
Hari minggu yang cerah, Shanum sengaja mengajak Lingga keluar untuk bersenang-senang. Dia juga ingin berterima kasih kepada adiknya itu karena sudah menutupi rahasianya dari papa dan mama mereka.
Shanum terlihat cantik dengan dress putih dan merah muda, sedangkan Lingga dengan stelan jeans dan kaos hitam. Sebelumnya mereka sudah meminta izin kepada papa dan mama mereka, dan keduanya akan pergi menggunakan taksi.
“ Hari ini kamu bebas belanja apapun yang kamu mau, kakakmu ini yang akan bayar.” Ucap Shanum dengan bangga.
“ Kalau PS5 boleh.?” Jawab Lingga langsung membuat ekspresi Shanum berubah.
“ Maksudku makanan, pakaian, atau apalah. Harga PS5 itu sebanyak uang bulananku, kau tahu sendiri papa dan mama membatasi uang kita.”
“ Kalau gitu aku mau makan enak sepuasnya.” Jawab Lingga kemudian.
“ Kalau begitu kita ke Plaza Singapur saja.” Seru Shanum yang akhirnya memutuskan akan kemana bersama adik laki-lakinya itu.
Setibanya di lokasi, Shanum dan Lingga memilih tempat makan kesukaan Lingga. Anak laki-laki berusia enam belas tahun itu paling suka makanan Jepang, untungnya Shanum juga suka sehingga dia tidak keberatan makan disana.
Shanum membiarkan Lingga memesan apapun yang dia suka, dia tidak masalah jika harus memesan menu yang banyak untuk adiknya itu. Lingga pun memesan beberapa jenis makanan yang berbeda agar dia bisa mencoba semuanya.
Begitu pesanan sedang di buat, keduanya kembali di sibukkan dengan ponsel mereka masing-masing. Sebenarnya Lingga tidak begitu melirik ponselnya karena dia tidak memiliki seseorang yang penting untuk di hubungi, berbeda dengan Shanum yang terlihat cengegesan sendirian.
“ Sejak kapan kak Shanum suka sama cowok itu.?” Tanya Lingga yang akhirnya mengajukan pertanyaan tentang Zacky kepada Shanum.
“ Kau mendengarnya.?” Sahut Shanum dengan senyum kecil.
“ Boleh, kalau kamu mau cerita.” Jawab Lingga lirih.
**
Hampir satu harian ini Shanum dan Lingga menghabiskan waktu berdua, keduanya terlihat seperti sepasang kekasih bagi mereka yang tidak tahu. Hal itu karena Shanum selalu menempel pada Lingga, meskipun dia adalah sosok kakak, tapi jika di lihat yang berpesan sebagai kakak jelas adalah Lingga.
Banyak hal yang mereka bahas di hari itu, keduanya mulai saling terbuka satu sama lain. Lingga sudah mendengar cerita tentang Zacky meskipun dia masih belum mempercayai cowok itu. Sedangkan Shanum pun baru tahu kalau ternyata adiknya yang tampan dan pintar itu belum mempunyai cinta pertama, jelas sekali kalau hidupnya monoton dan tidak menyenangkan.
“ Sebaiknya kau memilih pacar seperti kakakmu ini, jelas cantiknya, jelas setianya.” Ungkap Shanum dengan penuh percaya diri.
“ Aku nggak tertarik, lagi pula aku nggak mau cari yang modelan kaya kak Shanum, aku lebih milih kaya mama.” Jawab Lingga sukses membuat Shanum memasang wajah kesalnya.
__ADS_1
Lingga tersenyum kecil ketika melihat kakaknya yang marah karena dia lebih memilih mamanya, saat itu Lingga tak sengaja melihat sosok yang tak asing baru saja keluar dari toko baju bersama seorang gadis muda sambil bergandengan tangan.
Pria itu jelas adalah Zacky, tapi siapa gadis yang di sampingnya? Dengan cepat Lingga menarik tangan Shanum memutar ke arah yang berlawanan agar Shanum tidak melihatnya. Setelah mendengar cerita panjang kakaknya, Lingga sadar betapa besar rasa cinta Shanum kepada cowok itu.
“ Kamu kenapa sih? “ Tanya Shanum kebingungan.
“ Aku mau belanja makanan ringan disana, ayo buruan.” Ajak Lingga terpaksa berbohong.
Sambil merangkul kakaknya melewati jalur lain, terlihat Lingga sekali lagi menoleh dan memastikannya dengan jelas. Dalam hatinya dia sangat marah, meskipun Shanum dan Zacky tidak berpacaran, tapi setidaknya dia tidak memberi harapan palsu kepada kakaknya.
