Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Nafas Pertama


__ADS_3


Dokter sudah memutuskan untuk segera melakukan operasi caesar untuk Jingga, serangan jantung yang sempat muncul kini telah teratasi dengan baik oleh para dokter yang bertanggung jawab.


Dokter Zakir mengatakan bahwa serangan jantung berikutnya bisa saja kembali menyerang, maka dari itu para dokter memutuskan untuk menyalamatkan nyawa bayi yang ada di dalam kandungan Jingga.


Arkana sudah menyetujui hal tersebut dan akan ikut andil dalam operasi Jingga, kehadirannya sebagai dokter bedah syaraf memang tidak begitu di gunakan namun dia ingin memantau dan memastikan semuanya akan berjalan dengan baik.


Karena Qania sudah tidak menjadi bagian dari dokter yang bertanggung jawab, maka posisinya di gantikan oleh Aizen.


" Kamu yakin kuat berada di dalam ? " Tanya Aizen pada Arkana.


" Aku bisa melakukannya, semua demi anak dan istriku." Jawab Arkana lirih.


Satu jam yang lalu Arkana masih sangat syok hingga membuat tubuhnya lemah tak berdaya, dia benar-benar takut sesuatu terjadi pada Jingga. Sampai pada akhirnya setelah Jingga melewati masa kritisnya, dia pun mulai memberanikan diri untuk menghadapi semua kenyataan yang entah akan berujung seperti apa.


Ruang operasi telah siap untuk di gunakan, Jingga sudah memasuki ruang operasi dengan keadaan yang masih belum sadarkan diri. Dokter anestesi dan tim medis lainnya sudah memastikan obat bius yang di gunakan bersifat aman untuk pasien dan janinnya.


Para dokter pun memasuki ruang operasi, tampak Arkana yang sudah siap untuk membantu menyelamatkan anak dan istrinya. Tidak ada keraguan dalam dirinya saat ini, dia bisa melakukan ini karena dia percaya bahwa Jingga pun juga sedang berjuang saat ini.



Di ruang operasi kali ini sudah bertugas dokter kandungan, dokter jantung, dokter bedah toraks, dokter anestesi, dan tentunya Arkana sebagai dokter bedah syaraf.


" Siap dok?" Lirik dokter Nala pada yang lainnya.


**


Empat puluh menit tiga puluh satu detik telah berlalu, suara tangisan bayi memecah keheningan ruang operasi pada malam itu.



Arkana menyaksikan secara langsung bagaimana putra pertamanya berhasil di keluarkan dalam perut Jingga. Meskipun kelahirannya lebih cepat dua minggu, namun dokter Nala mengatakan bahwa kondisi tubuh bayinya lengkap dan sehat.


Tangis bahagia Arkana pecah ketika melihat wajah putranya, tangisan yang nyaring dari si kecil terdengar seperti alunan musik yang indah di telinganya.

__ADS_1


" Selamat ya dok, sekarang sudah resmi menjadi seorang ayah." Ucap semua dokter dan tim medis lainnya di ruangan itu.


" Terima kasih.., terima kasih ya Allah." Ucap Arkana benar-benar tak bisa menutupi rasa bahagianya.


Kondisi Jingga masih stabil untuk saat ini dan dokter terus memantau sambil melakukan tindakan berikutnya. Sementara itu, Arkana kembali di tugaskan untuk memotong tali pusar putranya dan mengumandangkan adzan.


Arkana pun melakukan apa yang di katakan oleh dokter Nala, kemudian setelah semua selesai di lakukan, dia pun


menyerahkan putranya kepada perawat untuk segera di bersihkan dan di bawa ke ruang NICU (neonatal intensive care unit) karena bayi tersebut lahir dalam keadaan prematur.


" Kondisi jantung melemah, jantung tidak memompa darah dengan baik." Ucap salah satu tim medis yang memantau keadaan jantung Jingga.


" Siapkan defibrilator sekarang." Titah dokter Zakir cepat.


" Seperti dugaan saya sebelumnya, pasien beresiko mengalami gagal jantung." Ujar dokter Zakir.


Bagai di sambar petir, kebahagiaan yang di rasakan oleh Arkana barusan berubah menjadi sebuah mimpi buruk. Ketakutan itu kembali datang, tubuhnya langsung bergetar hebat mendengar keadaan Jingga yang sekarang.


