Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Hari Baik


__ADS_3


Arkana sudah sampai di Plaza Singapura, dia bergegas masuk dan mencari keberadaan Jingga


dan Keenan. Kabarnya mereka sedang makan di lantai tiga, tanpa menunggu waktu lama dia pun segera naik ke atas.


Setibanya di lantai tiga, Arkana melihat ada keributan yang terjadi di salah satu restoran disana. Ada begitu banyak orang yang berkumpul di sekitaran resto, awalnya Arkana tidak penasaran karena ingin fokus mencari istri dan anaknya.


Tapi setelah mengetahui bahwa yang membuat keributan adalah Jingga, saat Arkana masuk dia melihat Jingga dan seorang wanita dengan tubuh besar saling menjambak rambut.


Arkana meraih Keenan sebelumnya dan menyuruh putranya untuk menutup mata, dan terdengar suara tamparan yang cukup keras ketika Arkana sedang mengamankan anaknya.


Arkana melihat bagaimana wanita itu menampar wajah Jingga dengan keras, Jingga yang terhuyung ke lantai langsung membuat Arkana menghampirinya dengan cepat.


“ Kamu baik-baik aja? Sebenarnya apa yang terjadi? kenapa kamu berkelahi dengan wanita ini.?” Tanya Arkana penasaran.


“ Wanita ini sudah menghinaku dan mengatakan Keenan anak yang tidak sopan, anaknya yang tidak tahu sopan santun dan kurang didikan karena sudah mengigit lengan anakku sampai lebam.” Ungkap Jingga yang akhirnya membuat semua orang yang menonton barusan menjadi paham dengan alasan keduanya berkelahi.


Arkana ikut geram di buatnya, dia mengancam akan membawa masalah ini ke kantor polisi jika benar bahwa wanita itu yang memulai duluan. Sampai akhirnya pemilik resto beserta manager keluar dan membantu meredakan masalah.


Wanita itu langsung pergi bersama anak dan suaminya, bahkan suaminya tinggal diam saja ketika melihat istrinya berkelahi dengan Jingga. Sedangkan Arkana yang masih terbawa suasana berusaha untuk tenang, kemudian dia kembali mengecek keadaan Jingga.


“ Kamu yakin nggak apa-apa.?” Tanya Arkana menatap Jingga khawatir.


“ Aku nggak apa-apa, bagaimana dengan Keenan.?” Jingga melirik kesana kemari mencari Keenan, dan ternyata anak itu sedang menutup mata dan kedua telinganya seperti yang di suruh oleh Arkana.


Jingga menghampiri Keenan dan menyuruhnya untuk berhenti melakukan hal itu, dia kemudian memeluk Keenan sambil meminta maaf telah menunjukkan sesuatu yang tidak baik.


**


Jingga tak berhenti menatap lengan putranya yang biru, setelah kembali dari mall tubuh Keenan mulai panas. Arkana sudah memberikan obat penurun demam untuk Keenan, dan sekarang anak itu sedang tidur pulas di samping Jingga.


“ Maafin mama ya nak, mama nggak bisa lihat kamu kaya gini.” Ucap Jingga dengan air mata yang mengalir di pipinya.


Cukup lama Jingga berada di samping Keenan, sampai akhirnya dia memikirkan Arkana yang hari ini juga datang membantunya. Melihat wajah khwatir Arkana di resto tadi cukup membuat Jingga percaya bahwa pria itu benar-benar khawatir dan peduli padanya.

__ADS_1


Jingga berjalan keluar dari kamar Keenan, dia melirik kesana kemari mencari sosok Arkana. Sampai pada akhirnya dia berhasil menemukan pria itu sedang duduk di ruang keluarga dengan tatapan lurus ke depan.


“ Mas.” Panggil Jingga sontak membuat Arkana langsung merespon dengan cepat.


“ Gimana keadaan keenan? Nggak ada yang serius kan.?”


“ Nggak kok, dia udah tidur pulas.”


“ Syukurlah, demamnya mungkin akan segera turun jadi kamu jangan khawatir.”


“ Terima kasih mas.” Sahut Jingga tiba-tiba.


“ Terima kasih buat apa.?” Tanya Arkana bingung.


“ Terima kasih karena kamu sudah datang hari ini, kamu pasti khawatir kan dengan aku sama Keenan.”


“ Aku selalu khawatir sama kalian berdua, nggak perlu berterima kasih. “


Jingga mengulum senyum tanpa dia sadari, untuk sejenak dia tidak melihat Arkana sebagai seorang pria jahat dan kasar. Dia bisa melihat sisi lembut dan penyayang Arkana saat ini.


