
Tsania tidak pernah membayangkan sebelumnya jika ternyata ada Nisa yang terus menerus memisahkannya dengan Arkana, dia pikir tidak ada pengganggu lain selain Qania mengingat Qania sedang berbulan madu.
Setiap Tsania ingin mendekati Arkana, akan selalu ada Nisa yang entah dari mana bisa tahu kalau dia sedang mendekati Arkana. Rencananya kembali di buat gagal oleh Nisa, dan dia berpikir untuk menyingkirkan wanita itu dari rumah sakit.
Tsania meminta bantuan Widya untuk memecat Nisa sebelumnya, tapi sayangnya permintaan itu tidak di turuti oleh Widya. Alhasil dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi, jika dia bertindak sekarang maka semuanya akan kacau dan Arkana mungkin akan berakhir membencinya.
Hari demi hari berlalu dan tanpa terasa sudah cukup lama dia tidak melakukan apapun lagi, dan setelah itu dia tahu bahwa Arkana dan Jingga telah memutuskan untuk kembali bersama.
Tsania memastikan pada Arkana apakah hal itu benar-benar terjadi atau tidak, dan Arkana dengan jujur memberitahu Tsania bahwa dia ingin membahagiakan istrinya mulai sekarang.
“ Pria bodoh, dia sudah mengandung anak dari pria lain. Kenapa kamu masih berharap dengannya.?” Benak Tsania benar-benar di buat geram dengan sikap Arkana.
**
Beberapa bulan kemudian, Tsania mengetahui bahwa Arkana dan Jingga semakin lengket seperti perangko yang sulit untuk di pisahkan. Dia sudah mencoba melakukan berbagai cara namun selalu gagal, saat mendengar Jingga masuk rumah sakit dan mengalami lemah jantung membuat Tsania berpikir untuk menyerang Jingga secara lansgung.
Dia memiliki rencana untuk membuat kondisi Jingga memburuk dan yang akan di salahkan nantinya adalah Qania dan Nisa, apapun akan dia lakukan selama itu membuatnya bisa bersama dengan Arkana.
Pertemuan mereka saat itu di lakukan Tsania di saat semua orang tidak ada di sekitar Jingga, dia hanya akan menghasut Jingga untuk percaya kepadanya terlebih dulu.
Dan hari dimana dia melakukan hal tersebut, dia mendapati ekspresi yang tak terduga dari Jingga. Walaupun terlihat pintar, tapi Jingga mudah memikirkan sesuatu yang mengganggunya apalagi kondisinya saat ini sedang memburuk.
“ Bagus, percaya padaku dan kau bisa pergi dengan tenang nanti.” Batin Tsania yang mulai memikirkan sesuatu yang jahat pada Jingga.
__ADS_1
Tsania tahu kalau Jingga tidak mungkin di tinggalkan lama-lama, dia harus pergi sebelum ada orang lain memergokinya. Dan setelah dia berhasil membuat Jingga percaya dengan ucapannya, setiap hari dia mengirimkan informasi palsu pada Jingga seputar hubungan Arkana dan Qania.
**
“ Sial, dia ngeblock aku ya? Kenapa pesan yang ku kirim nggak pernah di baca lagi? Terus akun instagramnya juga udah nggak ada? Apa jangan-jangan dia nggak percaya sama omongan aku waktu itu.?” ucap Tsania kesal sambil melempar ponselnya dengan keras.
Karena jadwal di rumah sakit sudah selesai, dia bisa pulang ke rumah. Dia akan memikirkan cara lain untuk membuat Jingga semakin sakit dan meminta pisah dengan Arkana.
Namun ketika Tsania pulang, dia di kejutkan dengan kedatangan Qania di rumahnya. Qania dengan berani menegur dan memberikan peringatan pada Tsania, setelah mendengar apa yang di katakan oleh Qania membuat Tsania yakin kalau ternyata Jingga telah membahas semua yang dia katakan kepada Qania sebelum memberitahunya ke Arkana.
