Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Klarifikasi Arkana


__ADS_3


Arkana dan Aizen kebingungan menatap Nisa yang tiba-tiba muncul dan memberitahu mereka bahwa apa yang di jelaskan oleh Tsania adalah kebohongan, Nisa yang sedang berusaha mengatur nafasnya terlihat menatap Tsania dengan tatapan penuh kebencian.


“ Nisa ada apa? Kenapa kau tiba-tiba datang kemari dan berkata seperti itu.?” Tanya Aizen.


“ Saya sudah mendengar dari dua orang saksi yang melihatnya melakukan kejahatan itu dok, pertama saya mendengar bahwa dia telah mengecek ponsel saya sebelumnya. Tak heran kenapa id pengguna saya bisa di gunakan oleh dia, dan kedua.” Nisa menggantung ucapannya saat dia melihat Arkana yang sudah emosi sejak awal.


“ Ada apa Nisa? Katakan semuanya dengan jelas.” Sahut Arkana.


“ Dia yang menukar obat Jingga waktu itu dok, ada saksi yang melihatnya saat dia menukar obatnya.” Lanjut Nisa sukses membuat Arkana terkejut bukan main.


Ketika Arkana beranjak dari tempatnya untuk menyerang Tsania, dengan cepat Aizen menahannya. Mengetahui penyebab medication error itu adalah ulah Tsania lantas membuat Arkana semakin marah, dia bahkan mengatai Tsania dengan kata-kata kasar di hadapannya.


“ Arkana tenang dulu, dia memang salah tapi dia seorang wanita.” Ucap Aizen berusaha terus menahan Arkana meski dia melawan untuk segera di lepaskan.


“ Nisa, bawa Tsania pergi sekarang.” Perintah Aizen.


“ Tapi dok.?”


“ Jangan tapi-tapian, cepat bawa dia pergi.” Sambungnya dengan ketus.


“ Dengar ya, aku masih marah sama kamu. Tapi karena ini perintah, akhh… lupakan. Cepat pergi dari sini.” Lanjut Nisa segera menarik tangan Tsania yang terlihat ketakutan melihat Arkana saat ini.


“ Jangan pergi brengsek, urusan kita belum selesai. Jangan pergiiii.” Teriak Arkana namun sayangnya Tsania sudah pergi bersama Nisa.

__ADS_1


“ Arkana tenang, jangan terbawa emosi seperti ini.” Aizen mendorong Arkana dengan kasar hingga pria itu jatuh ke atas sofa.


“ Siapa yang tidak emosi kalau kau melihat pelaku yang membuat istrimu dalam bahaya ada di depanmu? Bagaimana kalau hal yang terjadi pada Jingga juga terjadi pada Qania? Apa yang akan kau lakukan, hah.?”


Aizen tak bisa berkata-kata lagi, dia tidak bisa membayangkan hal serupa terjadi pada Qania. Tapi dia juga tidak bisa membiarkan Arkana lebih menyakiti Tsania dengan emosinya yang tidak stabil seperti sekarang ini.


**


“ Lepasin aku.” Keluh Tsania sambil menarik lengannya dari tarikan Nisa.


“ Aku udah selamatkan kamu dari dokter Arka ya, kalau bukan karena dokter Aizen mana mau aku bawa kamu dari sana.” Protes Nisa kesal.


“ Aku nggak butuh bantuan kamu, jadi jangan sok jadi pahlawan.” Balas Tsania.


“ Dasar cewek nggak tahu berterima kasih, sabar Nisa…, jangan melawannya sekarang.” Benak Nisa sambil mengelus dadanya dengan penuh kesabaran.


“ Ya udah lapor, silahkan. Kamu pikir aku takut kalau kamu melaporkan aku ke polisi, dan aku yakin kalau kamu nggak berani melakukannya karena pada kenyataannya semua yang ku katakan barusan bukanlah kebohongan.” Kata Nisa dengan penuh keberanian.


“ Siapa yang mengatakan semuanya ke kamu? “ Tanya Tsania yang terlihat mulai ketakutan.


