Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Minta Adek


__ADS_3


4 Tahun Kemudian


Jingga mengerjap dan melirik jarum jam dinding yang menunjukkan pukul lima subuh. Ia melirik tangan Arkana yang melingkari perutnya dari belakang, Jingga memang paling senang jika di peluk dari belakang seperti itu.


Semalam mereka telah melakukan hubungan suami istri karena Arkana yang terus merajuk meminta jatah kepadanya, saat ini Jingga hanya mengenakan pakaian dalam saja dan sentuhan tangan Arkana terasa begitu hangat dan nyaman.


Jingga membalikan tubuhnya pelan-pelan dan akhirnya bisa menatap wajah suaminya dengan jelas. Jari-jarinya menelusuri wajah tampan Arkana dengan senyuman yang mengembang di wajahnya.


Spontan Arkana membuka kedua matanya dan objek pertama yang dia lihat tentu saja wajah cantik Jingga, pria itu tersenyum dan langsung mencium istrinya dengan penuh cinta.


“ Semoga jadi ya.” Ucap Arkana sambil mengusap perut Jingga dengan lembut.


“ Kamu yang kemarin hasut Keenan kan buat minta adek di hari ulang tahunnya.” Gumam Jingga menatap Arkana lurus.


“ Nggak, aku nggak pernah bilang apa-apa ke Keenan.” Balas Arkana dengan wajah sok polosnya.


“ Memangnya aku nggak dengar percakapan kalian waktu kita kasih kejutan ke Keenan? Aku tahu semuanya kok.” Sahut Jingga sontak mendapat balasan tawa dari Arkana.


Arkana memeluk istrinya sambil mengecupnya bertubi-tubi tanpa henti, dia tidak peduli lagi jika sudah ketahuan menghasut putranya untuk meminta seorang adik pada Jingga.


**


Beberapa hari yang lalu..


Hari ini adalah tugas Arkana mengurus Keenan karena dia sedang off bekerja, sementara itu Jingga sedang di sibukkan dengan kegiatannya yang akan mengikuti sebuah event fashion show di yang di adakan di Singapura setahun sekali.


Pag-pagi sekali Arkana bangun membuat sarapan karena Jingga harus pergi ke butiknya yang sekarang sudah pindah di pusat kota. Arkana dan Jingga bersama-sama sarapan sebelum akhirnya Jingga sudah harus pergi ke butiknya.


“ Kamu urusin Keenan ya, jangan lupa mandiin dia.”


“ Iya sayang, kamu tenang aja.”


Setelah Jingga pergi, tiba saatnya Arkana pergi ke kamar putranya. Dia akan mengurus semua keperluan Keenan, mulai dari membangunkannya dan memandikan anaknya. Arkana memilihkan pakaian yang di anggapnya cocok untuk di gunakan Keenan hari ini.

__ADS_1


Besok lusa adalah hari ulang tahun Keenan yang kelima, tanpa terasa putra pertamanya itu sudah tumbuh menjadi anak laki-laki yang tampan dan pintar. Di usianya yang belum lima tahun sudah membuat Keenan banyak mengenal apapun dan bersikap sangat sopan kepada siapapun.


Didikan Jingga selama ini berhasil membuat Keenan tumbuh dengan baik, dan Arkana juga merasa berbangga diri karena putranya mewarisi gen dirinya yang sangat tampan.


“ Hari ini kita akan mengunjungi butik mama, jadi cepat habiskan makananmu.” Ucap Arkana pada Keenan.


“ Ada apa? Kenapa makanannya hanya di lihat seperti itu.?” Tanya Arkana saat menyadari bahwa putranya tidak menyentuh makanan buatannya sama sekali.


“ Aku nggak suka nasi goreng buatan papa.”


“ Papa buat nasi gorengnya dengan penuh cinta, kamu belum coba sudah bilang nggak suka.”



“ Buatan mama lebih enak.”


Arkana tidak percaya bahwa putranya akan se sarkas itu mengatakan bahwa masakan Jingga lebih enak dari masakannya.


“ Ya udah kamu makan roti aja dulu, kita makan diluar sebagai gantinya.” Ucap Arkana langsung membuat Keenan senyum sumringah.


“ Humberger ya pa.” Pinta Keenan dengan wajah berbinar.


