Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Kamu Hebat


__ADS_3


Jingga memperhatikan Arkana yang sedang mengompres pergelangan kakinya saat ini, padahal beberapa menit yang lalu dia memaksa menyuruh Jingga untuk pulang.


“ Dia sebenarnya bukan orang jahat, dia hanya kekurangan kasih sayang. Karena sebenarnya tidak ada orang jahat di dunia ini, mereka hanya belum mendapatkan cinta yang cukup saja.” Benak Jingga masih sibuk menatap Arkana.


“ Tunggu lima menit baru kau boleh pulang.” Ucap Arkana setelah selesai melakukannya.


“ Mas, terima kasih.” Sahut Jingga membuat keduanya sempat saling melakukan kontak mata, sebelum akhirnya Arkana memalingkan wajahnya lebih dulu.


Arkana beranjak menuju tempat tidur dan mulai sibuk dengan ponselnya, tak lama setelah itu Jingga mendapat pesan dari seseorang. Jingga membuka pesan dari Qania yang berbunyi.


Qania : Kamu lagi sama Arkana kan.?


Jingga : Iya, aku lagi sama dia.


Qania : Dia ngapain sekarang? Dia nggak lagi menyendiri kan.?


Jingga : Aku lagi sama dia di dalam kamar, memangnya kenapa?


Qania : Hari ini aku dengar Arkana mengalami masalah di ruang operasi, ini pertama kalinya Arkana gagal menyelamatkan nyawa seseorang. Aku khawatir dia frustasi dan mengurung diri sendirian.


Jingga sekarang paham kenapa Arkana memutuskan untuk tinggal di hotel, dan dari apa yang di lihat oleh Jingga sekarang bahwa Arkana sedang menutupi kesedihannya. Saat dia datang terlihat kalau mata Arkana sembab, tapi dia terus berusaha terlihat baik-baik saja.


Jingga : Kamu nggak usah khawatir, ada aku bersamanya.


Jingga mengakhiri percakapannya dengan Qania barusan dan kemudian beranjak dari tempatnya, kakinya sudah tidak sakit lagi dan itu membuat perhatian Arkana tertuju padanya sekarang.


“ Aku mau tinggal disini sama kamu.” Lontar Jingga sukses membuat Arkana terkejut.


“ Aku nggak mau, kamu pulang saja sana.” Tolak Arkana.


“ Aku juga nggak mau.” Jingga menjatuhkan tubuhnya di samping Arkana saat itu.


Arkana kemudian berdiri dan menarik tangannya untuk segera pergi, dia tidak ingin hal buruk terjadi di kamar itu. Sekarang Arkana sedang menarik Jingga untuk keluar, namun secara tiba-tiba Jingga langsung memeluk tubuh Arkana.

__ADS_1


Arkana berusaha melepaskan Jingga yang memeluknya seperti bayi koala, namun hal itu tetap tidak bisa membuat Jingga lepas. Dan sekarang Arkana tertegun atas apa yang di lakukan istrinya itu.


“ Aku memang nggak tahu banyak soal kamu, tentang masalah yang kamu hadapi, tentang rasa sakit yang kamu rasakan sendiri. Di dunia ini tidak ada orang yang bisa lepas dari kesedihan, tapi akan selalu ada cara untuk mendapatkan kebahagiaan. “


Jingga kemudian melepaskan pelukannya dan menatap wajah Arkana dengan senyum yang merekah.


“ Kamu melakukan yang terbaik, kamu hebat, kamu nggak sendirian. Ada aku disini, kamu bisa menceritakan semuanya dan kita bisa sama-sama mencari kebahagiaan.” Ucap Jingga lirih.


Arkana menarik Jingga ke dalam pelukannya, dia melakukan itu cukup lama untuk menutupi wajah sedihnya dari Jingga. Jingga sebenarnya tahu kalau Arkana sedang menangis, dan cara yang dia lakukan untuk meluluhkan hati Arkana ternyata berhasil.


“ Jadi memang benar dugaan aku, kamu hanya butuh perhatian lebih mas.” Benak Jingga sambil mengusap lembut pundak Arkana.


Setelah beberapa saat akhirnya Arkana melepaskan pelukannya, dia pun mau untuk di ajak pulang ke rumah. Dengan begini Jingga tidak perlu merasa khawatir lagi padanya.


