
Arkana masih sangat syok melihat mamanya ternyata ada di butik yang sama dengan tujuan Qania hari ini, tadinya Arkana hanya ingin mengantarnya sampai di depan. Namun dia tiba-tiba berubah pikiran dan memutuskan untuk menemani Qania sampai selesai.
“ Kamu ngapain datang kesini.?” Tanya mama Widya terlihat curiga.
“ Jadi begini tante, aku minta tolong sama Arkana buat nganterin aku ke butik soalnya mobil aku tiba-tiba nggak bisa jalan.” Jelas Qania angkat bicara duluan.
“ Kenapa harus Arka? Di Jakarta kan banyak taksi online, kamu tahu kan Arka sudah menikah dia sudah punya istri.” Lontar mama Widya sinis.
“ Saya tahu tante, maaf kalau saya buat tante nggak nyaman.” Balas Qania menundukkan kepalanya.
“ Sudahlah ma, aku yang tawarin dia tumpangan kok.” Sahut Arkana.
“ Kamu ada waktu buat orang lain, kenapa sama istri kamu nggak.?” Mama Widya kembali melirik Arkana dengan sinis.
Tak lama setelah itu Jingga keluar dari ruang ganti mengenakan dress pilihan mama Widya, dia di buat terkejut ketika melihat diluar sana ternyata sudah ada Arkana dan seorang wanita yang belum pernah di temui olehnya.
“ Mas Arka kok bisa ada disini.?” Tanya Jingga.
“ Sekarang juga kamu sama Jingga pulang. Qania bisa pulang naik taksi online.” Ucap mama Widya.
Jingga benar-benar bingung sekarang ini, apa yang telah dia lewatkan sampai membuat ekspresi mama Widya yang sebelumnya terlihat ceria mendadak kesal.
“ Ayo kita pulang.” Arkana menyodorkan tangannya kepada Jingga, namun wanita itu melihat ada luapan amarah yang sebentar lagi akan di berikan kepadanya.
“ Tapi bagaimana dengan mama.?” Jingga melirik mama Widya berharap beliau mencabut ucapannya barusan.
“ Mama bisa pulang sendiri, dress yang kamu coba langsung bawa pulang aja. Nanti mama yang bayar, kamu boleh pulang sama Arkana sekarang.” Balas mama Widya kemudian.
Arkana meraih tangan Jingga untuk membawanya pergi dari sana, dan Jingga hanya bisa pasrah. Sebelum dia berlalu, dia sempat menatap wajah Qania dan memberikan senyuman sekilas.
**
__ADS_1
“ Sakit mas, sakit.., lepasin aku mas.” Keluh Jingga ketika Arkana menarik tangannya masuk ke dalam rumah dengan paksa.
Bi Inah dan Bi Salma hanya dapat menyaksikan Arkana menarik Jingga masuk ke dalam kamar, mereka tidak bisa membantu sama sekali meskipun mereka sangat ingin menolong Jingga.
Arkana benar-benar di selimuti emosi yang membuatnya hanya bisa melampiaskan semua emosinya kepada Jingga. Saat mereka sudah masuk ke dalam kamar, Arkana dengan kasar mendorong Jingga ke lantai kamar mandi.
Jingga di siram air kemudian di pukul bagian lengan kanan dan kiri, setelah itu menyiramnya kembali dengan air. Jingga menangis meminta ampun pun tidak akan di dengar oleh Arkana, melawan pun mustahil sehingga dia hanya bisa pasrah.
“ Gara-gara kamu, dia sampai di marahi oleh mama. Kamu itu pembawa sial di hidup aku tahu nggak.!!!” Ucap Arkana yang akhirnya berhenti melakukan semua itu.
“ Lagian kamu ngapain sih kesana? Aku udah bilang kan sama kamu kalau kamu jangan keluar rumah tanpa seizin aku.??” Lanjut Arkana ketus.
“ Aku nggak tahu apa-apa mas, mama Cuma ngajak aku keluar belanja. Aku juga udah izin ke kamu sebelumnya, mungkin kamu yang nggak periksa hp kamu.” Balas Jingga dengan isak tangis.
Tubuh Jingga merasakan sakit yang luar biasa, mungkin besok akan menimbulkan bekas memar. Arkana masih berdiri di sampingnya, dia terlihat mencemaskan wanita yang datang bersamanya tadi.