Kedatangan Qania malam itu membuat Tsania semakin marah, ancamannya tidak akan mempan untuknya karena ada Widya di belakangnya. Kapapun sesuatu terjadi kepadanya dia tinggal mengancam Widya, tapi sebelum semua itu terjadi dia mulai berencana untuk menyingkirkan semua orang itu dengan niat jahatnya yang selama ini telah dia simpan baik-baik.
**
Sebelumnya Tsania sempat memata-matai Nisa dan menyadari bahwa wanita itu jarang menggunakan ponselnya ketika sedang bekerja, diam-diam dia masuk ke ruang istirahat yang biasanya di gunakan oleh perawat dan mahasiswa koas di waktu senggang dan mencari ponsel milik Nisa di lokernya.
Tsania berhasil menemukan ponsel Nisa disana, dan dia langsung membuka ponsel Nisa yang kebetulan tidak menggunakan kata sandi apapun.
Tsania mengambil id Nisa beserta password pengguna agar dia bisa meretas akun tersebut, dia cukup pandai dalam hal itu sehingga dia yakin Nisa tidak akan curiga jika id penggunanya di gunakan oleh orang lain.
“ Tsania? Kamu ngapain.” Suara itu berhasil membuat Tsania sampai menjatuhkan ponselnya karena kaget, dia langsung berpura-pura tidak sedang melakukan apapun pada Wulan yang baru saja masuk ke ruangan itu juga.
“ Kamu sendiri ngapain disini.?” Tanya Tsania penasaran.
“ Aku mau istirahat bentar.” Jawabnya pelan.
__ADS_1
“ Oh ya udah, lanjut istirahatnya aku mau keluar.” Balas Tsania yang bergegas meninggalkan ruangan itu.
“ Hampir saja Wulan tahu.” Batinnya yang mempercepat langkahnya dengan keadaan yang cukup panik.
**
Rencana selanjutnya adalah memastikan semua rekaman cctv di seluruh sudut rumah sakit, kali ini Tsania akan melakukan tuduhan kepada Qania dengan salah memberikan obat kepada Jingga.
Di salah satu lantai yang menghubungkan ruangan Jingga, ada satu kamera cctv yang tidak berfungsi. Dan dia akan memanfaatkan waktu itu untuk menukar obatnya sehingga dia berharap akan terjadi medication error pada obat yang dia berikan.
Tsania menunggu petugas yang membawa obat segera lewat, dia sudah membawa keranjang obat yang salah dimana akan dia tukar dengan petugas itu.
Seorang pria dengan membawa trolley obat-obatan sedang berjalan ke arah tempat Tsania berada. Dan secara kebetulan di waktu itu ada seseorang yang sengaja di perintahkan oleh Tsania untuk menyamar sebagai seorang perawat, dia sengaja menyambar petugas itu sehingga Tsania dapat mengambil kesempatan dengan keluar dari persembunyiannya.
“ Ada apa ini.?” Tanya Tsania yang saat itu menukar keranjang obat yang dia sembunyikan di belakang tubuhnya dengan milik Jingga.
“ Saya nggak sengaja menabraknya, maafkan saya.” Ucap Angga pada perawat tadi.
Pergerakan Tsania cukup cepat saat itu dan dia bisa melakukannya tanpa rasa curiga dari Angga, berkat bantuan perawat gadungan itu rencananya berhasil. Dan Angga pergi membawa obat yang salah ke ruangan Jingga, sedangkan obat yang asli akan di kembalikan Tsania ke apoteker dengan bantuan perawat palsu itu.
“ Pastikan kesana membawa obat ini saat jam istirahat, mereka tidak akan ada disana jadi kau bisa meletakkan obatnya disana.” Titah Tsania yang langsung di laksanakan oleh orang suruhannya itu.
Tsania mulai tersenyum puas dengan rencananya itu, dia melirik cctv yang tidak berfungsi sambil tersenyum puas. Hanya menunggu waktu saja sampai keadaan Jingga memburuk, kemudian dia bisa memposting kebenaran yang dia ketahui di forum rumah sakit.
__ADS_1