Suamiku 13th Diatasku

Suamiku 13th Diatasku
Episode 149


__ADS_3

Siang itu Yogi menuju ke rumah sakit , setelah bik Iyem sampai di rumahnya.


Ketika Yogi sampai di parkiran rumah sakit dan turun dari motornya , Yogi melihat Sandra dan suaminya turun dari mobil dan berjalan sambil bergandengan tangan masuk ke rumah sakit.


"Kenapa Sandra dan suaminya ke rumah sakit?" , ucap Yogi dalam hatinya.


Lalu Yogi mengikuti Sandra dan Antonio.


Antonio dan Sandra mengurus registrasi pendaftaran di dekat ruangan dokter Sarah , setelah itu mereka duduk di ruang tunggu.


Tidak lama perawat disana memanggil , "ibu Sandra..."


Antonio dan Sandra pun berdiri dan berjalan menuju ke ruangan dokter Sarah.


Yogi yang juga duduk di dekat sana langsung berdiri dan melihat ruangan dokter Sarah.


"Dokter kandungan....apa Sandra sedang hamil" , ucap Yogi dalam hatinya.


Setelah itu... Yogi pun pergi dari sana dengan perasaan yang sudah hancur dan tambah hancur lagi , yang awalnya berkeping-keping , sekarang mungkin sudah menjadi serpihan.


Sampai di dalam ruangan dokter Sarah....


"Ada masalah apa?" , tanya dokter Sarah kepada Sandra dan Antonio , setelah mereka duduk di kursi yang ada di depan meja dokter Sarah.


"Tadi pagi ada flek coklat yang keluar dokter" , jawab Sandra.


"Apakah sebelumnya ada merasakan keram atau nyeri di perut?" , tanya dokter Sarah.


"Gak ada dokter" , jawab Sandra.


"Sebelumnya apakah kalian melakukan hubungan suami istri?" , tanya dokter Sarah.


"Iya dokter" , jawab Sandra.


"Kalau gitu gak apa-apa , dimasa trimester awal ini boleh berhubungan , tapi jangan terlalu sering juga ya" , ucap dokter Sarah sambil tersenyum.


"Iya dokter" , jawab Antonio dan Sarah bersamaan.


"Sekarang kita cek dulu ya , langsung tidur di ranjang pasien aja ya" , ucap dokter Sarah.


Sandra naik ke atas ranjang pasien dan suster yang berdiri disana , mulai mengangkat baju atas Sandra dan memberikan gel dingin di atas perutnya , setelah itu dokter Sarah menjalankan alat diatas perut Sandra.


"Kondisi janinnya gak apa-apa ya , perkembangannya juga bagus" , ucap dokter Sarah sambil tersenyum.


Sandra yang awalnya sangat khawatir , langsung bernafas lega setelah mendengar perkataan dokter Sarah.


"Saya tambah aja ya vitamin dan obat untuk penguat kandungannya , nanti bulan depan baru kita cek lagi" , ucap dokter Sarah.


"Baik dokter , terima kasih" , jawab Sandra dan Antonio.


Setelah itu Antonio dan Sandra pun keluar dari ruangan dokter Sarah dan menuju ke apotik rumah sakit untuk membeli obat yang diresepkan dokter Sarah.


Setelah mendapatkan obatnya , Antonio dan Sandra pun berjalan ke parkiran mobil.


"Tuh , hubby gak boleh sering-sering , jadi jangan hampir setiap hari ya" , ucap Sandra setelah mereka di dalam mobil.


"Kan kamu yang buat hubby melakukannya hampir setiap malam" , jawab Antonio sambil tersenyum.


"Masa iya aku , perasaan aku jarang minta deh" , jawab Sandra sambil memanyunkan bibirnya.


"Iya... kamu selalu buat aku pengen terus sayang" , ucap Antonio sambil menciumi bibir merah bidadari cantiknya.


Setelah mereka berciuman untuk beberapa saat , Antonio melepaskan bibirnya dan mulai menjalankan mobilnya.


"Sayang mau makan dimana?" , tanya Antonio.


"Kita ke rumah mama ya hubby , kemaren mama bilang hari ini buat pudding , minta aku ambil kerumah" , ucap Sandra.


