Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Otw Madrid


__ADS_3


Malam itu Jingga menghampiri Arkana yang sedang duduk di ruang santai sambil membaca bukunya, Jingga duduk di sebelah Arkana tapi tidak memulai pembicaraan kareena dia ingin Arkana selesai membaca baru dirinya angkat bicara.


Arkana menyadari gerak-gerik Jingga seperti minta di perhatikan, tadinya dia tidak mau peduli sama sekali. Tapi dirinya juga merasa tidak nyaman di perhatikan seperti itu sehingga membuatnya mengakhiri bacaannya.


Suara buku yang baru saja tertutup membuat Jingga menoleh, kini Arkana sudah menatapnya dengan tatapan penasaran. Dia bahkan sudah tahu kalau Jingga datang karena ada maunya.


“ Ada apa?” Tanya Arkana pelan.


“ Jadi gini mas,” belum sempat Jingga selesai mengucapkannya, Arkana langsung menyela.


“ Soal hari ini kamu nggak perlu kasih tahu aku hasilnya, aku nggak peduli sama perkembangan anak itu.” Lontar Arkana dengan nada yang tak bersahabat.


“ Bukan itu kok, aku mau bahas hal lain sama kamu.” Balas Jingga cepat.


“ Kalau bukan itu, lalu tentang apa.?” Arkana yang merasa geer pun langsung mengalihkan pandangannya saat itu.


“ Tiga hari lagi aku ulang tahun, aku mau minta sesuatu dari kamu.” Ucap Jingga lirih.


“ Aku nggak ada kewajiban buat kasih kamu hadiah, kalau kamu mau sesuatu kamu beli sendiri aja pakai uang yang aku transfer setiap bulan.” Balas Arkana.


“ Tapi aku mau kamu mengabulkan permintaan aku ini mas, dan aku yakin kamu nggak akan menolak.” Sahut Jingga tidak mau menyerah.


“ Memangnya kamu mau apa sih. Sampai aku nggak bisa nolak.?” Tanya Arkana mulai kesal.


“ Aku mau jalan-jalan ke Madrid.” Jawab Jingga mantap.


“ Apa? Madrid? Kemarin kamu ngidam mau ke Thailand, dan sekarang kamu mau ke Madrid. Yang benar aja dong kamu, aku ini banyak kesibukan di rumah sakit.” Lontar Arkana.


“ Aku mau nonton pertandingan bola yang akan di selenggarakan tanggal 18 nanti, kamu tahu kan? Liga champion UEFA akan di selenggarakan di Madrid, aku ngefans sama salah satu pemain Manchester united dan aku mau lihat pertandingannya langsung.” Ungkap Jingga.

__ADS_1


“ Kamu suka bola juga? Sejak kapan.?” Arkana terlihat mulai tertarik dengan pembahasan tersebut.


“ Seseorang yang dekat sama aku dulu suka sama bola, dia selalu ngajak aku nonton bola sampai-sampai aku kenal beberapa tim sepak bola dan para pemain andalan mereka, itu sebabnya aku mau banget kamu dan aku ke Madrid sekaligus merayakan ulang tahu aku.” Lanjut Jingga mulai melihat bola mata Arkana yang sangat bersemangat.


Arkana sudah lama mengubur impiannya dari dunia sepak bola, dia bahkan sudah tidak lagi mengikuti perkembangan sepak bola sampai sekarang. Arkana tampak sangat bersemangat untuk beberapa saat, namun ekspresinya kembali berubah yang membuat Jingga kembali meyakinkannya.


“ Lupain aja soal itu, kalau kamu mau hadiah ulang tahun apapun akan ku kasih asal bukan ke Madrid.” Ucap Arkana tiba-tiba.


“ Kenapa mas? Kamu nggak tertarik buat lihat pertandingannya secara langsung.?”


“ Aku tertarik, tapi aku nggak bisa pergi.”


“ Aku sudah minta izin sama mama Widya, dan mama bilang boleh kok kalau kita Madrid sampai pertandingannya selesai.” Jelas Jingga sukses membuat Arkana terkejut bukan main.


“ Mama setuju kita pergi kesana.?” Tanya Arkana seakan tidak percaya.