“ Ayolah pa, sekali aja. Mama nggak bakalan tahu kok.” Ucap Keenan yang begitu menggemaskan saat memohon di depan Arkana.


Arkana terdiam sejenak, kemudian dia mulai memikirkan sesuatu yang membuat senyumnya mulai mengembang. Dia memikirkan hal ini dengan cepat dan yakin akan terwujud jika Keenan yang melakukannya.


“ Papa akan beliin kamu, tapi dengan satu syarat.”


Dan tepat di hari ulang tahun Keenan yang kelima tahun, Jingga dan Arkana sepakat hanya memberikan kejutan sederhana kepada putranya. Namun di balik kesederhanaan itu ada begitu banyak hadiah yang di dapat oleh Keenan, di antaranya adalah sebuah mobil mini dari papa Hendra, motor mini dari papa Aidan dan istrinya, dan hadiah lainnya dari orang-orang yang menyayangi Keenan.


Mama Widya sendiri akan memberikan hadiahnya nanti saat dia bertolak ke Singapura, dan untuk kedua orang tuanya, Arkana memberikan Keenan tiga keinginan yang boleh Keenan minta apapun itu.


“ Mama belum sempat memilih hadiah karena sibuk, jadi mama mau tahu langsung dari kamu, Keenan mau apa di hari ulang tahun kelima tahun ini.?” Tanya Jingga menatap putranya dengan senyuman.


“ Seorang adik.” Jawab Keenan sontak membuat Jingga tak bisa berkata-kata lagi.

__ADS_1


**


Dan pagi ini, saat Jingga, Arkana, dan Keenan sedang sarapan bersama. Tiba-tiba saja Keenan dengan polosnya menanyakan keberadaan adik yang telah dia minta kepada Jingga di hari ulang tahunnya.


“ Keenan sayang, adiknya masih belum jadi. Keenan mau kan tunggu sampai Sembilan atau sepuluh bulan lagi.?” Balas Jingga berusaha membuat Keenan mengerti.


“ Sembilan atau sepuluh bulan itu berapa lama ma.?”


“ Hmm, cukup lama. Keenan hanya perlu bersabar, bisa kan.?”


“ Bisa ma, Keenan sabar nungguin adik hehe.”


Jingga langsung melirik Arkana yang berpura-pura tidak ikut campur, masalah ini tidak akan terjadi kalau bukan karena Arkana yang memberitahu Keenan hal-hal yang seperti ini.


**


Sebuah event fashion show yang di ikuti Jingga kali ini sangat penting untuknya, event ini nantinya akan memaerkan hasil karyanya selama ini. Ada begitu banyak desainer dan model terkenal hadir dan menyaksikan event tersebut.


Jingga terpilih sebagai desainer muda yang karyanya menarik perhatian pecinta fashion, selama berada di Singapura dia sudah memiliki sepuluh karywan yang membantunya menyelesaikan sepuluh busana yang akan di tunjukkan.


Jingga menggunakan lima model wanita dan lima model pria, namun salah satu model prianya tiba-tiba mengalami kecelakaan sehingga dia harus mencari pengganti yang cocok.


Event fashion akan di langsungkan satu minggu dari sekarang, dan dia masih kebingungan mencari pengganti model pria tersebut. Dia sudah mendatangi kelas model namun tidak ada yang cocok dengan busana yang di siapkan Jingga untuknya.


“ Mrs. Jingga, kita kedatangan tamu. Katanya dia membaca informasi tentang pencarian model kita, dia tertarik dan ingin menemuimu.” Sahut Scarlet yang merupakan karyawan di butik Jingga.


“ Suruh dia datang menemuiku di ruanganku.” Balas Jingga yang kemudian berjalan menuju ruangannya terlebih dulu.


Jingga menjatkan tubuhnya di atas sofa sambil menghela nafas panjang, dia cukup frustasi sekarang ini memikirkan tentang pengganti model tersebut.


Mendengar ada seorang pria yang datang dengan suka rela membuat Jingga berharap bahwa dia adalah yang di cari-cari selama ini.


Suara pintu baru saja terbuka, ketika Jingga menoleh dia di buat terkejut dengan sosok pria yang berdiri di pintunya. Jingga beranjak dari kursinya dan langsung mendekat untuk memastikannya dengan jelas.


“ Kamu, Muel kan.?”

__ADS_1


“ Iya, ini aku.”



__ADS_2