiba senyumnya langsung hilang begitu melihat Meri memanggilnya.


"Jadi kamu yang bernama Meri , yang sudah membuat istri saya pingsan" , ucap Antonio.


"Iya kak , saya minta maaf ya , saya benar-benar bersalah , karena orang yang saya sukai menyukai Sandra , saya menjadi sangat cemburu , membuat saya melakukan hal buruk kepada Sandra" , ucap Meri menjelaskan.


"Siapa yang menyukai aku , aku gak merasa ada yang menyukai aku , selain suami aku" , jawab Sandra.


"Iya Sandra , kamu tidak tau , sebenarnya Jeri mulai suka dengan kamu dan aku menyukai Jeri" , ucap Meri.


"Oh kak Jeri , tapi aku tidak menyukainya , aku sudah punya suami dan aku hanya menyukai suami aku saja" , kata Sandra.


"Iya Sandra , maafkan aku ya sudah membuat kamu sakit , aku benar-benar menyesal dan aku juga sudah menerima hukuman yang pantas untuk perbuatan ku" , ucap Meri.


"Iya kak , aku maafkan" , ucap Sandra.


"Kalau kamu sudah menyesali perbuatan kamu , baguslah" , ucap Antonio kepada Meri.


"Iya , terima kasih ya Sandra" , ucap Meri.


"Iya kak , sama-sama" , jawab Sandra.


Meri pun kembali menuju ke mejanya tadi bersama teman-temannya.


"Jadi itu anak baru yang kamu buat pingsan kemaren?" , tanya Tika.


"Iya karena gue lihat Jeri suka dengan dia , gue jadi suruh dia berjemur berjam-jam di lapangan sampai pingsan , dan pada kenyataannya dia sudah punya suami" , ucap Meri dengan lirih.

__ADS_1


"Jadi itu tadi suaminya?" , tanya Tika.


"Iya" , ucap Meri.


"Cewek itu cantik banget sih ya , gak salah juga kalau sudah punya suami , tapi kalau gue lihat-lihat...kayak pernah lihat mereka dimana ya..." , ucap Tika sambil berpikir.


"Itu di koran , masuk berita pernikahan mereka yang pengusaha muda itu , fotonya gede banget , satu halaman berita tentang mereka aja" , ucap Mira.


"Nah iya benar , itu mereka , ternyata istrinya anak baru kampus kita , pantesan pak George kasih sanksi ke loe berat banget" , ucap Tika.


"Iya , coba aja kalau gue lihat berita mereka di koran , paling gak kan gue sudah lihat wajah ceweknya , jadi gue gak akan melakukan hal yang bodoh" , ucap Meri dengan lirih.


"Ya sekarang nasi sudah menjadi bubur Meri , gak ada gunanya loe sesali" , ucap Mira.


Meri hanya terdiam mendengar perkataan Mira.


"Ya... loe kalau suka sama Jeri ungkapin aja , jangan memendam sendiri , nanti kalau loe lihat dia suka sama cewek lain lagi , loe malah kerjain cewek itu lagi gara-gara rasa cemburu loe yang gak jelas itu" , ucap Tika.


"Kalau gue ditolak , bagaimana?" , tanya Meri.


"Ya jadinya jelas dong , dia gak suka sama loe , jadi loe juga bisa mulai menata hati loe lagi" , ucap Tika.


"Kalau loe mau mengutarakan perasaan loe kenapa gak malam ini aja , pada saat acara api unggun penutupan ospek nanti malam" , ucap Mira.


"Tapi gue belum siap untuk mengutarakannya , nanti saja ya" , ucap Meri.


"Belum siap mengutarakan atau belum siap ditolak" , ucap Tika.


"Gue gak habis pikir sih loe bisa menyakiti anak baru gara-gara perasaan loe yang gak jelas itu , mana ternyata istri orang berkuasa lagi" , ucap Tika sambil menggelengkan kepalanya.


"Iya gue tau gue salah , tapi jangan tambah jatuhin gue lagi dong" , ucap Meri.


"Udah udah , kalian kalau ribut gak ada habisnya deh" , ucap Mira menenangkan kedua temannya itu.


Sejenak Meri dan Tika pun terdiam.


Sandra dan Antonio yang sudah makan , membayar makanan mereka dan berjalan menuju ke parkiran mobil.


