
"Pa....ma.....kakak ipar hebat banget tadi , sekali pukulan bibir Vincent langsung berdarah" , ucap Alvaro ketika sudah masuk ke dalam rumah mereka.
"Kenapa kamu memukul Vincent , James?" , tanya Antonio dengan penuh tanda tanya.
"Karena Vincent tadi memaksa Angelica ikut bersama dengan dia om" , jawab James.
"Memangnya benar nak kalau Vincent memaksa kamu mengikuti dia?" , tanya Sandra yang mulai merasakan khawatir di dalam dirinya.
"Iya ma , lihat saja pergelangan tangan aku sampai biru seperti ini karena ditarik dengan paksa sama dia", ucap Angelica.
Dengan tubuh yang bergetar , Sandra menggerakkan tangannya dan memegang tangan anaknya yang kelihatan biru disana.
"Dari kalian kecil sampai kalian besar , mama gak pernah memperlakukan kalian dengan kasar. Jangankan meninggalkan tanda biru , nyamuk saja tidak pernah mama biarkan untuk menyentuh tubuh anak-anak mama. Kenapa sekarang Vincent bisa berbuat seperti ini kepada kamu sayang? Apakah ini sakit sayang?" , ucap Sandra sambil menitikkan air matanya.
"Sakit ma , sampai sekarang juga masih berasa sakit" , jawab Angelica.
Sandra langsung berjalan ke belakang dan mencari kotak obat , mencari salep khusus untuk memar disana , setelah itu Sandra berjalan kembali keluar dan mengoleskan salep di tangan Angelica.
"James , kamu ikut bersama dengan om sebentar" , ucap Antonio.
"Baik om" , jawab James yang mengikuti langkah kaki Antonio.
Alvaro hanya duduk di kursi sofa sambil melihat mamanya yang mengolesi salep sambil menangis di tangan saudara kembarnya.
.
.
Sampai di taman belakang....
James , kali ini om mau minta kamu untuk selalu menjaga Angelica , jangan sampai Vincent menyakiti Angelica lagi.
"Iya om" , jawab James.
Om sebenarnya agak takut Angelica berteman dengan Vincent , tapi karena opa Chandra berteman baik dengan opa Wijaya , jadinya Angelica , Alvaro dan Vincent itu sering bermain bersama , ditambah dengan perbedaan usia mereka yang hanya terpaut beberapa bulan saja , membuat mereka jadi berada di satu sekolah yang sama.
"Sebenarnya Vincent itu bukan anak dari papanya yang sekarang" , ucap Antonio.
James langsung membulatkan matanya mendengar perkataan Antonio.
"Jadi sebenarnya Vincent itu anak siapa om?" , tanya James.
"Vincent itu anak kandung dari pria yang suka dengan istri om namanya Yogi , tapi dulu istri om selalu menolaknya. Sampai dia sempat menyakiti Sandra 2 kali , saat om dan tante belum menikah dan ketika tante sedang mengandung Alvaro dan Angelica. Om dari dulu juga selalu memperhatikan Vincent , tapi om tidak menyangka kalau dia akan melakukan hal seperti yang papa kandungnya lakukan dulu" , cerita Antonio.
"Kenapa mamanya Vincent bisa hamil anak dari pria yang bernama Yogi itu om?" , tanya James.
"Setau om , mamanya Vincent itu dulu suka dengan Yogi , tapi Yogi tidak menyukainya , sampai ketika dia hamil , Yogi pun tidak mau bertanggung jawab" , ucap Antonio.
__ADS_1
James yang sudah mengerti dengan alur cerita Antonio pun menganggukkan kepalanya.
"Aku pasti akan menjaga Angelica dengan sangat baik om , aku gak akan membiarkan Vincent mengambil Angelica dari aku" , ucap James.
"Ini yang om suka dari kamu James dan mulai sekarang om percayakan anak perempuan om kepada kamu" , ucap Antonio.
"Baik om , tapi kalau selama Angelica berada di sekolah , aku juga gak bisa berbuat apa-apa om" , ucap James.
"Nanti om akan membayar orang untuk mengawasi Alvaro dan Angelica selama di sekolah , tapi kamu jangan beritahukan kepada mereka dulu , nanti om takut Alvaro akan keceplosan ngomong kalau dia punya bodyguard" , ucap Antonio.
"Baik om" , jawab James.
Antonio dan James berjalan menuju ke ruangan keluarga.
Terlihat Sandra yang sudah mulai tenang disana.
