Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Membuat Qania Cemburu Pt 2


__ADS_3


Arkana sudah tiba di rumahnya setelah dia mengantar Tsania pulang, dia belum keluar dari dalam mobilnya karena terus memikirkan rencana Tsania yang cukup aneh ini.


Dia dan Tsania sepakat untuk membuat Qania cemburu dengan cara memperlihatkan kedekatan mereka pada Qania, alasan Arkana melakukan ini karena dia tidak bisa membuat Qania cemburu jika dia melakukannya bersama Jingga.


Arkana membuka pintu mobil dan turun dari sana, kemudian dia berjalan membuka pintu. Sampai hari ini Arkana dan Jingga masih belum saling menegur satu sama lain, setelah Arkana pulang dari rumah sakit biasanya Jingga selalu menyambutnya namun kali ini tidak di lakukan sama sekali.


“ Selamat datang tuan, mau di buatkan minuman apa.?” Tanya bi Salma yang kali ini menyambutnya.


“ Jingga dimana.?” Tanya Arkana penasaran.


“ Non Jingga barusan keluar tuan.”


“ Keluar? Kemana? Kenapa dia nggak kasih tahu saya.?”


“ Katanya mau ke makam orang tuanya, kalau soal menghubungi saya nggak tahu tuan. Non Jingga Cuma pesan kalau tuan cari, saya harus jawab begitu.” Jelas bi Salma.


Arkana merogoh tasnya dan melihat apakah ada pesan dari Jingga atau tidak, setelah di cek ternyata memang benar ada. Jingga meminta izin pada Arkana untuk pergi ke makam orang tuanya, dan tanpa balasan dari Arkana tetap membuat Jingga nekat untuk pergi.


**


Di sebuah pemakaman umum terlihat seorang wanita mengenakan pakaian serba hitam sambil membawa tiga bucket bunga dengan jenis yang berbeda-beda, Jingga bingung melihat makam kedua orang tuanya yang di penuhi oleh bunga segar padahal dia tidak pernah datang lagi setelah dia menikah dengan Arkana.


“ Siapa yang membawa bunga untuk mama dan papa? Nggak mungkin mas Arka kan.?” Ucap Jingga benar-benar di buat bingung.


Jingga ikut meletakkan bucket bunga miliknya di sebelah bunga itu, kemudian dia mengirimkan doa kepada mereka dengan tulus. Setelah Jingga membuka kedua matanya, air mata bening keluar dari pelupuknya.


“ Pa, Ma, banyak hal yang terjadi sama Jingga setelah kalian pergi. Jingga sudah menikah dan sekarang sedang mengandung cucu kalian, seandainya kalian masih ada disini mungkin Jingga nggak akan sesedih sekarang.”


Setelah dari makam kedua orang tuanya, Jingga beranjak menuju makam Nawa yang berada tak jauh dari pusara kedua orang tuanya. Lagi-lagi Jingga di buat terkejut melihat pusara Nawa sudah ada bucket bunga, kali ini Jingga benar-benar di buat penasaran tentang oknum yang melakukan hal ini.


“ Mungkin salah satu dari teman kamu yang datang.” Gumam Jingga menjatuhkan tubuhnya di dekat pusara Nawa.

__ADS_1


“ Aku belum sempat datang lagi, maafin aku ya. Ini aku bawa bunga kesukaan aku, dulu kamu sering banget bawain aku bunga kaya gini sampai aku bingung mau menyimpannya dimana lagi. Kamu bilang apa yang aku suka pasti kamu suka kan? Jadi aku bawa mawar merah untuk kamu.”


Air mata Jingga kembali jatuh, dia sangat merindukan sosok Nawa. Sampai detik ini perasaan Jingga pada pria itu tidak akan pernah bisa terhapus, Nawa adalah satu-satunya pria yang berhasil membuat Jingga jatuh cinta.


Dulu waktu Nawa berusaha mengejar cinta Jingga, dia membutuhkan waktu beberapa tahun sampai akhirnya Jingga luluh dan membalas perasaannya. Semua itu karena Jingga adalah tipe wanita yang sulit untuk jatuh cinta, dan jika sudah cinta maka akan sangat sulit untuk melupakannya.


“ Aku kangen banget sama kamu, mau ketemu kamu, mau lihat wajah kamu, mau dengar kamu ngejokes receh, mau dengar gombalan kamu, semuanya. Aku kangen, kangen banget.” Isak Jingga.


Setelah Jingga cukup mengutarakan semua yang dia rasakan kepada mereka yang telah meninggalkannya, kini tiba saatnya untuk pulang. Jingga beranjak dari sana dan keluar dari area pemakaman.


