Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Special Chapter 12


__ADS_3


Shanum pulang telat hari ini, setelah menikmati waktu seharian bersama Zacky. Dan keduanya baru saja tiba di dekat rumah Shanum, sampai saat ini pun Shanum masih takut membawa Zacky ke rumahnya.


" Kamu yakin nggak mau aku antar sampai depan rumah kamu aja.? " Tawar Zacky.


" Nggak usah, cukup sampai disini aja. " Balas Shanum tersenyum simpul.


Shanum takut kedua orang tuanya melihat dia dan Zacky di tempat itu, dia pun menyuruh Zacky untuk segera pergi. Sampai Zacky menghilang dari pandangannya, barulah Shanum berlari kecil menuju rumahnya.


" Kau tidak masuk sekolah karena pergi sama dia.?" Ucap Lingga sukses membuat Shanum terkejut bukan main.


" Aku sekolah, kamu nggak lihat aku masih pake seragam. " Jawab Shanum menunjukkan seragam sekolahnya di hadapan Lingga.


" Si Zacky itu di skors kan? Kamu sengaja bolos buat ketemu sama dia di luar sekolah kan.? "


" Nggak. Sok tahu banget kamu. "


" Kamu pikir aku nggak tahu? Kamu sengaja izin sakit ke teman-teman kamu, ku pikir kamu beneran sakit sampai aku sengaja pulang cepat hanya untuk ngecek keadaan kamu kak."


" Iya...iya, aku jujur. Aku sengaja sakit biar bisa pergi sama Zacky. "


" Kamu berubah banget kak, kalau papa dan mama tahu soal ini, aku nggak bisa bantuin kamu lagi. "


" Aku janji nggak akan mengulanginya, tapi kamu janji nggak akan kasih tahu mereka kan. Please." Pinta Shanum menunjukkan sikap manisnya di hadapan adik laki-lakinya itu.


" Ini yang terakhir. " Ucapnya pelan sambil berjalan masuk ke dalam.


Shanum dengan senang menghampiri Lingga, dia terus memeluk Lingga dan mengucapkan terima kasihnya. Dia tidak peduli meski saat ini Lingga bersikap cukup dingin padanya.


**


Shanum berbohong lagi hingga di hari ketiga masa skorsing Zacky. Ketidakhadiran Shanum di kelas di anggap sakit parah oleh teman dan wali kelasnya, dia juga memastikan semuanya tidak di ketahui oleh Lingga dan kedua orang tuanya.


Zacky pun tidak mempermasalahkannya lagi, dia merasa senang jika ada Shanum bersamanya. Mereka selalu menghabiskan waktu berdua, di saat nenek Zacky sedang keluar.


Suara tawa terdengar di dalam sana, kemudian senyap, dan suara-suara yang hanya orang tertentu dapat mengetahuinya. Mereka akan menghabiskan waktu di dalam kamar sampai neneknya kembali.


" Zacky. " Suara neneknya pun terdengar dan membuat Shanum dan Zacky terperanjat kaget di dalam kamar.


Neneknya mulai mengetuk pintu sambil memanggil-manggil nama Zacky, pintu terkunci dan di dalam sana tidak terdengar suara Zacky.


" Kamu dimana? Zacky? Kamu tidur.? "


" Bentar nek, " Sahut Zacky di dalam sana.


" Di rumah bibi Dira ada barang yang harus di ambil, kamu kesana sekarang. " Sambung neneknya lagi.

__ADS_1


" Iya, nanti Zacky kesana."


" Teman cewek kamu udah pulang? "


" Sudah ma. "


" Ya sudah cepat, jangan nunda-nunda lagi. "


Setelah neneknya pergi, pintu terbuka dengan pelan-pelan. Zacky keluar terlebih dulu, lalu setelah itu Shanum dengan rambut yang sedikit berantakan dan pakaian yang kusut.


" Kamu tunggu aku di perapatan, nanti aku kesana. " Ucap Zacky di balas anggukan pelan dari Shanum.


Raut wajah Zacky masih sangat terkejut saat ini, dia bahkan belum berani menemui neneknya sekarang. Bahkan permintaan neneknya barusan tidak di dengarnya dengan jelas.


**


Sama seperti kemarin, Shanum selalu pulang telat. Dia mengira kalau hari ini kedua orang tuanya pulang telat, tapi ternyata dia salah.


Papanya menjaga di pintu pagar dengan ekspresi serius memperhatikan Shanum memasuki pelataran rumah.


" Sejak kapan anak SMA pulang jam delapan malam. ?"


" Papa."


" Siapa laki-laki tadi? Kenapa dia hanya mengantarmu sampai di sana? "


" Itu, dia temanku pa. "


Mereka pun melanjutkan obrolan mereka di dalam, Shanum melihat Lingga yang sudah duduk di ruang keluarga dengan tatapan sendu. Shanum percaya bahwa bukan Lingga yang melaporkan hal ini ke papanya, bisa saja semua ini ketahuan dari orang lain.


" Duduk. !!" Ucap Arkana dengan nada yang tegas.


Shanum pun duduk di depan papa dan mamanya, Lingga duduk tepat di sebelahnya dengan pandangan tunduk ke bawah.


Suasana di ruang keluarga menjadi lebih serius dan sangat dingin dari biasanya, Shanum sangat ketakutan hingga membuat tangannya gemetar cukup hebat.


" Kenapa kamu tegang? Papa hanya ingin menanyakan beberapa pertanyaan ke kamu." Sahut Arkana menatap Shanum tajam.