"Sayang , ayo kita makan siang bersama. Setelah ini kan kita masih harus beberes untuk berangkat. Nanti jangan lupa passport nya dibawa ya" , ucap Antonio.
"Iya hubby" , jawab Sandra sambil berdiri dan berjalan menuju ke meja makan bersama suami dan anak-anaknya beserta calon menantunya.
Selesai makan siang , mereka semua mulai masuk ke dalam kamar masing-masing.
James mengikuti Angelica sampai ke kamar Angelica.
"Sayang , masih sakit gak tangannya?" , tanya James sambil menyentuh tangan kekasihnya.
James langsung memeluk tubuh Angelica.
"Aku gak akan biarkan cowok itu menyakiti kamu lagi sayang" , ucap James.
"Iya sayang , aku percaya kalau kamu pasti akan selalu menjaga dan melindungi aku" , ucap Angelica sambil mengeratkan pelukannya.
"Iya sayang , itu pasti" , jawab James.
"Tadi papa ngomong apa sama kamu?" , ucap Angelica.
"Gak ada sayang , papa cuma minta aku untuk selalu menjaga kamu setelah kejadian ini" , jawab James.
Angelica pun menganggukkan kepalanya.
"Aku mau mandi dulu ya , kamu terserah deh mau ngapain" , ucap Angelica.
"Masih ada waktu beberapa jam lagi sebelum kita berangkat sayang. Masih boleh ya aku peluk kamu sebentar saja , aku masih kangen banget sama kamu" , ucap James dengan manja.
"Jangan sayang , nanti setelah aku mandi , kamu mandi juga , kalau kamu wangi aku mau kok nempel terus sama kamu" , ucap Angelica.
"Baiklah sayang" , jawab James sambil melepaskan tubuh Angelica.
__ADS_1
Angelica berjalan menuju ke lemarinya dan mengambil baju kaos nya disana , menuju ke kamar mandi yang ada di dalam kamarnya.
James naik ke atas kasur Angelica , merebahkan tubuhnya disana dan menyalakan telivisi yang ada disana sambil menunggu Angelica selesai mandi.
********
Di kamar Sandra dan Antonio....
"Hubby , hati aku sangat sakit begitu melihat tangan Angelica yang memar seperti itu" , ucap Sandra.
Antonio langsung memeluk tubuh istrinya dari belakang.
"Aku juga sakit hati melihat putri kesayangan aku di sakiti sayang. Sekarang kamu tenang ya , aku sudah meminta James untuk selalu menjaga Angelica dengan sangat baik , nanti aku juga akan meminta bodyguard untuk menjaga mereka selama di sekolah , seperti kamu dulu" , ucap Antonio.
"Baik hubby , hal yang aku takutkan kenapa terjadi kepada anak aku juga" , ucap Sandra.
"Kamu tenang sayang , aku pasti gak akan melepaskan orang yang menyakiti anak kita , meskipun orang itu sudah berteman baik dengan keluarga kita" , ucap Antonio.
Sandra pun menganggukkan kepalanya.
.
.
Beberapa jam kemudian....
"Ayo kita berangkat anak-anak" , panggil Antonio.
James keluar dari kamar Angelica sambil membawakan koper Angelica.
Alvaro keluar dari kamarnya sambil membawa kopernya sendiri.
"Kenapa bawa dua koper nak? Bukankah kemaren mama sudah menyiapkan baju kamu untuk kita berangkat selama 3 hari ini" , ucap Sandra yang terkejut melihat koper anak manjanya.
"Aku kan harus membawa sepatu dan topi yang cocok buat baju aku yang sudah mama pilihkan" , jawab Alvaro.
"Bagus , kalau begitu nanti selama di Singapura kamu gak perlu belanja lagi ya" , ucap Antonio.
"Kenapa aku gak belanja lagi pa?" , tanya Alvaro sambil mengerutkan keningnya.
"Karena kamu sudah membawa semuanya dari sini" , ucap Antonio.
Mendengar perkataan papanya , Alvaro langsung membawa masuk satu koper yang hanya berisikan topi dan sepatu miliknya ke dalam kamar.
"Kenapa di tinggalin lagi nak kopernya?" , ucap Antonio sambil mengulum senyumnya.
"Gak perlu dibawa pa , nanti aku mau belanja selama disana" , jawab Alvaro.
__ADS_1
Pastinya membuat semua yang ada disana menjadi tersenyum melihat tingkah Alvaro.