
Selama satu minggu ini Arkana sibuk dan selalu pergi pagi pulang malam, kebersamaannya dengan Jingga bisa di hitung jam saja. Dan biasanya jika Arkana pulang dia sudah tidur duluan, sehingga tidak ada waktu untuk mereka bisa mengobrol seperti biasanya.
Bi Inah dan bi Salma sudah kembali ke rumah itu lagi sejak satu minggu yang lalu, semua urusan rumah di urus sama mereka atas perintah Arkana. Jingga tidak di perbolehkan ada di dapur selama dia masih mengandung, dan mereka berdua juga tidak boleh meninggalkan Jingga sendirian selama Arkana sibuk dengan pekerjaannya.
Kedua pembantu itu sebenarnya sudah bekerja di rumah majikan baru mereka, tapi karena Jingga hanya ingin mereka berdua sebagai pembantu di rumah itu alhasil Arkana memberikan bonus tiga kali lipat dari gaji yang mereka dapatkan sebelumnya.
“ Hampir dua bulan kita di pecat, dan sekarang kita kembali ke rumah ini lagi. Kayaknya kita memang berjodoh ya non.” Sahut bi Inah membuat Jingga tersenyum simpul mendengarnya.
“ Dan yang lebih mengejutkannya lagi sekarang tuan Arka udah bucin banget sama non Jingga.” Sambung bi Salma.
“ Benar-benar kaya di drakor ya non, akhirnya kalian berdua bisa saling mencintai satu sama lain.”
Jingga hanya bisa tertawa mendengar mereka terus bicara, kehadiran mereka berdua memang dapat membuatnya merasa lebih baik. Meski begitu Jingga juga butuh sosok Arkana, sudah satu minggu dia tidak bisa mengahabiskan waktu bersama suaminya itu.
“ Sudah hampir waktunya makan siang, kita ke dapur dulu ya non.” Seru bi Inah di balas anggukan pelan dari Jingga.
Jingga baru saja mendapat pesan dari Arkana, meskipun mereka jarang menghabiskan waktu bersama. Tapi untuk urusan saling mengirim kabar tentu tidak pernah luput mereka lakukan.
Arkana : Kamu lagi apa? Udah makan?
Jingga : Barusan ngobrol sama bibi di sini, aku lagi nunggu mereka buat makanannya. Kalau kamu udah makan belum?
Arkana : Belum, aku masih ada jadwal pasien.
Jingga : Nanti jangan lupa makan ya.
Arkana : Siap sayang
Jingga tersipu malu ketika membaca pesan Arkana yang menyebutnya sayang, dia merasa jantungnya berdegup lebih cepat dari sebelumnya. Dan sekarang dia bingung harus menjawabnya seperti apa.
Jingga : *emoticon senyum
Arkana : Aku kangen, pengen peluk.
__ADS_1
Lagi dan lagi balasan Arkana membuat Jingga tidak bisa berkata-kata, kali ini dia merasa seperti ABG yang baru saja jatuh cinta. Dan tak ingin membuat waktu Arkana terganggu, dia pun hanya membalas emoticon pelukan dan mengakhiri pesannya.
“ Non Jingga lebih sering senyum sekarang.”Ucap Bi Inah yang sejak tadi memperhatikan Jingga.
“ Namanya lagi kasmaran, maklum mereka kasmarannya telat.” Balas bi Salma.
**
Saat ini Jingga sedang sibuk di dalam kamar, dia merasa sedikit pusing setelah makan siang hari ini. Oleh karena itu dia memutuskan untuk istirahat di dalam kamarnya, dan karena bosan dia pun mencoba melirik ponsel dengan harap ada pesan dari suaminya.
“ Mas Arka pasti masih sibuk.” Gumam Jingga sambil mempout kan bibir merah mudanya.
Sudah lama Jingga tidak main social media, dia pun membuka akun instagramnya dan melihat ada begitu banyak hal yang terjadi di dunia maya yang hampir tidak dia ketahui.
Dertan DM instagram yang masuk begitu banyak sampai dia tidak tahu harus membaca yang mana dulu, kemudian ada satu akun anonym yang dulu sering mengirimkannya pesan. Dan setelah di cek ternyata pesan baru banyak yang masuk, ada ucapan selamat ulang tahun yang telah lama berlalu dan orang itu mengirimkan kata-kata yang cukup manis.
Kemudian satu akun bernama TsaniaAuliaa_28 membuat Jingga penasaran karena akun itu telah meminta permintaan mengikuti yang lumayan lama dia ajukan. Jingga pun mengklik tulisan konfirmasi dan ikuti balik sehingga dia bisa melihat isi profil dari Tsania.
“ Dia mahasiswa koas yang di bimbing mas Arka kan.?”
