Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Wedding Anniversary


__ADS_3


Tak pernah terbayangkan sebelumnya oleh Jingga bahwa dia bisa merasakan kehangatan sebuah keluarga yang dia bangun bersama Arkana, semenjak kedua orang tuanya meninggal dia sempat berpikir bahwa sudah tidak ada lagi perasaan bahagia memiliki sebuah keluarga. Ternyata dia salah, kebahagiaan itu berhasil kembali dia dapatkan pada suami dan putranya,


Tanpa terasa kini usia pernikahan Jingga dan Arkana sudah memasuki usia dua tahun pernikahan, banyak orang-orang berkata bahwa ketika pernikahan sudah memasuki usia dua tahun, masa dengan resiko perceraian begitu tinggi.


Tapi nyatanya hal itu tidak berlaku dengan mereka berdua, keharmonisan yang mereka bangun membuat hubungan keduanya semakin erat dan kuat. Arkana akan selalu mengaku salah duluan jika sesuatu terjadi di antara mereka, meskipun Jingga yang melakukan kesalahan dia tetap akan menganggap bahwa dirinya yang salah.


Kehadiran Keenan tentu menjadi alasan utama mengapa mereka tetap menjaga keharmonisan rumah tangga keduanya, selama tinggal di Singapura, mereka memang tidak pernah pergi berdua karena selalu ada Keenan yang mereka bawa bersama.


Namun hari ini Arkana dan Jingga akan pergi berdua merayakan anniversary pernikahan mereka, sementara Keenan akan di titipkan ke teman Arkana yang sudah dapat di percaya oleh Arkana sebelumnya.


Keenan sendiri sudah di antar ke rumah teman Arkana, dan sekarang mereka berdua sedang siap-siap untuk melakukan kencan mereka setelah sekian lama.


Jingga sedang menatap wajahnya di depan cermin sambil mempercantik dirinya dengan make up yang sesuai untuk hari ini, Jingga terlihat mengenakan dress berwarna merah cerah yang memperlihatkan sebagian pundaknya.


Sesuatu tiba-tiba membuatnya terkejut, Arkana datang memeluknya dari belakang sambil membenamkan kepalanya di tengkuk Jingga.


“ Siapa yang suruh kamu pakai dress kaya gini, hah.?” Bisik Arkana sedikit mencium tengkuk Jingga.


“ Memangnya kenapa? aku kan mau tampil cantik di depan suami aku.” Jawabnya pelan.


“ Aku nggak suka kalau ada laki-laki lain yang lihat, cepat di ganti.” Titah Arkana ikut menatap wajah Jingga pada pantulan cermin.


“ Tapi mas, dressnya kan cantik.”


“ Sama suami nggak boleh bantah, ayo ganti.”


Pada akhirnya Jingga pun terpaksa harus mengganti dress merah itu menjadi dress berwarna hitam yang menutup bagian pundaknya. Arkana merasa puas dan langsung membelai kepala Jingga dengan penuh kelembutan.


“ Siap untuk berangkat, nyonya Arkana.?” Seloroh Arkana yang akhirnya membuat Jingga kembali tersenyum setelah mendengar sebutan barusan.


**

__ADS_1


Semua persiapan hari ini di usulkan oleh Arkana, dia telah mereservasi sebuah resto sebelumnya, nama retorannya adalah Odette, dan itu merupakan salah satu restoran terbaik di Singapura.


Suasana yang mewah ketika memasuki resto, hingga desain bangunan yang klasik dan di dominasi oleh warna putih yang menarik perhatian setiap pengunjung di restoran tersebut.


Bukan tanpa alasan Arkana memilih restoran tersebut, katanya resto itu sudah banyak di kunjungi oleh orang-orang yang juga merayakan anniversary mereka. Pelayan serta cita rasa dari makanan tidak dapat di ragukan lagi.


Seorang menager resto langsung turun tangan menyambut Jingga dan Arkana, dia bahkan menunjukkan meja yang telah di pesan oleh Arkana. Sebuah meja yang di desain khusus untuk dua orang saja, sangat private dan tentunya akan membuat mereka nyaman untuk menikmati makan malam hari ini.


Jingga dan Arkana sudah duduk masing-masing di kursi mereka, kemudian para pelayan datang membawakan beberapa menu yang telah di pesan Arkana sebelumnya. Semua menu yang datang adalah makanan kesukaan Jingga, Arkana tidak perlu lagi menanyakan apa yang ingin di makan oleh Jingga, sebab dia sudah menghafalnya sejak dulu.


“ Aku sampai speechless mas, aku nggak tahu lagi mau ngomong apa.” Kata Jingga setelah melihat semua yang Arkana persiapkan untuknya.


“ Belum selesai, masih ada lagi.” Balas Arkana sibuk memotong daging steak miliknya, kemudian di tukar dengan milik Jingga sehingga Jingga tak perlu repot-repot lagi untuk memotongnya.


