Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Diskusi Bersama


__ADS_3


Arkana sedang menatap wajah cantik istrinya yang sedang tertidur dengan pulas, sepulang dari mall hari ini dia memastikan kondisi Jingga dengan baik dan telah memberikan obat sesuai resep dokter.


Sejak kemarin dia benar-benar melupakan masalah di rumah sakit, mama Widya memang menyuruhnya untuk tidak melakukan apapun karena katanya dia yang akan menyelesaikan semuanya.


Arkana percaya kalau mama Widya pasti bisa melakukannya dengan baik, dia juga sudah mengakui kesalahannya dan yang pastinya anak dalam kandungan Jingga sudah di akui sebagai anaknya sendiri.


Setelah memastikan Jingga tidur dengan baik, Arkana pun turun dari tempat tidur secara hati-hati. Dia berjalan keluar kamar sambil membawa ponselnya, ada sesuatu yang ingin dia ketahui karena kemarin sampai hari ini belum mengecek isi pesan di ponselnya sama sekali.


Arkana menyadari ada begitu banyak pesan yang masuk, di antaranya datang dari Qania, Nisa, dan Tsania. Sementara yang lain seperti perawat menanyakan tentang rumor itu sejak kemarin dan belum di balas oleh Arkana, dan hal itu tentu tidak akan pernah terjadi.


Arkana tahu kalau postingan itu sudah di hapus, tapi tidak dengan ingatan mereka yang sudah melihat dan mendengarnya. Ketika Arkana mencoba untuk tidak mencaritahu lebih dalam, dia kemudian di buat terkejut dengan pesan Qania yang memberitahu Arkana bahwa SIP nya sudah di cabut dari rumah sakit bintang harapan.


Tanpa menunggu waktu lama, Arkana pun langsung menghubungi Qania. Setelah beberapa saat ternyata yang menjawab panggilan tersebut adalah Aizen, dan dia memberitahu Arkana kalau Qania sudah tidur.


“ Aku cuma mau tahu, apa benar SIP Qania di cabut sama mamaku?”


“ Ya benar, sekarang dia sudah tidak apa-apa. Aku akan segera membuka tempat praktek sendiri jadi tidak masalah kalau SIP Qania di cabut dari rumah sakit.”


“ Apa karena masalah Jingga kemarin? Ada yang memberitahu mamaku soal itu.?”


“ Aku tidak tahu pasti, tapi Qania bilang kalau memang ada yang memberitahu Bu Widya soal medication error kemarin. Dan kamu juga harus tahu, kalau Nisa kepala perawat di departemenmu juga di pecat, dia di tuduh sebagai pelaku yang menyebarkan postingan itu.”


“ Apa? Nisa juga?”


“ Soal Nisa aku nggak tahu pasti, tapi aku sama Qania percaya kalau bukan dia pelakunya.”


“ Terima kasih atas informasinya, maaf kalau aku mengganggumu malam-malam.”

__ADS_1


“ Arkana tunggu.” Sahut Aizen saat panggilan mereka hampir berakhir.


“ Ada apa.?”


“ Aku tahu siapa yang melakukannya, tapi sayangnya aku tidak punya bukti kuat. Kau bisa datang ke rumah kami besok, kita selesaikan masalah ini bersama-sama.”


“ Oke, besok aku akan kesana.”


**


Keesokan harinya sebelum pergi ke rumah Aizen, sebelum itu Arkana sudah memanggil seorang desain interior untuk merencanakan dekorasi kamar anaknya bersama Jingga.


Arkana sengaja melakukan itu agar Jingga tidak bosan di rumah, dan dia bisa berpura-pura ke rumah sakit sementara waktu agar Jingga tidak curiga. Rencananya berhasil, saat Arkana hendak pergi dia mendapat pelukan dan ciuman lembut dari istrinya.


“ Aku pergi dulu ya, kalau ada sesuatu kamu suruh bi Inah telpon aku.”


Setelah pamit dengan Jingga, dia pun langsung pergi dengan terburu-buru. Perjalanan dari rumahnya menuju rumah Aizen akan memakan waktu selama kurang lebih satu setengah jam, namun untungnya rumah Aizen dekat dengan rumah sakit sehingga jika ada apa-apa dia bisa langsung ke rumah sakit.


Setibanya di rumah Aizen, terlihat sudah ada mobil milik Nisa yang terparkir di halaman rumah Aizen. Rupanya Arkana adalah orang terakhir yang datang berkumpul di rumah itu.


