
Tsania POV
Satu minggu sebelum menjadi mahasiswa koas, Tsania baru mengetahui bahwa rumah sakit yang akan dia tempati magang selama dua tahun adalah rumah sakit yang sama tempat orang tuanya dulu praktek.
Dia menjalani kehidupan seperti ini tentu saja karena perintah orang tuanya, sejak kecil dia selalu di doktrin untuk mengikuti jejak kedua orang tuanya yang juga adalah seorang dokter.
Dan sekarang dia akan memulai langkah awalnya untuk menjadi seorang dokter muda, meskipun dia melakukannya dengan setengah hati. Waktu berlalu dan sekarang adalah hari dimana dia pergi ke rumah sakit bintang harapan untuk bertemu dokter pembimbingnya.
Tsania tidak pergi sendirian, dia bersama Wulan yang merupakan temannya sejak SMA, dan juga Gabriel yang merupakan mantannya saat dia masih kuliah.
Hari yang paling di bencinya pun datang, dia ke rumah sakit itu untuk memulai masa magangnya selama dua tahun. Yang awalnya merasa tidak bersemangat dan ingin menyerah, tiba-tiba saja dia di pertemukan dengan sosok Arkana yang akan menjadi dokter pembimbingnya.
Keberadaan Arkana di rumah sakit itu sukses membuat semangat Tsania tumbuh, dia mulai serius untuk melakukan magang di rumah sakit itu. Sebelumnya dia pikir bahwa dokter pembimbingnya adalah dokter tua yang sudah berumur, tapi ternyata seorang dokter muda yang sangat tampan dan baik.
“ Kenalin dok, nama saya Tsania Aulia.” Saat dia memperkenalkan diri dengan cara yang berbeda, dia yakin pada saat itu Arkana cukup terkesan dengannya.
Karena dia sangat menyukai Arkana, dia pun berusaha untuk mendekatinya dengan berbagai macam cara. Di hari pertama dia sengaja membuat mobilnya tidak bisa jalan sehingga dia bisa ikut menumpang di mobil Arkana.
Rencananya memang berhasil, tapi sayangnya pada hari itu juga dia mulai mengetahui fakta bahwa Arkana sudah menikah, harapannya pupus saat itu juga. Dan sejak dia mengetahuinya ternyata Arkana dan istrinya sangat romantis, beberapa kali pergi ke luar negeri untuk menghabiskan waktu bersama dan membuatnya terdengar sebagai pasangan ter so sweet yang sering di bahas orang-orang di rumah sakit.
Kemudian dia menemukan satu fakta lain dimana dia tahu kalau Arkana ternyata hanya berpura-pura mencintai istrinya, pada hari itu dia tak sengaja melewati pintu menuju tangga darurat dan melihat ada Arkana dan Qania sedang mengobrol dengan nada suara yang kesal.
Saat itu dia tidak ingin melewatkan kesempatan dengan merekam mereka, dan di sana dia banyak mengetahui fakta lainnya yang sangat mengejutkannya sampai membuatnya tidak bisa berkata-kata lagi.
__ADS_1
Pintu terbuka saat dia sadar sudah mendengar terlalu banyak, dia dan Arkana saling menatap satu sama lain. Tapi Tsania menjelaskan kepada Arkana bahwa dia baru saja lewat dan tidak melihat atau mendengar apapun.
Saat Arkana tampak percaya dengan ucapannya dan pergi dari sana, saat itu terlihat jelas di wajah Tsania yang langsung tersenyum dengan penuh kemenangan.
“ Ini akan menjadi semakin menarik.”
**
Sejak saat Tsania mengetahui semuanya, dia mulai bergerak untuk membuat Arkana tertarik padanya. Awalnya dia membantu Arkana untuk sengaja membuat Qania cemburu, semua itu dia lakukan bukan karena dia ingin Arkana kembali pada Qania. Melainkan dia melakukannya untuk membuat Arkana sadar bahwa ada dia yang akan mencintainya dengan sepenuh hati.
Tsania tidak menyangka Arkana akan mengikuti rencananya dengan baik, dia patuh setiap apapun yang dia katakan. Tsania sangat senang melakukannya, tapi pada akhirnya rencana itu tidak berhasil dia lakukan karena kepekaan Qania yang terang-terangan mengintimidasinya untuk berhenti melakukan semua itu.
