Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Special Part 30


__ADS_3


Keenan bertindak lebih tegas dari sebelumnya terhadap Jihan, dan konferensi pers pun telah di lakukan di hadapan media. Nama baik Keenan kini telah kembali, dan semuanya di putar balikkan oleh Keenan sebagai kesalah pahaman belaka.


Keenan tidak ingin karir Jihan berakhir secepat itu karena rumor yang dia buat sendiri, meskipun marah tapi Keenan tidak tega melakukannya. Jihan juga sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf pada semua yang terlibat dalam rumor, termasuk Daisy.


“ Maafin aku, aku janji nggak akan buat onar lagi.” Ucap Jihan sambil memeluk Daisy.


“ Iya nggak apa-apa, mulai sekarang kamu harus lebih bahagia lagi.” Kata Daisy dengan lembut.


Jihan sendiri tidak mengira bahwa Daisy dengan mudah memaafkannya seperti itu, dia menjadi merasa bersalah telah menyakiti perasaan gadis sebaik Daisy.


Jihan melepaskan pelukannya dan menatap Daisy lekat, wajah secantik Daisy dan keperibadian yang baik sepertinya memang sangat cocok dengan seorang pria seperti Keenan.


“ Kamu sama kak Keenan yang langgeng ya, undang aku ke acara nikahan kalian nanti.” Ucap Jihan sontak mendapat anggukan pelan dari Daisy.


“ Aku harus pergi sekarang.” Daisy segera beranjak dari tempatnya, namun dia tiba-tiba berhenti di depan Keenan.


“ Terima kasih karena sudah menyelamatkan karirku kak, dan sekali lagi aku minta maaf.” Ucap Jihan pelan.


“ Iya, kamu baik-baik ya mulai sekarang.” Balas Keenan lirih.


Setelah Jihan pergi, terlihat Keenan menghampiri Daisy dan mengajaknya ke suatu tempat hari ini. Karena lusa Daisy sudah harus kembali ke Singapura, alhasil Keenan ingin menghabiskan waktu bersama Daisy sampai puas hari ini.


**


Daisy tidak tahu kemana Keenan akan membawanya pergi, bahkan saat ini dia di pasangkan penutup mata agar dia tidak tahu kemana Keenan akan membawanya. Padahal tanpa penutup mata pun dia tidak menghafal betul jalan yang ada di Jakarta.


“ Kita mau kemana sih.?” Tanya Daisy sambil menarik pelan lengan Keenan.


Keenan meraih tangan Daisy dan menggenggamnya lembut sambil menyetir, Keenan masih tidak ingin memberitahu Daisy kemana mereka akan pergi karena hari ini akan menjadi hari penuh kejutan yang di berikan Keenan kepadanya.


Setelah beberapa waktu, akhirnya Keenan berhasil tiba di sebuah lokasi yang telah dia siapkan sebelumnya. Dia bahkan menyewa beberapa orang untuk membantunya menyukseskan kejutan yang akan dia berikan kepada Daisy.

__ADS_1


Dengan sangat hati-hati Keenan membantu Daisy turun dari mobil, masih dengan keadaan mata yang tertutup. Kemudian keduanya berjalan menuju tempat yang sudah siap itu, dan saat mereka berdiri disana barulah Keenan membantu Daisy membuka penutup matanya.


Daisy langsung tersentak kaget melihat suasana yang di lihatnya saat ini, keindahan lampu yang menghiasi seluruh tempat dengan panorama kota di malam hari yang menambah suasana menjadi begitu romantis.


“ Kamu yang siapin semua ini?” Tanya Daisy menatap Keenan.


“ Tentu saja, siapa lagi kalau bukan aku.” Jawab Keenan dengan bangga.


“ Tapi kapan? Seharian ini kan kita pergi bersama.?”


“ Bukan hari ini, tapi kemarin. Aku di bantu sama orang suruhan ku juga, tapi semua ide ini aku yang buat.”


“ Kamu so sweet banget sih.”


Kemudian Keenan membawa Daisy untuk duduk di salah satu kursi yang telah di siapkan, keduanya pun duduk saling berhadapan dan beberapa saat kemudian pun pelayan datang membawa makanan untuk menemani dinner mereka hari ini.


Daisy sampai tidak bisa berhenti tersenyum dengan kejutan yang di berikan oleh Keenan, namun sebenarnya tak hanya sampai di situ saja kejutan yang akan di berikan Keenan.


Setelah mereka selesai menikmati makan malam romantis, terlihat Keenan yang berdiri dari kursinya dan menghampiri Daisy dengan sebuah kotak kecil di tangannya.


Daisy sampai tidak bisa berkata-kata, mulutnya terasa kaku dan jantungnya berdetak lebih cepat dari sebelumnya. Sedangkan Keenan terlihat menunggu dengan sabar jawaban yang nantinya akan keluar dari mulut kekasihnya.