Jingga di buat terkejut ketika melihat sebuah mobil hitam terpakir di depan pelataran pemakaman, kemudian seorang pria turun dari sana. Sosok Arkana membuat Jingga takut, dia pasti marah karena telah pergi tanpa menunggu balasan pesannya.


“ Masuk.” Ucap Arkana membuka pintu untuk Jingga.


Jingga terkejut melihat Arkana yang tidak marah, dia bahkan menyuruhnya masuk ke dalam mobil dengan nada suara yang lembut. Tanpa menunggu waktu lama, Jingga pun masuk ke dalam mobil.


Arkana juga sudah masuk ke dalam, tak ada percakapan yang terjadi di antara mereka saat itu. Jingga tidak ingin memulainya begitu pun dengan Arkana, keduanya sama-sama diam sampai mereka tiba di rumah.


“ Dia nggak sedang akting kan.?” Benak Jingga bingung.


**


Sudah lebih dari tiga hari Arkana dan Tsania mencoba menarik perhatian Qania, awalnya Arkana menolak untuk melanjutkannya. Namun Tsania terus meyakinkannya, besok adalah hari dimana Aizen akan datang ke rumah Qania dan mengikatnya sebagai calon pengantin.


Oleh karena itu, hari ini adalah hari terakhir Arkana akan mengikuti rencana Tsania. Sudah banyak hal yang di lakukan Tsania, mulai dari memperlihatkan postingannya pada Qania seorang dimana dia dan Arkana sering menghabiskan waktu bersama.


Sebelumnya Tsania telah mengikuti akun instagram Qania, karena keduanya sama-sama aktif di social media sehingga hal ini akan lebih mudah untuk di lakukan Tsania.


Seperti hari ini, Tsania memperlihatkan satu postingan yang khusus dia bagikan untuk Qania. Postingan itu memperlihatkan Tsania yang mendapatkan sebuah cincin dari Arkana, dan dia memastikan bahwa Qania melihat hal tersebut.


“ Tsania, ada yang mencarimu.” Sahut Wulan sukses membuat Tsania tersenyum puas.


“ Siapa?”

__ADS_1


“ Dokter dari departemen bedah toraks.”


“ Gotcha.” Serunya sambil beranjak dari kursinya.


Sebelum pergi menemui Qania, Tsania menghubungi Arkana agar dia bisa mendengar percakapan mereka berdua nantinya. Dan sekarang Tsania keluar menemui Qania, mereka berpindah tempat ke ruangan Qania agar tak ada yang mendengar percakapan mereka.


“ Ada apa dok memanggil saya kemari.?” Tanya Tsania berpura-pura tidak tahu.


“ Saya sudah perhatikan sejak awal sampai sekarang, saya melihat kamu dekat dengan dokter Arkana. Boleh saya tahu seperti apa hubungan kalian berdua.?” Tanya Qania tanpa basa basi.


“ Maaf dok, itu privasi.” Jawab Tsania.


“ Kamu sadar nggak sih kalau pria yang kamu deketin sekarang sudah punya istri dan akan segera mempunyai anak.?”


“ Saya tahu dok.”


“ Kalau tahu kenapa kamu deketin dia.?”


“ Apa urusannya sama dokter Qania? Bukannya yang seharusnya marah itu istrinya dokter Arkana, dan bukan mantannya.” Balas Tsania yang begitu berani.


“ Saya nggak ngerti kenapa kamu melalukan semua ini, tapi disini saya sebagai sahabatnya Jingga yang akan membelanya. Kamu sebaiknya berhenti melakukan hal kekanak-kanakan seperti ini, kamu ingat status kamu di sini dan jangan sampai ada rumor buruk tentang kamu yang sampai di dengar oleh atasan.”


“ Dokter Qania cemburu kan? Kalau tidak cemburu nggak mungkin dong sampai semarah ini.”


“ Kamu ini sudah kelewatan, beraninya kamu mengatakan itu sama dokter senior kamu.”


“ Saya Cuma mengatakan fakta dok, tapi benar kan kalau dokter sedang cemburu dengan kedekatan saya sama dokter Arkana.”


“ Kamu dengar baik-baik, saya nggak cemburu sama sekali dengan kedekatan kalian. Kalau pun saya cemburu hal itu sudah terjadi sejak Arkana menikah dengan Jingga, jadi kamu nggak usah pamer kedekatan kamu lagi. Sekarang kamu boleh keluar.” Lontar Qania dengan kesal.


“ Baik dok, saya permisi.” Kata Tsania sambil tersenyum simpul.


Setelah Tsania keluar, terlihat Qania yang sangat kesal dengan sikap sombong gadis itu. Melihatnya begitu berani membuat Qania sangat marah, dan yang di pikirnya saat ini adalah perasaan Jingga yang mungkin lebih terluka di buatnya.

__ADS_1


__ADS_2