Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Couple Yoga


__ADS_3


Pagi itu di hari minggu, kediaman Jingga dan Arkana kedatangan mama Widya yang datang secara tiba-tiba. Untungnya saat itu Arkana dan Jingga sedang berada di ruang tengah, keduanya sibuk dengan buku dan siaran tv yang sedang di tayangkan.


Kedatangan mama Widya saat itu adalah untuk melihat kondisi Jingga, dia sudah cukup sibuk dengan bisnis yang dia urus sehingga dia tidak pernah melihat keadaan menantunya lagi.


“ Gimana keadaan kamu sayang? Sehat kan? Bayinya sehat juga kan.?” Tanya mama Widya sambil mengusap baby bump Jingga.


“ Sehat ma, aku sama bayinya nggak ada masalah apapun kok kata dokter Nala.” Ungkap Jingga.


“ Mama senang mendengarnya.” Ucapnya tersenyum simpul.


Kemudian mama Widya melirik Arkana yang sejak tadi sibuk dengan bukunya, mama Widya menegur Arkana sehingga membuat pria itu segera menutup bukunya dan meletakannya di atas meja.


“ Ini kan hari minggu, kamu nggak ada niat bawa Jingga jalan-jalan?” Tanya mama Widya.


“ Itu karena,”


“ Aku yang nggak mau kemana-mana ma.” Sambung Jingga saat dia melihat Arkana yang kebingungan untuk menjawabnya.


“ Tapi kamu kayaknya udah banyak tinggal di rumah, nggak bagus juga ada di rumah terus-terusan. Sesekali keluar jalan-jalan, kamu bisa kan ajak Jingga keluar walaupun Cuma sekali seminggu.?” Lirik mama Widya.


“ Bisa ma.” Jawabnya pelan.


“ Atau nggak kalian berdua datang di kelas ibu hamil.” Usul mama Widya.


“ Kelas ibu hamil? “ Jingga terlihat bingung mendengarnya.


“ Sekarang usia kandungan kamu sudah hampir lima bulan kan? Sudah waktunya kamu mempersiapkan semuanya sebelum melahirkan. Apalagi ini adalah kelahiran anak pertama, kamu harus lebih banyak belajar tentang kelas prenatal.”


“ Kamu sama Arkana bisa datang kesana, mama punya kenalan orang dalam yang bisa kalian temui. Hari ini juga boleh, mumpung masih pagi.” Lanjut mama Widya.


**

__ADS_1


Jingga dan Arkana sudah tiba di salah satu tempat yang di selenggarakannya kelas prenatal, pemilik dari tempat ini merupakan teman dekat mama Widya sehingga mereka bisa langsung mendaftar dengan mudah dan cepat.


“ Kalau kamu nggak suka ada disini nggak apa-apa kok mas, aku bisa masuk sendiri.” Kata Jingga sebelum mereka turun dari mobil.


“ Ya nggak mungkin, pemilik tempat ini kan temannya mama. Kalau dia bilang kamu datang sendiri, apa kata mama nanti.” Balas Arkana ketus.


Dan pada akhirnya mereka berdua pun masuk ke dalam dan di sambut dengan hangat oleh pemilik tempat.


“ Kenalkan, nama saya Ratih. Kalian bisa panggil saya Coach Ratih biar lebih santai.” Kata wanita yang usianya hampir mendekati usia mama Widya.


“ Oh jadi ini menantu kak Widya, cantik sekali ya. Sudah berapa bulan.?” Tanya Ratih pada Jingga.


“ Bulan ini mau masuk usia lima bulan coach.” Jawab Jingga.


“ Perfect banget ini, papanya ganteng, mamanya cantik, pasti anaknya nanti lebih good looking lagi.” Seru Ratih.


Jingga dan Arkana hanya tertawa kecil mendengarnya, kemudian mereka di bawa masuk ke dalam satu ruangan dimana sudah ada empat pasang suami istri yang siap untuk memulai kelas.


Dengan kedatangan Jingga dan Arkana maka bertambahnya menjadi lima pasang, dan sekarang mereka semua duduk bersebelahan di atas sebuah matras yoga.