“ Maaf aku telat, di jalan terjebak macet barusan.” Jelas Arkana ketika dia sudah masuk ke rumah Aizen dan bergabung dengan yang lainnya di ruang tamu.


Di rumah itu sekarang hanya ada Arkana, Qania, Aizen, dan Nisa. Mereka sudah sepakat berkumpul untuk membahas kejanggalan yang terjadi di rumah sakit, dan mereka berempat memiliki satu pendapat bahwa ada orang lain yang melakukan semua ini dengan sengaja.


Qania menjadi orang pertama yang angkat bicara dalam masalah ini, dia menjelaskan kepada semuanya bahwa sebelumnya Tsania telah membuat rumor palsu ke Jingga. Namun dia langsung bergerak dengan menemuinya langsung ke rumah gadis itu, kemudian Qania juga menjelaskan bahwa niat Tsania melakukan itu karena dia cemburu pada seseorang yang dekat dengan Arkana.


Sekarang adalah kesaksian dari Aizen, pria itu terlihat gugup sebelumnya namun dia sudah memberitahu Qania kemarin terlebih dulu agar istrinya tidak terkejut.


Qania meraih tangan Aizen dan menyuruhnya untuk memberitahu Arkana dan Nisa, setelah itu terlihat Aizen yang mulai percaya diri dengan menceritakan pengakuan Tsania tentang hubungan Arkana dan Qania.

__ADS_1


Aizen ingat dengan betul saat itu Tsania ingin memberikan bukti rekamana tapi dia menolak karena percaya pada Qania, seandainya dia menerima rekaman itu sudah dapat di pastikan bahwa memang benar Tsania adalah pelaku yang memosting rumor itu di forum rumah sakit.


“ Dia benar-benar sudah gila, aku bahkan nggak tahu kenapa Id ku bisa di hacker. Dokter Arka tahu sendiri kan kalau saya nggak suka muncul di forum rumah sakit selama ini, kenapa jadi tiba-tiba postingan itu muncul dengan id pengguna saya.” Keluh Nisa.


“ Kami percaya kok sama kamu Nisa, id rumah sakit memang mudah untuk di hacker. Tapi yang lebih aneh lagi adalah kenapa mama kamu seakan tidak berkutik Ar? Dia nggak bodoh kan karena mengira semua itu adalah tuduhan palsu.?” Sahut Qania.


Arkana masih diam setelah mendengar mereka, sejujurnya dia terkejut mendengar semua itu. Selama ini dia tidak pernah memperhatikan Tsania karena terlalu fokus pada Jingga, dan tanpa dia sadari semuanya di lakukan dengan cara yang sangat jahat.


“ Ini sangat jelas kalau Tsania sangat berambisi dengan kamu Ar.” Lontar Qania lagi.


“ Apa maksudnya? Maksud kalian Tsania suka sama aku.?” Tampak Arkana yang bahkan baru memikirkan hal itu baru-baru ini.


“ Ya ampun dok, terlihat jelas kalau dia suka sama dokter. Dia nggak sebaik yang dokter pikir.” Sahut Nisa yang naik pitam jika membahas soal Tsania.


“ Iya Ar, dia mungkin belum nunjukin perasaannya ke kamu karena dia sibuk nyingkirin orang-orang yang dekat sama kamu. Dan sekarang lihat kan, dia berhasil menyingkirkan aku sama Nisa.” Balas Qania.


Arkana mulai menyadari semuanya, dari dia yang dulu sering mendapati Tsania di balik pintu dan bagaimana Tsania berniat membantunya untuk membuat Qania cemburu dulu.


“ Jadi waktu itu dia mendengar semuanya, hanya saja dia bohong kalau dia mendengarnya. Kenapa dia bisa melakukan semuanya dengan berani? Bahkan sama Jingga pun dia berani memberitahu Jingga tentang rumor palsu itu.” Benak Arkana sambil mengepal kedua tangannya dengan kuat.


“ Aku sangat yakin waktu kondisi Jingga drop waktu itu, semuanya pasti ulah Tsania Ar.” Kata Qania membuat Arkana ingat pada kejadian itu.


“ Kita tidak punya bukti kalau dia yang melakukan semua ini, semuanya hanya akan menjadi semakin rumit kalau kita bertindak tanpa bukti.” Ucap Arkana.


“ Kita memang nggak punya bukti dok, tapi kita bisa menjebaknya untuk mengakui perbuatannya itu.” Sahut Nisa.


“ Bagaimana caranya.?” Tanya Arkana penasaran.


__ADS_1


__ADS_2