
Daisy POV
5 Tahun yang lalu
Ada yang bilang kalau sahabat sendiri tidak bisa menjadi kekasih kita, dan Daisy menyadari hal itu setelah dia menyadari perasaannya kepada Keenan. Sosok pria yang selama ini tidak pernah jauh darinya, sejak mereka TK sampai SMA. Dia, Keenan, dan Lily saudara kembarnya hampir tidak pernah berpisah.
Daisy sangat menyukai Keenan tapi tidak bisa mengungkapkan perasaannya dengan jelas, berbeda dengan Lily yang dapat terang-terangan menunjukkan antusiasnya di depan Keenan. Dan sikap Keenan pun terhadap Lily jauh lebih terbuka, dari pada dirinya.
Daisy sadar kalau Lily saudara kembarnya juga menyukai Keenan, hampir setiap saat Lily selalu menyebut nama Keenan di depannya. Meski begitu dia tidak cemburu, karena Daisy tahu kalau Keenan hanya menganggap mereka berdua sebagai seorang saudara perempuan.
Di hari kelulusan SMA, Keenan tiba-tiba berkata bahwa dia akan ke New York untuk melanjutkan pendidikannya. Keenan bercita-cita ingin menjadi seorang sutradar film, itu sebabnya dia ingin mengambil kuliah seni dan perfilman di salah satu kampus bergengsi dan melahirkan banyak sutradar hebat di sana.
Sayangnya Daisy dan Lily tidak bisa ikut berkuliah disana, mereka hanya bisa mengambil kuliah di Negara mereka. Hal itu karena papa mereka yang tidak bisa jauh dari anak-anaknya, meskipun papanya sudah menikah lima belas tahun yang lalu, tetap saja beliau tidak ingin jauh dari kedua putrinya.
Sebagai gantinya, Daisy dan Lily bebas memilih jalan hidup mereka. Dan setelah Keenan pergi ke Amerika, keduanya memutuskan untuk menjadi model. Daisy dan Lily sering mengikuti beberapa pemotretan yang membawa mereka sampai pada agensi besar yang menaungi karir mereka.
Gadis cantik itu baru saja memasuki kamarnya setelah dia menyelesaikan jadwalnya hari ini, dia menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur sambil menatap langit-langit kamarnya.
“ Keenan sudah pergi, sekarang tidak ada alasanku untuk tetap semangat dalam menjalani hari-hari kelabu ini.” Benak Daisy sambil menghela nafas berat.
Baru saja hendak menutup kedua matanya, tiba-tiba saja ponsel Daisy berdering dan dia tahu suara pesan itu dari siapa. Sebelumnya Daisy telah mengaktifkan notifikasi khusus hanya untuk satu orang itu saja, semua itu dia lakukan agar dia bisa membedakan siapa yang menghubunginya setiap saat.
Keenan : Aku udah sampai, ini suasana apartemenku.
Daisy tersenyum melihat pesan Keenan, dia bahkan sampai memberitahu suasana disana. Namun Daisy ragu, apakah Keenan hanya menunjukkan suasana apartemennya itu hanya pada dirinya atau Lily juga di beritahu?
Dan Daisy langsung menemukan jawabannya ketika Lily tiba-tiba saja masuk ke dalam kamarnya. Daisy langsung menyembunyikan ponselnya dan fokus menyaksikan Lily yang sedang uring-uringan.
“ Keenan jahat banget, masa dia nggak kasih kabar kalau dia udah sampai. Padahal kalau di perkirakan dia udah sampai New York sekarang.” Keluh Lily.
“ Mungkin dia capek, kamu tunggu aja sampai nanti malam.” Jawab Daisy.
“ Memangnya dia nggak kasih kabar ke kamu.?” Tanya Lily dan di balas gelengan pelan dari Daisy.
“ Ya sudah, ku pikir dia memberitahumu.” Lily dengan segala ke randomannya pun keluar dari kamar Daisy.
Setelah Lily pergi, barulah Daisy membalas pesan dari Keenan. Dia terpaksa harus berbohong agar tidak membuat perasaan Lily terluka, jika Lily tahu kalau Keenan hanya mengirim kabar kepadanya saja, mungkin dia akan sangat kecewa.
**
__ADS_1
Selama lima tahun sering bertukar kabar hanya dengan menggunakan ponsel, tampaknya tak membuat Daisy merasa kehilangan sosok Keenan. Justru semenjak Keenan pergi, keduanya semakin saling mengenal lebih jauh.
