Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Pamer Kemesraan


__ADS_3

Karena tidak bisa kemana-mana, akhirnya Jingga hanya menghabiskan waktunya dengan mendesain beberapa model busana. Tanpa sadar dia sudah membuat sebanyak sepuluh gambar dengan beberapa model berbeda-beda.


Biasanya gambar yang di buat oleh Jingga akan di unggah di akun social medianya, dan dia mengunggah dua di antara gambar yang baru selesai dia buat.


Hanya dalam hitungan menit saja sudah banyak orang yang berkomentar dan menyukai desain baju miliknya, ada salah satu akun bernama UNKNOWN yang menarik perhatian Jingga sebab akun profilnya menggunakan gambar yang tidak asing.


“ Kaya pernah lihat dimana ya.?” Batin Jingga berusaha mengingat-ingat, namun sayang dia tidak berhasil mengingatnya.


Setelah di lihat-lihat ternyata akun itu sudah mengikutinya sejak lama, semua postingan sudah di like padahal postingan di instagram Jingga sudah lebih dari seribu postingan dan tidak ada satu pun yang terlewatkan untuk di like oleh pemilik akun misterius itu.


Saat di cek lebih dalam, rupanya pemilik akun sudah pernah mengirimkan pesan kepadanya. Dan itu dimulai sejak tahun 2015 sampai sekarang, Jingga benar-benar terkesan kepadanya.


“ Terima kasih telah mengikuti akun ini, aku sangat senang atas perhatiannya.” Tulisa Jingga pada balasan pesan tersebut.


Dalam sekejap pesan itu langsung di like oleh pemilik akun, namun setelah di tunggu-tunggu dia tidak membalas pesan padahal dia sudah membacanya juga.


“ Mungkin dia malu.” Gumam Jingga sambil tersenyum tipis.


Dering ponsel Jingga baru saja membuatnya terkejut, melihat nama Arkana di sana sontak langsung membuatnya menjawab panggilan tersebut.


“ Halo mas, ada apa ya.?”


“ Kamu sekarang beli makanan di restoran yang banyak terus jangan lupa pindahin ke tempat makan yang ada di rumah. Habis itu ke rumah sakit, sekarang.”


“ Maksudnya apa ya mas.?”


“ Kamu bodoh atau gimana sih ? kamu pura-pura datang bawain makanan buat aku sama teman-teman aku, tapi aku mau kamu beli di restoran biar mereka suka sama rasanya.”


“ Kamu suruh aku bohong lagi mas.?”


“ Udah jangan banyak bacot kamu, nurut apa kata suami. Jefri bentar lagi sampai di rumah, dia yang akan jemput kamu dan bawa kamu ke restoran yang aku suka.”


“ Baik mas.”


Setelah panggilan berakhir, lagi-lagi Jingga harus menghela nafas yang panjang. Sikap Arkana semakin tidak bisa di terima, jika terus seperti ini apa yang akan terjadi ke depannya dengan rumah tangga mereka.?


**

__ADS_1


Setibanya di rumah sakit, Jingga langsung menuju ruangan Arkana yang dimana dia telah di beritahu sebelumnya bahwa ruangannya berada di lantai tiga


Saat Jingga sudah sampai di lantai tiga, dia di buat kebingungan sebab tidak tahu menahu dimana ruangan itu berada. Dirinya hanya di beritahu kalau ruangannya berada di lantai tiga, tapi tidak dengan ruangan yang sebenarnya.


Alhasil Jingga menanyakannya pada salah satu perawat yang kebetulan lewat, dia bertanya ruangan Arkana sembari memperkenalkan dirinya kalau dia adalah istrinya Arkana.


“ Bu Jingga ya.” Ucap perawat wanita itu baru ingat dengan wajah Jingga.


“ Iya ini saya, " Kata Jingga pelan.


"Dokter Arkana sedang meeting di ruang rapat tapi bentar lagi selesai kok. Ruangannya ada di pojok kanan ya bu.” Jawabnya penuh semangat.


“ Terima kasih ya.” Balas Jingga tersenyum ramah.


“ Sama-sama bu.”


