
Lima hari setelah keluar dari rumah sakit, Daisy kembali menjalani kegiatannya sebagai model. Dia terus menyibukkan dirinya sampai dia tidak bisa memikirkan tentang Keenan lagi, bahkan sekarang hubungannya dan Lily semakin renggang yang dia sendiri tidak tahu kenapa saudara kembarnya it uterus mendiaminya.
Hari ini Daisy dan Lily memiliki jadwal yang sama untuk proses pemotretan baru, mau tidak mau mereka bertemu dari pagi sampai malam. Meski begitu tidak ada percakapan yang terjadi di antara mereka.
Pada hari itu juga seseorang datang dengan membawa kejutan berupa food truck untuk semua orang di lokasi pemotretan, dan yang datang pada saat itu tak lain adalah Keenan.
Pria itu datang dengan membawa keceriaan seperti yang biasa dia lakukan, dia menyapa semua orang termasuk Daisy dan Lily. Sikap Keenan sekarang tampak seperti dulu dimana dia belum pernah membawa perasaannya pada Daisy.
“ Ku dengar hari ini kalian berdua ada pemotretan, jadi aku datang bawain makanan dan minuman. Semoga kalian suka ya.” Ungkap Keenan dengan ceria.
“ Tumben? Kamu kok jadi baik banget kaya gini.?” Tanya Lily penasaran.
“ Sekalian aku mau kasih tahu kalian, besok aku mau ke Indonesia dan akan memulai karirku sebagai sutrada disana.” Jawab Keenan sontak membuat kedua gadis itu terkejut.
“ Kamu baru aja datang ke Singapura, dan sekarang mau tinggal di Indonesia.?” Sahut Lily lagi.
“ Iya, kalian berdua harus sukses ya jadi top model. Aku juga akan berusaha menjadi sutradara terkenal nantinya.”
Daisy merasa bingung dengan situasinya saat ini, seperti biasa dia tidak banyak bicara dan hanya diam menyaksikan Lily dan Keenan mengobrol. Tak cukup lama Keenan berada disana, dia benar-benar datang hanya untuk pamit dan memberikan kejutan saja.
“ Besok pesawatku berangkat pukul sepuluh pagi, kalau kalian mau datang silahkan saja.” Ujar Keenan sebelum akhirnya dia pergi dari tempat itu.
**
Hari ini Keenan akan pulang ke Indonesia, dengan hati yang cukup berat tapi dia harus melakukannya. Meninggalkan semua kenangan yang indah sekali lagi dengan tujuan yang berbeda, seharusnya dia sudah terbiasa, namun nyatanya masih ada sedikit perasaan yang mengganjal.
Jingga, Arkana, Shanum, dan Lingga turut hadir menemani Keenan di bandara. Sayangnya kali ini hanya Keenan yang akan kembali ke Indonesia, kakek dan neneknya sudah menunggu kepulangan Keenan dengan rasa tidak sabar mereka.
Shanum yang begitu manja dengan kakaknya tampak tak mau lepas meneluk Keenan, Shanum kesal karena dia hanya sebentar melihat Keenan dan dia sudah harus pergi lagi.
“ Kalau kamu udah tamat SMA, kamu kuliahnya di Jakarta aja, gimana.?” Tawar Keenan pada Shanum.
“ Hmm, nanti deh aku pikir-pikir lagi.” Jawabnya mendapat elusan kepala lembut dari Keenan.
“ Nan, kamu jaga diri di Jakarta ya. Papa sama Mama mungkin nggak akan sering kesana, dan kamu harus dengar kata kakek dan nenek kamu juga.” Ucap Arkana.
“ Iya pa, kalian semua tenang aja. Aku bisa jaga diri kok, selama lima tahun tinggal di New York udah buat aku bisa jaga diri dengan baik kok.”
“ Akhir tahun kita semua pulang ke Jakarta juga kok, kita bisa merayakan tahun baru bersama nanti.” Sambung Jingga kemudian.
Sudah hampir tiba waktunya Keenan berangkat, hanya tersisa beberapa menit lagi dan dia sudah harus masuk ke dalam. Namun dia masih terlihat menunggu kedatangan seseorang, tapi harapannya hampir hilang karena yang di tunggu-tunggu ternyata tidak akan datang.
“ Aku pergi dulu ya.” Kata Keenan sambil melambaikan tangan pada seluruh keluarganya.
“ Keenan.” Teriak dua gadis cantik yang berlari tergesa-gesa menghampirinya.
