
Hari ini Jingga tidak melihat Mike datang menjemput Daisy dan Lily, saat itu Jingga sengaja menunggu sampai Mike datang. Dia ikut menemani guru di sekolah itu menjaga Daisy dan Lily sampai Mike datang menjemput.
Tampak kedua gadis itu terlihat asik bermain bersama Keenan, mereka bertiga sibuk bermain sampai Daisy merasa bosan. Dia menghampiri Jingga dan berkata.
" Tante, aku mau main ke rumah tante dan Keenan. " Ucap Daisy menatap wajah Jingga dengan tatapan penuh harap. 82
" Tapi tunggu sampai papa kamu datang ya." balas Jingga langsung membuat Daisy lompat kegirangan.
Mereka kembali menunggu sampai Mike datang, tapi sampai saat itu Mike tak kunjung datang menjemput. Mike menelpon wali kelas Daisy dan Lily dan memberitahunya tentang keterlambatannya menjemput anak-anak.
Jingga pun langsung menyahut akan membawa anak-anak ke rumahnya, sudah siang dan sudah waktunya anak-anak makan dan tidur siang. Menunggu di sekolah hanya akan membuat mereka bosan, dan alhasil Mike pun menyetujuinya dan akan menjemput mereka nanti di rumah Jingga.
" Ayo anak-anak kita pulang, papa kalian mengizinkan kalian untuk datang ke rumah tante. " Seru Jingga.
" Yeaah, kita main ke rumahnya Keenan. "
2
**
Pria itu sudah tiba di depan sebuah rumah besar dan menatapnya dengan berat hati, sekitar pukul 4:00 sore Mike baru saja pulang dari kantor dan datang untuk menjemput kedua putrinya.
Mike melangkah menuju pintu besar berwarna putih itu dan langsung menekan bel sebanyak dua kali. Sampai beberapa saat kemudian pintu terbuka dan memperlihatkan sosok pembantu yang bekerja di rumah itu.
" Papanya si kembar ya.? " Tebak bi Yuli.
" Iya, saya mau datang jemput mereka. "
" Si kembar lagi tidur pak, masuk dulu biar ketemu sama bu Jingga."
" Pak dokter ada di rumah nggak.?"
" Pak Arka belum pulang dari klinik, di dalam ada bu Jingga kok."
" Saya diluar aja bi, nggak enak kalau masuk ke dalam tapi suaminya nggak ada. "
" Seenggaknya duduk di ruang tamu pak."
" Nggak bi, saya diluar aja. "
Suara klakson mobil yang terdengar cukup nyaring berhasil membuat Mike dan bi Yuli menoleh dengan kaget. Rupanya yang baru saja datang adalah Arkana. Pria itu turun dari mobilnya dengan tatapan lurus tertuju pada Mike.
Mike langsung menjelaskan tujuannya datang adalah untuk menjemput anak-anaknya, dan tepat pada saat itu Jingga keluar. Dia melihat ekspresi Arkana yang berubah saat dia berdiri di hadapan Mike.
" Daisy dan Lily masih tidur, masuk dulu yuk. " Ajak Jingga.
" Kamu kok izinin dia masuk gitu aja.? " Protes Arkana dan membuat semua mata tertuju padanya.
" Emang kenapa mas? Nggak boleh ya.?" Tanya Jingga bingung.
__ADS_1
" Terserah kamu, aku capek." Arkana malas berdebat sehingga dia langsung masuk ke dalam dengan cepat.
Ketika Arkana masuk ke dalam, dua anak perempuan baru saja keluar dari kamar dan berlari menghampiri papanya. Daisy dan Lily sudah bertemu dengan Mike, dan pria itu langsung mengajak putri-putrinya untuk pulang agar tidak ada masalah baru yang terjadi.
**
Malam itu Jingga sadar kalau Arkana lebih banyak diam setelah dia melihat Mike datang ke rumah, bahkan makan malam tadi terasa sangat sunyi karena tidak ada pembahasan yang di lontarkan Arkana.
