Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Bertahan Atau Berpisah


__ADS_3


Sampai keesokan paginya pun truck LED yang di bawa oleh Arkana masih ada di depan rumah, Arkana memang sudah tidak ada tapi Jingga masih bisa membayangkan pria itu berdiri di atas truck sambil memanggil-manggil namanya.


Jingga terlihat masih berdiri di dekat balkon rumah, sampai ada yang menegurnya dan membuat wanita itu dengan cepat menoleh. Rupanya ada papa Hendra yang tiba-tiba datang dan mengajaknya untuk mengobrol bersama.


Keduanya pindah ke halaman belakang, kebetulan mama Widya sedang keluar untuk mengurus sesuatu. Karena ini hari minggu, Papa Hendra pun hanya ada di rumah untuk menghabiskan waktu istirahatnya.


Di atas meja sudah ada secangkir teh dan cemilan yang di bawa khusus oleh bi Ijah, keduanya menikmati obrolan santai di halaman belakang sampai masuk ke dalam pembahasan inti.


“ Semalam Arkana terlihat seperti bukan dirinya, kamu berhasil membuatnya berubah ya.” Ucap papa Hendra.


“ Kegigihan Arkana untuk membawamu pulang sangat besar, papa belum pernah melihatnya seperti itu. Bahkan mama Widya sampai tidak percaya. Tapi Jingga, kenapa kamu masih disini? Kamu yakin nggak akan kembali ke rumah itu lagi.?” Lanjut papa Hendra melirik Jingga.


“ Aku nggak tahu pa harus berbuat apalagi, mungkin ini keputusan yang tepat untuk aku tetap berada disini.” Jawab Jingga.


“ Keputusan yang tepat? Apa maksudnya?”


“ Aku sama Mas Arka akan berpisah setelah anak ini lahir.”


“ Apa? Kalian akan berpisah? Tapi kenapa? “


“ Mama Widya ingin seorang cucu kan? Setelah cucu ini lahir tujuannya pun akan terwujud, jadi aku bisa berpisah dengan mas Arka.”


“ Siapa yang kasih tahu kamu soal ini.?” Papa Hendra tampak penasaran mendengarnya.

__ADS_1


“ Mas Arka yang bilang ke aku, dan dia juga yang kasih aku kesempatan ini. Aku nggak ngerti kenapa dia tiba-tiba berubah pikiran, tapi untukku, aku akan tetap berpisah dengan dia pa.” Gumam Jingga.


“ Maaf kalau selama ini papa merahasiakannya, papa nggak mau buat kamu kepikiran dan berakhir stress di masa kehamilan kamu.” Ucap papa Hendra merasa bersalah.


“ Bukan salah papa kok, justru aku senang karena alasan itu akhirnya aku bisa berpisah dengan mas Arka.”


“ Tapi Jingga, bagaimana jika mama Widya menginginkan anak itu? kamu pasti nggak akan mau berpisah dengan anakmu kan.?”


“ Aku akan kasih tahu mama Widya kalau anak ini bukan anak mas Arka.” Jawab Jingga sontak membuat papa Hendra lebih terkejut dari sebelumnya.


“ Ada apalagi ini? “


“ Maaf pa, aku terpaksa bohong. Kalau aku jujur siapa ayah anak ini, pasti akan sulit untuk membawanya pergi dari kalian.” Benak Jingga tertunduk pasrah.


Jingga pun menjelaskan apa yang terjadi padanya ketika Arkana menyuruhnya mengandung dengan pria lain, hal itu membuat papa Hendra terkaget-kaget. Dia ikut merasakan kesedihan Jingga, dan tak heran jika Jingga sangat ingin berpisah dengan Arkana saat ini juga.


“ Terima kasih pa, aku beruntung memiliki mertua laki-laki seperti papa.”


**


Sebuah mobil hitam baru saja berhenti di sebuah toko perhiasan, seorang pria dengan mengenakan jaket kulit turun dari sana dan segera masuk ke dalam toko tersebut.


“ Dimana mamaku.?” Tanya Arkana melirik sekitar tempat itu.


“ Di dalam tuan.” Tunjuk seorang karyawan pada anak tangga yang menghubungkan ruangan mama Widya.

