
Zacky Alatas adalah cinta pertama Shanum, sejak Shanum menginjakkan kaki di sekolah itu dia sudah jatuh hati pada pesona seorang Zacky. Zacky sendiri adalah seorang pria delapan belas tahun yang memiliki darah keturunan Indonesia yang sama dengannya.
Kedua orang tua Zacky adalah orang asli Indonesia sedangkan Zacky sendiri hidup bersama neneknya di Singapura, dan dia termasuk pendatang baru di kota itu.
Dulu Shanum dan Zacky berada di satu kelas yang sama, namun sayangnya ketika mereka menginjak bangku kelas dua, semua berubah. Kedekatan mereka terjalin lantaran mereka sama-sama dari Indonesia, bahasa mereka yang nyambung membuat keduanya dekat dan Shanum merasa senang dengan hal itu.
Shanum memang menyukai Zacky sejak lama, tapi dia tidak berani menyatakan perasaannya pada Zacky. Sikap Zacky ke Shanum selama ini pun sudah terlihat seperti keduanya menjalin hubungan, sahabat dekat Shanum pun mengakui hal itu.
Meski begitu semua wanita pasti membutuhkan sebuah kejelasan tentang kedekatan mereka dengan pria yang di cintai, dan Shanum tidak menyangkalnya. Dia sangat ingin hubungannya dan Zacky jelas, agar dia bisa menunjukkan ke semua orang bahwa Zacky adalah pacarnya.
“ Kamu nggak pulang.?” Tegur Helen saat semua orang meninggalkan kelas kecuali Shanum.
“ Kalian duluan aja, aku mau pulang bareng Zacky.” Jawab Shanum fokus menatap layar ponselnya.
“ Zacky mau antar kamu pulang? Kamu serius? Bukannya selama ini kamu nggak mau ajak Zacky ke rumah kamu karena takut sampai papamu tahu.?”
“ Papaku lembur hari ini, dia nggak mungkin ketemu sama Zacky.” Jawab Shanum dengan penuh percaya diri.
“ Mama kamu gimana.?”
“ Mamaku juga sibuk, biasanya dia pulang agak sorean.”
“ Tapi kan ada Lingga, kamu lihat sendiri kan tadi dia kaya gimana di depan Zacky.?”
“ Lingga itu anaknya rajin, habis sekolah bukan langsung pulang tapi ke tempat les. Jadi aman, aku bisa bawa Zacky main ke rumahku.” Seru Shanum.
“ Ya sudah, have fun kalau gitu.” Sambung Helen yang akhirnya pergi meninggalkan Shanum sendirian.
Selang beberapa menit Shanum kembali mendapat pesan dari Zacky, pria itu berkata sedang menunggu di tempat parkir. Dengan penuh semangat Shanum beranjak dari kursinya dan berlari kegirangan menemui Zacky.
**
Shanum baru saja melepaskan helm dari kepalanya, akhirnya dia sudah sampai di rumahnya bersama Zacky. Gadis itu kemudian memberikan helem Zacky kepada pria itu, dengan wajah malu-malu dia menawarkan Zacky untuk masuk ke dalam rumahnya.
“ Orang tuaku nggak ada, adikku les, dan hanya ada seorang pembantu saja di dalam. Yuk masuk minum dulu.” Ajak Shanum kemudian.
Tampak Zacky yang tidak menolak dan segera berjalan mengikuti langkah Shanum memasuki pelataran rumah yang begitu mewah dan luas. Ini pertama kalinya Zacky datang ke rumah Shanum, dan sebenarnya dia sudah lama ingin datang hanya saja Shanum selalu menolak.
“ Rumah kamu besar banget, padahal kamu sama keluargamu hanya berlima sama pembantu kan.?” Tanya Zacky.
“ Iya, kakakku Keenan sudah kembali ke Indonesia. Jadi hanya ada aku, papa, mama, dan Lingga saja.” Jawabnya pelan.
“ Enak ya jadi anak dokter dan desainer, kalau sakit bisa langsung berbobat, kalau mau baju bisa minta di buatin.”
__ADS_1
“ Nggak juga kok, kamu jangan berlebihan begitu.”