Tentu hal ini di rahasiakan dari Lily, apapun yang menyangkut soal Keenan tidak pernah dia beritahu kepada saudara kembarnya itu. Dan hari dimana Keenan akan kembali ke Singapura rasanya membuat Daisy menjadi begitu antusias.
Lima tahun tidak bertemu dengan Keenan secara langsung tentu akan membuatnya sangat terkejut, Keenan pasti sudah tumbuh menjadi pria dewasa yang tampan dan mempesona.
Sekarang pun Daisy telah menjadi seorang model muda yang sukses bersama Lily, mereka sering melakukan pemotretan sampul bergengsi dan sudah tersebar hampir ke seluruh negri singa.
“ Keenan sudah kembali.” Seru Lily ketika dia dan Daisy sedang di rias oleh stylist mereka masing-masing.
“ Benarkah? Keenan yang katamu cowok tampan di sekolah kalian dulu ya.?” Tanya manager mereka.
“ Iya, dia makin tampan sekarang. Aku jadi nggak sabar mau ketemu sama dia.” Lanjutnya begitu antusias.
“ Kamu kenapa ? kok nggak kaya Lily yang antusias dengan kedatangan teman kecil kalian.?” Tanya stylist Daisy kepadanya.
“ Aku senang kok akhirnya dia pulang, tapi nggak harus di tunjukkan juga kan.” Jawab Daisy santai.
“ Daisy memang seperti itu, dia dan Keenan nggak dekat kaya aku.” Sahut Lily hanya bisa membuat Daisy tersenyum simpul.
Karena tak ingin sesuatu yang tidak di inginkan sampai terjadi, yang awalnya Keenan ingin menemuinya berubah menjadi larangan agar Keenan tidak datang. Namun Keenan ingin bertemu dengan Daisy hari ini juga, sampai pada akhirnya Daisy memutuskan untuk mengajak Keenan bertemu di tempat lain setelah proses pemotretan selesai di lakukan.
Dan ternyata Keenan tetap datang ke studio, dia membawa buket bunga jenis Lily hanya untuk Lily seorang. Karena sebelumnya Daisy pernah bilang untuk tidak memberikan apapun di depan Lily, jadilah Keenan tidak melakukannya.
Seperti biasa, jika Lily bertemu dengan Keenan. Maka tidak ada kata canggung dan malu di antara mereka, Daisy pun ingin seperti itu dan bebas berinteraksi dengan Keenan. Tapi sayang dia terlalu malu dan kikuk untuk menunjukkan perasaannya.
Karena tak kuat melihat kedekatan mereka, alhasil Daisy pun berbohong akan pergi ke toko buku. Padahal aslinya dia dan Keenan telah janjian untuk bertemu disana.
Daisy telah pergi duluan, dia berharap Keenan akan segera menyusul jika Lily tidak menahannya. Dan setibanya di toko buku, dia menunggu Keenan selama hampir dua jam lamanya.
Dia bisa saja pergi dan membatalkan pertemuannya dengan Keenan, tapi waktu itu dia masih bersabar dan tetap menunggu. Setelah beberapa saat akhirnya Keenan muncul, Daisy bisa melihat bagaiman Keenan sedang mencari keberadaannya.
Sampai pada akhirnya mereka bertemu, Keenan mengajaknya pergi bersama di suatu tempat yang begitu indah. Ini adalah kenangan yang mungkin tidak akan pernah di lupakan oleh Daisy, datang bersama pria yang dia cintai di tempat yang sangat indah.
Keenan memanggil nama Daisy dengan lembut, dan ternyata sesuatu yang tak terduga baru saja terjadi. Tepat di hari itu dia mendengar langsung dari Keenan bahwa pria itu mencintainya, karena terkejut Daisy pun tidak bisa berkata apa-apa.
Padahal saat itu ada begitu banyak pertanyaan yang ingin di lontarkan, tapi entah mengapa terasa begitu sulit untuk keluar. Keenan pun memberikan waktu untuknya bisa menjawab, dan Daisy menyetujuinya tanpa alasan.
**
Keesokan harinya, Daisy yang terus memikirkan jawaban atas ungkapan perasaan Keenan kini telah memutuskannya. Selama ini Daisy mengira bahwa Keenan menyukai Lily karena kedekatan mereka berdua, tapi tiba-tiba Keenan mengaku menyukainya dan ternyata selama ini Keenan tidak memandang Lily lebih dari sahabat.