“ Oke, selamat tidur ya.”


**


Hari ini hari minggu, Arkana tidak harus bangun pagi-pagi sekali untuk berangkat kerja. Tapi saat kesadarannya kembali dengan sempurna, dia ingat bahwa dirinya harus mengecek keadaan Keenan.


Ketika Arkana sudah bangun dan berjalan keluar kamar, dia melihat Jingga sedang menyuapi Keenan makanan. Terlihat Keenan yang sudah tidak sakit lagi, melihat pemandangan pagi yang sangat indah itu sempat membuat Arkana diam sejenak.


“ Sebaiknya aku nggak ikut sarapan dulu.” Benak Arkana yang berpikir bahwa Jingga mungkin tidak ingin dia ada disana.


“ Mas? Kamu udah bangun.?” Sahut Jingga berhasil membuat langkah Arkana terhenti dan kembali menoleh.


“ Iya, kamu lanjut sarapannya. Aku mau ke kamar.” Balas Arkana.


“ Kenapa? kamu boleh kok ikut sarapan sama aku dan Keenan.” Lontar Jingga sukses membuat Arkana tercekat kaget.

__ADS_1


“ Kamu yakin aku boleh duduk disana.”


“ Boleh, silahkan mas.”


Pagi ini menjadi pagi pertama semenjak Jingga amnesia dan mereka sarapan pagi di meja yang sama. Tampak suasana ini membuat Arkana sangat merindukan masa-masa sebelum Jingga mengalami amnesia.


**


Keesokan harinya saat Jingga menemani Keenan ke sekolah, dia tidak melihat ibu dan anak yang kemarin sempat membuat masalah dengannya, dan kata Ms. Nayna bahwa anak itu sudah di drop out dari sekolah karena ternyata sering membuat masalah dengan anak-anak yang lain.


Jingga merasa senang mendengarnya karena sekarang tidak ada yang akan mengusik Keenan lagi, dia bisa tenang jika harus pulang ke rumah. setelah menemani Keenan, dia pun memutuskan untuk pergi ke butiknya.


Jingga sudah mengetahui lokasi butiknya dan akan pergi kesana hari ini juga, dia ingin mencoba mengingat semuanya dari sana. Langkah Jingga tiba-tiba terhenti saat dia menuruni sebuah anak tangga.


Sesuatu tiba-tiba muncul di ingatannya yang membuat Jingga terdiam sejenak, dia bisa melihat kejadian yang membuatnya takut. Jingga hampir terjatuh dari tempatnya jika bukan karena seseorang yang dengan cepat membantunya berdiri.


“ Kau baik-baik saja.?” Tanya pria itu menatap Jingga khawatir.


“ Terima kasih, aku baik-baik saja.” Balasnya cepat.


Pria itu memperkenalkan dirinya yang ternyata seorang ayah dari anak yang juga bersekolah di tempat yang sama dengan Keenan. Nama pria itu adalah Mike, dan dia adalah seorang duda beranak dua yang baru saja menemani anak kembarnya masuk sekolah.


Keduanya saling berkenalan dan menunjukkan foto anak mereka masing-masing, namun percakapan mereka harus berakhir karena Jingga harus segera ke butiknya.


Taksi yang di pesan Jingga belum datang sampai sekarang, Mike yang kebetulan membawa mobil sempat memberi tumpangan kepadanya. Awalnya Jingga ragu untuk menerima tawaran baik dari Mike, tapi setelah di pikir-pikir akhirnya dia menerima tawaran tersebut.


Sepanjang perjalanan mereka banyak bercerita tentang diri mereka masing-masing, Jingga tidak menyangka bisa secepat itu terbuka dengan orang asing.


Meskipun sedang mengalami amnesia, tapi Jingga tetap memperkenalkan Arkana sebagai suaminya kepada Mike. Dan Mike memberitahu Jingga kalau istrinya sudah meninggal setelah melahirkan anak kembarnya. Jingga yang mendengarnya pun langsung turut bersedih.


“ Jadi kau seorang desainer, boleh aku berkunjung ke butik mu juga.?” Tanya Mike melirik Jingga.


“ Boleh, tapi masalahnya aku sedang dalam keadaan tidak baik. Aku mengalami amnesia, untuk sekarang ada banyak ingatan yang sulit ku ingat termasuk butik ku sendiri. Jadi maaf kalau aku tidak bisa menunjukkan dengan baik.”


“ It’s okay, aku hanya akan datang untuk melihat-lihat.”

__ADS_1



__ADS_2