
Daisy pulang ke rumah setelah dia menyelesaikan jadwal pemotretannya, gadis cantik itu tampak kelelahan dan tidak mengabaikan orang-orang rumah saat dia masuk ke dalam.
Daisy langsung masuk ke dalam kamarnya, dia menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur dengan malas. Terdengar bunyi pesan dari ponselnya, dan dia tahu dari siapa pesan itu.
Ada rasa malas untuk pertama kalinya untuk mengecek isi pesan dari Keenan, padahal setiap saat dia sangat antusias dalam membalasnya. Meski malas, Daisy tetap meraih ponselnya dan membuka isi pesan dari Keenan.
Keenan : Kamu dimana?
Keenan : Soal yang tadi, kamu benar nggak akan ke Paris kan?
Keenan : Kamu nggak mau jawab pesan aku?
Daisy meletakkan ponselnya dan mulai membenamkan wajah di bantal, pikirannya mulai kacau dan dia tidak tahu harus bagaimana lagi.
Besok dia dan Keenan akan kembali bertemu untuk melakukan diskusi bersama fotografer untuk sampul majalah edisi musim panas. Padahal Daisy cukup berharap dia tidak akan bertemu dengan Keenan lagi, tapi takdir seakan mempermainkan dirinya.
**
Karena tahu bahwa dia akan bertemu dengan Daisy hari ini, Keenan datang di lokasi pertemuan lebih awal dari jam yang seharusnya. Dia begitu tidak sabar untuk bertemu dengan Daisy, sebab semalaman suntuk dia menunggu balasan dari gadis itu, tapi sampai sekarang masih belum ada tanda-tanda akan di balas.
Keenan menunggu sampai satu persatu staff datang ke lokasi, sampai yang di harapkan akhirnya datang. Namun sayang, yang datang ke lokasi bukanlah Daisy melainkan Lily.
" Loh, kok kamu yang datang.? " Tanya Keenan bingung.
" Jadi begini, Daisy tiba-tiba menolak tawaran ini dan meminta Lily untuk menggantikannya. Jadi yang akan menjadi partner foto sampulmu bukan Daisy melainkan Lily. " jelas managernya.
Keenan merasa sedikit kecewa mendengarnya, padahal alasan dia menerima tawaran tersebut karena Daisy yang akan menjadi partnernya.
" Mohon kerja samanya ya, Keenan." kata Lily sambil menyodorkan tangan pada Keenan.
" Iya, kamu juga. " Balas Keenan menerima jabatan tangan Lily.
Briefing pun di lakukan saat sang fotografer datang, mereka banyak membahas soal kostum dan gerakan yang akan di lakukan nanti.
Karena pemotretan ini di lakukan untuk edisi musim panas, maka pakaian yang akan di gunakan nanti akan menggunakan pakaian yang sedikit terbuka.
Keenan benar-benar tidak menyangka akan melakukan semua ini bukan bersama Daisy, terlihat jelas di raut wajahnya bahwa dia tidak antusias untuk melakukan pemotretan tersebut.
" Kamu kenapa? Nggak enak badan.? " Bisik Lily pada Keenan.
" Oh nggak, aku baik-baik aja. " Balas Keenan dengan senyum palsu.
" Btw nanti aku mau ngomong sesuatu sama kamu. " Lanjut Lily.
" Oke, nanti habis ini selesai." Jawab Keenan pelan.
**
Lily menatap wajah Keenan dengan senyum yang merekah, setelah briefing selesai, mereka berdua pergi mengunjungi sebuah kafe dimana ketika SMA mereka sering menghabiskan waktu disana.
Keenan sendiri masih dapat membayangkan bagaimana mereka bertiga dulu sering datang ke tempat itu, biasanya Lily duduk di sampingnya dan Daisy di depannya.
Posisi duduk yang seperti itu selalu menjadi favorite Keenan, sebab dia senang melihat wajah Daisy yang duduk di depannya.
__ADS_1
Tapi sekarang yang duduk di hadapannya bukan lagi Daisy, dan entah mengapa dia tidak bisa merasa sesenang dulu lagi.