Setelah melihat Keenan tidur, dia masuk ke dalam kamarnya dan menyibukkan diri dengan membaca buku. Saat itu Jingga masuk ke dalam kamar dan menatapnya penuh penasaran.
" Kamu kenapa sih mas? Kok sikapnya begitu ke Mike.?" Tanya Jingga melirik Arkana penasaran.
" Kamu dulu nggak kaya gini, tanpa seizinku kamu nggak akan izinin orang masuk tanpa seizinku. Kalau seandainya aku nggak pulang, kamu pasti bakal tetap ajak dia masuk ke rumah kan.? "
" Tapi kan dia hanya mau jemput Daisy dan Lily. "
" Kamu nggak perlu ajak dia ke dalam, lagi pula anak-anaknya bisa keluar sendiri. "
" Aku nggak suka sama kamu yang kaya gini, kamu janji mau buat aku nyaman dengan sikap kamu. Tapi kamu sadar nggak sih kalau sikap kamu sekarang buat aku kesal. "
" Aku nggak mau berdebat sama kamu, sebaiknya kamu tidur. " Arkana menutup bukunya dan segera menarik selimut sambil membelakangi Jingga.
Dan Jingga pun ikut menarik selimut menutupi tubuhnya, dia juga ikut membelakangi tubuhnya dari Arkana.
Sebuah pelukan dari belakang baru saja di rasakan oleh Jingga, ternyata Arkana merasa bersalah dan meminta maaf karena telah membuatnya kesal.
" Maafin aku, aku lagi marah sama kamu. Jujur aku cemburu kalau kamu dekat sama Mike, aku takut kamu yang sekarang dengan ingatan yang belum pulih akan melirik pria lain. Aku minta maaf. " Kata Arkana dengan tulus.
Arkana membenamkan wajahnya di tengkuk Jingga dengan perasaan bersalahnya, dia kemudian berjanji tidak akan bersikap seperti itu lagi kepada Mike.
" Jadi mereka boleh datang ke rumah lagi kan.?" Tanya Jingga pelan.
" Boleh, kalau perlu kita buat acara barbeque minggu ini. "
" Kamu serius mau undang mereka barbequan.?
" Iya aku serius. "
**
Hari minggu menjadi hari dimana Arkana dan Jingga akan mengadakan pesta barbeque di halaman belakang rumah mereka. Keduanya ikut mengundang Mike dan kedua putrinya, karena memang tujuan awal mereka adalah berkumpul bersama dan memperbaiki hubungan pertemanan yang sempat terjadi kesalahpahaman.
" Pak dokter, maaf kalau kemari... "
" Udah lupain aja, semua hanya kesalahpahaman. Sekarang saya percaya kalau kamu sama Jingga nggak ada apa-apa, untuk itu maaf atas semuanya. Dan sekarang mari menikmati pesta barbeque ini bersama." Sambung Arkana sambil merangkul Mike dengan santai.
Terlihat Jingga yang sedang menyiapkan bahan-bahan barbeque bersama bi Yuli. Sedangkan anak-anak asyik bermain di halaman belakang yang begitu luas, mereka sangat bersemangat sehingga suasana saat ini terasa begitu lebih ramai.
" Anak-anak jangan main di dekat kolam berenang. " Tegur Jingga ketika Keenan mengajak Daisy dan Lily ke area kolam berenang.
" Nggak mama." Jawab Keenan yang akhirnya menepih.
__ADS_1
Hal yang tak terduga tiba-tiba saja terjadi, Daisy yang berlari menghindari kejaran Lily tanpa sengaja tercebur ke dalam kolam.
Saat itu posisi Jingga paling dekat dengan anak-anak, sehingga dia refleks terjun menyelamatkan Daisy ke dalam kolam.
Semua orang ikut panik pada saat itu, Arkana dan Mike ikut mendekat ke area kolam. Mereka melihat Jingga yang berhasil menyelamatkan Daisy, Mike menerima putrinya dari Jingga sedangkan Arkana membantu Jingga keluar dari kolam.
