
Sepanjang perjalanan pulang, Keenan terlihat begitu marah dan kesal pada Jihan. Gadis yang selama ini selalu bersikap baik dan patuh ternyata memiliki sifat yang tak terduga, dan Keenan sampai tidak menyangka bahwa Jihan bisa jatuh hati padanya.
Dering ponsel Keenan berdering sangat nyaring, dia mengira bahwa yang menelpon adalah Daisy, ternyata bukan. Nama Jihan tertera disana yang membuat Keenan malas untuk menjawabnya.
Tak kunjung di jawab, akhirnya satu pesan dari Jihan masuk. Keenan pun bergerak untuk melirik pesannya, dan saat itu juga dia langsung rem mendadak setelah melihat apa yang di kirimkan oleh Jihan barusan.
Keenan segera menghubungi Jihan untuk meminta kejelasan lebih dari foto yang barusan dia kirim, jelas ini adalah jebakan untuknya. Terlebih lagi Jihan mengancam akan mengirimkannya kepada Daisy sekarang juga, sayang sekali panggilan Keenan kepada Jihan tak di gubris.
“ Sialan. Daisy jangan sampai lihat. ” Keenan langsung menancap gas dengan cepat menuju rumah.
**
Keenan telah sampai di rumah dengan cepat, dia hanya memarkir mobilnya secara asal dan turun dari dalam sana. Dengan terburu-buru Keenan segera masuk ke rumahnya dengan harap-harap cemas. Keenan berharap jika Daisy belum menerima apapun dari Jihan hari ini.
Keenan segera masuk ke dalam rumah dan tibalah dia di ruang keluarga dan melihat tiga orang wanita sedang duduk bersama, dan salah satu di antara mereka adalah Daisy.
Terlihat Daisy yang memasang wajah murung di hadapan mama dan neneknya, Keenan mulai takut apakah dia datang terlambat? Apakah Daisy telah mengetahui semuanya sebelum dia menjelaskannya? Bagaimana jika Daisy marah padanya, dan mengakhiri hubungan yang telah lama dia harapkan ini.
Tidak, Keenan tidak akan sanggup menerima itu semua. Tapia pa yang harus Keenan lakukan sekarang? Dia tidak tega melihat Daisy dengan wajah yang seperti itu.
“ Daisy.” Panggil Keenan dengan sedikit rasa takut.
Daisy mengangkat kepalanya untuk melihat siapa yang memanggilnya. Dugaan Daisy sebelumnya benar, yang datang barusan adalah Keenan. Tapi saat ini Daisy tidak ingin bertemu dengan Keenan, dia merasa sedih karena telah di bohongi sejak awal.
Daisy segera bangkit dari tempat duduknya, kemudian pergi menuju kamarnya. Keenan berusaha mengejar namun sayang Daisy sedikit berlari untuk menghindari Keenan.
“ Keenan, sini duduk. Mama mau minta kejelasan dari kamu.” Sahut Jingga yang terlihat serius.
Keenan mengurungkan dirinya untuk mengejar Daisy, dia segera duduk di hadapan mama dan neneknya. Terlihat dua wanita yang begitu berharga di hidupnya sedang menatap Keenan dengan penuh keseriusan.
“ Kenapa kamu belum kasih tahu Daisy tentang masalah kemarin.?” Tanya Jingga menatap Keenan lurus.
“ Dan juga hari ini, Daisy menerima sebuah foto kamu dan seorang gadis yang berperan di film kamu itu. Dia syok sampai nangis di depan kami berdua, nenek dan mama kamu berusaha jelasin semuanya ke Daisy tapi yang seperti kamu lihat barusan. Daisy nggak mau ketemu sama kamu dulu.” Sambung neneknya.
__ADS_1
“ Aku nggak mau buat dia khawatir, lagi pula artikel itu dalam bahasa Indonesia yang dia nggak mungkin tahu. Jadi ku pikir biarkan saja, tapi ternyata aku salah.”
“ Jadi apa foto itu juga hasil editan.?”
“ Bukan ma, aku di jebak sama dia. Jihan sengaja melakukan itu biar hubungan aku sama Daisy berakhir.”
“ Untuk saat ini biarkan Daisy tenang, mama dana nenekmu yang akan bicara dengannya. Kamu selesaikan saja semuanya dengan Jihan, besok konferensi pers harus tetap di adakan.” Lontar Jingga.
**
Suara ketukan pintu baru saja membuat seorang wanita cantik bergerak membuka pintu, melihat sosok Jingga yang mendatangi kamarnya lantas membuat Daisy segera mengajak wanita yang sudah dia anggap sebagai mamanya sendiri itu untuk masuk ke dalam.
“ Kamu udah mendingan.?” Tanya Jingga.
“ Sudah tan.” Jawab Daisy pelan.
Jingga paham dengan apa yang di rasakan oleh Daisy saat ini, dan kejadian yang menimpa Keenan dan Daisy mengingatkan dirinya dengan kejadian di masa lalu ketika ada seseorang yang berusaha merusak hubungannya dengan Arkana.