“ Masih ada lagi.?” Tanya Jingga menatap Arkana penasaran.


“ Masih ada sekitar tiga lagi.” Jawabnya sambil menunjukkan ketiga jarinya.


“ Apa mas.?”


Jingga pun menurut dan segera menikmati hidangan yang di sediakan, di sela-sela makan malam mereka, tiba-tiba saja ada beberapa orang yang muncul dengan membawa alat musik.


“ For my wife, from your husband.” Salah satu pria disana baru saja membaca sebuah surat yang ternyata dari Arkana yang memang sengaja untuk di sebutkan.


Alunan masuik klasik mulai terdengar di ruangan itu, Jingga menyunggingkan senyum menikmati setiap alunan yang merdua yang di mainkan oleh pemusik itu.


Arkana ikut tersenyum melihat Jingga terlihat bahagia, dia bahkan tidak fokus melihat pemusik itu karena baginya menatap Jingga adalah sebuah pemandangan yang sangat indah.


Setelah makan malam di temani alunan musik yang indah, sekarang masih ada lagi kejutan yang di siapkan oleh Arkana. Pria itu menarik tangan Jingga menuju jendela besar yang terdapat di restoran tersebut, disana mereka bisa melihat keindahan kota di malam hari.


Arkana menerima sebuah kotak dari seorang pelayan, hal itu juga sudah di siapkan olehnya sebelumnya. Kemudian dia memberikan kotak itu kepada Jingga dan menyuruhnya untuk segera di buka.


“ Ini apa sih mas.?”

__ADS_1


“ Buka aja kalau kamu mau tahu.”


Ketika Jingga membuka kotaknya, dia di kejutkan dengan sebuah kunci mobil di dalam kotak tersebut. Dia tidak percaya karena Arkana memberikan sebuah mobil mewah untuknya, Arkana sendiri memberikan Jingga hadiah anniversary pernikahan mereka berupa sebuah mobil mewah jenis BMW X5 yang harganya sudah bukan ratusan juta lagi.


Jingga memang tidak terlalu tertarik dengan mobil, tapi dia tahu mana mobil mahal dan bukan. Dia sendiri masih sangat syok dengan hadiah yang Arkana berikan untuknya.


“ Kamu kenapa kasih aku mobil semahal ini mas.?”


“ Kamu kan calon desainer sukses, aku mau kamu pergi kemana-mana dengan nyaman jadi aku kasih mobil yang bisa kamu gunakan nantinya.”


Jingga sampai terharu mendengarnya, dia pun memeluk Arkana sembari mengucapkan rasa terima kasih atas mobil yang di berikan oleh suaminya itu.


“ Aku masih ada lagi, dan ini yang terakhir.” Arkana meraih pinggang Jingga sambil berjalan mendekati jendela.


Di hadapan Jingga saat ini terlihat sebuah cahaya titik titik kecil yang terbang ke langit malam, rupanya benda itu adalah sebuah drone yang bergerak membentuk sesuatu yang membuat Jingga sangat penasaran dengan hasilnya.


Drone itu bergerak membentuk sebuah tulisan, dari tulisan yang di hasilnya senyuman Jingga terlihat pudar. Matanya mulai terlihat berkaca-kaca, sangat jelas di bola matanya pantulan dari sinar di depan yang membuat dirinya kesulitan berkata-kata.


“ Jingga, aku sayang kamu selamanya. Mari hidup bersama selamanya, dari seorang pria yang beruntung memilikimu.”


Kalimat itu tersusun dengan sangat jelas di langit yang dapat di saksikan oleh semua orang di seluruh penjuru kota. Jingga sampai menangis bahagia di buatnya, ini adalah hadiah terbaik yang pernah dia dapatkan seumur hidupnya.


“ Jangan nangis dong, aku mau kamu terus tersenyum.” Sahut Arkana meraih wajah Jingga sambil menyeka air matanya.


“ Terima kasih ya mas, aku nggak tahu harus bilang apalagi. Semua yang kamu kasih sangat berarti buat aku, aku sampai menangis begini karena aku bahagia, bahagia banget.”


Jingga kemudian sadar bahwa hari ini yang lebih banyak memberikan kejutan hanya Arkana seorang, dia sambil menyeka air matanya mulai menatap kedua bola mata Arkana.


Jingga meraih wajah Arkana dan memberikan sebuah ciuman yang tak terduga sebelumnya, kedua bola mata Arkana sampai terbelalak kaget mendapat kejutan yang tiba-tiba itu.


“ Hadiahku adalah…”


Sekali lagi Arkana terlihat terkejut setelah mendapat bisikan dari Jingga, wajahnya memerah menahan perasannya saat ini. Jingga tersenyum kecil dan membuat Arkana ingin segera pulang untuk mendapatkan hadiah dari istrinya itu.

__ADS_1



__ADS_2