Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Special Chapter 15


__ADS_3


Seminggu setelah hari itu, Shanum benar-benar fokus sekolah tanpa memikirkan cintanya pada Zacky. Dia berusaha keras melupakan pria itu setelah bayang-bayangnya terus saja datang mengganggu. Namun yang membuat Shanum bisa menjauh adalah kenyataan bahwa Zacky memang seorang playboy, dia memiliki begitu banyak kekasih yang berada di berbagai sekolah.


Shanum baru menyadari bahwa ternyata dia adalah salah satu di antara mereka, dan seorang adik kelasnya yang bernam Becka pun menjadi korban dari permainan Zacky.


Berbeda dengan Shanum yang berusaha cuek dengan semuanya, Zacky terlihat menyesal dan sering kali meminta balikan kepada Shanum. Namun rasanya sudah terlambat, Shanum memang masih memiliki perasaan terhadap Zacky mengingat mereka sudah pernah tidur bersama.


Sore itu setelah kelas berakhir, Shanum mendapat telepon dari Zacky dan juga pesan ajakan bertemu di suatu tempat. Shanum mencoba mengabaikannya namun Zacky bersih keras ingin menemuinya atau sesuatu yang buruk akan segera terjadi.


Shanum pun terpaksa memenuhi panggilan Zacky sore itu, mereka bertemu di taman dekat sekolah hanya berdua saja. Shanum mencoba bersikap tenang, kemudian Zacky yang melihatnya langsung memeluk Shanum sambil meminta maaf kepadanya.


“ Aku menyesal, aku sadar kalau kamu yang terbaik. Aku mau kita balikan, please.”


Shanum berusaha melepaskan pelukannya dari Zacky, dia tidak ingin melakukan kontak fisik lagi dengan Zacky. Dan saat itu untuk pertama kalinya Zacky memaki Shanum dengan kata-kata kasarnya.


“ Kamu itu udah nggak perawan, mana ada laki-laki yang mau sama cewek kaya kamu.” Lontar Zacky sukses menyakiti perasaan Shanum.


“ Kamu sadar nggak, yang udah ngambil perawanku itu kamu.” Tunjuk Shanum pada Zacky.


“ Siapa suruh jadi cewek gampangan banget, di ajak ke kamar langsung mau.”


Satu tamparan keras berhasil mengenai wajah Zacky, saat itu juga tangisan Shanum pecah. Dia tidak menyangka telah memberikan keperawanannya kepada pria seperti Zacky. Pada saat itu juga perasaan Shanum kepada Zacky berubah dari cinta menjadi benci.


“ Aku nggak mau ketemu sama kamu lagi.” Ucap Shanum berlari meninggalkan Zacky dengan tangisnya yang pecah.


**


Malam itu Jingga terlihat sedang sibuk menghidangkan makanan bersama bi Yuli. Kemudian Arkana keluar bersama Lingga, mereka sudah mengambil tempat masing-masing di kursi mereka.


Hanya Shanum yang belum keluar dari kamarnya, sebentar lagi waktu makan malam tiba tapi gadis itu masih berada di dalam kamarnya. Kemudian Jingga sadar bahwa sejak tadi sore Shanum bertingkah cukup aneh, dia bahkan tidak keluar dari kamar setelah itu.


“ Aku cek ke kamarnya dulu.” Jingga pun beranjak menuju kamar Shanum.

__ADS_1


Jingga sudah tiba di kamar Shanum, dan kamarnya tidak dalam keadaan terkunci sehingga dia bisa langsung masuk. Anehnya Jingga tidak melihat keberadaan Shanum di kamarnya, dia mengira kalau Shanum melarikan diri lagi.


“ Shanum.!!!!”


Jingga terkejut bukan main saat melihat putrinya tak sadarkan diri di dalam bathub di kamar mandi, dengan cepat Jingga memanggil Arkana untuk segera membantunya.


Arkana dan Lingga ikut panik, Jingga menutupi sebagian tubuh Shanum yang tanpa busana dengan handuk. Kemudian Arkana mengangkat tubuh putrinya ke tempat tidur.


“ Kok bisa pingsan.?”


“ Shanum, bangun nak. Ini papa.”


Arkana segera memberikan pertolongan pertama, Jingga juga sibuk mengeringkan tubuh Shanum agar tidak terserang demam. Lingga khawatir dengan kakaknya, dan saat ini dia hanya bisa melihat bagaimana kedua orang tuanya mengurus keadaan Shanum.


**


Sejak kejadian kemarin kondisi Shanum masih tidak baik, dia demam tinggi dan terpaksa harus di rawat di rumah sakit. Lingga penasaran apa yang membuat kakak perempuannya sampai seperti itu, padahal selama beberapa terakhir dia bisa melihat sikap ceria Shanum dan seakan sudah menerima keadaannya tanpa sosok Zacky.


