Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Special Chapter 28


__ADS_3


“ Masakannya enak banget, aku belum pernah makan makanan seenak itu waktu di Singapur, apalagi di Paris.” Seru Daisy yang benar-benar menikmati semuanya dengan bahagia.


“ Lain kali aku mau ajak kamu makan masakan khas Sunda, sebenarnya masih ada banyak makanan enak lagi di Indonesia. Semua harus kamu cobain ya.” Balas Keenan.


“ Aku mau coba semua, sebelum balik ke Paris aku harus makan sepuasnya.” Lontar Daisy dengan penuh semangat.


Saat mereka sedang menyebrang sambil mengobrol santai. Tiba-tiba saja ada sebuah sepeda motor yang sedang melaju dengan kecepatan tinggi. Daisy menyadari itu dan langsung menarik tubuh Keenan ke pinggir jalan hingga mereka berdua terjatuh di trotoar.


“ Kamu nggak apa-apa.?” Tanya Keenan pada Daisy dengan raut wajah khawatir.


Keenan sangat terkejut karena Daisy tiba-tiba menariknya ke belakang saat mereka hendak menyebrang, jika saja Daisy tidak cepat melakukannya bisa saja Keenan tertabrak pengendara barusan.


Namun yang pertama di lakukan Keenan saat itu adalah mengecek keadaan Daisy, dia lebih khawatir pada Daisy dari pada dirinya. Dan setelah di cek ternyata tidak ada sedikit luka yang di dapat oleh Daisy.


“ Sialan, kalau bawa motor hati-hati dong.” Protes Keenan begitu marah.


“ Aku nggak apa-apa Nan, kamu sendiri gimana.?” Tanya Daisy.


“ Aku baik-baik aja.” Balas Keenan lirih.


Daisy bersyukur karena Keenan baik-baik saja begitu dengan dirinya. Entah mengapa hatinya selalu berbunga-bunga saat Keenan memberikan perhatian lebih kepadanya. Seperti sekarang ini, melihat Keenan yang cemas dan khawatir walaupun sebenarnya dia baik-baik saja.


“ Ayo kita pulang.” Ajak Daisy di balas anggukan pelan dari Keenan.


**


Ketika Keenan dan Daisy pulang ke rumah, tampak semua orang menunggu kedatangan mereka. Keenan sudah tahu kalau keluarganya pasti melihat rumor yang tersebar, karena masalah ini tidak boleh sampai di tahu oleh Daisy, Keenan pun menyuruh Daisy untuk masuk ke dalam kamarnya.


Untuk membuat Daisy tidak kesepian, Keenan menyuruh Shanum dan Lingga untuk menemani Daisy. Biarkan masalahnya di bicarakan hanya dengan para orang tua saja.

__ADS_1


Dan sekarang Keenan duduk di hadapan orang tua, kakek dan neneknya. Semua orang menanyakan tentang rumor yang tersebar, dan Keenan menjelaskan kepada mereka bahwa dia dan salah satu artis di film itu memang dekat tapi tidak pernah berpacaran.


“ Kalian tahu sendiri kalau selama ini aku hanya suka sama Daisy, nggak ada yang lain.” Jawab Keenan lirih.


“ Kalau begitu ada yang ingin menjatuhkanmu.” Sahut nenek Widya.


“ Kenapa mama bilang begitu.?” Tanya Arkana.


“ Siapa yang tidak akan cemburu dengan kesuksesan Keenan? Dia baru bersusia 28 tahun, dan sekarang sudah menjadi sutradara hebat. Siapapun pasti akan berlomba-lomba menjatuhkannya, atau bisa juga dari pihak si wanita yang ingin menjatuhkan karir keartisannya.” Jelas nenek Widya.


“ Tapi siapa yang tega melakukannya? bahkan Keenan tidak punya musuh sama sekali.” Ujar Jingga.


“ Aku juga nggak tahu ma, selama ini aku nggak pernah buat salah sama orang-orang.” Balas Keenan.


“ Masalah ini akan di selesaikan secara hukum, kakek sudah menghubungi seseorang untuk melacak pelaku yang menyebarkannya. Dan link artikel pun sudah di hapus, jadi kamu tidak perlu khawatir lagi.” Sambung kakek Hendra.


“ Terima kasih kek.”