Keenan menatap keduanya dengan tatapan bahagia, dia berpikir bahwa keduanya mungkin tidak akan datang melihat kepergiannya hari ini. Daisy dan Lily kini sudah berdiri di hadapan Keenan, keduanya terlihat kelelahan karena berlari dengan cepat agar tidak terlambat.
__ADS_1
“ Kalian akhirnya datang, kirain lupa sama aku.” Seloroh Keenan.
“ Aku sama Daisy ada jadwal dadakan, kami hanya izin sebentar untuk melihatmu.” Jawab Lily.
“ Kamu beneran mau pergi ke Indonesia? Nggak mau disini aja.?” Tanya Lily mencoba mengatur nafasnya kembali.
“ Aku nggak akan selamanya disana kok, kalau ada waktu luang pasti balik lagi.” Balas Keenan.
Waktu terus berjalan dan Keenan sudah harus masuk untuk melakukan boarding pass, kemudian Lily mendorong Daisy untuk maju menghadapi Keenan di menit terakhir.
“ Hati-hati, ini buat kamu. Jangan di baca kalau belum naik pesawat.” Daisy memberikan sebuah surat kepada Keenan dan di terima Keenan dengan senang hati.
“ Hanya ini? kamu nggak mau bilang apa-apa lagi.?” Tanya Keenan pada Daisy.
“ Semuanya ada di dalam surat itu.” Jawab Daisy lirih.
Keenan melirik Lily yang sejak tadi tersenyum mencurigakan, entah apa yang telah terjadi pada dua saudara kembar itu. Keenan berpikir mungkin sesuatu yang baik telah terjadi pada mereka.
“ Kamu baik-baik ya disana.” Sahut Lily.
Dan Keenan pun sudah harus masuk ke dalam, dia menggenggam surat pemberian Daisy dengan kuat. Tak sabar rasanya untuk segera membaca isinya, hari ini pun Daisy terlihat begitu mempesona yang membuat perasaannya sulit untuk hilang.
**
Dua hari yang lalu
“ Lily. Dimana Daisy.?” Tanya Mike pada putrinya ketika gadis itu baru saja kembali dari hari yang melelahkan.
“ Papa belum melihatnya sejak tadi, ini sudah malam dan nomornya pun sulit di hubungi.”
Lily benar-benar tidak tahu dimana keberadaan saudara kembarnya itu, hari ini mereka memiliki jadwal yang berbeda sehingga dia tidak tahu dimana Daisy sekarang.
“ Apa jangan-jangan dia diam-diam menemui Keenan lagi? “ Benak Daisy yang mulai meraih ponselnya.
Karena nomor Daisy sulit untuk di hubungi, Lily pun mencoba mencaritahu keberadaan Daisy pada Keenan. Dia menghubungi Keenan dengan menanyakan keberadaan pria itu terlebih dulu.
“ Aku di rumah, memangnya kenapa.?” Sahut Keenan di seberang sana.
“ Oh nggak, aku kira kamu lagi di luar.”
Karena Lily sudah mengetahui Keenan tidak sedang bersama Daisy, panggilan pun berakhir. Dan tak lama setelah itu, Daisy pun muncul. Gadis itu melewati Lily begitu saja menuju kamarnya, sejak hari itu keduanya memang jarang bicara dan cenderung cuek satu sama lain.
Sampai pada akhirnya timbul perasaan tidak nyaman di hati Lily, dia merasa saat ini bukan waktunya tinggal diam. Hanya tersisa dua hari lagi sampai Keenan berangkat ke Indonesia, dia harus melakukan sesuatu yang penting.
Tok..tok…tok…
Lily akhirnya mendatangi kamar Daisy demi menyelesaikan masalah di antara mereka, sebagai seorang saudara yang lahir lebih dulu, dia pun harus memulai semuanya sekarang.
Daisy baru saja membuka kunci dan membiarkan Lily masuk ke dalam kamarnya. Lily baru saja membuka pintu kamar dan melihat keberadaan Daisy di atas tempat tidur sambil menatapnya bingung.
__ADS_1
“ Ada apa.?” Tanya Daisy pelan.
“ Aku mau ngomong serius sama kamu, dan tolong kali ini aja kamu jujur ke aku.” Pinta Lily dengan sangat.
“ Kamu sebenarnya menyukai Keenan kan? Selama ini kalian tidak benar-benar cuek satu sama lain? Selama Keenan di New York, setiap hari kamu selalu memainkan hp kamu dan tersenyum nggak jelas. Semua itu karena Keenan kan? Sebaiknya kamu jujur, aku capek lihat kamu selalu berbohong ke aku.” Sahut Lily terdengar mulai serius.
“ Itu dulu, sekarang sudah tidak lagi.” Jawab Daisy membuat Lily terkejut.