“ Aku nggak akan menyerah dengan semua ini.” Benaknya yang mulai bersungguh-sungguh melakukannya mulai dari sekarang.
Di saat Tsania kembali menyiapkan semuanya, dia sadar sudah terlalu lama membuat rencana sampai akhirnya dia mengetahui bahwa Arkana sudah mulai jatuh cinta dengan Jingga.
Tsania mendengar semua percakapan mereka dan mengetahui bahwa ternyata direktur utama rumah sakit yang asli bukanlah Hendra melainkan Widya, semua orang sudah tertipu dengan hal itu begitu pun dengan dirinya.
Tsania pun mencaritahu lebih dalam informasi tentang hal itu dari kedua orang tuanya, dan setelah dia bertemu dengan orang tuanya di situlah dia menemukan beberapa puzzle peace yang menyatukan rahasia yang dia ketahui dari rumah sakit.
Begitu mengetahui kebenaran tersebut, Tsania pun menemui Widya secara langsung tanpa rasa takut. Dia melakukannya dengan berani karena sudah memegang kartu Widya yang bisa membuatnya dalam masalah besar jika semua orang sampai tahu akan hal tersebut.
“ Ada perlu apa mahasiswa koas datang menemui saya.?” Tanya Widya menatap Tsania dengan tatapan tajam.
“ Ibu Widya Raharjo, yang merubah nama belakang menjadi Adyatama seperti nama Pak Hendra pemilik dari rumah sakit ini. Seorang janda dua anak yang menikah dengan pria kaya raya, kemudian menguasai seluruh harta peninggalan mertuanya. Pemilik beberapa perusahaan seperti toko perhiasan, pertambangan, dan beberapa saham dan property yang menyebar dimana-mana.”
__ADS_1
“ Dua puluh satu tahun yang lalu menutup kebenaran bahwa anda sebenarnya seorang janda beranak dua, dan membuat semua orang percaya bahwa pak Hendra adalah suami pertama anda. Semua orang di rumah sakit yang dulunya bekerja di bawah pak Hendra di pecat sehingga tidak ada yang mengetahui hal itu sampai saat ini, seorang direktur utama yang berpura-pura menjadi asisten direktur di rumah sakit ini. Apa semua yang saya katakan benar.?”
Widya terlihat sangat terkejut sampai tak bisa berkata-kata lagi, setelah sekian lama baru kali ini ada orang yang mengetahui masa lalunya dengan baik dan berani mengatakannya langsung di hadapannya.
“ Apa maksudmu mengatakan semua ini.?” Tanya Widya penasaran.
“ Saya langsung to the point saja, saya ingin bu Widya menjauhkan dokter Arka dengan istrinya. Terserah dokter Widya mau membawanya kemana, asalkan mereka tidak tinggal di satu rumah yang sama.”
“ Kenapa saya harus melakukannya?”
“ Karena saya cinta sama putra bu Widya, kalau bu Widya tidak mau melakukannya maka siap-siap saja untuk menanggung malu dari semua kebohongan yang telah anda tutupi selama ini.”
**
Sejak saat Tsania datang ke ruangan Widya, dia sudah mengetahui bahwa Jingga dan Arkana sudah tidak tinggal di rumah yang sama. Dia memang tahu ada masalah antara keduanya, tapi dia tidak peduli asalkan Arkana tidak bersama Jingga maka semua itu sudah cukup untuknya.
Selama Arkana tidak bisa bertemu dengan Jingga, Tsania pun bisa dengan bebas bersamanya. Sebagian kehidupan Arkana lebih banyak dia lakukan di rumah sakit sehingga mereka bisa tetap bersama sepanjang waktu.
“ Aku akan segera mengakui perasaanku ke kamu dok, tapi tunggu sampai kamu akhirnya berhenti memikirkan istrimu itu.” Benak Tsania dengan senyuman licik.
“ Apa yang kau lakukan? Kenapa tidak bekerja seperti teman-temanmu? Kau ini masih mahasiswa koas, jangan kebanyakan santai.” Sahut seseorang yang membuat mood Tsania mendadak hancur.
“ Cih, dia hanya seorang perawat tapi meneriakiku seperti itu.” Batinnya kesal.
“ Cepat kembali bekerja.” Perintah Nisa yang juga kesal karena terus melihat Tsania yang mengikuti kemana Arkana pergi.
__ADS_1