**
Seperti biasa, sebelum tidur biasanya Shanum akan mendapat telepon dari Zacky. Mereka akan mengobrol sampai dua jam lamanya memebahas apapun yang mereka pikirkan, dan hal itu sudah menjadi rutinitas mereka setiap malam.
“ Kamu lagi apa.?” Tanya Zacky.
“ Pertanyaan basi, jelas aku lagi baring sambil ngeliatin langit kamar.” Jawab Shanum.
“ Besok mau aku jemput sekolah nggak.?”
“ Nggak usah, aku biasanya kan di antar sama papaku.”
“ Ya belum waktunya aja. Nanti kalau aku siap kenalin kamu ke papa.”
“ Kenapa sih kamu nggak mau banget kenalin aku ke orang tua kamu? Kita kan Cuma teman, apa salahnya sih seorang teman datang ke rumah temannya.?”
Entah mengapa ucapan Zacky barusan membuat hati Shanum sakit, kenyataan bahwa mereka hanya teman langsung menyadarkan Shanum.
“ Zac, aku mau ngomong serius sama kamu.”
“ Boleh, silahkan.”
“ Menurut kamu hubungan kita selama ini hanya teman ya? Ku pikir kita spesial.?”
“ Kamu mengira kalau hubungan kita spesial selama ini.?” Sahut Zacky di seberang sana.
“ Iya, aku salah ya.?” Tanya Shanum takut.
__ADS_1
“ Besok.”
“ Maksudnya?” Shanum tidak mengerti dengan jawaban Zacky barusan.
“ Besok aku kasih tahu jawabannya.” Lanjut Zacky kemudian.
“ Kenapa harus besok? Kan bisa sekarang.?”
“ Sekarang kamu tidur, besok kita ketemu lagi.” Sambung Zacky.
Panggilan pun berakhir, Shanum tampak bingung sekaligus penasaran di buatnya. Apa yang akan di katakan oleh Zacky besok? Dia mulai takut sesuatu yang buruk bisa saja terjadi.
**
Semalam Shanum tidak bisa tidur karena terus memikirkan ucapan Zacky, sekarang dia sudah berada di kelas dan kembali tidak bisa fokus. Dia ingin waktu cepat-cepat berlalu agar dia bisa secepatnya bertemu dengan Zacky.
Keduanya sudah janjian untuk bertemu di belakang sekolah pada jam istirahat, dan tersisa beberapa menit lagi sampai waktu itu tiba. Ingin rasanya Shanum mempercepat waktu, saat ini dia hanya dapat fokus memperhatikan jarum jam bergerak sampai di jam istirahat.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya bel berbunyi, Shanum menjadi orang pertama yang meninggalkan kelasnya. Bahkan para sahabatnya di buat bingung dengan sikap Shanum barusan.
Shanum akhirnya tiba di lokasi tempat pertemuannya dengan Zacky, dia tidak menyangka akan seantusias ini. Bahkan mungkin sekarang Zacky baru saja selesai mengakhiri kelasnya, dan belum tentu langsung ke tempat itu.
“ Si Zacky sialan itu benar-benar brengsek, bagaimana mungkin dia mendekati Shanum dan Becka secara bersamaan?”
“ Playboy memang seperti itu.”
“ Tapi kalau aku jadi Zacky, aku bakal lebih milih Shanum sih.”
“ Iyalah, cantik, kaya, montok, apalagi t*t*nya itu loh.”
Shanum yang mendengar obrolan sekelompok orang-orang itu berusaha bersembunyi sambil menahan diri, mendengar mereka membicarakan dirinya dan Zacky jelas membuat perasaanya terluka.
Terdengar suara pukulan yang membuat Shanum menoleh dengan cepat, dia di buat terkejut saat melihat Zacky baru saja memukul mereka yang membicarakan tentang dirinya.
“ Bicara apa kau barusan hah.?” Zacky menarik kerah baju pria yang mengatakan tentang Shanum barusan dengan sekuat tenaga.
Zacky terlihat begitu marah, sampai akhirnya Shanum keluar dan merelai mereka. Mengetahui Shanum juga mendengar ucapan mereka semakin membuat Zacky terbawa emosi, dia bahkan kembali memukul anak-anak itu hingga terjadi perkelahian tiga lawan satu.
__ADS_1
“ Kalian semua berhenti.!!!” Teriak Shanum sukses membuat semuanya berhenti berkelahi.