" Kamu kecewa ya waktu tahu kalau bukan Daisy yang menjadi partner kamu.? " Tanya Lily yang mengawali percakapan.
" Oh nggak, aku sama siapa aja nggak apa-apa kok" Balas Keenan tak ingin membuat Lily berpikir yang tidak-tidak.
" Sebenarnya yang menjadi model di awal itu memang aku, tapi aku menolak dan memberikannya pada Daisy. Dan tidak di sangka Daisy tiba-tiba menolaknya, padahal pasangannya kan kamu. " Ungkap Lily sambil mengaduk minumannya.
" Dia benar-benar menolak melakukannya ya. " Gumam Keenan dengan tatapan kosong.
" Kabarnya dia mau ke Paris setelah kontraknya selesai, kamu udah tahu belum.? "
" Kapan kontraknya selesai.? "
" Bulan depan. "
" Bagaimana dengan papamu? Apa dia setuju dengan keputusan Daisy.? "
" Entahlah? Aku tidak tahu, mungkin kalau sekarang papa akan setuju. "
" Lalu bagaimana dengamu.? " Tanya Keenan.
" Aku tidak begitu ingin menjadi supermodel, kalau memang keputusan Daisy ingin ke Paris dan menekuni dunia modeling, ya aku hanya bisa mendukung keputusannya tanpa harus ikut kesana. " Jawab Lily.
" Kamu mau ngomong apa sama aku sampai ajak aku ke tempat ini.? " Tanya Keenan yang baru saja mengingat tujuan dia datang bersama Lily ke tempat itu.
" Oh itu. Jadi gini, aku mau ngomong serius sama kamu. " Ucap Lily terlihat mulai memikirkan kata-kata yang tepat untuk di sampaikan.
**
Keenan pulang ke rumahnya dalam keadaan kacau, setelah mendengar ucapan Lily di kafe barusan dia langsung pergi menemui mamanya. Setelah di cari dimana-mana, ternyata mamanya sedang duduk di halaman belakang bersama Shanum adiknya.
" Mama kira selama ini kamu suka sama Lily, Nan. "
" Ya ampun mama. " Keenan langsung frustasi di buatnya.
Ternyata benar apa yang di katakan Lily barusan, karena mamanya akhirnya ada kesalahpahaman yang terjadi di antara mereka bertiga. Lily menganggap bahwa Keenan menyukainy, sedangkan Keenan lebih menyukai Daisy.
" Aku suka sama Daisy ma, sejak awal aku suka sama dia. Bukan Lily. " Jelas Keenan.
" Kamu suka sama Daisy? Tapi kenapa? Selama ini mama lihat kamu lebih dekat dengan Lily, kalian lebih sering menghabiskan waktu bersama dari pada Daisy. "
" Karena mama aku sama Daisy jadi kaya gini, dia nggak mau ketemu aku lagi. Dan sekarang Lily mengira kalau aku suka sama dia. "
" Kak Keenan yang nggak jelas dari awal, jangan salahin mama. " Sahut Shanum.
" Kamu anak kecil jangan ikut campur, ini urusanku sama mama.! " Lontar Keenan ketus.
" Jadi mama harus apa Nan? Biar mama bantu kamu memperbaiki semuanya. " Ucap Jingga.
" Percuma ma, sekarang sudah kacau balau. Semua salah mama. " Keenan berlalu pergi meninggalkan Shanum dan mamanya.
**
Sesuai kesepakatan sebelumnya, Keenan tetap menjalankan tugasnya untuk menyelesaikan pemotretan bersama Lily. Semua berjalan lancar sampai akhir, dan hasilnya pun sangat memuaskan kata fotografer.
__ADS_1
" Oke hari ini cukup sampai disini."
Dengan berakhirnya proses pemotretan hari ini, Keenan berpikir untuk menemui Lily sekali lagi dan menjelaskan semua kesalahpahaman yang telah terjadi di antara mereka bertiga.
Keenan telah selesai mengganti pakaiannya dan baru saja berpamitan dengan staff yang di temuinya, terakhir Keenan pergi ke ruangan Lily dan mengirimkan pesan kepadanya untuk segera keluar menemuinya.
