Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Bipolar Disorder


__ADS_3


Introgasi yang di lakukan oleh Bima terbukti tidak bersalah, Bima di nyatakan bukan dalang dari menghilangnya Jingga. Arkana yang sudah mendengar kabar tersebut pun masih tidak bisa menerima hasilnya, sampai sekarang dia pun masih menuduh Bima yang melakukannya.


Sekembalinya Bima ke rumah tampaknya membuat mama Widya terlihat sangat khawatir, meskipun Bima berkata tidak ada yang serius dan dia tidak bersalah. Bima terus mendengar mama Widya yang menyalahkan Arkana atas apa yang di perbuatnya, namun Bima yang mendengarnya tentu tidak merasa senang.


“ Jangan menyalahkan Arkana terus ma, dia nggak salah. Aku ngerti kok gimana paniknya dia sekarang. Istrinya sudah menghilang hampir tiga minggu dan belum ada kabar sama sekali, aku pun kalau di posisinya Arkana akan sama paniknya.” Ungkap Bima.


“ Mama nggak peduli lagi, yang penting kamu baik-baik aja sekarang.” Lanjut mama Widya sambil mengusap lembut kedua lengan Bima.


“ Kamu belum makan kan? Mama udah suruh bi Ijah masak makanan kesukaan kamu, yuk kita makan bareng.” Ajak mama Widya di balas anggukan pelan dari Bima.


Keduanya beranjak menuju ruang makan bersama-sama, para pembantu segera menyediakan makanan di atas meja sesuai dengan apa yang di perintahkan oleh mama Widya sebelumnya.


“ Ma, aku boleh tanya sesuatu nggak.?”


“ Boleh, silahkan.”


“ Mama beneran nggak ada sangkut pautnya dengan hilangnya Jingga kan.?”


“ Kamu jadi ikut-ikutan nuduh mama gitu sih.?”


“ Aku nggak nuduh mama, waktu itu mama bilang sama aku kalau mama mau menguasai semua harta mendiang orang tuanya Jingga kan? Aku hanya mikir semua ini ada kaitannya dengan ambisi mama, dan aku”


Gebrakan meja baru saja membuat Bima terkejut, saat ini emosi mamanya terlihat berbeda dari sebelumnya. Dia terlihat seperti orang lain yang hampir tidak di kenali oleh Bima.


“ Kalau kamu masih bahas hal ini dengan mama, mama nggak akan bersikap baik lagi sama kamu. Udah, mama jadi nggak selera untuk makan.” Mama Widya pun beranjak dari meja makan dan meninggalkan Bima yang tampak kebingungan sendiri.


“ Sikap mama hari ke hari semakin aneh, emosinya jadi tidak terkontrol dengan baik. Apa yang sebaiknya ku lakukan sekarang.?” Ucap Bima pelan.


**


Di sebuah tempat praktek psikiater milik seorang pria muda yang tampan namun masih single itu baru saja kedatangan asistennya yang memberitahu dirinya bahwa hari ini ada tamu yang ingin bertemu dengannya.

__ADS_1


“ Tamu? Apa dia seorang pasien.?” Tanya Gilang.


“ Bukan dok, katanya sih teman lama. Dia ganteng banget dok.”


“ Teman lama yang ganteng? Aku bahkan nggak ingat kalau punya teman ganteng, soalnya yang ganteng di masa sekolah itu Cuma aku.”


“ Dokter bisa aja, jadi gimana dok? Dia boleh masuk apa nggak.?”


“ Oke, suruh dia masuk.”


Asisten Gilang pun segera keluar dan memanggil tamu yang ingin bertemu dengan Gilang hari itu, setelah beberapa saat suara ketukan pintu baru saja membuat Gilang menoleh dan terlihat wajah terkejut Gilang yang tidak bisa di tutupi lagi.


“ Aku nggak lagi mimpi kan.?” Gilang mencoba menyadarkan diri dengan menampar wajahnya sebanyak dua kali.


“ Ini aku Nawa.”


Gilang yang masih terkejut melihat dan mendengar suara pria di hadapannya langsung menghampirinya dan memberikan pelukan penuh bahagia, namun di samping itu dia juga masih syok sampai kesulitan untuk bicara.


“ Tunggu, aku nggak percaya dengan hal ini. Kamu sudah meninggal, kenapa masih hidup? Aku nggak sedang bermimpi kan.?” Gilang melepas pelukannya dan mundur beberapa langkah.