“ Wulan dan Gabriel, mereka saksi yang melihat kamu melakukan semuanya dima-diam. Mau bukti jelas apalagi? Apa semua masih kurang buat kamu di salahkan atas semua kejadian ini.?” Lontar Nisa semakin membuat Tsania takut dan bingung.


Seseorang tiba-tiba menarik tangan Tsania yang bahkan tidak di sadari oleh Nisa saat itu, kemudian Aizen meneriaki nama Arkana yang membuat semuanya ikut terkejut.


Arkana menarik tangan Tsania dengan kasar menuju suatu tempat, baik Nisa dan Aizen ikut mengejarnya dari belakang namun mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena Arkana sedang di selimuti oleh amarah yang tak bisa di kontrol lagi.

__ADS_1


Akhirnya mereka berempat tiba di lantai satu dimana Arkana sengaja berhenti di situ agar semua orang bisa melihat dan mendengarnya, bahkan orang-orang yang ada di lantai dua ke atas pun bisa melihatnya dari atas sana.


Arkana berhasil menarik perhatian semua orang terlebih lagi rumor kemarin yang belum mereda membuat siapa saja penasaran dan ingin melihat apa yang sebenarnya ingin di lakukan oleh Arkana sekarang.


“ Semuanya tolong perhatian kalian, saya disini ingin memberikan klarifikasi tentang rumor yang sempat menyebar kemarin.” Ucapnya dengan suara yang lantang.


Pernyataan Arkana barusan semakin membuat semua orang berkumpul hingga menyaksikannya dari berbagai sudut, Arkana tidak melepaskan tangannya dari Tsania sedangkan Nisa dan Aizen hanya bisa menundukkan pandangan mereka karena mereka juga ikut mendapat sorotan dari semua orang.


“ Tentang perselingkuhan itu, semuanya palsu. Tapi memang benar kalau waktu itu saya masih memiliki perasaan kepada Qania, seperti yang kalian ketahui kalau Qania dulu pernah memiliki hubungan dengan saya sebelum saya menikah.”


“ Saya dipaksa menikah waktu itu, dan itu sebabnya saya belum mencintai istri saya. Siapapun pasti akan merasakan apa yang saya rasakan, saya tidak munafik kalau sebenarnya saya dan istri saya di awal pernikahan kami memang tidak saling mencintai.”


“ Saya mengaku salah atas apa yang terjadi dimasa lalu, dan saya menyesal telah melakukannya. Dan untuk anak di kandungan istri saya, saya bisa menjamin 100 % kalau anak itu adalah anak saya. Saya berani melakukan tes DNA untuk membuktikannya jika dia lahir nanti, ada kesalahpahaman dengan rekaman yang telah kalian dengar sebelumnya jadi tolong percaya pada saya soal itu.”


“ Saya hanya ingin memberitahu kalian semua kalau dokter Arkana yang kalian kenal bukanlah manusia sempurna, selama ini saya hanya memakai topeng di depan kalian semua. Kehidupan saya tidak ada yang tahu kecuali istri saya sekarang, dan untuk itu saya menekankan bahwa saat ini dan untuk selamanya saya hanya akan mencintai istri saya.”


Semua orang tercengang mendengarnya, mereka tidak menyangka kalau Arkana akan melakukan klarifikasi di hadapan semua orang. Bahkan pada semua pengunjung dan pasien di rumah sakit itu, semua orang yang tidak tahu apa-apa pun jadi mengetahui permasalahan yang terjadi di rumah sakit.


Di saat Arkana masih berdiri di tengah-tengah kerumunan orang-orang, terlihat Widya dan Hendra yang baru saja tiba di rumah sakit dan di buat penasaran dengan apa yang terjadi di hadapan mereka.


“ Apa yang terjadi.?” Tanya Widya pada salah seorang perawat.


Perawat yang tidak menyadari siapa yang bertanya barusan langsung menjawab dengan cepat apa yang terjadi beberapa saat yang lalu, hal itu jelas membuat Widya dan Hendra terkejut bukan main.


“ Arkana, cukup.” Sahut Widya yang membuat seluruh pandangan tertuju padanya.

__ADS_1



__ADS_2