“ Tante mau cerita ke kamu, mungkin ini bisa membantu kamu supaya kamu bisa berpikir lebih jauh lagi sebelum memutuskan sesuatu.” Ucap Jingga menatap Daisy.
“ Dulu, waktu tante masih mengandung Keenan. Ada satu orang yang menyukai papanya Keenan, dan dia selalu berusaha merusak hubungan kami berdua. Tante sampai termakan tipu daya wanita itu, dan hampir berpisah dengan papanya Keenan.”
“ Tapi papanya Keenan selalu memiliki cara untuk membuat hubungan kami tidak berakhir dengan mudah, dan sejak saat itu juga tante berpikir untuk menjadi wanita yang memiliki pikiran terbuka. Tidak termakan tipu daya orang-orang yang berusaha menjatuhkan kita, tidak mudah percaya pada rumor yang tujuannya untuk merusak suatu hubungan. Dan yang lebih penting lagi, ikuti hati kamu. Kalau kamu cinta sama Keenan, kamu pasti akan selalu percaya sama dia.” Jelas Jingga.
Daisy yang mendengarnya pun langsung tersadar, dia memang sedang marah pada Keenan karena pria itu tidak memberitahu semua kebenaran dan membiarkannya mendapat kabar itu dari orang lain.
“ Keenan dimana tante? Aku mau ngomong sama dia.” Ucap Daisy.
“ Dia ada di halaman belakang, dia berusaha mikirin cara buat minta maaf sama kamu.” Balas Jingga.
**
Keenan terlihat begitu frustasi dan kebingungan, sejak tadi dia belum bisa bicara berdua dengan Daisy. Dia bahkan telah mengirim begitu banyak pesan namun belum ada satu pun yang di balas oleh wanita itu.
“ Nan.” Panggil seseorang yang membuat Keenan menoleh dengan cepat.
__ADS_1
“ Pa? ada apa.?” Keenan menghampiri papanya yang baru saja keluar menemuinya itu.
“ Papa sudah dengar dari mama kamu, katanya kamu dan Daisy lagi ada masalah ya.?”
“ Iya pa, salahku karena nggak jujur ke dia sejak awal.”
“ Papa ngerti maksud kamu nggak mau kasih tahu dia. Tapi Keenan, selama ini papa memahami satu hal dari menjalin suatu hubungan. Yaitu kejujuran, kalau kamu jujur sama pasangan kamu, apapun kenyataan dari kejujuran itu, mau sakit, bahagia, menyedihkan sekali pun harus di ceritakan berdua. Biar ke depannya kalian berdua bisa menghadapi segala situasi yang tidak di inginkan.” Ungkap Arkana.
“ Papa benar, aku terlalu takut hubunganku sama Daisy berakhir makanya aku lebih memilih untuk merahasiakannya. Tapi semuanya malah jadi kacau balau begini, dia nggak mau lagi ngomong sama aku.” Kata Keenan dengan ekspresi yang sendu.
“ Masih ada waktu kok, itu Daisy.” Tunjuk Arkana pada sosok Daisy yang baru saja muncul di hadapan mereka.
Keenan tampak terkejut melihatnya, dia tidak menyangka Daisy akan datang menemuinya secara langsung. Sementara itu, Arkana segera masuk ke dalam dan membiarkan keduanya menyelesaikan masalah mereka dengan baik.
**
“ Aku minta maaf.” Ucap Keenan dan Daisy kompak.
“ Aku yang minta maaf, aku nggak seharusnya bohong ke kamu.” Sambung Keenan.
“ Aku juga minta maaf karena bersikap kekanak-kanakan hari ini, seharusnya aku dengar penjelasan kamu sebelum pergi.” Balas Daisy.
“ Aku akan selalu maafin kamu.” Kata Keenan dengan tulus.
“ Sekarang kamu mau kan jelasin ke aku, kenapa kamu merahasiakan semua ini. Dan apa arti foto yang di kirim Jihan ke aku barusan.?” Tanya Daisy langsung di balas anggukan cepat dari Keenan.
Keenan kemudian mengajak Daisy duduk bersebelahan di sebuah kursi panjang di halaman belakang rumah neneknya, kemudian dia mulai memberitahu Daisy semua kebenarannya tanpa ada sesuatu yang di tutupi lagi.
Setelah mendengar semuanya dari Keenan, semua perasaan kesal dan marah dalam diri Daisy kini menghilang. Dia telah memaafkan Keenan sepnuhnya dan tidak akan menaruh rasa curiga lagi pada kekasihnya itu, Keenan pun berjanji tidak akan berbohong lagi apapun yang terjadi.
Dari kamar atas, terlihat seorang gadis cantik sedang mengamati pemandangan yang ada di bawah sana dengan tatapan iri. Shanum sangat iri pada Daisy yang bisa memiliki seorang kekasih sebaik Keenan, dan hal itu membuat Shanum juga ingin memilikinya.
“ Di dunia ini nggak akan ada laki-laki baik, semua laki-laki sama aja kecuali yang ada di keluarga aku.” Ucap Shanum sambil menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur.
__ADS_1