" Kamu baik-baik aja.?" Tanya Arkana cemas.
" Aku baik, tapi Daisy pasti sangat syok." Jawab Jingga melirik Daisy yang saat ini sedang menangis di pelukan Mike.
Acara barbeque terpaksa di tunda karena kejadian yang tidak di inginkan, Daisy sudah mengganti pakaiannya dan kini sudah bisa bercanda bersama Lily dan Keenan.
Sementara itu Jingga yang sedang mengganti pakaian di kamar membuat Arkana merasa khawatir, sudah lebih dari tiga puluh menit Jingga pergi dan belum kembali sampai sekarang.
Arkana pergi ke kamar untuk langsung mengecek keadaan Jingga, dia membuka pintu kamar dan melihat keadaan kamar yang kosong. Curiga bahwa Jingga masih berada di kamar mandi membuat pria itu bergerak cepat mencari keberadaan Jingga disana.
" Jingga.? "
Arkana mencoba membuka pintu kamar mandi tanpa menunggu balasan Jingga di dalam sana. Arkana langsung di buat terkejut saat melihat Jingga yang tengah tersungkur di lantai kamar mandi dengan raut wajah menahan rasa sakit.
" Kamu kenapa? Apa yang sakit.? " Tanya Arkana yang langsung mendekap istrinya itu.
" Sakittt, perutku sakit. " Keluhnya sambil menyentuh perutnya.
Tanpa pikir panjang Arkana langsung melepas pakaian Jingga dan membungkusnya dengan handuk kering. Lantas setelah itu dia menggendong tubuh Jingga keluar dari kamar mandi dan menidurkannya di tempat tidur.
" Bagian mana yang sakit.? " Tanya Arkana dengan sangat hati-hati.
" Bagian sini, semuanya terasa sakit. " Tunjuk Jingga pada perutnya lagi.
Arkana kemudian memberikan penanganan pertama, tapi dia di buat terkejut setelah melihat darah yang tembus pada bagian bawah ************ handuk yang di gunakan oleh Jingga.
" Kok ada darah? Kamu lagi mens.?" Tanya Arkana dan di balas gelengan pelan dari Jingga.
" Aku nggak ingat kapan terakhir kali mens, tapi aku yakin bulan ini aku nggak dapat mas. " Jawabnya dengan susah payah.
Arkana mulai merasa takut jika kesehatan Jingga semakin terganggu, tanpa berpikir panjang dia pun akan membawa Jingga ke rumah sakit untuk memastikannya lebih detail.
**
Setelah di larikan ke rumah sakit, Jingga di tangani oleh dokter dalam keadaan tak sadarkan diri lagi. Kecurigaan Arkana bertambah saat salah satu dokter kandungan ikut serta dalam proses pemeriksaan.
Butuh waktu selama hampir satu jam setengah hingga proses pemeriksaan dan penanganan Jingga selesai di lakukan, setelah itu Arkana di panggil oleh dua orang dokter berbeda untuk membahas hasil dari pemeriksaannya.
" Ny. Jingga mengalami keguguran pada usia kandungannya yang menginjak tiga minggu. Apa sebelumnya sudah di lakukan pemeriksaan tentang kehamilannya ini.? " Tanya Dokter kandungan bernama Bella.
" Saya bahkan tidak tahu kalau dia sedang hamil dok, sekarang saya sangat terkejut mendengar bahwa dia mengalami keguguran. " Jawab Arkana dengan tubuh yang bergetar sangat hebat.
" Kita harus secepatnya melakukan kuret, tapi sebelum itu kita harus menunggu sampai Ny. Jingga siuman dan memberitahu kondisinya. "
Arkana masih begitu syok, dia tidak tahu apa yang akan terjadi jika Jingga sampai tahu kalau dia sedang mengandung. Bagaimana bisa dia kembali mengalami nasib sial menunggu penantian anak yang begitu dia harapkan.
__ADS_1