" Detak jantung berada di bawah 60 dok."


Karena Arkana terlihat ketakutan dan tak berkutik, dia pun di bawa keluar oleh tim medis untuk di tenangkan. Sementara itu operasi bypass akan segera dilakukan oleh para dokter.


**


Warna hijau pada ruang operasi baru saja berganti menjadi hitam, itu artinya operasi telah selesai dan sebentar lagi akan ada seorang dokter yang keluar menemui Arkana.


Pintu ruangan baru saja terbuka dan terlihat dokter Zakir yang berjalan keluar menemui Arkana, pria itu langsung bangkit dari kursinya dan menatap dokter Zakir dengan ekspresi penasaran akan hasil operasinya.


" Bagaimana operasinya? Dan bagaimana keadaan Jingga dok.?"


" Operasi telah berhasil di lakukan, kami melakukan operasi bypass untuk mengurangi adanya resiko serangan jantung dan membantu meningkatkan suplai darah dan juga oksigen ke organ jantung, hal ini juga dapat membantu mengembalikan kemampuan fisik pasien yang terkena penyakit jantung."


" Kami masih akan tetap memantau keadaannya, untuk sementara waktu Jingga akan di rawat di ICU." Lanjut dokter Zakir kemudian.


" Tapi dia baik-baik saja kan dok? Kapan dia mulai sadar? " Tanya Arkana.

__ADS_1


" Kamu yang tenang, jangan terlalu takut sampai membuatmu seperti ini. Dia pasti akan baik-baik saja, dan saya akan pastikan dia bisa sehat kembali. "


" Terima kasih banyak dok, saya nggak tahu harus bagaimana lagi, sekarang saya serahkan semuanya sama dokter Zakir. "


**


Keesokan harinya, Arkana yang masih setia menjaga dan menemani Jingga baru saja membuka kedua matanya secara perlahan.


Arkana hanya tidur selama satu jam setengah dan terlihat begitu pucat dan kelelahan. Suara ketukan pintu diluar membuat Arkana menoleh, dia mendapati sosok yang tak asing tengah berdiri diluar sana.


Sebelum keluar dari ruangan itu, dia menatap wajah istrinya yang masih belum juga sadarkan diri dari semalam. Lalu setelah itu dia berjalan keluar menemui orang itu.


Yang datang saat itu adalah Bima, dia datang seorang diri dan ingin menengok keadaan Jingga dan keponakannya. Tapi karena tidak di perbolehkan, alhasil Bima hanya bisa melihatnya dari luar pintu.


" Bagaimana keadaan Jingga.? " Tanya Bima menatap Arkana penasaran.


" Operasinya berjalan lancar, tapi dia belum juga sadarkan diri. " Balas Arkana parau.


" Bagaimana dengan bayinya.? "


" Dia lahir prematur dan masih dalam pemantauan yang lebih, untuk saat ini hanya ayah dari si bayi yang boleh melihatnya. "


" Selamat karena kamu sudah menjadi seorang ayah, dan soal Jingga, dia pasti bisa sembuh. Kau terlihat sangat kelelahan, sebaiknya kau istirahat juga. " Saran Bima.


" Bagaimana aku bisa istirahat dengan kondisi Jingga yang sekarang, untuk tidur pun sangat sulit. "


" Kau mau aku yang menjaganya? Kau boleh pulang dan istirahat sebentar, kalau kau sakit dan kau tidak bisa berada di sampingnya, kasihan Jingga nantinya. "


" Tidak, terima kasih. Tapi aku sudah berjanji untuk tetap berada di sampingnya. "


Arkana yang tetap kekeuh ingin menemani Jingga sampai dia siuman akhirnya membuat Bima pasrah, karena dia hanya bisa berdiri di depan ruang ICU sebelum pulang dia kembali melihat keadaan Jingga dari balik pintu dengan tatapan yang penuh arti.


" Mama sedang dalam perjalanan dinas, dia akan kembali besok. Dia memintaku datang ke sini untuk mewakilinya, jadi jangan berpikir yang tidak-tidak denganku. " Lontar Bima kemudian di balas anggukan pelan dari Arkana.


" Aku pulang dulu, jangan lupa jaga kesehatanmu juga. " Sambung Bima kemudian berlalu pergi meninggalkan Arkana.

__ADS_1



__ADS_2