
Setelah acara berakhir, di balik panggung sudah banyak yang datang memberikan ucapan selamat dan buket bunga kepada Jingga. Salah satunya adalah Samuel yang memberikan karangan bunga tulisan ucapan dan nama Jingga dengan sangat besar.
“ Selamat ya atas pencapaianmu ini.” ucap Samuel merasa bangga pada sepupunya itu.
“ Aku juga terima kasih sama kamu, kalau bukan karena kamu, aku nggak tahu mau cari siapa lagi.” Balas Jingga.
“ Mama.” Seru Keenan yang datang sambil berlari menghampiri Jingga.
Jingga mendapat pelukan hangat dari putranya, kemudian Keenan memberikan sebuah surat kepada Jingga yang membuat Jingga terlihat bingung di buatnya.
Keenan menyuruh Jingga untuk membukanya sekarang, dan Jingga pun membuka amplop berisikan surat dari Keenan dengan sangat hati-hati. Kemudian Jingga mendapat sebuah gambar dia, Arkana, Keenan, dan seorang gadis kecil disana.
“ Keenan yang menggambarnya sendiri, dia bahkan menolak saat aku menawarkan bantuan.” Sahut Arkana.
“ Selamat ya mama.” Ucap Keenan lantas membuat Jingga terharu melihat hasil dari gambaran putranya sendiri.
“ Selamat ya sayang, kamu sangat hebat.” Sambung Arkana sambil mengecup kening Jingga lembut.
Jingga tidak bisa berkata-kata lagi, dia hanya bisa menangis bahagia dengan semua yang dia dapatkan hari ini.
**
Malam ini Arkana dan Jingga akan pergi menikmati waktu berdua, Arkana telah menyiapkan kejutan untuk Jingga atas pencapaian yang di dapatnya hari ini.
Dan untuk Keenan, hari ini Samuel membantu mereka menjaga Keenan selagi Arkana dan Jingga pergi bersama. Untuk kali ini Arkana merasa kalau Samuel cukup berguna, dan mungkin dia akan memikirkan tanggapannya terhadap pria itu.
Makan di restoran mahal sudah hal biasa dan sering mereka lakukan, kali ini Arkana mengajak Jingga mengunjungi sebuah tempat yang dimana terdapat street food yang di perjual belikan di sepanjang jalanan.
Banyak pasangan muda datang ke tempat itu untuk sekedar mencicipi makanan yang di jual, dan keduanya juga datang dengan pakaian sederhana menyesuaikan tempat yang mereka kunjungi.
__ADS_1
Walaupun jajanannya terjangkau, namun rasanya tidak bisa di ragukan lagi. Tampak Jingga yang sangat bersemangat saat menikmati jajanan tersebut, dia dan Arkana terlihat seperti sepasang kekasih yang belum menikah, bahkan para penjual yang melayani mereka sempat mengira kalau mereka masih remaja muda yang sedang pacaran.
Arkana dan Jingga sampai tertawa mendengarnya, apakah mereka masih terlihat begitu muda sampai di kira masih remaja. Namun tak dapat di pungkiri kalau wajah keduanya memang tidak menua sama sekali, Jingga semakin cantik di usianya yang sekarang, dan begitu pun dengan Arkana yang semakin tampan dan mempesona.
Setelah mencoba berbagai macam jajanan, kabarnya akan ada petunjukan kembang api di dekat tempat itu. Arkana dan Jingga berjalan bersama menuju satu tempat yang cocok untuk mereka berdua menyaksikan kembang api yang sebentar lagi akan muncul.
Keduanya duduk bersebelahan di atas rerumputan, di tangan Jingga ada kembang kapas berbentuk beruang sedangkan Arkana memegang minuman Jingga.
“ Terima kasih ya, hari ini kebahagiaanku double.” Kata Jingga yang membuat Arkana meliriknya teduh.
“ Aku juga, melihat kamu bahagia kaya gini cukup buat aku merasa bahagia.” Balas Arkana pelan.
Suara letusan baru saja terdengar di tempat itu, tampak sebuah kilauan cahaya yang memanjakan mata baru saja terlihat jelas di langit malam yang gelap. Pertunjukkan kembang api malam itu menambah kebahagiaan Jingga dan Arkana yang menikmati waktu bersama layaknya pasangan muda yang belum menikah.
**
Keesokan harinya, Samuel akhirnya akan kembali ke New York. Dia berpamitan dengan Arkana dan Keenan juga hari itu, dan janji Samuel untuk memberikan Keenan mainan lego kini telah terealisasikan.