“ Kamu serius mau nikahin aku.?” Tanya Daisy yang masih tidak percaya dengan apa yang dia saksikan saat ini.


“ Aku serius, aku mau jadi suami kamu. Aku mau kamu menemani sepanjang hidupku, aku janji akan buat kamu menjadi wanita yang paling bahagia di dunia ini.” Ungkap Keenan sukses membuat Daisy terharus sampai ingin meneteskan air mata.


" Tapi waktu itu di hadapan keluarga kamu, kamu bilang sendiri kalau masih terlalu cepat untuk kita menikah. " Ucap Daisy.


" Waktu itu aku memang sempat berpikir terlalu cepat, tapi sekarang tidak lagi. Aku sudah sanggup untuk melakukannya, dan aku berani melamar kamu sekarang. " Jawab Keenan begitu serius.


Terlihat Daisy yang masih belum memberikan jawabannya, Keenab mulai ragu apakah Daisy akan menolak lamarannya kali ini?


“ Aku hargai semua yang telah kamu lakukan, untuk kesiapan lamaran ini, untuk janji yang kamu sebutkan barusan, andYes, I do. Aku mau nikah sama kamu Nan. ” Jawab Daisy yang akhirnya membuat Keenan segera menyematkan cincin itu di jari manisnya.

__ADS_1


Daisy terus menatap cincin yang berhasil tersematkan di jemarinya, kemudian dia menatap Keenan lekat sampai akhirnya mereka saling berpelukan.


“ Aku sayang sama kamu.” Ungkap Keenan.


“ Aku juga sayang sama kamu.” Balas Daisy.


**


Satu keluarga sudah mendengar kabar bahwa Keenan telah melamar Daisy, dan hal ini akan di bahas lebih serius oleh keluarga Keenan dan juga keluarga Daisy untuk rencana ke depannya.


Besok sebelum berangkat ke Singapura, Daisy banyak membahas gaun pengantin bersama Jingga. Bahkan kali ini Jingga yang akan membuatkan gaun untuk calon menantunya itu.


Belum resmi menikah, tapi kakek dan nenek Keenan telah memberikan sebagian warisan kepada cucu pertamanya itu. Keenan di berikan beberapa properti perusahaan film dan aset lainnya yang ada di Bali, semua itu untuk mendukung Keenan dalam meniti karirnya di bidang perfilman.


Shanum dan Lingga pun ikut berbahagia mendengar kakak laki-lakinya telah berhasil menemukan pelabuhan cinta terakhirnya, dan mereka hanya bisa mendoakan semua lancar sampai hari pernikahan tiba.


Namun rupanya di balik rasa bahagia itu, terselip air mata yang menetes dari seorang ibu yang dulunya pernah melahirkan sang anak dalam keadaan kritis. Jingga diam-diam menangis atas pernikahan Keenan, sebenarnya bukan rasa sedih karena putranya akan segera menikah.


Tapi dia merasa penuh emosional sekarang ini, putranya akan segera menikah di usianya yang hampir menginjak 29 tahun. Jingga tidak bisa berhenti menangis di buatnya, sampai akhirnya Arkana menyadari keberadaannya dan langsung memeluk istirnya dari belakang.


“ Aku tahu perasaan kamu, tapi jangan sampai Keenan melihatnya. Dia mungkin akan sedih melihat ibunya menangis dengan kabar pernikahan ini.” Ucap Arkana lirih.


“ Aku bahagia mas, aku hanya nggak nyangka perasaan ini datang begitu saja. Mungkin semua ibu di dunia ini merasakannya, Keenan yang dulunya masih kecil dan selalu bergantung dengan kita, sebentar lagi akan membina rumah tangganya sendiri.”


“ Keenan pasti bisa menjadi suami yang baik, setidaknya kita memberikan kebebasan dia untuk memilih pilihannya sendiri. Kamu nggak perlu khawatir sesuatu yang buruk terjadi dalam rumah tangga mereka.”


“ Kamu benar mas, aku nggak seharusnya khawatir. Keenan anak kita yang kita besarkan dengan baik, dia pasti bisa bertanggung jawab. Kita sudah tua ya mas, kalau kita nanti punya cucu, aku sama kamu di panggil kakek dan nenek dong.”


“ Sudah waktunya juga, meskipun kita sudah tua, tapi perasaan aku ke kamu nggak pernah berubah.”


“ Kamu bisa aja mas.” Kata Jingga sambil menepuk pundak Arkana pelan.


“ Aku serius, walaupun sekarang umur kamu bertambah. Di mataku kamu masih seperti Jingga yang pertama kali ku lihat. Cantik dan mempesona.” Balas Arkana sekali lagi membuat Jingga masih merasa malu dengan kalimat gombalnya.

__ADS_1



__ADS_2