__ADS_1


Arkana baru saja naik ke atas dan mendapati satu ruangan yang merupakan ruangan mamanya, Arkana tahu kalau mamanya akan selalu ada di toko perhiasan di hari minggu.


“ Ma, aku mau bicara sama mama.” Ucap Arkana yang sudah berada di dalam ruangan itu.


Mama Widya yang terlihat sedang menulis sesuatu pada sebuah buku catatan langsung menutup buku itu dan menatap Arkana, dia menyuruh putranya untuk duduk dan memberitahu tujuannya datang.


“ Ini tentang Jingga, kenapa mama masih melarangku untuk menemuinya? Mama kan yang sudah paksa aku menikah sama dia, kenapa sekarang mama yang berusaha memisahkan aku sama dia.?” Lontar Arkana.


“ Kenapa tiba-tiba kamu mau dia kembali? Bukannya selama ini kamu tidak memiliki perasaan apapun ke dia? Perlakuan buruk kamu ke dia bukannya sudah membuktikan kalau kamu tidak membutuhkan Jingga di sisi kamu.” Balas Mama Widya.


“ Apapun yang terjadi di masa lalu dan sekarnag itu sudah berbeda, aku mau Jingga kembali ke rumahku. Aku mau memperbaiki semuanya, aku sadar kalau aku butuh sosok Jingga di samping aku ma.” Tegas Arkana.


“ Kenapa baru sekarang? Kemarin-kemarin kemana aja? Kamu buat dia terluka sampai berulang kali, kalian bahkan tidak tidur di kamar yang sama, kamu selalu mengabaikan masakan buatan dia, kamu kurung di seperti seekor burung, kamu nggak pernah kasih kesempatan buat dia menikmati kehidupannya. Kamu pikir setelah semua yang kamu lakukan itu bisa membuat Jingga berpikir untuk kembali ke kamu? Jangan naïf Arka, wanita tidak sebodoh itu.”


“ Jadi mau mama apa sekarang? Mama ingin pernikahan aku sama Jingga berakhir.?”


“ Kamu ingin berpisah dengan dia kan? Kamu boleh berpisah dengannya setelah anak itu lahir.”


Arkana terkejut mendengarnya, dia bahkan tidak mengira kalau mama Widya akan memikirkan hal yang sama dengannya waktu itu. Tapi sekarang pikiran itu tidak akan dia lakukan setelah dia yakin telah mencintai Jingga.


“ Aku menolak untuk berpisah dengan Jingga, aku akan tetap mempertahankan hubunganku dengannya.”


“ Mama nggak ngerti sama pola pikir kamu, bukannya sejak awal kamu nggak ada perasaan apapun sama dia. Kenapa sekarang ngotot untuk mempertahankannya? Di dunia ini masih banyak wanita lain, kamu bisa memilihnya sesuka hati kamu.”


Arkana mengepal kedua tangannya dengan sangat kuat, dia begitu emosi sampai ingin menghajar mamanya sendiri. Arkana mencoba untuk tenang dan mengatur nafasnya, dia tidak boleh sampai bertindak impulsif atau semuanya akan menjadi semakin kacau.

__ADS_1


“ Mama sudah tahu dengan pasti kalau sejak awal aku menginginkan Qania untuk menjadi istriku, tapi tiba-tiba mama yang mengancam harus menikah dengan Jingga. Dan sekarang setelah aku menikah dengannya dan memiliki perasaan padanya, mama meminta aku untuk berpisah dengan Jingga dan mencari wanita lain? Yang pola pikirnya aneh itu mama, mama selalu berpikir ini itu sesuka hati mama. Mama mengatur semua yang ada di sekitar mama seolah-olah mama yang paling berhak atas hidup mereka, mama itu jahat. Orang yang paling jahat yang aku kenal.” Sayangnya semua itu hanya di katakan oleh Arkana dalam hatinya, dia tidak berani untuk mengutarakannya langsung di depan mama Widya.


“ Aku nggak akan berpisah dengan Jingga, aku mau memperbaiki semuanya.” Kata Arkana yang akhirnya keluar meninggalkan ruangan itu.


__ADS_2