Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Pre Wedding


__ADS_3


Mengunjungi sea world setelah dari tempat pertama, Jingga dan Nawa saling berjalan berdampingan memasuki tempat itu. Sea world merupakan tempat dimana Nawa selalu ingin dia kunjungi bersama Jingga, namun karena dulu tidak ada kesempatan melakukannya maka Nawa pun memutuskannya untuk melakukan sekarang.


Jingga sedang menerima panggilan video dari Arkana sebentar sesaat mereka tiba disana, Nawa melirik ke arah Jingga yang terlihat sedang mengobrol dengan Arkana dan Keenan.


Nawa merasa berat melakukan semua ini, tapi dia juga bingung harus berbuat apalagi. Dan setelah Jingga selesai, dia pun menghampiri Nawa dengan senyuman, semua kembali seolah-olah Jingga benar-benar miliknya seutuhnya.


" Hidung kamu berdarah. " Tunjuk Jingga yang terkejut ketika melihat darah keluar dari hidung Nawa.


Jingga dengan cepat mengeluarkan sapu tangan dari tasnya, kemudian dia memberikannya kepada Nawa untuk menyeka darah tersebut.


" Kita ke toilet dulu." Ajak Jingga membantu Nawa berjalan menuju toilet berada.


Karena Jingga tidak dapat masuk ke dalam toilet pria, dia pun meminta seseorang untuk memperhatikan Nawa di dalam sana. Jingga hanya takut sesuatu terjadi padanya di dalam dan tidak ada yang menyadarinya.


Setelah beberapa saat kemudian Nawa pun keluar dari dalam toilet, tampak topi yang selalu dia gunakan tidak terpakai dengan rapih sehingga membuat Jingga langsung berusaha untuk merapihkannya.


" Aku baru sadar sekarang, nggak heran kenapa dulu kamu sering banget pake topi. Sekarang rambut kamu hampir habis. " Ucap Jingga menatapnya dengan sendu.


" Mau bagaimana lagi, aku nggak mau orang-orang sadar kalau aku udah nggak punya banyak rambut. " Jawabnya parau.


" Sebaiknya kita ke rumah sakit aja hari ini, barusan kamu mimisan dan aku nggak mau sesuatu yang lain terjadi sama kamu. " Kata Jingga cemas.


" Nggak apa-apa, mimisan udah biasa kok. Aku mau ajak kamu lihat berbagai macam ikan disini, yuk. " Nawa menarik lengan Jingga untuk segera mengikuti kemana dia akan pergi.


Sore itu baik Jingga dan Nawa benar-benar menikmati waktu berdua menyaksikan berbagai macam jenis ikan yang ada di sea world. Dan kebetulan hari itu ada pertunjukan lumba-luma sehingga mereka berkesempatan untuk menyaksikannya secara langsung.


**


Arkana terlihat kewalahan saat Keenan tidak berhenti menangis, tidak biasanya dia seperti itu dan biasanya jika di gendong oleh Arkana maka dia pasti akan tertidur dengan sangat mudahnya.


" Cup.. Cup.., bentar lagi mama pulang nak. " Ucap Arkana tak berhenti menimang Keenan agar berhenti menangis.


Arkana melirik jam yang sudah menunjukkan pukul 8:00 malam, padahal batas Jingga keluar dengan Bima hanya sampai jam 7:00 malam saja.


Ketika Arkana hendak menghubungi Jingga, tiba-tiba saja suara Jingga terdengar dan rupanya dia langsung masuk ke dalam kamar Keenan.


" Mas, maaf ya aku pulang telat. "

__ADS_1


" Ya ampun anak mama nangis, sini mas biar aku yang gendong. " Lanjut Jingga sambil meraih Keenan dari Arkana.


Setelah Jingga menggendongnya barulah Keenan mulai terlihat berhenti menangis, Arkana merasa tenang sekarang.


" Kok bisa pulang telat sih.? " Tanya Arkana penasaran.