Setibanya di sekolah, Lingga mendapati semua orang menatapnya dengan tatapan yang aneh. Dia memang sering di tatap oleh beberapa orang, tapi kali ini tatapan mereka terasa cukup berbeda.


“ Shanum mana? Dia masih sakit.?” Tanyanya dengan nafas yang tersengal-sengal.


“ Dia masih sakit, memangnya kenapa.?” balas Lingga penasaran.


“ Cepat ikut aku.” Helen menarik tangan Lingga menuju keramaian yang terjadi di sekitar papan bulletin sekolah.


Helen meminta kepada semua orang untuk menyingkir, dan ternyata di papan bulletin sudah ada sahabat Shanum yang memblokir papan itu agar tidak di lihat semua orang.


Helen membiarkan Lingga untuk maju dan melihatnya langsung, dan tepat saat Lingga berdiri di depan papan bulletin sekolah, dirinya tiba-tiba di kejutkan dengan sebuah foto Shanum yang tertidur tanpa busana di balik selimut.


Lingga sangat marah sampai merobek semua foto-foto itu dan langsung berteriak mencari pelakunya. Emosi Lingga sudah tidak bisa tertahan lagi, sekarang dia mengerti kenapa Shanum bisa jatuh sakit.


“ Kalau aku sampai tahu siapa kalian yang melakukan ini, aku nggak akan tinggal diam. Ingat itu.” Ancam Lingga mengepal sobekan foto itu dengan sangat kuat.

__ADS_1


Semua teman-teman Shanum tidak percaya pada foto itu, mereka berpikir bahwa Shanum mungkin di jebak dan itu hanya foto hasil editan saja. Lingga pun ingin mempercayainya, tapi dia terlalu takut mengetahui kenyataan bahwa itu bukanlah foto palsu.


Lingga meminta tolong pada semua teman-teman Shanum untuk membantunya menutupi hal ini dari Shanum sampai Lingga berhasil menemukan pelakunya.


“ Kamu tenang aja, kami akan membantu. Dan Shanum nggak akan tahu soal ini.” Jawab Helen yang dapat di percaya oleh Lingga.


**


Sepulang sekolah, Lingga langsung pergi ke rumah sakit. Dia ingin memastikan bahwa Shanum tidak mengecek ponselnya, jika sampai terjadi maka akan semakin mengganggu kesehatannya nanti.


“ Kak…” Lingga menggantung ucapannya saat melihat Shanum sedang menatap layar ponselnya.


Perlahan namun pasti Shanum melirik Lingga, dia sudah yakin bahwa adiknya sudah melihat foto-foto itu di sekolah. Tangis Shanum pecah saat itu juga, Lingga menghampirinya dengan cepat dan memberikan pelukan pada kakaknya.


“ Jangan nangis, itu pasti hanya editan. Ada orang jahat yang ingin menjatuhkanmu, kita bisa menyelesaikannya dengan cepat kalau papa tahu soal ini.” Ucap Lingga berusaha menenangkan Shanum.


Shanum tetap menangis di pelukan Lingga, dia bahkan sampai kesulitan bernafas. Hal ini membuat Lingga bingung, sampai akhirnya Arkana datang dan langsung mengecek keadaan Shanum.


Shanum tiba-tiba mengalami syok parah hingga membuat nafasnya tak teratur dengan baik, Lingga meraih ponsel Shanum dan berusaha menyembunyikan fakta yang ada sampai kondisi Shanum membaik.


Keadaan Shanum semakin parah seiring berjalannya waktu, hingga Arkana terpaksa memberikan obat bius untuknya. Dan setelah Shanum tak sadarkan diri, tampak Arkana yang menghampiri Lingga dan meminta penjelasan atas apa yang terjadi pada Shanum barusan.


Lingga merasa bahwa masalah Shanum harus segera di selesaikan, dia tidak ingin foto yang tersebar di sekolah hari ini sampai membuat nama Shanum buruk di mata semua orang.


Dengan berat hati Lingga memperlihatkan foto yang dia temukan di sekolah hari ini kepada Arkana, terlihat Arkana yang langsung murka hingga hampir melempar ponsel Shanum ke lantai.


“ Siapa yang melakukannya.?” Tanya Arkana geram.


“ Lingga belum tahu pa.”


“ Awas saja, kalau sampai papa tahu siapa orangnya. Papa pastikan dia nggak akan tenang hidup di dunia ini.”


Karena hal ini sangat sensitif, Arkana tidak ingin kalau sampai Jingga mengetahuinya. Dia meminta bantuan Lingga agar berita ini tidak sampai di telinga Jingga, dengan begitu Arkana akan melakukan sesuatu agar foto ini tidak pernah muncul sebelumnya.

__ADS_1



__ADS_2