Saat mereka masuk ke area ruang tamu, Zacky di sambut oleh sebuah bingkai foto besar dengan menampilkan seluruh wajah keluarga Shanum. Terlihat Shanum yang begitu mirip dengan mamanya, sedangkan kakak dan adik laki-lakinya sangat mirip dengan papanya.
“ Gen keluarga kamu semuanya good looking, nggak heran kalau kamu cantik.” Ucap Zacky sontak membuat Shanum tak bisa berkata-kata di tempatnya.
“ Barusan, kamu bilang aku cantik.?” Sahut Shanum menatap Zacky tak percaya.
“ Iya, kamu cantik.” Jawabnya sekali lagi membuat Shanum tersipu malu.
Shanum sampai salah tingkah di buatnya, dia pun menyuruh Zacky untuk masuk ke dalam kamarnya terlebih dulu. Dia akan membuatkan minum dan membawa cemilan untuknya.
Zacky pasrah saat Shanum menyuruhnya masuk ke dalam kamar, awalnya dia bingung kenapa harus kamar padahal ada banyak ruang lain untuk menyambutnya.
“ Buat siapa non.?” Tanya bi Yuli pada Shanum yang sedang sibuk di dapur.
“ Buat saya bi.” Jawabnya terpaksa berbohong.
“ Tumben nggak suruh saya.?”
“ Bibi kan capek seharian kerja, urusan gini aku juga bisa.”
“ Tapi bukannya non Shanum nggak suka minuman bersoda.?” Bi Yuli menyadari Shanum yang menuang minuman bersoda ke dalam gelas, padahal dia tahu kalau Shanum tidak menyukainya.
Shanum kemudian membawa nampan berisi minumana dan cemilan itu dengan cepat, kemudian saat dia melewati ruang keluarga dirinya langsung di kejutkan dengan kemunculan Lingga yang datang entah dari mana.
“ Kau membuatku kaget, kenapa kau bisa di rumah? bukannya hari ini les.?” Tanya Shanum berusaha terlihat tenang agar Lingga tidak curiga.
“ Lesnya di undur besok. Kenapa wajahmu kelihatan kaget begitu? “ Lingga ikut bingung dengan tingkah laku Shanum saat ini.
“ Apa kata Lingga kalau tahu di dalam kamarku ada Zacky? Dia pasti bakal lapor ke papa dan mama. Seharusnya aku nggak bawa Zacky ke kamar, bodohnya aku.” Batin Shanum mengutuk dirinya sendiri.
“ Kenapa diam saja? dan sejak kapan kamu minum soda.?” Lingga mulai curiga pada Shanum, tidak biasanya dia seperti itu sehingga sangat mudah di tebak jika ada sesuatu yang di sembunyikannya.
“ Nggak ada apa-apa, ini buat kamu. Sekarang masuk ke kamar, aku mau masuk ke kamarku juga.” Shanum memberikan nampan itu kepada Lingga, kemudian mendorong adiknya untuk segera masuk ke dalam kamar.
Setelah berhasil menarik Lingga ke dalam kamarnya, sekarang saatnya Shanum memikirkan cara untuk membuat Zacky segera pulang. Dia harus bersikap tenang aagar tidak terjadi kesalahan, beruntung Lingga masuk dari samping sehingga dia tidak akan tahu kalau di depan ada motor Zacky yang sedang terparkir.
“ Zack, aku minta maaf. Tapi kamu bisa pulang sekarang nggak.?” Ucap Shanum saat dia sudah masuk menemui Zacky.
“ Kenapa? papa kamu pulang ya.?”
“ Nggak, bukan gitu. Lingga yang pulang, aku nggak mau dia lapor ke papa dan mamaku kalau aku bawa cowok pulang ke rumah.”
Untungnya Zacky mau mengerti dan mendengarkan Shanum, dia pun meraih ranselnya dan segera keluar dari kamar itu. Shanum mengawasi sekitar memastikan Lingga tidak ada, kemudian setelah mereka berhasil keluar, Shanum pun dapat bernafas dengan lega.
__ADS_1
“ Aku minta maaf ya. “ Ucap Shanum merasa bersalah.