“ Kamu nggak percaya, ini lihat sendiri pesan dari mama.” Jingga menyodorkan ponselnya pada Arkana sehingga dia semakin percaya pada Jingga.


Jingga tersenyum puas sekarang, setelah tahu Arkana ingin menjadi pemain sepak bola membuat Jingga langsung mencari ide yang bersangkutan dengan kegemaran suaminya.


Di tahun 2018 ini Liga Champion UEFA di laksanakan di Madrid lebih tepatnya pertandingan babak final yang di selenggarakan pada tanggal 18, ulang tahun Jingga sendiri di mulai di tanggal 16 sehingga mereka bisa merayakan ulang tahun dan menonton pertandingan nantinya. Saat ini Jingga merasa senang karena telah berhasil mewujudkan rencananya untuk membawa Arkana bersenang-senang. Dia tidak begitu peduli dengan ulang tahunnya, yang penting Arkana bisa berubah dan menjadi pribadi yang lebih baik adalah tujuannya untuk saat ini.


**


Keberangkatan kali ini mereka di temani oleh papa dan mama sampai di bandara, keduanya memastikan agar Jingga dan Arkana pergi dalam keadaan selamat.


“ Kalian berdua sudah cukup sering pergi-pergi, nanti kalau usia kandungan kamu semakin besar sudah harus berhenti ya.” Ujar mama Widya.


“ Iya ma, ini terakhir kali aku sama mas Arka keluar negeri selama aku hamil.” Balas Jingga terlihat merangkul lengan Arkana.


Setelah cukup mengobrol bersama, mereka pun pamit dengan saling memberikan pelukan dan ucapan selamat jalan. Jingga masih merangkul lengan Arkana sampai mereka masuk ke dalam, dan setelah pandangan mama Widya sudah tidak menangkap mereka lagi dengan cepat Jingga melepaskannya.

__ADS_1


Arkana terlihat terkejut melihat gerak cepat Jingga, padahal dia tidak memintanya untuk melepaskan gandengannya. Dan sekarang Jingga memimpin jalan samapi keduanya selesai melakukan boarding pass, lalu mereka menuju lounge untuk menunggu panggilan pesawat mereka di umumkan.


Jingga seakan sudah paham dengan sikap Arkana, dia memilih duduk di kursi yang berhadapan dengan Arkana dari pada duduk di sampingnya. Kemudian dia fokus melirik ponselnya, dia mendapat ucapan selamat ulang tahun lebih awal dari Diana dan Qania yang membuatnya senyum-senyum sendiri.


“ Kamu chatan sama siapa.?” Tanya Arkana meliriknya dengan tatapan tajam.


“ Sama teman aku.” Balas Jingga tanpa melirik Arkana balik.


“ Simpan hp kamu, nanti kalau pesawat kita di umumin kamu nggak dengar.” Lontar Arkana.


“ Kan ada kamu mas.” Sahut Jingga.


“ Aku sibuk.” Jawab Arkana yang membuat Jingga bingung padahal Arkana sedang tidak melakukan kesibukan apapun.


Jingga pun menyimpan ponselnya dan fokus mendengarkan pengumuman, selama dua minggu mereka berdua akan menghabiskan waktu berdua. Jingga sudah menyiapkan banyak rencana untuk ke depannya, dia berharao Arkana akan senang selama di Madrid nanti.


**


Malam sebelum keberangkatan..


Jingga merasa kondisinya tidak sedang baik, dia mencoba meraih ponsel dan menghubungi Qania dan menanyakan soal kondisinya sekarang. Panggilan pun terhubung sangat cepat, di seberang sana terdengar suara Qania yang memanggil nama Jingga.


“ Besok aku sama mas Arka mau ke Madrid untuk merayakan ulang tahunku, tapi malam ini aku merasa sangat sesak. Apa tidak apa-apa kalau aku tetap pergi? Hasil pemeriksaannya tidak bisa di lihat sekarang ya.?” Tanya Jingga.


“ Aku ke rumah kamu sekarang ya, lebih baik kalau aku yang langsung kesana memeriksanya.”


“ Boleh, tapi nanti mas Arka curiga.?”


“ Aku datang sebagai teman kamu, udah dulu ya kebetulan aku lagi di jalan sekarang.”


“ Ya udah aku tunggu.” Jawab Jingga lirih.

__ADS_1


__ADS_2