Jingga bahkan tidak tahu siapa wanita itu dan kenapa Arkana sangat peduli padanya. Jika di perhatikan sepertinya mama Widya memang tidak menyukai wanita itu, apa mungkin selingkuhannya? Jingga tidak tahu, dia hanya ingin keluar dari tempat itu segera mungkin.
Jingga pun segera beranjak dari lantai kamar mandi, dia harus memanfaatkan waktu untuk segera pergi sebelum Arkana berubah pikiran. Dan kini dia berhasil keluar dari kamar pria itu, dia berjalan menuju kamarnya dengan tangis yang tak tertahankan lagi.
**
Malamnya Arkana mengajak Jingga untuk pergi ke pesta pertemuan teman dekatnya, pria itu menemui Jingga yang sedang tertidur di kamarnya yang kemudian membangunkannya dengan nada yang ketus.
Jingga membuka kedua matanya dan mendapati Arkana sudah berdiri di samping tempat tidur, Jingga pun berusaha untuk duduk meski tubuhnya saat ini sedang sakit.
“ Kita mau kemana mas.?” Tanya Jingga penasaran.
“ Nggak usah banyak tanya, cepat dandan yang rapih dan aku tunggu kamu diluar.” Ucap Arkana kemudian.
Sebelum Arkana kelur dari kamar Jingga, dia tanpa sengaja melihat lengan Jingga yang memar akibat pukulannya tadi sore. Kemudian Arkana menyuruh Jingga untuk mengenakan pakaian yang dapat menutupi memarnya tersebut, dia tidak ingin seseorang sampai melihatnya.
__ADS_1
“ Baik mas, aku akan segera siap-siap.” Balas Jingga pasrah.
“ Jangan pakai lama.” Lontar Arkana berlalu meninggalkan kamar itu.
**
Jingga dan Arkana tiba di sebuah lokasi pertemuan yang dimana salah satu teman Arkana mengadakan pesta ulang tahun, mereka yang datang wajib membawa pasangan masing-masing. Meskipun Arkana tidak mengharapkan Jingga hadir, dia harus tetap menjaga imagenya di hadapan semua orang bahwa dia adalah suami yang perhatian.
“ Ini dia tamu utama kita, Arkana dan istrinya.” Seru seseorang yang menyambut mereka berdua dengan penuh suka cita.
“ Lama nggak ketemu ya, kenalin dia istriku namanya Jingga.” Arkana memperkenalkan Jingga kepada mereka karena sebagian dari mereka waktu itu tidak sempat hadir di pernikahannya.
“ Halo semuanya, senang bertemu dengan kalian.” Ucap Jingga sambil menyunggingkan senyum kepada semua orang yang ada di tempat itu.
“ Istri lo cantik banget Ar, kayaknya emang lo terlahir buat dapetin wanita cantik ya.” Seru mereka lagi.
“ Kalian bisa aja.” Balas Arkana terlihat malu-malu, namun sebenarnya Jingga tahu kalau itu hanya sebuah acting.
Dan sekarang Jingga sudah bergabung di meja para wanita, sebagian dari mereka sudah berstatus menikah namun ada beberapa yang masih single. Jingga di terima hangat oleh mereka semua, dan dia cukup merasa nyaman meski kondisinya sedang tidak baik saat ini.
“ Hari ini Qania juga datang kan.?”
“ Kayaknya sih, soalnya tadi dia bilang kalau mobilnya bermasalah tapi katanya udah selesai di perbaiki.”
“ Halo semuanya, maaf buat kalian menunggu. Hen, selamat ulang tahun yaa.” Seru seorang wanita yang baru saja datang dengan penuh semangat.
Jingga mengenal wanita itu dimana dia adalah wanita yang sama saat di butik hari ini. melihatnya terlihat begitu akrab dengan semua orang kecuali Arkana membuat Jingga merasa bingung.
“ Jingga, kamu tahu dia kan.?” Sahut Yuli salah satu istri dari teman Arkana.
“ Aku nggak tahu.” Balas Jingga memang benar-benar tidak mengetahui siapa wanita itu.
__ADS_1
“ Dia Qania, mantannya Arkana.” Balas Yuli membuat Jingga paham sekarang dengan sikap Arkana hari ini.