Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Special Episode 31


__ADS_3


Hari pernikahan yang nantinya akan di langsungkan di dua tempat yaitu Indonesia dan Singapura, pertama-tama ijab dan resepsi akan di lakukan di tempat kelahiran mempelai wanita. Dan semua keluarga akan bertolak ke Singapura, begitu pun dengan para tamu undangan khusus yang telah di berikan fasilitas khusus mulai dari tiket penerbangan sampai tempat menginap selama satu minggu ke depan.


Keenan tidak bisa tidur malam itu, besok dia akan melangsungkan pernikahannya dengan sosok wanita yang telah bersama dengannya sejak kecil. Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa teman kecilnya lah yang akan menjadi istrinya kelak.


Keyakinan Keenan akan menikahi Daisy sudah mencapai 100 %, dia begitu yakin sampai tidak bisa memikirkan hal lain selain kelancaran pernikahan besok.


Ponsel Keenan berdering menandakan ada pesan yang masuk, melihat nama Daisy disana lantas membuat Keenan segera menjawabnya dengan cepat.


" Halo? "


" Cepat banget di jawabnya."


" Soalnya yang nelpon kamu, jadi aku langsung gercep. "


" Ada apa? Kamu nggak bisa tidur juga ya.?" sambung Keenan.


" Iya nih, aku nggak bisa tidur karena mikirin besok sudah jadi istri kamu. "


" Sama, aku juga. Aku nggak bisa tidur karena mikirin besok sudah jadi suami kamu."


Keduanya saling tertawa malu dengan ucapan mereka sendiri, dan obrolan mereka terus berlanjut sampai mereka tidak sadar kalau waktu sudah menunjukkan pukul 00.00 dini hari.


" Kamu tidur gih, masa besok kecapekan karena kita begadang." Seru Keenan.


" Kamu juga tidur ya." Balas Daisy.


" Iya sayang, aku tidur."


Percakapan pun berakhir, namun sayang rasa kantuk Keenan belum juga muncul. Padahal tinggal beberapa jam lagi dia akan bersiap menjadi mempelai pria, dan meminang Daisy sebagai istrinya.


**


Seorang wanita cantik dengan gaun berwarna putih baru saja selesai di rias, dia menatap wajahnya ke arah cermin dengan perasaan tak karuan.


Daisy tidak menyangka akan secepat ini mengenakan gaun pengantin, senyuman manis kemudian terlihat di wajah cantiknya. Kemudian pintu terkuak dan memunculkan sosok yang membuatnya ingin menangis.


" Papa, Lily. " Ucap Daisy sambil memeluk mereka dengan tangis yang berusaha dia tahan.


" Jangan menangis, ini hari bahagia kamu. " Ucap Lily sambil menepuk lengan Daisy.

__ADS_1


" Bagaimana mungkin aku tidak sedih, aku akan segera menikah dan meninggalkan kalian. " Ujar Daisy menatap Papanya dan Lily dengan tatapan sayu.


" Lalu bagaimana dengan kamu? Kita sejak kecil selalu melakukan semuanya bersama-sama, sekarang aku akan menikah dan kamu akan sendirian. " Lirik Daisy pada Lily.


" It's okay, bukan berarti kamu duluan menikah dan aku masih sendiri aku nggak bisa hidup bahagia. Justru aku ikut bahagia karena suadara kembarku akan menikah dengan sahabat kecil kita. " Jawab Lily.


" Lily benar, kamu jangan memikirkan hal-hal yang tidak perlu. Sekarang kamu harus bahagia, tersenyum manis, dan lanjutkan kehidupan kamu dengan baik. " Sahut papanya.


Mereka kembali berpelukan dengan erat sampai akhirnya ibu tiri mereka masuk dan ikut menikmati momen kebersamaan yang tidak bisa terulang kembali itu.


" Oh iya, kita kerjain Keenan yuk. " Ucap Lily tiba-tiba.


" Maksud kamu.? " Tanya Daisy penasaran.


" Sebelum akad, mempelai pria pasti akan menemui mempelai wanita. Aku mau nyamar jadi kamu, kita lihat apakah Keenan bisa mengenal kamu dengan baik atau tidak. " Sambung Lily hanya bisa membuat Daisy menggelengkan kepala sambil tersenyum.


Beberapa saat kemudian, Keenan yang sedang berada di ruangannya merasa begitu gugup dari semalam. Sampai pada akhirnya kedua orang tua Keenan masuk dan mencoba menenangkannya.


" Gimana nak? Kamu sudah siap.? " Tanya Arkana.


" Siap pa, tapi masih sedikit gugup. " Jawab Keenan.


" Nggak apa-apa, kamu hanya perlu percaya bisa melewati semuanya nanti. " Balas Arkana.


" Kamu kenapa ngomong kaya gitu sayang? Kalau sekarang pun aku di suruh baca ijab qabul pasti nervous parah. " Balas Arkana yang tidak terima.