Daisy yang juga menyukai Keenan memutuskan akan menerima perasaan Keenan, dan dia akan memberitahunya besok. Tapi Sesutu tiba-tiba terjadi, hari kamis sore rumah mereka kedatangan mamanya Keenan. Dan Daisy mendengar secara langsung percakapan mamanya Keenan dengan papanya.
“ Anakku Keenan sepertinya menyukai Lily, ku dengar dia sudah menyatakan perasaannya. Sebenarnya aku sudah sering melihat dia menghubungi Lily, dia juga menyimpan begitu banyak foto Lily di kamarnya. Jadi ku pikir mungkin kita akan berbesan kalau seandainya mereka jadian.”
__ADS_1
Daisy ingin sekali muncul dan memberitahu mereka bahwa yang di sukai Keenan adalah dirinya, mungkin mamanya Keenan sudah salah mengira bahwa yang di sukai Keenan adalah Lily.
Tapi pada saat itu Lily muncul, dia mendengar percakapan barusan dan terlihat begitu senang kalau Keenan menyukainya. Harapan Daisy tiba-tiba hancur, dia tidak tahu harus berbuat apa lagi. Yang tadinya dia berpikir untuk menjawab perasaan Keenan, kini harus di pikirkan baik-baik lagi.
**
Tok..tok..tok…
Daisy menoleh saat mendengar suara ketukan pintu, dia bangkit dan berjalan membukakan pintu. Ternyata yang datang adalah Lily, dan sekarang saudara kembarnya itu sedang menatapnya dengan tatapan yang sulit untuk di artikan.
“ Lily? Ada apa datang ke kamarku.?”
“ Tante Jingga bilang kalau Keenan baru saja menembakku, dia mengira kalau itu aku. Tapi sebenarnya itu kamu kan.?”
“ Tunggu dulu, aku bisa menjelaskannya.”
“ Kenapa baru mau di jelaskan? Kenapa tidak dari kemarin.?”
Daisy diam seribu bahasa, dia tidak menyangka akan jadi serumit ini.
“ Akhir-akhir ini kau selalu berbohong padaku, kau pikir aku tidak mengetahuinya.?” Lontar Lily yang terdengar sangat serius.
“ Tidak seperti itu. Aku pikir hal ini tidak,”
“ Tidak apa? Tidak perlu ku tahu? Aku tidak suka dengan caramu yang menyembunyikan sesuatu dariku. Selama ini aku bahkan tidak pernah berbohong padamu, semua yang ku ketahui akan selalu ku beritahu. “
“ Dan soal Keenan, aku mau kau menjauhinya. Dia tidak boleh menjadi milikmu.” Lanjut Lily dan akhirnya pergi meninggalkan Daisy tanpa memberinya kesempatan untuk bicara lagi.
**
Daisy menunda-nunda waktunya untuk memberi jawaban ke Keenan, dan setelah di pikirkan baik-baik dia pun berniat untuk datang ke rumah Keenan langsung. Beruntung saat dia datang, hanya ada Shanum dan Keenan di rumahnya.
Saat itu Shanum telah selesai memanggil Keenan, tapi sayangnya Keenan sedang bersiap-siap. Sambil menunggu, dia dan Shanum banyak mengobrol. Sampai pada akhirnya Shanum memberitahu Daisy tentang Lily. Hal itu semakin membuat Daisy semakin terpukul, sehingga dia ingin segera menyampaikan jawabannya kepada Keenan.
Setelah beberapa saat akhirnya Keenan muncul. Tanpa berbasa basi lagi Daisy pun mengaku bahwa dia tidak memiliki perasaan apapun kepada Keenan, dia berbohong dengan menganggap Keenan hanya sebagai teman masa kecilnya dan tidak lebih.
Saat mengatakannya, Daisy berusaha agar tidak menangis sampai mencubit dirinya sendiri. Keenan tidak banyak bicara, dia bahkan tidak berusaha untuk menahannya, Daisy berpikir kalau Keenan memang tidak serius saat dia mengatakan cinta padanya.
“ Aku ingin kita tetap berteman, jadi tolong jangan berpikir untuk menjalin hubungan yang lebih dari ini.” Kata Daisy mengakhiri obrolan mereka dan harus pergi sebelum kedua orang tua Keenan pulang.
Sampai Daisy pergi dari rumah itu pun Keenan tidak berusaha menahannya, Daisy sangat sedih sampai akhirnya dia menangis ketika dia sudah masuk ke dalam taksi.
“ Jalan pak.” Titah Daisy pada supir taksi tersebut.
__ADS_1