
Hari ini Arkana sedang sibuk di tempat prakteknya, dia kedatangan cukup banyak pasien yang datang check up rutin. Kebanyakan dari mereka adalah pasien wanita, meskipun sudah bersuami, banyak dari mereka yang merasa senang berlama-lama di dalam.
Tak sedikit juga dari mereka yang single masih mempertanyakan status Arkana, dan dengan bangga Arkana akan menunjukkan foto keluarga kecilnya pada mereka yang bertanya seperti itu.
Khususnya hari ini, ada seorang pasien wanita berusia sekitar 65 tahun. Dengan penuh percaya diri dia memperkenalkan anak perempuan yang datang bersamanya, dia memberitahu ke Arkana bahwa anaknya itu masih gadis dan single.
Arkana membalasnya dengan senyuman, kemudian dia menunjukkan lagi foto Jingga dan Keenan kepada wanita itu. Si anak langsung memarahi sang ibu karena telah mempermalukannya, namun ibunya terlihat begitu santai dan masih mengagumi Arkana jika seandainya dia menjadi menantunya.
“ Dokter umurnya berapa sih.?” Tanya wanita itu lagi.
“ Saya 36 bu.” Jawab Arkana lirih.
“ Kalau istrinya umur berapa?”
“ Istri saya 31 tahun.”
“ Sayang sekali, padahal anak saya lebih muda dari istrinya dokter loh.”
“ Mama, cukup. Jangan bikin malu lagi.” Bisik anaknya yang mulai kesal dengan sikap lancang mamanya itu.
“ Maafin mama saya ya dok. Dia udah tua jadi suka ngomong yang aneh-aneh.” Sahut gadis itu dan membuat Arkana mengangguk paham.
Arkana pun memberikan resep kepada pasiennya itu sehingga waktu pertemuan mereka akhirnya berakhir, Arkana dapat menghembuskan nafas lega setelah wanita itu pergi.
Dia sedikit kesal dengan perkataannya barusan, bisa-bisanya dia menjodohkan putrinya sendiri dengan seorang pria yang sudah memiliki istri dan anak.
Arkana meraih ponselnya dan melirik jam yang menunjukkan waktu istirahat, dia akan lanjut melayani pasien sekitar pukul 3 nanti. Karena merindukan istri dan anaknya, Arkana pun segera menghubungi nomor Jingga yang saat ini sedang berada di butik.
Panggilan sulit terhubung, biasanya ponsel Jingga selalu aktif dan akan di jawab cepat atau lambat. Tiba-tiba saja Arkana teringat dengan pria bernama Samuel yang semalam mengirimkan pesan kepada Jingga untuk mengunjungi butik hari ini.
__ADS_1
Arkana langsung bangkit dari tempatnya dan bergegas keluar dari ruangan, dia menemui perawat yang menjadi asistennya dan meminta untuk mengcancel semua jadwal hari ini karena dia ingin pergi ke suatu tempat.
**
Arkana tiba di butik Jingga lebih cepat dari biasanya, dia benar-benar melaju dengan kecepatan penuh saat di perjalanan tadi. Tanpa menunggu waktu lama dia pun masuk ke dalam dan menuju ruangan Jingga.
Langkah Arkana terhenti saat dia melihat Keenan sedang berada di gendongan seorang pria yang tidak di kenalnya, tampak Keenan yang sangat gembira bersama pria itu dan membuat Arkana merasa kesal dan marah,
Arkana melangkah mendekati pria itu, kemudian dia merebut Keenan darinya. Arkana mendorong pria itu dengan tatapan penuh emosi sampai pria itu kebingungan dengan perlakuan yang di dapatnya.
“ Siapa kau? Berani-beraninya menggendong putraku?” Sahut Arkana ketus.
“ Kenalin, aku Samuel. Cinta pertamanya Jingga.” Ucapnya dengan santai sambil menyodorkan tangan kepada Arkana.
Arkana bahkan memandang tangan Samuel dengan jijik, mendengar perkataannya barusan membuat Arkana semakin jengkel. Kemudian dia ingat wajah Samuel setelah bertemu secara langsung, pria itu adalah pemilik foto yang dia temukan di album milik Jingga.