********


Chika dan Victor yang sudah selesai makan memutuskan untuk pulang ke rumah.


Tidak lama mobil Victor sudah sampai di depan rumahnya dan mereka berjalan memasuki rumah setelah turun dari mobil.


Didalam rumah mama Farah sedang duduk di ruang keluarga.


"Bagaimana kata dokternya nak?" , tanya mama Farah ketika melihat anak dan menantunya masuk ke dalam rumah.


"Kata dokter Sarah gak ada masalah ma" , ucap Victor dan Chika sambil mengecup punggung tangan mama Farah , setelah itu mereka duduk di ruang keluarga.


"Baguslah , kalian sudah makan?" , tanya mama Farah.

__ADS_1


"Sudah ma , tadi sebelum pulang , makan di cafe matahari" , jawab Chika.


"Ok , nanti malam Chika mau makan apa? Biar mama minta bik Mumun masakin.


"Aku belum tau ma mau makan apa , masak apa aja kayaknya gak masalah ma , belakangan aku sudah mulai bisa makan juga" , jawab Chika.


"Ok kalau gitu , tapi kalau nanti sore ada kepingin makan apa kasih tau aja ya" , ucap mama Farah sambil tersenyum.


"Iya ma" , jawab Chika sambil tersenyum.


"Ntar kalau Chika ngidam sesuatu biar aku aja yang cari ma , kebetulan kan aku juga libur hari ini , besok baru ke kantor" , ucap Victor.


"Iya nak" , jawab mama Farah sambil tersenyum.


"Aku ke kamar dulu ya ma , sudah mulai mengantuk" , ucap Chika sambil tersenyum.


"Iya sayang , kamu istirahat dulu ya , nanti malam kita makan bersama papa ya" , ucap mama Farah.


"Iya ma" , jawab Chika sambil tersenyum.


Victor dan Chika berjalan ke atas menuju ke kamar mereka.


Sampai di dalam kamar mereka mengganti bajunya dengan baju rumah , setelah itu mereka mulai naik ke tempat tidur.


"Sayang...katanya setelah kita menikah kamu mau pakai kalung yang liontin huruf V nya , kenapa sampai hari ini belum di pakai juga?" , tanya Victor yang baru sadar kalau Chika belum memakai kalung itu.


"Oh iya mas , aku lupa...soalnya kepikiran kamu gak mau menyentuh aku terus" , ucap Chika dengan lirih.


"Aku setiap malam juga menyentuh kamu , aku selalu memeluk dan mencium kamu sayang" , ucap Victor.


"Iya mas , tapi yang aku maksud kan beda , tapi ya sudah , aku sudah tau sekarang , jadi aku sudah gak kepikiran lagi" , ucap Chika sambil tersenyum.


"Iya sayang , kamu jangan berpikir yang aneh-aneh ya" , ucap Victor sambil turun dari kasurnya dan menuju ke lemari mengambil kalungnya.


Setelah mendapatkan kalungnya , Victor membawanya ke kasur dan memasangkannya ke leher Chika.


"Aku suka sekali mas" , ucap Chika sambil tersenyum memegang liontin nya.


Victor langsung menciumi bibir Chika dengan dalam , setelah itu menuju ke leher istrinya , membuat tanda merah disana , lalu tangannya masuk ke dalam baju istrinya dengan perlahan dan bermain-main dibawah baju Chika.


Ketika Chika mulai merasakan kenikmatan dari sentuhan suaminya....


Tiba-tiba....Victor mulai menghentikan kegiatannya , mengeluarkan tangannya dengan perlahan dari dalam baju istrinya dan memeluk tubuh istrinya.


"Kenapa berhenti mas?" , tanya Chika.


"Aku baru bisa melakukannya sampai disana dulu sayang , aku takut nanti akan melukai anak kita" , ucap Victor.


"Tapi bukankah kata dokter Sarah sebenarnya tidak apa-apa mas" , ucap Chika.


"Iya sayang , tapi kalau tidak hati-hati bisa menyebabkan keguguran juga kan , sekarang kita tidur dulu aja ya" , ucap Victor sambil membelai punggung istrinya.

__ADS_1


"Iya mas" , ucap Chika sambil membenamkan kepalanya di dada suaminya.


__ADS_2