“ Nggak usah minta maaf, aku ngerti kok.” Jawab Zacky sambil membelai kepala Shanum.
Setiap Zacky melakukan hal itu, entah mengapa rasanya sangat nyaman dan ingin terus di belai. Tapi sayang Zacky sudah harus pulang, mereka pun berpisah dimana Shanum masih berdiri disana dan menyaksikan Zacky benar-benar pergi dari pandangannya.
“ Oh jadi karena itu kau bersikap aneh barusan.” Suara Lingga terdengar menakutkan di telinga Shanum saat ini.
Ketika Shanum menoleh ternyata Lingga sudah berdiri di belakangnya sambil berkacak pinggang, akhirnya dia ketahuan membawa Zacky ke rumah. Meski begitu Shanum tidak ingin sampai kedua orang tuanya tahu, dia pun meminta Lingga untuk tidak memberitahu tentang hal ini kepada orang tua mereka.
“ Aku bisa saja tidak memberitahu papa dan mama, tapi aku tidak mau.” Ucap Lingga dengan santai.
“ Please, aku akan kasih apapun yang kamu mau.” Pinta Shanum sekali lagi.
“ Aku nggak butuh apa-apa, aku hanya ingin kamu berhenti mendekati pria itu.”
“ Kamu kenapa sih? Zacky itu pria baik-baik.”
“ Kata siapa dia pria baik-baik? Kamu kenal udah berapa lama.?”
Pembahasan ini membuat Shanum merasa kesal dengan sikap Lingga yang terus menerus menyuruhnya menjauhi Zacky, dan karena Lingga tetap tidak akan mendengarkan Shanum, akhirnya Shanum menyerah dan akan menerima apapun yang terjadi ke depannya jika Lingga sampai memberitahu kepada kedua orang tuanya.
**
Malam itu Shanum sengaja melewatkan makan malam karena takut mendapat teguran dari papa dan mamanya, Lingga bisa saja memberitahu mereka ketika waktu makan tiba.
Dengan alasan sudah makan, Shanum mengunci diri di dalam kamarnya. Dia yakin tidak akan ada yang datang mengganggunya setelah itu.Shanum menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil menerima pesan dari Zacky.
Seperti biasa, Shanum dan Zacky akan saling mengirim pesan meskipun pembahasan yang mereka bahas tidak begitu penting. Tapi setiap balasan yang di kirim Zacky merupakan mood booster untuk Shanum, dia pasti akan terus tersenyum di buatnya.
Tanpa sadar ternyata waktu berlalu sangat cepat, sekarang jam sudah menunjukkan pukul sebelas malam. Saat itu Shanum merasa lapar, dia tidak bisa menahan rasa laparnya lagi sehingga diam-diam dia keluar dari kamarnya.
Shanum tahu kalau semua orang di rumah mungkin sudah tidur, lampu di berbagai ruangan telah padam. Sekarang dia sudah berada di dapur, dia hanya menyalakan satu lampu saja agar tidak ada yang menyadari keberadaannya di dapur saat ini.
\Shanum membuka lemari es sambil mencari beberapa makanan yang mungkin bisa dia makan, untungnya bi Yuli masih menyimpan salad di lemari es sehingga Shanum bisa memakannya.
Saat Shanum menoleh, dia di buat terkejut dengan kemunculan Lingga. Namun dirinya masih marah pada adiknya itu dan menghindari kontak mata dengannya.
“ Aku nggak lapor ke papa dan mama soal cowok itu, lain kali jangan skip makan malam.” Ucap Lingga yang ternyata datang hanya untuk mengambil air minum.
Ketika Lingga pergi kembali ke kamarnya, terlihat Shanum yang tersenyum dengan senang. Dia sudah salah mengira kalau adiknya ternyata tidak sejahat yang dia pikirkan. Dengan sikap Lingga barusan, dia terlihat seperti seorang adik laki-laki mungil yang selalu di lihat Shanum dulu.
Shanum pun menyantap salad di hadapannya dengan penuh semangat, sekarang beban yang ada di pundaknya seketika hilang. Tadinya dia mengira makan salad akan membuatnya kenyang, ternyata dia butuh lebih dari itu.
__ADS_1