" Mama benar pa, papa nggak tahu rasanya jadi nggak bisa nenangin aku. " Lontar Keenan.


" Kok kamu jadi berpihak sama mama kamu.? "


" Karena mama segalanya buat aku. " Keenan meraih Jingga ke dalam rangkulannya dan puas menertawakan Arkana.


" Waktunya melihat mempelai wanita. " Seru Shanum yang baru saja datang bersama Lingga.


Keenan mendadak gugup untuk segera menemui Daisy, kemudian Jingga dengan cepat membenarkan posisi dasi Keenan agar tetap terlihat rapih.


Kemudian seluruh pihak keluarga pergi menuju ruang mempelai wanita, disana nantinya tak hanya untuk saling melihat satu sama lain, melainkan untuk melakukan sesi pengambilan video untuk dokumentasi pernikahan mereka berdua.


Keenan mulai membuka pintu berwarna putih itu dengan perasaan yang campur aduk, sampai akhirnya dia berhasil membukanya dan melihat seorang wanita dengan gaun pengantin yang membuatnya tampil dengan sangat cantik dan mempesona.


" Kok ada yang aneh. " Benak Keenan terlihat kebingungan.

__ADS_1


Keenan melihat Daisy yang membelakanginya dan kemudian dia menyadari sesuatu, dengan cepat Keenan menepuk pundak wanita itu dan berkata.


" Kamu nggak perlu menyamar sebagai Daisy, Lily. " Ucap Keenan sontak membuat semua terkejut karena Keenan dapat dengan mudah mengenali Lily.


" Hehe kamu kenalin aku ya.? " Lily kemudian menoleh dan langsung menjulurkan lidah malu-malu di depan Keenan.


" Tentu saja, aku sudah kenal dengan Daisy lebih dari yang kamu tahu. Jangan pernah berpikir kalau aku tidak bisa membedakan kalian." Ujar Keenan sambil tersenyum simpul.


Lalu setelah semuanya terbongkar dengan cepat, mempelai wanita yang asli pun keluar. Saat itu juga Keenan langsung terpesona melihat kecantikan Daisy, dia sampai tidak bisa berkata-kata lagi dengan penampilan calon istrinya itu.


" Sudah ku bilang, Keenan pasti nggak akan tertipu. " Ujar Daisy pada Lily.


" Iya deh, iya. Pokoknya kalian berdua harus happily ever after ya, aku sayang sama kalian berdua. " Ungkap Lily sambil memeluk Daisy dan Keenan.


**


Pernikahan Keenan dan Daisy di langsungkan di sebuah hotel bintang lima di Singapura dan di hadiri oleh sekitar seribu tamu undangan dari kedua belah pihak.


Meski gugup, Keenan mampu mengucapkan janji pernikahan yang membuatnya resmi menjadi suami Daisy. Ucapan selamat atas pernikahan mereka tak henti-hentinya mereka dapatkan.


Begitu pun dengan para orang tua mereka, kebahagiaan yang di rasakan oleh Keenan dan Daisy seakan membuat semua orang ikut merasakannya.


" Kamu cantik banget dengan gaun buatan mama." bisik Keenan sukses membuat Daisy tersenyum malu.


" Kamu juga ganteng banget dengan setelan suit itu. " Balas Daisy balik membuat Keenan salah tingkah.


Setelah melewati beberapa rangkaian acara, tiba waktunya untuk pesta dansa, Keenan dan Daisy akan berdansa di hadapan semua orang. Mereka juga sudah mengganti gaun dan setelan jas yang lebih santai untuk di gunakan berdansa.


Semua mata tertuju pada mereka berdua, kecantikan yang di miliki Daisy dan ketampanan Keenan menjadi pusat perhatian paling banyak di puji oleh semua tamu undangan.


" Mereka berdua terlihat sangat serasi. "


" Benar, keduanya pun sangat tampan dan cantik."


" Jadi penasaran anaknya nanti mirip siapa."


Keenan menatap wajah Daisy saat keduanya asyik berdansa, saat itu Keenan merasa seperti hanya ada dia dan Daisy saja di ruangan itu.


" Ya tuhan, terima kasih karena telah menyatukan kami berdua. Aku berjanji akan selalu menjaga senyuman itu, melindunginya dari apapun, dan menyayanginya dengan setulus hati. " Benak Keenan begitu yakin.


Acara resepsi pernikahan Keenan dan Daisy di langsungkan sampai pukul 8:00 malam, semua tamu undangan sudah pulang dan pihak keluarga dari kedua mempelai pun akan kembali ke hotel untuk istirahat.

__ADS_1


Adapun dengan Keenan dan Daisy setelah ini akan pergi ke hotel tempat mereka akan menghabiskan malam pertama bersama. Hotel yang di pesan oleh mereka pun memiliki view yang berbeda dari yang di pesan oleh para keluarga.



__ADS_2