Tak menunggu waktu lama, Lily pun keluar dari ruang tunggu. Dengan senyum yang merekah dia menemui Keenan, sementara itu Keenan bingung harus memulainya dari mana setelah melihat ekspresi Lily yang seprti itu.
" Daisy masuk rumah sakit, katanya keracunan makanan. "
" Masa sih? Kok aku nggak tahu? "
Keenan terkejut saat tak sengaja mendengar suara dari dalam ruang ganti Lily, mereka baru saja membahas tentang Daisy dan membuat Keenan langsung khawatir di buatnya.
" Apa yang mereka katakan barusan, apa benar Daisy masuk rumah sakit.? " Tanya Keenan dengan serius.
" Aku nggak bermaksud menyembunyikannya, tapi memang benar kalau dia masuk rumah sakit kemarin. " Jawab Lily sambil menunduk sayu.
" Kenapa kamu nggak bilang? "
" Karena Daisy melarangku memberitahumu. "
" Seenggaknya kasih tahu aku, kita teman kan? Kenapa kamu harus menutupinya meskipun dia melarangmu.? "
Lily hanya bisa terdiam, dia tidak menjawab apapun lagi. Kemudian Keenan mengurungkan niatnya untuk mengajak Lily bicara serius, dia meminta Lily untuk memberitahu rumah sakit tempat Daisy di rawat sekarang.
**
Gadis itu terlihat duduk termenung di atas tempat tidur, dia menyentuh tangannya yang terpasang tali infus sejak semalam. Raut wajahnya terlihat sendu, seperti ingin menangis tapi tidak bisa.
Di ruangan itu dia sendirian, memang sengaja karena tidak ingin ada yang melihat dirinya dalam keadaan seperti sekarang.
Semalam dia benar-benar terkejut pada kondisi dirinya yang tiba-tiba menurun, dokter memang berkata bahwa kondisinya di sebabkan karena keracunan makanan. Daisy ingin terakhir kali dia hanya memakan makanan di lokasi pemotretan, dan mungkin saja salah satu makanan itu membuatnya langsung sakit.
Hari ini padahal ada pemotretan, tapi dia terpaksa menyerahkannya pada Lily. Managernya sudah mengirimkan foto situasi disana, dia tidak ingin melihat Keenan dan Lily berfoto bersama dan mengabaikannya begitu saja.
Pintu baru saja terbuka dengan cepat, Daisy sampai terkejut mendengarnya. Dia menoleh dan lebih di buat terkejut lagi ketika melihat sosok Keenan berdiri di sana.
" Ngapain kamu disini.? " Tanya Daisy menatapnya tak percaya.
Keenan tidak banyak bicara saat itu, dia langsung datang mendekap Daisy. Dia juga tidak banyak bicara, sampai Daisy mendorong Keenan dari dirinya.
" Kamu apa-apaan sih.? " Tegur Daisy kesal.
" Kamu segitu nggak mau ketemunya sama aku sampai keadaan kamu kaya gini aja kamu nggak mau sampai aku tahu. " Ketus Keenan.
" Aku nggak bilang gitu. " Benak Daisy mengira bahwa semua itu adalah ulah Lily.
" Kalau kamu nggak suka sama aku, nggak apa-apa. Tapi tolong jangan kaya gini, aku khawatir. " Lanjut Keenan.
" Sekarang kamu udah lihat keadaan aku kan? Aku baik-baik aja, hanya keracunan makanan. Sekarang aku mau istirahat, jadi kamu sudah boleh pergi. "
" Aku nggak akan pergi. Aku akan tetap disini jagain kamu. "
" Keenan.!!! "
__ADS_1
Keenan tidak peduli dan segera mengambil tempat di salah satu sofa di kamar itu, dia tidak peduli Daisy mau berkata apa. Bahkan sekarang dia lebih memilih sibuk dengan ponselnya, diam-diam dia memberitahu papa Daisy untuk tidak perlu khawatir dalam menjaga Daisy karena sudah ada dirinya sekarang.