Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Penyelamatan


__ADS_3


Sebuah mobil dari petugas kebersihan baru saja berhenti tepat di depan sebuah rumah besar, salah satu orang di dalam mobil itu keluar dan memberitahu tujuannya untuk datang.


“ Kami dari petugas kebersihan yang di perintahkan langsung oleh nyonya Widya Adyatama.” Ucap seseorang yang tak lain adalah Bima yang sedang menyamar.


“ Tapi rumah ini baru-baru kedatangan petugas kebersihan.” Sahut salah satu dari mereka.


“ Benarkah? Lalu kenapa nyonya Widya menghubungi kami.?”


“ Bagaimana ini? apa kita harus melapor dulu.?” Bisik pria tanpa sehelai rambut pun di kepalanya.


“ Kau bodoh, kalau kita lapor yang ada nyonya akan marah. Biarkan saja dia masuk, lagi pula di dalam ada asisten nyonya.” Balasnya lagi.


“ Oke, kalian boleh masuk tapi dengan satu syarat. Serahkan semua ponsel dan alat untuk komunikasi kalian sebelum masuk ke dalam.”


Bima dan dua lainnya menyerahkan ponsel mereka di pada kedua pria itu, kemudian mereka pun di persilahkan masuk ke dalam. Bima dan dua orang yang telah dia sewa untuk membantunya masuk ke dalam rumah itu kini sudah berada di depan pintu masuk.


Mereka kembali di introgasi sebelum masuk ke dalam, dan setelah itu mereka di persilahkan masuk menemui asisten mama Widya yang sebelumnya tidak pernah di lihat oleh Bima.


“ Dengar, kalian hanya boleh membersihkan lantai satu dan dua. Jangan pernah sekali-kali mencoba menginjakkan kaki di lantai tiga.” Ancam pria itu kepada Bima dan dua orang lainnya.


“ Baik pak, serahkan semuanya pada kami.” Balas Bima yang mewakili.


**


Bima yang diam-diam menyamar saat itu terlihat sedang memperhatikan rumah tersebut dengan penuh curiga, bahkan dia tidak pernah tahu sebelumnya kalau ternyata rumah itu adalah milik mamanya.


Suara pak Jefri yang baru saja turun dari lantai tiga membuat Bima bergeming dan diam-diam mengikuti arah langkah pria itu, terlihat pak Jefri yang memasuki ruangan tempat asisten mama Widya berada.


“ Bagaimana? Apa dia masih memberontak.?” Tanya asisten yang bernama Roy itu.


“ Tidak, dia sedikit lebih tenang sekarang.” Jawab Pak Jefri sambil menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.


“ Oh iya, hari ini ada petugas kebersihan lagi yang datang. Kenapa nyonya jadi lebih sering mengirim mereka kemari.?” Tanya Roy.

__ADS_1


“ Petugas kebersihan.?”


“ Ya, mereka sedang membersihkan di lantai satu sekarang.”


Pak Jefri pun merasa ada yang aneh dan segera keluar untuk mengeceknya secara langsung, dia tahu benar bahwa tidak ada suruhan apapun dari Widya terkait petugas kebersihan hari ini.


Tepat saat pak Jefri keluar dari ruangan itu, dia mendapati seorang petugas kebersihan yang berjalan menjauh dari tempatnya. Pak Jefri pun menegur pria itu hingga akhirnya dia berhenti melangkah.


“ Maaf pak, saya akan lanjut membersihkan.” Sahutnya tanpa memutar tubuhnya sama sekali.


Pak Jefri langsung menarik pundak pria itu dan memutarnya agar dia dapat melihat wajah dari petugas kebersihan tersebut. Dengan adanya kaca mata dan kumis tipis palsu nampaknya langsung dapat membuat pak Jefri mengenali wajah tersebut.


“ Ikut saya sekarang.” Pak Jefri menarik tangan Bima menuju suatu tempat yang cukup sepi.


Kini mereka berdua sudah berada di belakang rumah dimana tidak ada pantauan cctv disana. Kemudian pak Jefri menyuruh Bima untuk melepas penyamarannya karena dia sudah tahu akan hal itu.


“ Jadi pak Jefri tahu kalau ini saya.” Ucap Bima yang telah melepas kaca matanya.


“ Den Bima ngapain kesini? Den Bima pasti buntutin saya kan.?” Lontar Pak Jefri nampak ketakutan.


