Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
No Escape


__ADS_3


Beberapa minggu yang lalu.


Dalam keadaan masih koma beberapa perawat membawa Jingga pergi dari ruangannya ketika Arkana sedang tidak bersamanya, semua orang yang di tunjuk untuk bekerja sama tak lain adalah tiga orang perawat yang bertugas saat itu, petugas keamanan, dan beberapa perawat yang membawa Jingga keluar dari rumah sakit tanpa ada yang mencurigainya.


Semua yang di tunjuk untuk bekerja sama mendapat ancaman dari Widya jika mereka sampai memberitahu siapapun atas kejadian itu, dan ketika mereka berhasil membawa Jingga keluar dari rumah sakit, tujuan selanjutnya adalah rumah persembunyian yang di siapkan oleh Widya sebelumnya.


Selama satu minggu setelah di pindahkan ke rumah itu kondisi Jingga sempat kritis sehingga Widya harus mendatangkan seorang dokter diluar dari rumah sakit bintang harapan untuk menanganinya. Dia tidak ingin kalau Jingga kenapa-napa terlebih dahulu sebelum balas dendamnya tersampaikan.


Dua minggu setelah itu akhirnya Jingga sadar dari komanya yang cukup panjang, hal pertama kali dia ingat adalah Arkana dan anaknya. Jingga melirik ke kanan dan kiri yang membuatnya tampak asing dengan suasana di kamar itu.


“ Dimana aku.?” Benak Jingga penasaran.


“ Kau sudah sadar.” Sahut seseorang.


Suara yang asing itu baru saja membuat Jingga tersadar dan menoleh ke arahnya, seorang wanita dengan pakaian serba putih dan dia adalah dokter yang menangani Jingga selama ini.


“ Kamu siapa.?” Tanya Jingga parau.


“ Aku seorang dokter yang menanganimu untuk saat ini, kenalkan namaku dokter Anggun.”


“ Siapa yang menyuruh dokter merawat saya? Dan dimana ini, kenapa kamar ini begitu asing.?”


“ Aku nggak bisa bilang ke kamu, tugasku hanya untuk memantau keadaan kamu saja.”


“ Dimana anak dan suami saya dok? Saya sudah melahirkan kan? Dimana mereka berdua.?”


“ Mereka baik-baik saja, kamu nggak usah khawatir.” Suara itu baru saja datang dari luar kamar, dan terlihat mama Widya yang baru saja memasuki kamar itu dan berdiri di samping Jingga.


“ Mama? Kenapa mama ada disini? Mas Arka sama anakku ada dimana ma.?” Tanya Jingga yang sudah sangat penasaran.

__ADS_1


“ Kamu nggak perlu cari-cari mereka lagi, bukannya waktu itu kalian berdua janji akan berpisah setelah anak itu lahir.” Lontar mama Widya.


“ Kami sudah berjanji untuk tidak melakukan perjanjian itu ma, nggak ada alasan aku buat meninggalkan mereka berdua.” Balas Jingga.


“ Tapi sayangnya Arkana sudah setuju untuk berpisah dengan kamu, sebaiknya kamu ikutin aja janji yang kalian buat dulu.”


“ Kalau begitu biarin aku ketemu sama mas Arka dulu, aku nggak mau semuanya berakhir dengan kesalahpahaman.”


“ Nggak, aku nggak akan izinin kamu pergi menemuinya. Rumah ini akan menjadi tempat tinggalmu untuk sementara waktu, jadi jangan mencoba-coba untuk kabur.”


Sejak saat itu Jingga tidak pernah bertemu dengan mama Widya lagi, kondisinya setelah koma pasca operasi cukup buruk hingga dia kesulitan untuk berjalan dengan normal.


Dengan bantuan dokter dia terus berlatih mengatur kondisi tubuhnya yang dimana telah melakukan dua operasi dalam satu waktu yang bersamaan waktu itu, tubuhnya masih jauh dari kata sehat sehingga membuatnya sulit untuk melarikan diri dalam keadaannya sekarang.


Di rumah yang cukup besar itu di penuhi oleh beberapa pria berseragam yang di jaga ketat di setiap sudutnya, tidak ada tempat untuk melarikan diri, bahkan tidak ada sarana untuk menghubungi seseorang diluar agar bisa menyelamatkannya.


“ Dokter kenapa tidak mau membantu saya keluar dari rumah ini.?” Tanya Jingga pada dokter Anggun.


“ Maaf ya dok, kalau karena aku semuanya jadi kaya gini.” Ucap Jingga lantas membuat dokter Anggun terkejut mendengarnya.