“ Ini beneran kamu Nawa? “


Gilang yang saking gembiranya melihat sahabat baiknya masih hidup kini tak kuasa menahan haru, dia bahkan menyuruh asistennya untuk menutup tempat praktek hari ini karena dia ingin mengobrol dengan Nawa.


“ Jelasin ke aku kenapa kamu masih hidup? kemana kamu selama ini? kenapa kamu tinggalin kami semua dan Jingga? Sekarang jelasin ke aku.” Pinta Gilang yang tak sabar mendengar semuanya.


**


Gilang terlihat sangat terkejut mendengar penjelasan Bima tentang kebenaran yang telah dia sembunyikan selama ini, dan dia tidak menyangka semuanya terhubung dengan masalah Arkana dan Jingga saat ini.


“ Aku benar-benar kaget soal kamu dan Arkana yang ternyata adalah saudara kandung, jadi selama ini yang selalu di bahas oleh Arkana adalah kamu.”


“ Tapi lebih mengejutkan lagi setelah tahu kamu masih hidup dan memalsukan kematian itu dari kami semua.” Lanjut Gilang.

__ADS_1


“ Aku terpaksa melakukannya, tadinya aku ingin meminta maaf pada Jingga dan memperbaiki semuanya. Tapi ternyata wanita yang ku cintai sudah menikah dengan adik yang paling ku cintai, ini benar-benar berat.” Ungkap Bima.


“ Kamu pasti ikut khawatir dengan berita hilangnya Jingga kan.?” Tanya Gilang.


“ Tentu saja, rasanya aku mau gila tahu dia menghilang dalam keadaan seperti itu. Aku sudah berusaha mencarinya tapi sampai sekarang belum ada kabar baik, dan untuk sekarang aku hanya curiga pada satu orang.”


“ Siapa.?”


“ Mamaku, sejauh ini nggak ada orang lain selain dia yang bisa di curigai.”


“ Aku sudah mendengar dari Diana kalau Arkana sedang mencari Jingga selama beberapa hari terakhir, dia bahkan sering jatuh sakit apalagi harus mengurus putranya. Semua jadi semakin rumit, jujur aku kasihan dengan adikmu itu.”


“ Aku pun sudah mendengar kalau dia berobat denganmu, terima kasih karena sudah membantunya sembuh ya Lang.”


“ Nggak kok, dia sembuh bukan karena aku. Tapi karena keinginannya untuk sembuh, dan terutama karena Jingga.”


“ Aku bingung harus memanggilmu apa sekarang, Bima terdengar asing di telingaku. Aku panggil kamu Nawa aja nggak apa-apa kan.?” Tanya Gilang.


“ Terserah, kamu boleh panggil aku apa aja yang kamu suka.”


“ Wah, aku masih syok berat loh dengar cerita kamu barusan. Nggak heran waktu SMA kok kamu kelihatan tua banget, ternyata kita beda delapan tahun. Jingga benar-benar di tipu sama kamu, aku nggak tahu gimana jadinya kalau dia tahu soal itu.”


“ Sampai akhir aku nggak mau dia tahu kalau aku adalah Nawa, cukup beberapa orang saja. Dia nggak boleh sampai tahu siapa aku, aku juga sudah mengiklaskan dia sama Arkana.”


“ Oke..oke aku paham sekarang, kamu memang kakak yang baik. Tapi ngomong-ngomong, apa yang membawamu kemari? Kau datang hanya untuk mengakui semuanya ke aku.?” Tanya Gilang penasaran.


“ Bukan, ada sesuatu yang ingin ku tanyakan padamu.” Balas Bima.


“ Apa itu.?”


“ Ini soal mamaku, aku melihat kondisinya akhir-akhir ini sangat aneh dan seperti bukan dirinya. Aku curiga dia mengalami sesuatu yang ada sangkut pautnya dengan kejiwaan, untuk itu aku datang menemuinya dan meminta pendapatmu.”


“ Aku paham sekarang, kamu nggak perlu ceritain ke aku semuanya. Waktu Arkana berobat sama aku, dia udah cerita semua tentang sikap mamanya. Dan aku pun sudah curiga kalau mama kalian mengidap gangguan bipolar.”

__ADS_1



__ADS_2