“ Iya pak, saya buntutin pak Jefri sejak tadi pagi. Dan saya penasaran kenapa pak Jefri bisa berada di rumah yang di kelilingi oleh pria-pria seperti mereka? Sebenarnya ada apa di rumah ini? apa jangan-jangan Jingga benar ada di rumah ini.?”


“ Mama nggak akan tahu soal ini kalau pak Jefri mau kerja sama, gimana pak.?”


“ Aduh den, saya mohon jangan macam-macam sama nyonya.”


“ Mama nggak akan marah, tenang aja. Pak Jefri Cuma harus jujur ke saya, dimana Jingga berada sekarang.?”


**


Pintu itu baru saja terbuka dan membuat Jingga cukup terkejut mendengar suaranya, Jingga menatap seorang pria dengan kaca mata dan juga kumis tipis sedang berdiri di depan pintu dan menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.


“ Kamu siapa.?” Tanya Jingga yang terlihat ketakutan.


Bima terlihat sangat marah ketika melihat keadaan Jingga saat ini, terbaring di atas tempat tidur dengan bantuan infus dan juga kondisi tubuh yang sangat kurus. Bima mengepal kedua tangannya dengan kuat mencoba menahan emosinya yang hampir saja meledak.

__ADS_1


Dengan pelan Bima menutup kembali pintu tersebut, lalu dia melepaskan kaca mata dan kumis palsunya. Setelah melihat wajah aslinya sontak membuat Jingga langsung terkejut bukan main.


“ Mas Bima?”


Bima kemudian menghampiri Jingga dan berdiri di sampingnya, saat itu Jingga yang begitu senang melihat ada penolong yang datang terlihat lebih bersemangat dari sebelumnya.


“ Maaf, aku terlambat.” Kata Bima sambil memeluk Jingga dengan erat.


Jingga bingung dengan sikap Bima yang aneh dan tidak seperti biasanya, kemudian dia melepaskan pelukan itu dan berkata di hadapan Bima.


“ Bawa aku pergi dari sini mas, aku mau ketemu sama mas Arka dan anakku.” Pinta Jingga dengan sangat.


“ Aku pasti akan bawa kamu pergi dari sini.” Bima mengatakannya dengan sangat serius sampai tidak ada keraguan yang terlihat di wajahnya sama sekali.


**


Satu rumah di buat heboh dengan menghilangnya Jingga dari kamarnya, semua orang yang bertugas pada hari itu langsung melacak seisi rumah dengan penuh teliti.


Roy yang memimpin pencarian pun turut membantu, bagaimana pun juga dia telah di beri amanah oleh Widya agar menjaga Jingga dan jangan sampai bebas dari rumah itu.


“ Jefri, kau yakin tidak melihat kemana wanita itu pergi.?” Tanya Roy padanya karena terakhir kali yang melihat keadaan Jingga tak lain adalah pak Jefri sendiri.


“ Aku tidak melihatnya, justru sekarang aku pun panik dan takut jika nyonya sampai mengetahui hal ini.” Balas Jefri.


“ Sial, aku sudah curiga pada petugas kebersihan itu. Pasti mereka yang membawa Jingga pergi.” Roy kesal sampai membuang puntung rokoknya ke lantai.


Petugas kebersihan yang datang hari ini sudah meninggalkan rumah sekitar satu jam yang lalu, beberapa dari mereka pun pergi menuju tempat petugas kebersihan itu berada.


Sementara yang lain masih mencari di sekitar rumah, dan bahkan ada yang pergi ke hutan untuk melanjutkan pencarian. Di saat mereka semua sibuk mencari, terlihat pak Jefri yang hendak meninggalkan rumah itu dengan mobil yang dia bawa.


“ Kau mau kemana? “ Tegur Roy pada Jefri.


“ Aku akan pergi mencari juga, kau tenang saja, hal ini tidak akan sampai di telinga nyonya.” Balas Jefri kemudian.


Setelah Jefri berhasil meninggalkan pelataran rumah tersebut, dia pun menyuruh Bima dan Jingga yang duduk di kursi belakang segera memperbaiki posisi mereka.

__ADS_1


“ Tolong bawa kami keluar dari sini dulu pak.” Pinta Bima yang akhirnya di turuti oleh pak Jefri.



__ADS_2