“ Kenapa? kenapa tidak lagi? Apa perasaanmu ke Keenan hanya sampai di situ saja.?”
“ Mana mungkin aku menyukai pria yang di sukai oleh saudaraku sendiri. Aku nggak mau hanya karena satu pria hubungan persaudaraan kita bakal rusak, jadi aku menyerah dengan perasaanku.” Balas Daisy menatap Lily tak kalah serius.
“ Dasar bodoh. Kau pikir selama ini aku benar-benar menyukai Keenan.?” Sahut Lily dengan tatapan sendu.
“ Kau tidak menyukai Keenan?” tanya Daisy penasaran.
“ Tentu saja tidak. Selama ini aku menganggap Keenan hanya sebagai saudara laki-lakiku saja, aku sadar kalau kamu juga tertarik dengan Keenan. Begitu pun sebaliknya, melihat kalian mulai dekat rasanya membuatku sakit. Aku nggak mau saudaraku satu-satunya pergi dengan pria itu, lalu aku sama siapa nanti.?” Isak Lily.
Daisy beranjak dari tempat tidur dan memeluk saudaranya dengan rasa bersalah, selama ini Lily memang selalu mencari perhatian lebih pada siapapun tapi siapa sangka dia melakukan semua itu agar dia dan Daisy tidak terpisahkan.
“ Sejak dulu kau terlalu pendiam, aku tidak tahu apa yang kau pikirkan. Jadi aku sengaja mendekati Keenan untuk membuatmu lebih banyak bicara dan lebih jujur dengan perasaanmu. “ Kata Lily sekali lagi.
“ Aku diam karena ku pikir kau juga menyukai Keenan, aku salah karena tidak memberitahumu semuanya. Maafkan aku, aku benar-benar saudari yang bodoh.” Ucap Daisy yang ikut merasa bersalah.
Lily melepaskan pelukannya dan mulai menatap Daisy dengan mata yang sendu.
“ Dengar, mulai sekarang jangan merahasiakan apapun dariku. Kalau kau menyukai Keenan, kau boleh terang-terangan melakukannya. Aku pun nggak akan mengusik kalian lagi, yang penting kau masih menjadi saudariku satu-satunya.”
“ Dasar bodoh, tentu saja. Kau akan menjadi saudariku satu-satunya.” Balas Daisy kembali memeluk Lily.
**
Pesawat yang di tumpangi oleh Keenan kini telah berada di ketinggian 2000 kaki di atas permukaan tanah, Keenan terlihat masih menatap surat pemberian dari Daisy dengan rasa penasaran dan juga ketakutan kecil saat menatap surat itu.
“ Sebaiknya ku baca saja.” Keenan mulai membuka surat dari Daisy dengan sangat hati-hati,
Dear Keenan
Hai Nan, apa kabar? Kalau kamu udah baca surat ini itu artinya kita udah nggak di satu kota yang sama lagi. Aku sengaja nulis surat ini untuk kasih tahu ke kamu tentang perasaan aku, kenapa aku tulis dan nggak aku bilang langsung ke kamu? Soalnya aku terlalu malu untuk ketemu kamu dan mengatakan semuanya secara langsung. So, kamu baca suratku baik-baik ya Nan.
Keenan, jujur aku juga punya perasaan ke kamu. Aku salah paham selama ini karena mengira kamu lebih suka sama Lily, begitu pun sebaliknya. Tapi sekarang aku sudah tahu semuanya, Lily nggak suka sama kamu seperti aku suka dan sayang ke kamu.
Mungkin sekarang sudah terlambat ya kalau aku confess ke kamu, tapi nggak apa-apa. Kamu harus tahu kalau aku udah suka sama kamu sejak dulu, aku sayang sama kamu Nan.
Sekarang biarkan waktu memisahkan kita, kalau benar kita berjodoh, aku mau kita kembali di pertemukan di waktu yang baik. Kamu harus bisa sukses dengan impian kamu, begitu pun denganku. Jangan lupain aku ya Keenan, aku sayang sama kamu.
Keenan tidak bisa menahan perasaannya saat selesai membaca surat dari Daisy, jika bukan di dalam pesawat dia mungkin sudah berteriak kegirangan.
Surat dari Daisy dia tutup kembali dengan rapat, kemudian di simpan ke dalam tas agar tidak hilang. Semua perasaan yang mengganjal di hati dan pikirannya langsung hilang seketika, Keenan merasa hidupnya kembali dengan normal.
__ADS_1
“ Baiklah, kalau kamu ingin kita bertemu di waktu terbaik. Aku akan mengusahakannya.” Ucap Keenan dengan sungguh-sungguh.