Salah satu postingan memperlihatkan jemari yang tersemat cincin, dan pada captionnya tertulis bahwa cincin itu merupakan pemberian seorang pria yang dia sukai.
“ Aku apa-apaan sih? Kenapa aku merasa aneh begini.?” Jingga mendadak kesal dan terus kepikiran soal ucapan Wulan dan Gabriel di lift waktu itu.
Saat Jingga hendak menutup kembali akun instagramnya, mendadak ada postingan terbaru yang di buat oleh Tsania melalui insta storynya. Meskipun sedang kesal tapi Jingga tetap penasaran dan ingin melihat postingan tersebut.
Tampak sebuah rekaman video pendek yang memperlihatkan Tsania sedang merekam Arkana yang berjalan di depannya, pada keterangan video tertulis bahwa mereka berdua baru saja pergi makan siang bersama di atap rumah sakit.
“ Aku nggak peduli.” Jingga melempar ponselnya ke sembarang arah, kemudian dia menarik selimut dan mencoba untuk segera menutup kedua matanya.
Jingga sudah berusaha untuk tidur tapi tetap saja dia tidak bisa, ada perasaan jengkel dalam hatinya yang membuatnya terus mendengus sebal. Dia kemudian menyadari bahwa sebenarnya perasaan itu adalah perasaan cemburu terhadap Tsania yang terlihat cukup dekat dengan Arkana.
“ Dia nggak selingkuh kan. Mas Arka nggak munfkin begitu kan?” Ucap Jingga sambil menatap langit-langit kamarnya dengan tatapan sendu.
__ADS_1
**
Sore itu Arkana memimpin operasi dalam keahliannya setelah dokter bedah toraks selesai melakukan tugasnya, di ruang operasi itu ada Arkana sebagai dokter bedah syaraf, Qania sebagai dokter bedah toraks, dan dokter Dirga sebagai dokter spesialis jantung.
Mereka bertiga bekerja sama dalam melakukan operasi besar pada salah satu pasien gagal jantung, Arkana di perlukan dalam hal ini karena pasien mengalami kelumpuhan syaraf yang serius.
Selain itu di ruangan itu juga ada Nisa, Tsania, Gabriel, dan dua mahasiswa koas dari departemen yang sama dengan Qania. Tampak Tsania yang berdiri di dekat Arkana sibuk memperhatikannya dengan tatapan kagum.
Qania menyadari hal itu dan terlihat menatapnya dengan tajam, tak hanya Qania saja, Nisa pun melakukan hal yang sama. Dua wanita itu sudah tahu kalau Tsania tertarik pada Arkana, meskipun mereka sudah memberikan peringatan tapi tetap saja Tsania tidak mendengar mereka.
Begitu Arkana selesai melakukan tugasnya, tampak Tsania langsung maju mengelap keringat di wajah Arkana. Padahal tugas itu bukanlah tugasnya, mahasiswa koas hanya boleh memperhatikan proses operasi sebagai pembelajaran mereka, dan Nisa yang memiliki tugas itu merasa tersingkirkan olehnya.
Setelah beberapa saat operasi pun berhasil dilakukan, pasien akan di pindahkan ke ruangan ICU untuk memantau perkembangannya. Para dokter pun keluar dari ruangan itu dan mulai melepaskan atribut yang mereka kenakan sekaligus membersihkan tangan mereka agar lebih higienis.
“ Seperti biasa, dokter Arka keren kalau lagi di ruang operasi.” Puji Tsania.
“ Kamu perhatikan saya atau proses operasinya? Ingat ya Tsania, tugas kamu itu cukup memperhatikan proses operasinya.” Balas Arkana.
“ Iya dok, saya perhatiin dua-duanya kok.” Serunya sambil terkekeh.
Terlihat Qania dan Nisa sedang memperhatikan keduanya dengan tatapan sebal, saat itu mereka berdua sadar kalau mereka sama-sama kesal dengan sikap Tsania yang terlalu dekat dengan Arkana.
“ Kamu sebal sama dia.?” Tanya Qania.
“ Banget dok, saya nggak suka dia sejak awal masuk.” Jawab Nisa.
“ Sama dong, wajahnya itu bikin kesel terus setiap saat.” Balas Qania.
“ Dia nggak mau di bilangin dok, padahal saya udah peringatin jangan terlalu dekat sama dokter Arkana.”
“ Orang kaya dia emang nggak cocok di kasih peringatan, tapi cocoknya di kasih pelajaran.”
“ Maksud dokter Qania.?” Nisa melirik Qania dengan kebingungan.
“ Kalau kamu mau bantu aku, mungkin akan lebih menarik.” Ucap Qania sambil melirik Nisa dengan tatapan yang mencurigakan.
__ADS_1