
Side Story Shanum
Tahun ketiga Shanum menginjakkan kaki di SMA akhirnya tiba, pagi itu dia sangat bersemangat untuk berangkat sekolah. Sebenarnya bukan tanpa sebab, dia sangat semangat lantaran Lingga adik laki-lakinya telah menginjakkan kaki di bangku SMA yang sama dengannya.
Shanum sudah berada di meja makan lebih awal, di susul oleh papa dan mamanya, dan terakhir Lingga. Melihat adiknya sudah menggunakan seragam SMA tampaknya membuat Shanum merasa gemas.
" Adikku sudah SMA, kenapa kau jadi dewasa secepat ini sih. " Ucap Shanum sambil memeluk Lingga dengan erat.
" Lebay, badanku lebih besar darimu. Jangan menganggapku seperti bocah kecil lagi. " Protes Lingga sambil menyingkirkan kakak perempuannya itu.
Jingga dan Arkana hanya dapat menyaksikan bagaimana kedua anaknya sedang bertengkar kecil hanya karena masalah sepele, namun yang membuat ramai rumah tentu saja hanya mereka berdua.
" Sudah jangan banyak mengobrol lagi, cepat sarapan dan papa antar kalian berdua ke sekolah. " Sahut Arkana dan segera membuat kedua anaknya duduk dan menyantap sarapan pagi mereka.
**
Bel sekolah baru saja berdering menandakan waktu istirahat telah tiba, Shanum yang saat itu baru saja keluar dari ruang kelas bersama teman-temannya tiba-tiba di buat terkejut dengan kerumuman siswi di lapangan basket.
" Ada apa? Kok rame banget? Ada artis datang ke sekolah apa.?" Gumam Helen teman Shanum.
" Aku jadi penasaran." Ucap Shanum yang ingin melihatnya dengan jelas.
Perlahan namun pasti, Shanum dan ketiga temannya melihat satu pria yang di kelilingi oleh siswi-siswi di sekolah itu. Dan Shanum menyadari bahwa ternyata yang sedang di kelilingi oleh para siswi itu adalah Lingga adiknya.
" Itu adikku, Lingga. " Gumam Shanum sontak membuat teman-temannya terkejut.
" Lingga? Dia sudah SMA? Kenapa kamu nggak bilang.? "
Lingga memang cukup terkenal di kalangan teman-teman Shanum, sejak dulu Lingga sudah memiliki banyak fans. Lingga sangat tampan dan manis secara bersamaan, bahkan teman-teman Shanum mengaku suka dengan adiknya itu.
" Dia memang sudah SMA, aku nggak mau bilang-bilang karena pasti kalian bakalan heboh. " Jawab Shanum.
Helen, Angel, dan Geby segera turun untuk menyelamatkan Lingga dari kerumunan gadis-gadis itu. Keberadaan Lingga di River Valley High School benar-benar menjadi bencana bagi para siswa di sekolah itu.
" Kenapa mereka jadi ikut-ikutan gitu sih. " Ucap Shanum sambil menepuk keningnya.
" Ehmm, Shanum. " Sahut seseorang berhasil membuat Shanum menoleh dengan cepat.
" Zacky. " Ucap Shanum dengan wajah merona setelah melihat pria yang dia suka muncul di hadapannya.
__ADS_1
" Ada ribut-ribut apa di bawah sana.?" Tanya Zacky penasaran.
" Nggak ada yang penting, kamu mau ikut aku ke kantin nggak? Teman-temanku pergi, mereka nyebelin banget." Ajak Shanum.
" Boleh, kebetulan aku datang kemari mau ajak kamu jajan di kantin. " Balas Zacky.
Shanum melirik ke bawah sebentar, dia bisa melihat Helen dan yang lain sedang berusaha menyelamatkan Lingga dari kerumunan itu. Karena kedatangan Zacky, akhirnya Shanum bisa menghabiskan waktu bersama dengan pria yang dia sukai.
**
Lingga berhasil menghindari kerumunan orang-orang berkat bantuan teman-teman Shanum, mereka mau mendengar Helen yang membubarkan mereka demi kenyamanan Lingga di sekolah itu.
Sekarang mereka sudah berada di koridor kelas tempat mereka meninggalkan Shanum sebelumnya.
" Loh, dimana Shanum? " Helen berusaha mencari-cari keberadaan gadis itu namun tidak ketemu.
" Perasaan tadi ada disini.? " Ujar Geby ikut bingung.
" Atau jangan-jangan dia udah duluan ke kantin.? " Sahut Angel.
" Kalau gitu kita langsung nyusul, Lingga kamu iut kita ya. " Sambung Helen langsung menarik lengan Lingga meskipun cowok itu setengah ikhlas di ajak bersama mereka.
" Siapa cowok itu.? " Tanya Lingga.
" Oh, dia Zacky. Cowok yang di taksir sama kakak kamu. " Jawab Helen.
