Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Semua Untuk Dia


__ADS_3


Pria itu menunggu sampai jam kerjanya sudah hampir habis, dua perawat yang bertugas hari ini ikut menemaninya meskipun mereka sudah menunggu sejak tadi tanpa adanya kepastian.


“ Jadi bagaimana dok? Apa kita masih harus menunggunya datang.?” Tanya Jenifer yang merupakan perawat di tempat Gilang bekerja.


“ Kalian berdua pulang saja lebih dulu, biar saya yang menutup tempat ini nanti.” Jawab Gilang.


“ Tapi dok, kita nggak enak kalau harus pulang lebih dulu.” Sahut Jenifer lagi.


“ Nggak apa-apa, saya masih mau menunggu pasien terakhir datang hari ini. Kalian boleh pulang lebih dulu kok.” Balas Gilang lagi.


“ Ya sudah kalau begitu kami pamit dok.” Jenifer dan Vina pun pergi setelah di persilahkan oleh Gilang.


Kini hanya tersisa Gilang seorang, diluar masih ada satpam yang berjaga. Gilang sendiri masih menunggu Arkana datang untuk memulai terapinya, tapi sampai saat ini pria itu belum juga menunjukkan batang hidungnya sama sekali.


Gilang sudah mencoba untuk menghubunginya namun tidak aktif, di chat dengan kata-kata yang sopan juga sudah tapi belum ada balasan sampai sekarang. Padahal ini adalah hari pertama Arkana akan memulai terapinya, dan sekarang Gilang ragu kalau pria itu akan datang ke tempatnya di jam segini.


Waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam dan Arkana masih belum juga datang, Gilang berpikir untuk menutup tempat prakteknya dan segera pulang ke rumah. Baru saja dia hendak masuk ke dalam mengambil barang-barangnya, tiba-tiba saja sosok Arkana muncul dengan nafas yang tersengal-sengal.


“ Maaf, aku ada operasi dadakan dan harus terjebak macet di jalan.” Ucap Arkana berusaha mengatur nafasnya dengan benar.


“ It’s okey, mungkin istirahat lima menit sampai kamu bisa bernafas dengan baik lalu setelah itu kita mulai terapinya.”


“ Oke,” Arkana menjatuhkan tubuhnya di salah satu kursi dan masih mengatur nafasnya pelan-pelan.


Setelah lima menit berlalu dan Arkana sudah mulai merasa lebih baik, dia pun di ajak oleh Gilang masuk ke dalam ruangannya. Disana Arkana di suruh untuk duduk di sebuah kursi khusus pasien yang menjalani masa terapi, kemudian Gilang duduk di hadapannya dan bersiap untuk memulainya.

__ADS_1


“ Bagaimana hari ini dok? Ada sesuatu yang mengganjal di hati dan terus terpikirkan sampai sekarang.?”


Arkana diam, dia tidak tahu harus mengatakan apa pada Gilang. Melihat Arkana yang tampak kesulitan untuk menjawab membuat Gilang mengganti pertanyaannya.


“ Baik, boleh aku tahu alasan terbesar kamu datang ke tempat ini? kemarin aku melihat hasil dari kuesionernya, dan aku bisa melihat bagaimana masalah yang mungkin kamu alami di masa lalu begitu mempengaruhi kehidupanmu saat ini. Jadi boleh aku tahu alasan terbesarnya apa.?” Tanya Gilang lagi.


“ Sampai saat ini yang ku pikir hanya Jingga, tidak ada yang lain. Aku hanya ingin memperbaiki semuanya, tapi aku sadar kalau kondisiku sekarang mungkin masih dapat melukainya. Itu sebabnya aku datang menemuimu, aku ingin sembuh supaya bisa bersamanya kembali.” Jawab Arkana dengan pandangan lurus ke bawah.


Gilang tersenyum mendengarnya, dia ingat seorang ahli kejiwaan pernah berkata kalau cinta bisa menyembuhkan seseorang. Teman, kekasih, dan keluarga bisa jadi penyembuh yang hebat dan luar biasa, dan sosok Jingga adalah salah satu yang bisa membuat Arkana sembuh sedikit demi sedikit.