“ Dia sangat baik selama ini, seharusnya aku tidak membiarkan hal ini terjadi.” benak dokter Anggun kembali menunduk bersalah.


“ Aku juga punya suami dok, dan anakku yang baru saja lahir mungkin sangat membutuhkanku sekarang. Aku bahkan nggak sempat lihat wajahnya, aku ingin sekali saja melihatnya.” Ungkap Jingga dengan air mata yang mengalir di pipinya.


“ Maafkan aku ya Jingga, sejujurnya aku pun merasa berat melakukan semua ini.” Ucap dokter Anggun lirih.


“ Kita sama-sama di gerakkan oleh orang yang sama, aku nggak tahu lagi harus gimana.” Sambungnya menatap wajah Jingga dengan teduh.


“ Dokter punya hp nggak? Saya mau pinjam sebentar, saya janji hal ini nggak akan membuat dokter dalam masalah.” Pinta Jingga.


“ Sayangnya semua barang-barangku di sita sama orang suruhan bu Widya, aku hanya boleh masuk dengan membawa peralatan dokterku saja.” Balasnya kemudian.

__ADS_1


“ Kalau begitu bisa tolong temui suamiku, namanya Arkana Adyatama dan dia seorang dokter di rumah sakit bintang harapan. Beritahu dia kalau aku di culik oleh mamanya, dia mungkin nggak akan tahu soal ini karena perbuatan mamanya.”


“ Aku akan mencobanya saat aku pulang nanti, aku nggak tahu apa mereka nggak akan curiga nantinya. Tapi kamu tenang aja, aku pasti akan bantu kamu keluar dari sini.” Ujar dokter Anggun sukses membuat Jingga merasa jauh lebih tenang sekarang.


Sejak saat itu dokter Anggun sudah tidak pernah kembali lagi ke rumah itu, Jingga tidak tahu bagaimana kabar dokter itu. Dan sekarang yang menggantikan dokter Anggun adalah seorang dokter pria, dan dia tidak banyak bicara saat merawat Jingga.


Dokter baru kali ini sangat dingin dan sedikit kasar, saat hendak mendapatkan obatpun, Jingga tidak di beritahu kalau efeknya akan sangat menyakitkan untuk tubuhnya.


“ Obat ini akan membuatmu lebih tenang dan tidur dalam waktu yang cukup lama.” Ucapnya sedikit samar-samar setelah kesadaran Jingga akhirnya hilang sepenuhnya.


**


Dua minggu telah berlalu dan kondisi Jingga sudah mulai membaik, sedikit demi sedikit dia bisa berjalan kembali. Meskipun hanya di dalam kamar saja, tapi dengan begitu dia bisa melatih fisiknya untuk dapat melarikan diri dari rumah itu jika ada kesempatan.


Hari ini dia mengetahui bahwa beberapa pria yang berjaga akan pergi dari rumah itu karena suatu urusan, dan Jingga mencaritahu jumlah mereka dari seorang pembantu yang bertugas membawakan makanan untuknya.


Mama Widya sedang tidak ada di rumah hari itu, dia bisa melakukan aksinya hari ini dengan membuat pembantu tadi pingsan sehingga dia bisa mengenakan pakaiannya dan menyamar sebagai pembantu tersebut.


“ Beres, waktunya memindahkan dia di tempat tidur dan bergegas pergi dari kamar ini.”


Jingga berhasil memindahkan pembantu tersebut ke atas tempat tidur dan menutup tubuhnya dengan selimut, kemudian dia mendorong trolley makanan keluar dari kamar dengan sangat hati-hati.


Jingga berhasil keluar dengan penyamarannya tanpa ketahuan penjaga, dia bahkan sedang berusaha menuju dapur dan akan melarikan diri dari pintu belakang.


Sekarang dia sudah tiba di dapur dan memantau apakah ada penjaga atau tidak, rupanya para penjaga itu tidak ada yang berjaga di area belakang rumah. Ini merupakan kesempatan emas untuk Jingga segera melarikan diri.


Tepat saat Jingga hendak pergi dari pintu belakang, seseorang menariknya dengan kuat. Melihat dokter yang merawatnya sadar dengan penyamarannya membuat Jingga memberontak dengan kuat. Tapi sayangnya dia mendapat suntikan obat bius yang akhirnya membuat Jingga kembali harus tak sadarkan diri.


“ Sial, siapapun tolong ak..u…”


__ADS_1


__ADS_2