"Ok...kita kerumah mama ya" , jawab Antonio sambil menjalankan mobilnya menuju ke rumah mertuanya.


Tidak lama mobil Antonio sampai di rumah mama Amel.


Antonio dan Sandra turun dari mobil dan menekan bel yang ada di depan pintu.


"Akhirnya anak mama sudah datang" , kata mama Amel.


"Iya ma , tadi aku ke rumah sakit dulu" , jawab Sandra.


"Ada apa sayang , kamu sakit?" , tanya mama Amel.

__ADS_1


"Gak ma , karena tadi pagi aku keluar sedikit flek darah coklat , jadinya agak khawatir , makanya ke dokter" , jawab Sandra sambil masuk ke dalam rumah bersama mama Amel.


"Terus gimana?" , tanya mama Amel.


"Kata dokter Sarah kandungan aku baik-baik saja ma" , jawab Sandra.


"Syukurlah sayang , kamu jangan capek-capek dulu ya".


"Iya ma" , jawab Sandra.


"Kalian sudah makan belum?" , tanya mama Amel.


"Belum ma" , jawab Sandra dan Antonio bersamaan.


"Makan disini aja mau , tadi mama sama bik Sumi buat soto sama ayam goreng" , ucap mama Amel.


"Mau ma , aku suka banget soto mama" , jawab Sandra sambil tersenyum.


"Iya sayang , mama minta bik Sumi siapin makanan buat kalian berdua ya" , ucap mama Amel.


"Iya ma" , jawab Antonio dan Sandra bersamaan.


Tidak lama bik Sumi membawakan makanan untuk Antonio dan Sandra , setelah meletakkan makanan di meja makan , bik Sumi langsung menuju ke dapur.


Sandra dan Antonio makan berdua di meja makan.


Tidak lama , mama Amel berjalan ke meja makan sambil membawa se panci pudding yang baru siap dimasak.


Mama Amel mulai memasukkan pudding yang baru masak ke dalam mangkok yang sudah disediakan diatas meja.


"Pudding coklat ya ma?" , tanya Sandra.


"Iya sayang , pudding kesukaan kamu , nanti kamu bawa pulang ya" , ucap mama Amel.


"Iya ma" , jawab Sandra.


Setelah Antonio dan Sandra selesai makan , bik Sumi membereskan semua piring yang ada di meja makan.


Mama Amel , Sandra dan Antonio mengobrol santai sampai pudingnya dingin , setelah pudingnya dingin , mama Amel memasukkannya ke dalam paper bag dan memberikannya kepada Sandra.


Sandra dan Antonio pun ijin pulang ke apartemen mereka.


********


"Aku benar-benar sudah tidak bisa memiliki kamu lagi Sandra , bagaimana caranya agar aku bisa melupakan kamu" , ucap Yogi dalam hatinya.


Begitu Yogi masuk ke kamar papanya , terlihat ada Tristan dan Albert disana.


"Kapan sampainya kak?" , tanya Yogi.


"Baru gak lama ini dek" , jawab Tristan.


"Kak Amanda kemana kak?" , tanya Yogi.


"Amanda lagi mengurus administrasi keluar dari rumah sakit dan meminta satu orang perawat untuk menjaga papa selama papa dirumah" , jawab Tristan.


Yogi hanya menganggukkan kepalanya dan berjalan mendekati kasur papanya.


"Pa , Yogi datang" , ucap Yogi.


Papanya masih diam dengan pandangan yang kosong.


Tidak lama Amanda datang dengan seorang perawat lelaki bersamanya.


"Tristan , dek....kenalkan ini Tio , Tio ini yang akan merawat papa mulai hari ini dan nanti seterusnya di rumah" , ucap Amanda.


"Iya kak" , jawab Yogi.


Tristan hanya menganggukkan kepalanya.


"Sudah selesai semuanya?" , tanya Tristan.


"Sudah , kita tinggal tunggu persiapan papa dibawa pulang dengan ambulance", ucap Amanda.


Tidak lama beberapa perawat lain datang memasuki kamar rawat papa Doddy dan mereka mulai membawa ranjang papa Doddy menuju ke bawah dan memasukkannya ke mobil ambulance.