“ Hasil kuesioner kemarin memberikan jawaban yang cukup untuk menebak seperti apa masalah yang kamu alami, perceraian kedua orang tua adalah pemicu awal dari segalanya. Dan hal itu semakin berkembang setelah kamu mendapat perlakuan tak adil dari mama mu sendiri, selalu di abaikan, di salahkan, di tuntut untuk melakukan semuanya dengan sempurna. Dan akhirnya setelah kamu beranjak dewasa, kamu selalu di liputi oleh rasa percaya diri yang kurang, gampang emosi, tidak bisa mengambil keputusan dengan baik, dan khawatir yang berlebihan.”


“ Orang tua dulu juga anak-anak, yang mungkin mengalami trauma dari orang tuanya. Karena tidak mengerti bagaimana memahami dan mengolah deritanya, secara tidak sadar menumpahkan semuanya pada anak-anaknya. “


“ Kamu mungkin akan merasa sangat emosi pada orang tuamu, tapi menyalahkan apa yang telah mereka perbuat bukanlah solusinya. Cara yang tepat untuk melepas rantai penderitaan itu adalah berdamai dengan diri sendiri, pulihkan hubungan dengan anak yang ada di diri kita.”


“ Tenang, semuanya di lakukan pelan-pelan. Jangan takut, aku disini untuk bantu kak Arka bisa bertemu dengan diri kak Arka yang dulu. Kita mulai hipnoterapinya ya.” Ucap Gilang yang membuat Arkana sadar dan bisa mendengarnya dengan jelas kembali.


**


Perlahan namun pasti Arkana membuka kedua matanya, dia mendapati dirinya sedang terbaring di atas tempat tidur. Dia mendengar suara tangisan seseorang yang ternyata seorang anak laki-laki berusia sepuluh tahun tepat di sebelahnya.


Anak itu adalah Arkana yang berusia sepuluh tahun, dan Arkana dewasa sedang memperhatikannya dengan tatapan sayu. Ada perasaan sakit di hati Arkana dewasa saat melihat dirinya yang kecil sedang menangis, dan Arkana ingat masa itu dimana itu adalah hari pertama kedua orang tuanya berpisah.


“ Kau sudah bertemu dengan dirimu.?”


Arkana terkejut saat mendengar suara itu, dia tidak melihat ada siapapun selain dirinya yang sekarang dan dirinya yang dulu. Kemudian Arkana ingat bahwa dia dan Gilang baru saja selesai melakukan hipnoterapi, itu artinya dia sudah jatuh ke alam bawah sadarnya dan telah berhasil bertemu dengan anak dalam dirinya.

__ADS_1


**


Dering ponsel Jingga baru saja membuatnya bergerak cepat untuk melihat siapa yang menelpon di jam malam seperti ini, dia masih terjaga karena suatu hal. Dan setelah melihat nama Gilang yang tertera disana, Jingga pun langsung menjawabnya.


“ Ada apa Lang? mas Arka jadi periksa hari ini.?”


“ Kamu mau melihat videonya? Aku sengaja merekam saat dia memulai hipnoterapi hari ini, aku ikut sedih melihatnya. Dari semua pasien yang ku hadapi, baru dia yang berhasil buat aku ikut sedih.”


“ Mas Arka kenapa Lang? hasilnya gimana.?”


“ Kita belum bisa mengatakan ini berhasil, proses pemulihan seperti ini sangat panjang. Dia bukan hanya mengalami inner child yang parah, tapi depresi yang sudah ada pada tingkat yang berbahaya.”


“ Ini sudah sangat berbahaya pada tingkat kejiwaan yang pernah ku lihat, tapi dengan keyakinan untuk sembuh, aku berani bilang kalau semuanya akan berjalan dengan baik. Kamu tahu nggak alasan dia ingin sembuh karena apa.?”


“ Karena apa Lang.?”


“ Dia mau memperbaiki semuanya untuk kamu, dia mau kembali ke kamu dengan dia yang sudah sembuh. Sikapnya jadi buat aku ingat sama Nawa, dia juga sering melakukan apapun untuk bisa bersamamu.”


“ Cukup Lang, aku nggak mau dengar lagi. Kamu nggak perlu kirim videonya, aku cukup tahu kalau dia datang temuin kamu hari ini.”


“ Kamu serius nggak mau lihat.?”


“ Nggak Lang, udah dulu ya. Aku mau istirahat.”


Jingga telah selesai mengakhiri percakapannya dengan Gilang, mendengar penjelasan Gilang barusan cukup membuat Jingga kepikiran dengan Arkana.


“ Sekarang dia sendirian di rumah? dia baik-baik aja nggak ya.?”

__ADS_1


__ADS_2