**


Keenan tiba di sebuah lokasi yang tidak asing, dia mengenal apartemen yang di kunjunginya saat ini. Sampai akhirnya Keenan bertemu salah satu detektif yang menjelaskan kepadanya bahwa pelaku tersebut adalah Jihan sendiri.


Mendengar hal itu jelas membuat Keenan terkejut, selama ini dia melihat Jihan sebagai anak yang baik dan sopan. Entah apa motifnya dia melakukan hal ini yang dapat membuat karirnya ikut hancur jika dia melakukannya dengan sembarangan.


Keenan pun meminta kepada semua orang untuk menemui Jihan sendirian, dia tidak ingin kehadiran orang lain nantinya akan membuat Jihan risih dan menolak untuk berkata jujur.


Saat ini Keenan sudah berdiri di depan pintu apartemen Jihan, dia menekan bel sebanyak tiga kali. Namun sampai saat itu Jihan belum membuka pintunya. Dan akhirnya Keenan mengirim pesan kepada Jihan bahwa dia sedang menunggu di depan pintu.


Tak lama berselang Jihan pun membuka pintu dengan penuh waspada, dia menyuruh Keenan segera masuk dan memasikan tidak ada siapapun yang di lihatnya.


“ Barusan ada polisi yang datang, aku nggak tahu kenapa jadi aku nggak mau buka pintu.” Ucap Jihan yang ternyata alasannya lama membuka pintu adalah karena hal itu.

__ADS_1


“ Aku mau minta kejujuran kamu.” Ucap Keenan terdengar serius.


“ Kejujuran aku? Kenapa kak Keenan tiba-tiba kayak gini.?” Tanya Jihan bingung.


“ Soal rumor kemarin, itu ulah kamu kan? Kamu sendiri yang nyebarin berita palsu itu biar semua orang mengira kamu dan aku pacaran.?”


“ Kak Keenan ngomong apa? Mana mungkin aku yang melakukannya sedangkan aku adalah korban.?”


“ Kamu lihat barusan ada polisi yang datang kesini? Mereka adalah suruhan kakekku, dan mereka yang melacak pelakunya yang ternyata itu adalah kamu sendiri.”


“ Aku nggak ngerti kenapa kamu sampai tega melakukan hal ini, nama kamu yang nantinya akan ikut tercoreng Han.” Lanjut Keenan dengan ketus.


“ Aku yang melakukannya, memang benar itu adalah aku. Dan aku sengaja melakukannya karena aku suka sama kak Keenan.” Jawab Jihan yang akhirnya mulai berani mengakui perasaannya.


“ Kamu sudah tahu kalau aku sudah punya Daisy, selama ini aku Cuma menganggap kamu sebagai adik. Nggak lebih.” Balas Keenan.


“ Tapi aku sayang dan cinta banget sama kak Keenan, aku bisa kok gantiin posisi bule itu buat kamu kak.” Sahut Jihan begitu bersih keras.


“ Nggak ada yang bisa gantiin Daisy di hatiku, jadi berhenti bermimpi. Sekarang aku mau kamu klarifikasi ke media kalau kita nggak ada hubungan apa-apa.” Ucap Keenan yang merasa sudah harus pergi dari tempat itu.


Keenan terkejut ketika Daisy memeluknya dari belakang, dia bahkan menolak Keenan untuk pergi dari apartemennya. Sampai akhirnya Keenan mengancam akan menggunakan kekerasan jika Jihan tidak mendengarnya.


“ Lepasin aku, Jihan.” Keenan melepas paksa tangan Jihan sampai gadis itu terjatuh di lantai.


“ Aku nggak dorong kamu dengan keras, kenapa kamu jatuh seolah-olah aku yang mendorongmu.” Keenan berusaha untuk membantu Jihan berdiri meski dia masih kesal di buat oleh gadis itu.


Jihan kembali menarik Keenan hingga mereka jatuh ke lantai, saat itu posisi mereka saling tumpang tindih. Hanya beberapa saat sampai akhirnya Keenan bangkit sendiri.


“ Besok, kita adakan conferensi pers di hadapan media. Bersihkan rumor ini supaya karir kamu masih bisa berjalan dengan baik.” Ucap Keenan sebelum akhirnya pergi dari apartemen itu.


__ADS_1


__ADS_2