" Shanum, kami minta kejujuran kamu nak. Papa sama mama sudah dengar dari sekolah, wali kelas kamu hari ini datang ke butik dan cerita ke mama kalau kamu sudah tiga hari tidak masuk sekolah dengan alasan sakit. Padahal setiap hari papa antar kamu sekolah, kemana dan sama siapa kamu pergi selama tiga hari.? "


" Aku.., " Shanum menggantung ucapannya karena begitu takut untuk menjawab.


" Kamu mau jawab sendiri, atau papa yang cari tahu langsung. " Sahut Arkana kembali membuat Shanum takut.


" Namanya Zacky, dia pacar Shanum pa. Selama tiga hari Shanum izin sakit buat bisa pergi sama dia." Jawab Shanum akhirnya berani mengatakannya langsung.


" Dan untuk kamu Lingga, selama ini kamu tahu kan kalau kakakmu itu selalu berbohong? " Lontar Arkana yang akhirnya melirik Lingga.

__ADS_1


" Lingga hanya tahu sekali pa, waktu itu Lingga udah coba peringatin. Tapi kak Shanum tetap melakukannya tanpa sepengetahuan Lingga. " Jawabnya pelan.


" Besok bawa cowok itu ke rumah, papa mau ketemu langsung sama dia. " Ucap Arkana kemudian beranjak dari ruang keluarga.


" Shanum, mama nggak pernah sekalipun ngajarin kamu berbohong nak. Dan kali ini, mama benar-benar setuju sama papa kamu. Jadi besok, bawa anak itu ke rumah dan bertemu dengan papa dan mama. "


" Maafin Shanum ma. " Ucap Shanum masih tak berani menatap mamanya.


Jingga ikut meninggalkan ruangan itu, dan sekarang hanya ada Shanum dan Lingga saja dengan suasana hening yang mencekam.


" Aku sudah memperingatkan, tapi kamu malah melakukannya terus menerus. Sekarang aku nggak bisa bantu apa-apa. " Sekarang Lingga yang beranjak dari sana.


Shanum hanya bisa duduk diam meratapi nasibnya, dia tidak menyangka akan berakhir seperti ini. Dan dia mulai takut akan apa yang terjadi besok, apa yang akan di lakukan papanya pada Zacky? Dia sangat takut untuk mengetahui apa yang terjadi besok.


**


Keesokan harinya, Shanum benar-benar membawa Zacky ke hadapan orang tuanya. Tampak Shanum yang begitu ketakutan sampai membuat Zacky berusaha menenangkannya, bahkan saat ini yang lebih percaya diri dan berani hanya Zacky seorang.


" Kamu nggak takut ketemu sama papaku.? " Lirik Shanum pada Zacky.


" Aku nggak takut, sejak awal aku sangat ingin bertemu mereka. Tapi kamu selalu menolak, jadi sekarang sudah waktunya aku memperkenalkan diri di hadapan mereka. " Jawab Zacky tegas.


Kepercayaan diri Shanum akhirnya muncul setelah Zacky berkata demikian, kini mereka berdua bersama-sama masuk ke dalam rumah. Dimana kedua orang tua Shanum sudah menunggu kedatangan mereka di ruang keluarga.


Terlihat Arkana yang menatap Zacky dengan tatapan yang sangat serius, sedangkan Jingga masih bisa menatapnya dengan tatapan yang sayu.


" Jadi kamu yang namanya Zacky? " Sahut Arkana yang memulai percakapan.


" Iya om, saya Zacky. " Jawabnya cepat.


" Berani juga kamu pacarin anak saya dan ngakak dia bolos hanya karena kamu di skors dari sekolah selama tiga hari. " Shanum kaget mendengarnya, dia bahkan belum memberitahu papanya tentang skorsing yang di terima Zacky kemarin.


" Ini bukan salah dia pa, aku yang memutuskan bolos. Jangan salahkan Zacky. " Sahut Shanum tak terima jika Zacky yang di salahkan atas kejadian kemarin.


" Papa lagi bertanya sama anak ini, kamu diam saja dulu." Balas Arkana tegas.


" Saya minta maaf om, saya pun merasa bersalah karena tidak melarang Shanum waktu itu." Sambung Zacky kemudian.


" Kamu apa-apaan sih, waktu itu kan kamu larang aku. " Sahut Shanum menatap Zacky kesal.


" Papa nggak suka kamu pacaran, apalagi sampai membuat sekolah kamu berantakan kaya begini. Papa kasih kamu kebebasan melakukan apapun, tapi bukan dalam hal negatif seprti ini. " Sahut Arkana kembali membuat semua mata tertuju padanya.


" Papa benar, selama ini kamu sudah menjadi anak yang baik. Tapi kenapa semenjak pacaran justru kamu berubah? Mana Shanum yang dulu bersikap baik dan tidak suka berbohong.?" lontar Jingga.


Semuanya diam, Shanum terus menunduk bersalah. Papa dan mamanya memang benar, dia sadar sudah banyak berubah semenjak mengenal cinta.


" Mulai besok kalian berdua jangan pernah bertemu lagi, hubungan kalian cukup sampai disini." Kata Arkana lantas membuat Shanum terkejut hingga menampakkan wajah akan menangis.

__ADS_1


Karena tak ada percakapan lagi, dan Shanum pun tak berani membantah, dengan ini hubungan Shanum dan Zacky terpaksa harus berakhir. Shanum berlari ke dalam kamarnya dengan tangisnya yang pecah, sedangkan Zacky harus segera pulang saat itu juga.



__ADS_2