Amanda yang membawa koper kecil suaminya , Albert dan Tio ikut masuk ke mobil ambulance.


Yogi dan Tristan menuju ke rumahnya dengan motor.

__ADS_1


Tidak lama mobil ambulance sampai dirumah Doddy yang baru dibeli oleh anaknya Amanda.


Petugas ambulance menurunkan papa Doddy dan membawanya masuk ke dalam rumah , menuju ke kamar atas.


Kamarnya papa Doddy memang dari dulu berada di lantai 2 , jadi petugas ambulance membantu membawakan papa Doddy sampai ke kamarnya dan memindahkannya ke kasur.


Setelah selesai semua , petugas ambulance pergi dari sana.


Tio mulai mengurus papa Doddy.


Amanda menyusun baju-baju milik papanya ke dalam lemari.


Bik Iyem berada disana juga melihat keadaan bos nya.


"Tuan cepat sembuh ya" , ucap bik Iyem.


Papa Doddy masih tetap tidak bereaksi , masih sama...memandangi langit-langit kamar dengan pandangan yang kosong.


Setelah Amanda selesai menyimpan baju papa nya di lemari , Amanda keluar dari kamar papanya.


"Non..." , panggil bik Iyem.


"Kenapa bapak gak ada reaksi ketika bibik bicara non?" , tanya bik Iyem.


"Papa setelah sadar menjadi seperti itu bik , nanti ketika saya gak ada disini , bibik tolong ajak papa mengobrol ya" , ucap Amanda.


"Non mau pergi lagi?" , tanya bik Iyem.


"Iya bik , aku masih ada kerjaan di kota M yang harus aku selesaikan" , jawab Amanda.


"Baiklah non" , ucap bik Iyem.


Amanda pun berjalan menuju ke kamarnya.


"Yogi kemana Tristan , kenapa aku tidak melihatnya" , ucap Amanda.


"Tadi katanya langsung ke bengkel , karena sudah beberapa hari gak kesana" , ucap Tristan.


"Ok" , jawab Amanda.


"Dua hari lagi kita sudah harus pulang ke kota M , kerjaan kamu sudah akan dimulai", ucap Tristan.


"Iya Tristan , makanya aku sudah meminta bik Iyem datang dan meminta perawat buat papa , aku yakin Yogi tidak akan bisa meninggalkan bengkelnya" , jawab Amanda.


"Iya Amanda" , ucap Tristan sambil berbaring di kasur dengan anaknya.


********


Yogi yang sudah sampai di bengkel melihat Katherine sudah duduk disana.


"Katherine , kamu mau ngapain lagi kesini", ucap Yogi.


"Pastinya aku selalu menunggu kamu cowok ganteng" , jawab Katherine.


"Aku gak suka dengan cewek yang selalu memamerkan tubuhnya kemana pun ia pergi" , jawab Yogi.


"Apa salahnya baju aku , kelihatan keren dan cantik", ucap Katherine.


"Kelihatan murahan" , jawab Yogi.


Tiba-tiba Katherine langsung pergi dari sana dan melajukan motornya ke arah yang Yogi tidak tau , tapi Yogi pun tidak perduli.


"Hi bro , bagaimana bengkel beberapa hari ini?" , tanya Yogi setelah Katherine pergi dari sana.


"Masih stabil bro , loe tenang aja , setiap hari ada aja yang datang kesini buat memperbaiki motor mereka" , jawab Rangga yang sedang memperbaiki motor.


"Baguslah" , ucap Yogi sambil duduk di kursi kayu yang ada disana.


"Bokap loe bagaimana bro?" , tanya Rangga.


"Masih sama , masih diam aja dengan pandangan kosong" , jawab Yogi dengan lirih.


"Hari ini bokap loe jadi pulang kerumah?", tanya Rangga.


"Jadi bro , ini gue baru dari rumah langsung kesini" , jawab Yogi.


"Syukurlah bro , paling gak kan loe gak perlu nginap di rumah sakit lagi" , ucap Rangga.


"Iya loe benar bro" , jawab Yogi.

__ADS_1


Tidak lama datang pelanggan baru di bengkel Yogi , Yogi mulai memperbaiki motor pelanggan yang baru masuk itu.


__ADS_2