**


Waktu berlalu sangat cepat, sekarang usia kandungan Jingga sudah menginjak usia delapan minggu. Hari ini dia akan melakukan cek kandungan, namun dia dan Arkana akan bertemu di rumah sakit dan yang mengantar Jingga kesana tak lain adalah pak Jefri.


Setibanya di rumah sakit, Jingga dia sambut oleh Arkana yang sudah menunggunya di depan rumah sakit. Kini keduanya bersama-sama menuju ruangan dokter Nala untuk memulai pemeriksaan.


Sepanjang jalan menuju ruangan dokter Nala, tampak beberapa orang memperhatikan mereka berdua dengan tatapan yang beraneka macam. Sampai ketika mereka masuk ke dalam lift, saat itu juga Arkana melepaskan tangannya dari Jingga.


“ Jingga.” Tegur Qania yang tanpa sengaja berpapasan di koridor.


“ Qania.”


“ Kamu mau periksa kandungan ya.?”


“ Iya, sudah waktunya untuk periksa.”


“ Udah mulai kelihatan kalau kamu sedang hamil, semoga sehat terus ya.”


“ Terima kasih.”


“ Ayo sayang kita harus segera ke ruangan dokter Nala.” Arkana menarik Jingga meninggalkan Qania tanpa menegurnya sama sekali.

__ADS_1


Jingga bingung dengan sikap Arkana yang sangat dingin pada Qania, sebenarnya ada masalah apa yang terjadi di antara mereka dulu sampai Arkana bersikap seperti itu.


**


Hari ini Jingga telah selesai melakukan pemeriksaan kandungan, dokter Nala mengatakan bahwa kandungan Jingga sehat begitu pun dengan ibunya.


Dokter Nala juga memberitahu Arkana untuk selalu menjaga mood Jingga agar tetap baik, seorang wanita hamil harus tetap merasa senang dan tidak boleh sedih.


“ Saya mau bicara dengan dokter Arkana dulu, boleh kamu menunggu diluar sebentar.” Ucap dokter Nala pada Jingga.


“ Boleh dok. Kalau gitu aku tunggu kamu di luar ya mas.” Seru Jingga di balas anggukan pelan dari Arkana.


Sekarang Jingga sudah keluar dari ruangan dokter Nala, saat itu dia melihat Qania sedang lewat ke arah suatu tempat. Jingga yang masih menyimpan banyak pertanyaan akhirnya mengejar langkah Qania.


“ Qania.” Panggil Jingga berhasil membuat wanita itu menoleh.


“ Jingga?”


“ Aku mau ngomong sama kamu.”


“ Ngomong sama aku? Tentang apa.?”


“ Tentang kamu dan Arkana.”


Qania langsung memasang wajah panik dan berusaha untuk tidak menatap tatapan Jingga. Kemudian Jingga langsung to the point padanya bahwa dia tahu kalau dulu dia dan Arkana pernah menjalin suatu hubungan.


Qania langsung menarik Jingga menuju ruangannya agar mereka bisa mengobrol dengan bebas. Kemudian setelah mereka tiba di sana, Jingga kembali mengulangi ucapannya.


“ Maaf kalau aku pernah bohong sama kamu tentang hubunganku dan Arkana.” Qania menundukkan kepalanya dengan perasaan bersalah.


“ Aku ngerti kok, kamu pasti bohong sama aku biar aku nggak cemburu kan.?” Lontar Jingga membuat Qania mengangkat wajahnya dengan cepat.


“ Tapi itu hanya masa lalu kok, aku sama Arkana sudah berpisah dan juga aku udah nggak ada rasa apapun ke dia.”


“ Tapi mas Arka masih sayang sama kamu.”

__ADS_1


“ Jingga? Kenapa kamu ngomong begitu? Bukannya Arkana juga sayang sama kamu.?”


“ Sejak awal mas Arka nggak pernah sayang sama aku, dia Cuma sayang sama kamu. Dan sampai sekarang pun dia masih menyayangimu, kamu lihat hubungan aku sama mas Arka baik-baik saja selama ini, sebenarnya itu hanya sebuah kebohongan.” Ungkap Jingga sukses membuat Qania terkejut mendengarnya.


__ADS_2