Mereka pun berpisah dengan mengambil langkah yang berlwanan, Jingga berjalan menuju ruangan yang di beritahu perawat barusan. Dan ketika dia tiba tepat di depan ruangan itu, beberapa dokter dengan seragam kebesarannya keluar.


“ Istrinya dokter Arkana ya.?” Tebak salah satu dokter dengan usia yang terbilang cukup tua.


“ Iya dok, mas Arkana nya ada.?” Tanya Jingga.


“ Aku bawa makanan buat kamu dan rekan dokter yang lain.” Jawab Jingga memperlihatkan makanan yang telah dia beli sebelumnya.


“ Kamu yang masak sendiri.?” Tanya Arkana kemudian di balas anggukan pelan dari Jingga.


“ Dokter Arkana ini sudah hebat, dapat istri yang cantik dan pengertian lagi. Beruntung banget sih dok.” Sahut salah satu dokter.


“ Iya ya, saya boro-boro istri saya datang bawain makanan kaya gini.”


“ Maklum, namanya pengantin baru masih so sweet di awal.”


“ Semoga so sweet terus sampai akhir ya dok.”


Jingga tidak merasa senang sama sekali dengan pujian yang di lontarkan mereka semua, berbanding terbalik dengan Arkana yang tampak menikmati kebohongan itu dan bersikap seolah-olah dia adalah yang paling terbaik sekarang.


**

__ADS_1


Sekarang Jingga telah berada di ruangan Arkana, Jingga mengikuti Arkana setelah mereka semua menikmati makanan barusan di ruang rapat.


“ Mas, aku nggak mau bohong kaya gitu lagi lain kali.” Lontar Jingga.


“ Bohong? Apa maksudmu.?” Arkana menoleh setelah dia selesai menggantung jas dokternya.


“ Aku bisa kok masak sendiri dan bawain masakan aku buat kamu, kita nggak perlu pesan di restoran lagi.”


“ Kan aku udah bilang sama kamu, masakan kamu itu nggak enak. Aku malu sama mereka kalau mereka coba masakan kamu yang nggak enak itu.” Tunjuk Arkana dengan nada yang tegas.


“ Baik mas, aku dengar apa kata kamu aja.” Balas Jingga pasrah.


Tok..tok..tok


Suara ketukan pintu baru saja membuat Arkana mengalihkan perhatiannya, dia membuka pintu tersebut dan ternyata yang datang adalah perawat asisten di departemennya.


“ Dok, hari ini jadwal pasien kosong. Jadi dokter bisa pulang lebih awal.” Ucapnya.


“ Terima kasih, kebetulan saya sama istri mau jalan-jalan.” Jawab Arkana seketika membuat perawat itu tersipu malu.


“ Asyiknya jadi istri dokter Arkana, di treet like a queen banget.” Benak Nisa.


“ Kalau begitu saya permisi dok.” Lanjut Nisa berlalu meninggalkan ruangan Arkana.


Karena jadwal sudah kosong akhirnya Arkana dapat pulang lebih awal lagi, namun untuk membuat persepsi orang-orang baik kepadanya dia sengaja berpura-pura mesra dengan menggenggam tangan Jingga sepanjang perjalanan mereka keluar dari rumah sakit.


“ Hati-hati di jalan dok.”


“ Have fun ya dok.”


“ So sweet banget, habis kerja langsung kencan bareng istri.”


“ Bikin cemburu aja dokter Arkana.”


Jingga lelah mendengar semua ucapan yang mereka tujukan buat Arkana, seandainya mereka tahu apa yang sebenarnya terjadi mungkin mereka akan berpikir yang berbeda soal Arkana.


“ Senyum,” Ucap Arkana sambil mengenggam kuat tangan Jingga ketika dia tahu sejak tadi Jingga tidak tersenyum di hadapan semua orang.

__ADS_1


Jingga pun hanya mengangguk pelan, sebelum benar-benar keluar dari rumah sakit dia memberikan senyuman kepada mereka yang mengenal Arkana.


Dan setelah mereka sampai di dalam mobil, sikap Arkana yang sesungguhnya kembali. Dia memarahi Jingga karena tidak bersikap seperti yang dia inginkan, hal itu pun membuat Jingga meminta maaf dan akan berusaha yang terbaik lain kali.


__ADS_2