Dulu Arkana mengira foto itu adalah Nawa karena keduanya banyak mengambil foto-foto bersama. Arkana yang kesal segera mengusir pria itu dari butik Jingga, dia tidak tahu dimana keberadaan Jingga sekarang, tapi dia tidak memerlukan izin Jingga untuk mengusir Samuel dari tempat itu.
“ Jingga nggak butuh model seperti kamu, dia bisa mencari yang lain.” Balas Arkana kesal.
“ Kalau kau tidak percaya, kau bisa menanyakannya langsung ke Jingga.” Lontar Samuel menantang Arkana.
Arkana berusha Manahan emosinya saat itu juga, namun kedatangan Jingga membuatnya langsung menyuruh Jingga mengusir Samuel. Arkana berkata kepada Jingga bahwa Samuel sudah bersikap kurang sopan padanya, dan dengan ekspresi santai Samuel hanya memperhatikan Arkana mengadu kepada Jingga layaknya seorang anak kecil pada ibunya.
“ Kamu kok bisa ada disini? Bukannya kamu kerja.?” Tanya Jingga menatapnya bingung.
“ Aku datang karena tahu kalau kamu kedatangan pria itu. Jadi kapan kamu mau kasih tahu ke aku soal dia?” Balas Arkana mulai serius.
“ Papa cembulu.” Sahut Keenan sontak membuat semua mata tertuju padanya.
Keenan kemudian meminta turun dari gendongan Arkana, saat Keenan sudah turun dia kembali menunjuk Arkana dengan berkata bahwa Arkana cemburu dengan kehadiran Samuel.
__ADS_1
“ Anak kecil tahu apa soal cemburu, kamu jangan dengar kata Keenan sayang.” Lontar Arkana.
Samuel tiba-tiba menghampiri Jingga dan merangkulnya dengan santai, sontak Arkana langsung menarik Jingga ke sisinya dan mulai menatap Samuel dengan penuh benci.
“ Berani sekali kau menyentuh istriku.”
“ Mas, dia ini Samuel. Sepupu aku, aku belum sempat kenalin ke kamu karena belum ada waktu yang pas aja.” Jelas Jingga sontak membuat tawa Samuel pecah.
“ Jadi nggak asik deh, padahal aku suka lihat ekspresi kesal suami kamu.” Lontar Samuel yang sudah dapat mengontrol tawanya.
“ Sepupu katamu.?”
Jingga kembali menjelaskan bahwa Samuel adalah sepupu dari pihak mendiang mamanya, jadi mama Jingga dan mamanya Samuel bersaudara dan selama ini Samuel tinggal di New York dan bekerja sebagai produser film.
Kedatangannya ke Singapura adalah untuk membuat suatu proyek film baru, dan kebetulan dia tahu kalau Jingga berada di Singapura sehingga dia langsung datang mencarinya.
Samuel memiliki tubuh yang tinggi dan wajahnya yang tampan, hal ini membuatnya cocok untuk menggantikan model yang Jingga cari-cari. Dan Samuel pun sudah menyetujui membantu sepupunya itu sejak awal,
Setelah mendengar penjelasan Jingga, Arkana bingung mau marah atau tidak dengan situasi yang tidak mengenakkan itu. Samuel menatap Arkana dengan senyuman yang kemudian kembali menggoda Arkana dengan kalimat.
“ Suami mu terlalu cemburu sampai membalas pesanmu semalam. Benar-benar sangat menghiburku.” Ucap Samuel yang tidak bisa berhenti menertawakan sikap Arkana.
“ Aku senang dengan sikap cemburunya ini, itu artinya dia benar-benar sayang sama aku.” Balas Jingga yang membuat Arkana besar kepala mendengarnya.
“ Pria ini mengingatkan aku dengan Nawa, hanya Nawa yang dulu sangat perhatian dan peduli padamu. Dia bahkan terlihat seperti seekor anjing gila jika seseorang mengganggumu.” Lontar Samuel yang membuat ekspresi Jingga dan Arkana langsung berubah.
“ Maaf, aku nggak bermaksud buat kamu mengingat soal Nawa.” Sambung Samuel yang baru saja ingat bahwa Nawa telah lama meninggal.
Jingga dan Arkana sendiri diam setelah mendengar nama Nawa kembali di sebut, Samuel memang mengenal sosok Nawa. Tapi dia tidak tahu kalau Nawa adalah Bima, dan Arkana adalah saudara kandung dari pria yang di sebutkan Samuel barusan.
__ADS_1