" Tiba-tiba aja tujuan kita berubah dan ada sedikit kendala, makanya jadi telat. Dan di jalan pulang aku kejebak macet parah, kamu percaya sama aku kan.? "


" Iya, aku percaya kok sama kamu. Yang penting kamu pulang dengan selamat, bagiku udah cukup. "


" Terima kasih ya mas. "


" Keenan dari tadi nangis dan nggak mau di gendong sama aku, kayaknya dia lebih nyaman sama kamu sekarang. "


" Aku nenenin dia dulu kalo gitu, kamu udah makan.? "


" Belum, aku mau makan malam sama kamu. "


" Oke, kasih aku waktu sepuluh menit nanti kita makan malam bareng ya. "


Arkana mengangguk pelan sambil tersenyum simpul, kemudian dia membiarkan Jingga dan Keenan di kamar itu sehingga dia bisa pergi membersihkan dirinya.


**


" Dua hari lagi, kamu harus bisa menerima semua ini Ar. " Ucap Arkana pada dirinya sendiri.


Arkana kemudian beranjak dari tempat tidurnya, dia harus segera mandi dan mengantar Jingga menemui Bima hari ini.


" Kamu udah bangun mas.? " Suara Jingga yang baru saja masuk ke dalam kamar membuat Arkana menoleh dengan cepat.


Arkana mengangguk pelan membalas pertanyaan Jingga barusan, kemudian dia membuka kedua tangannya untuk Jingga datang ke pelukannya.


" Aku udah masak dan Keenan juga udah mandi, sekarang aku mau mengurus suamiku dulu sebelum pergi. " Ucap Jingga sambil memeluk lembut tubuh suaminya.


" Kamu mau urus aku kaya gimana.? " Tanya Arkana menatapnya genit.


" Udah sini aja. " Jingga menarik lengan Arkana memasuki kamar mandi, Arkana dengan wajah meronanya hanya dapat menahan senyum kegirangan.


**

__ADS_1


Hari ini Nawa tidak pergi mengajak Jingga kemana-mana, dia hanya mendatangi satu tempat yang membuat Jingga bingung. Sebuah butik gaun pengantin sedang mereka kunjungi saat ini.


" Kita mau ngapain disini.? " Tanya Jingga penasaran.


" Aku mau kita foto prawedding. " Pinta Nawa menatap mata Jingga lurus.


Jingga terkejut mendengarnya, dia bahkan tidak pernah mengira hal ini akan di lakukan oleh Nawa.


" Dulu aku mau banget nikahin kamu, sebelum aku mati, aku mau seenggaknya sekali aja aku melakukan foto pre wedding sama kamu. "


" Kamu mau kan.? " Tanya Nawa dengan tatapan penuh harap.


" Ya udah aku mau." Balas Jingga merasa tidak ada alasan baginya untuk menolak permintaan tersebut.


Jingga memilih salah satu gaun di antara banyaknya gaun yang di perlihatkan oleh pemilik butik, di antara gaun itu ada yang menyerupai gaun yang dulu hampir dia gunakan saat akan menikah dengan Nawa.


" Saya mau yang ini. " Kata Jingga sambil menunjuk gaun tersebut.


Jingga segera mencoba gaun yang di pilih olehnya, dan di balik semua itu ternyata sudah ada persiapan lainnya seperti penata rias hingga fotografer yang akan mengambil foto mereka nantinya.


Selama hampir satu setengah jam mempersiapkan diri, kini Jingga telah selesai dengan balutan gaun pengantin serta make up yang membuat dirinya terlihat sangat cantik.


Saat ini Jingga sedang berada di balik tirai yang akan segera di buka. Di balik sisi lainnya sudah ada Nawa yang juga siap dengan penampilannya sebagai mempelai pria.


Dalam hitungan 3 2 1 , tirai pun di buka dan keduanya dapat melihat penampilan mereka sekarang satu sama lain.


Terlihat Nawa yang sudah terpesona dengan kecantikan yang di miliki oleh Jingga, sedangkan Jingga tampak malu-malu karena terlihat tidak percaya diri dengan dirinya sekarang.


" Kamu cantik banget. " Puji Nawa tak berhenti berdecak kagum akan kecantikan Jingga.


" Terima kasih. "


Setelah saling menganggumi, tiba saatnya untuk melakukan foto pre wedding. Keduanya mengambil tempat yang cocok untuk konsep mereka yang bertemakan outdoor.


" Tolong saling bergandengan tangan. " Ucap sang fotografer dalam mengarahkan pose mereka.


Nawa melirik Jingga sebentar dan meminta izin untuk menyentuhnya, dengan senyuman dan anggukan pelan kini Nawa meraih tangan Jingga dan keduanya mulai berpose bersama.


__ADS_1



__ADS_2