Lingga dalam mode saudaranya segera menghampiri Shanum, dia bahkan dengan terang-terangan duduk di samping Shanum sambil merangkul pundak kakaknya itu.
" Lingga, kamu ngapain disini.? " Bisik Shanum berusaha melepaskan tangan Lingga dari pundaknya.
" Kamu siapa? Ada urusan apa dengan kakaku.? " Sahut Lingga pada Zacky.
" Dengar ya, kalau kamu berani menyakiti perasaan kakaku, atau bahkan buat dia kecewa, kamu nggak akan ku biarkan. " Lanjut Lingga dengan penuh ancaman.
" Ih Lingga, kamu ngomong apa sih.? " Sebal Shanum pada adiknya itu.
" Aku hanya mau memastikan aja, kak Shanum dekat dengan pria seperti apa. " Jawab Lingga santai.
" Kamu pasti Lingga kan? Shanum sering cerita tentang kamu selama ini." Sahut Zacky menatap Lingga dengan senyuman.
" Iya, aku Lingga. Jadi sebaiknya dengar apa kataku, mulai sekarang"
__ADS_1
" Lingga cukup. Kamu ini kenapa sih? Ganggu aja." Potong Shanum yang tak bisa menahan emosinya lagi.
" Aku cuma mau mastiin dia layak apa tidak." Balas Lingga pelan.
" Nggak gitu caranya, mending sekarang kamu pergi. Gabung di meja teman-temanku sana, jangan ganggu aku." Usir Shanum sambil mendorong tubuh Lingga menjauh dari tempatnya.
Setelah Lingga berhasil di singkirkan, sekarang tiba saatnya Shanum meminta maaf kepada Zacky atas sikap lancang Lingga kepadanya.
Di samping itu, tampak Lingga yang masih memperhatikan kakaknya dengan penuh teliti. Dia bahkan sempat saling melakukan kontak mata dengan Zacky, dan pria itu memberikan senyum yang membuat Zacky merinding di buatnya.
**
Menjadi populer di bangku SMA ternyata tidak semudah yang di pikirkan oleh Lingga, padahal waktu SMP dia tidak segitu di idolakannya oleh orang-orang. Kenapa sekarang dia menjadi seperti ini? Sepulang sekolah dia banyak mendapat hadiah makanan dari teman seangkatan, kakak kelas dua, hingga kelas tiga.
Tapi sayang Lingga menolak semuanya, dia tidak suka menerima pemberian dari orang lain sebab dia tidak mau pusing memberikan feedback pada mereka masing -masing.
Sebelum menunggu jemputan, Lingga pergi ke toilet sekolah sebentar. Disana, dia mendengar percakapan seorang pria dengan suara yang tak lagi asing. Lingga mengenal suara itu, dan setelah di cek ternyata dia benar mengira bahwa pria itu adalah Zacky.
" Wanita bodoh itu tidak akan tahu, lakukan saja sesuai rencana."
" Kau tenang saja, aku akan bertanggung jawab penuh."
" Sepulang sekolah, aku akan pergi bersama seseorang. Jadi kau tahan dia sebisa mungkin, oke aku paham."
Zacky segera keluar dari toilet setelah dia selesai bicara pada seseorang di ponselnya, setelah itu Lingga keluar dari bilik kamar mandi dengan ekspresi mencurigakan.
" Apa yang dia ingin lakukan? Dia tidak sedang membicarakan kak Shanum kan.?" Benak Lingga mulai merasa curiga.
Lingga dengan cepat menghubungi Jingga untuk tidak menjemputnya hari ini, dia ingin memastikan ucapan Zacky dengan menunggu Shanum pulang sekolah.
Anak kelas tiga memang pulang telat karena harus mendapatkan pelajaran lebih, berbeda dengan Lingga yang dapat pulang cepat karena masih baru.
Sekitar hampir tiga puluh menit lebih Lingga menunggu Shanum pulang, dia bahkan sengaja menggunakan masker dan kaca mata untuk menghindari para fansya.
Satu persatu anak kelas tiga mulai keluar meninggalkan kelasnya, fokus Lingga terus tertuju pada sosok Shanum yang keluar bersama teman-temannya. Namun hanya sampai di depan kelas saja, ketiga temannya berpamitan dan meninggalkan Shanum di depan kelas sendirian.
Ternyata bukan tanpa alasan mereka meninggalkan Shanum, sosok Zacky yang berada di kelas sebelah keluar menghampiri Shanum. Kemudian mereka berdua kembali jalan bersama, saat itu Shanum terlihat begitu senang sampai tidak berhenti tersenyum.
" Memangnya apa bagusnya cowok itu? Kak Shanum terlalu polos dan mudah tertipu dengannya. " Benak Lingga sambil mengepal kedua tangannya dengan kuat.
__ADS_1