Apalagi cerita seputar persalinan terkesan mengerikan, sehingga banyak membuat ibu hamil ingin mengumpulkan pengetahuan sebanyak mungkin agar proses melahirkan bisa dilalui dengan baik.


Dengan mengikuti kelas prenatal ini di harapkan mampu memberikan pengetahuan masalah kesehatan selama kehamilan dan mendukung gaya hidup sehat untuk ibu hamil ke depannya.


Jingga yang mendengarnya hanya dapat tertunduk, di kondisinya yang sekarang dia masih ragu apakah dia bisa melahirkan putrinya dengan normal nantinya.


“ Baik, karena saya sudah menjelaskan semuanya sekarang kita masuk ke inti pertemuan kita hari ini. Untuk calon ayah dan ibu, kita akan melakukan couple yoga dimana ini dapat menyatukan pikiran, tubuh, dan jiwa sesame pasangan.” Ucap Ratih yang membuat Jingga dan Arkana saling menatap satu sama lain.


Arkana melihat pasangan yang lain terlihat begitu kompak dan penuh perhatian satu sama lain, sementara dia dan Jingga bahkan terlihat cukup canggung untuk sekedar saling bersentuhan.


“ Mulai dengan posisi duduk dengan kaki bersilang dan punggung saling bersandar ya, istirahatkan tangan dan paha di lutut. Kemudian rasakan diri kalian terhubung dengan pasangan.”


Jingga dan Arkana sudah mencoba melakukannya, namun entah mengapa keduanya tidak bisa fokus sehingga Ratih menghampiri mereka dan memberikan instruksi yang sesuai.

__ADS_1


“ Perhatikan tarikan dan hembusan nafas kalian, variasikan dengan bernafas bergantian. Jadi saat suami menarik nafas, istri yang akan menghembuskannya begitu pun sebaliknya. Berlatih terus hingga tiga sampai lima menit.” Tutur Ratih.


“ Jadi manfaat couple yoga ini dapat meningkatkan peningkatan kadar komunikasi dan rasa kepercayaan yang semakin kuat di antara kalian. Bagi calon ayah dan ibu, hal ini penting untuk di lakukan sesering mungkin.” Kata Ratih kembali.


Ratih memperhatikan Jingga dan Arkana dengan tatapan yang penuh penasaran, dari semua pasangan yang ada di ruangan itu hanya mereka berdua yang terlihat tidak natural dalam melakukannya.


**


Hari ini Jingga dan Arkana sudah selesai mengikuti kelas prenatal yang di pandu langsung oleh Ratih, keduanya merupakan pasangan yang paling terakhir pulang.


Jingga terlihat cukup lelah sampai nafasnya berburu dengan sangat cepat, Arkana terus berada di sampingnya meskipun dia tidak bisa melakukan apa-apa.


“ Kamu mau minum.?” Tanya Arkana namun di balas gelengan pelan dari Jingga.


“ Jantung kamu sakit lagi.?” Tanya Arkana dan kembali mendapat gelengan kepala dari Jingga.


“ Kalian berdua masih disini.?” Tegur Ratih yang saat itu baru saja keluar dari ruangannya.


“ Sebentar lagi mau pulang kok Coach.” Balas Arkana.


“ Jadi bagaimana kelas prenatal hari ini?” Tanya Ratih lagi.


“ Seru coach, saya jadi banyak tahu soal kehamilan yang selama ini masih menjanggal di pikiran saya.” Jelas Jingga.


“ Kalian berdua boleh datang dua kali seminggu ke tempat ini, itu sangat baik untuk menambah ilmu buat calon orang tua seperti kalian.”


“ Terima kasih ya coach, saya dan istri sangat puas untuk hari ini.”


“ Sama-sama, salam sama kak Widya ya. “ Lanjut Ratih dan kembali masuk ke salah satu ruangan yang lain.


“ Jadi gimana? Udah mendingan?” Tanya Arkana melirik Jingga.


“ Udah, ayo pulang.” Jingga kemudian berdiri dari kursi itu.

__ADS_1


Arkana ikut beranjak dari sana, tapi dia tiba-tiba merebut tas Jingga dan berniat untuk membawanya sendiri. Jingga menatap punggug Arkana dengan tatapan bingung, padahal tasnya tidak begitu berat tapi Arkana dengan cepat membawakannya.


__ADS_2