Keenan terlihat sangat senang dengan mainan yang dia dapat dari Samuel, Keenan bahkan berkata bahwa dia ingin bertemu dengan Samuel suatu saat nanti.
Samuel mengaku senang karena Jingga mendapat suami yang bisa melindungi sepupunya itu dari apapun, dengan begitu dia tidak harus khawatir lagi.
“ Kamu hati-hati ya, dan jangan lupa untuk cepat menikah biar ada yang ngurusin.” Sahut Jingga kepada Samuel.
“ Iya bawel, bentar lagi bakal ada undangan buat kalian.” Balas Samuel tersenyum dengan bangga.
“ Take care bro.” Sahut Arkana kemudian.
Dan Samuel pun sudah harus pergi ke bandara, taksi yang di pesannya sudah menunggu sejak tadi. Pertemuannya dengan keluarga kecil Jingga telah selesai, dan dia merasa senang bisa menghabiskan waktu yang cukup singkat bersama mereka semua.
**
Jingga menatap putranya dengan tatapan penuh haru, pasalnya hari ini Keenan akan masuk taman kanak-kanak. Jingga tidak menyangka putranya yang dulu dia lahirkan sekarang sudah besar, seakan tak rela melepaskan putranya ke taman kanak-kanak, Jingga terus memeluk dan mencium Keenan sampai Keenan menolak untuk di perlakukan seperti itu.
__ADS_1
“ Keenan mau sekolah ma, jangan lebay.” Kata Keenan yang membuat Jingga semakin tak bisa melepaskannya.
“ Keenan anak laki-laki sayang, lagi pula dia hanya pergi ke taman kanak-kanak, bukan ke pelatihan militer.” Sahut Arkana yang kini sudah siap untuk mengantar Keenan kesana.
Jingga melepaskan pelukannya dari Keenan, dia pun mencoba untuk bisa menerimanya. Dan sekarang dia mau untuk mengantar Keenan ke sekolah barunya.
Sekolah yang akan di tempati oleh Keenan adalah sekolah khusus dengan keamanan yang baik sehingga para orang tua tidak akan khawatir jika anaknya di titipkan disana.
“ Kalau nanti ada yang bully anak kita gimana mas.?” Tanya Jingga saat mereka dalam perjalanan menuju sekolah baru Keenan.
“ Nggak mungkin, kamu jangan pikir kejauhan gitu. Yang terpenting anak kita bisa sekolah dan jadi anak yang pintar.” Balas Arkana sambil meraih tangan Jingga untuk membantu menenangkannya.
Keenan terlihat duduk di belakang mereka dengan santai, dia bahkan tidak takut sama sekali meskipun ini adalah hari pertamanya sekolah. Selama ini Keenan tidak memiliki teman, dan Jingga terus berpikir sesuatu yang buruk mungkin akan terjadi disana.
Setibanya di sekolah, ada begitu banyak orang tua yang hadir menemani anaknya masuk sekolah. Keenan menjadi satu-satunya anak yang orang tuanya datang dengan lengkap, itu karena orang tua anak yang lain sibuk sehingga yang bisa datang hanya salah satu dari mereka saja.
Jingga melihat semua orang tua anak yang bersekolah disana terlihat begitu menakutkan, tak ada satu pun dari mereka yang menunjukkan wajah ramahnya.
Sudah waktunya semua anak-anak memasuki ruangan, orang tua hanya boleh melihat dari luar saja. Karena Arkana sudah harus pergi ke tempat kerjanya, dia memberikan tugas menjaga Keenan kepada Jingga.
“ Hubungi aku kalau terjadi sesuatu ya.” Ucap Arkana sebelum pergi.
Jingga hanya bisa mengangguk pelan menatap kepergian suaminya, sampai dia tidak sadar ada seorang ibu dari anak yang sedang menunggu tengah memperhatikannya.
“ Yang tadi tuannya ya.?” Sahut wanita itu kepada Jingga.
“ Maaf, maksud ibu apa ya.?”
“ Maksud saya kamu baby sitternya anak pria yang tadi.?”
Mendengar hal itu sontak membuat Jingga terkejut bukan main, untuk pertama kalinya dia di katakan sebagai baby sitter Keenan. Dengan tegas Jingga memberitahu wanita itu kalau dia adalah istri dari pria tadi dan ibu dari anak laki-laki yang ada di dalam kelas itu.
“ Menyebalkan, bisa-bisanya aku di katakan sebagai baby sitter anakku sendiri.” Benak Jingga begitu kesal.
__ADS_1