Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Dua Kesayangan Bima


__ADS_3


Untuk Jingga, wanita yang berhasil merebut hatiku sejak aku pertama kali melihatnya di kelas 1-1, terima kasih atas semua kenangan yang sudah kamu berikan selama ini. Aku Abimana atau yang biasa kamu panggil Nawa, sekarang kita tidak bisa bersama seperti yang dulu ku harapkan.


Aku ingin sekali menikah denganmu, hidup bahagia membangun sebuah rumah tangga dengan empat anak, dua perempuan dan dua laki-laki. Aku ingin kita hidup bersama di sebuah tempat yang jauh dari kota, tempat damai dengan rumput hijau yang mengelilingi rumah kita.


Tapi sayang, aku di diagnosa mengidap kanker oleh dokter setelah aku berhasil melamarmu, dokter bilang kalau hidupku mungkin tidak akan lama lagi. Aku mulai putus asa saat itu, sampai akhirnya aku berpikir ingin membatalkan pernikahan kita.


Kamu sudah kehilangan kedua orang tuamu, dan aku tidak ingin kamu sedih karena kehilangan aku juga. Tapi pada akhirnya aku tetap ingin menikah dengan kamu, dan kecelakaan pun terjadi yang membuatku harus di rawat di rumah sakit dalam waktu yang cukup lama.


Kecelakaan itu membuatku berpikir, mungkin aku harus pergi dari kamu agar tidak ada kesedihan lagi. Dan ya, aku memalsukan kematianku sebagai Nawa dan hidup dengan nama Bima kembali. Aku berusaha melupakanmu dan menunggu waktu kematianku tiba.


Selama beberapa bulan aku di rawat di rumah sakit tanpa memberitahu siapapun, hanya Zara yang mengetahuinya saat itu. Dan aku bersyukur karena Zara membantuku merahasiakan semuanya dari orang tuaku. Tepat setelah tiga bulan aku di rawat, aku memutuskan ingin bertemu dengan mama dan adikku.


Aku sadar kalau aku harus bertemu dengan mereka di masa-masa terakhirku, selama dua puluh tahun aku bahkan tidak mencaritahu kabar mereka berdua. Dan saat aku kembali, ternyata adik tersayangku sudah menikah. Dan siapa sangka dia menikahi wanita yang selama ini ku cintai.


Untuk pertama kalinya aku merasa ingin tetap hidup, aku ingin melihatmu lebih lama lagi. Tapi di satu sisi kenyataan menyadarkan aku, bahwa sebenarnya kehadiranku tidak ada artinya lagi. Oleh karena itu aku ingin tetap menggunakan nama Bima untuk membohongi kamu.


Hari dimana aku mengetahui Arkana sudah berbuat kasar kepadamu dan menyebabkanmu dalam kondisi paling kritis, aku sangat marah dan hampir ingin memberitahumu siapa aku sebenarnya. Tapi aku tetap sabar dan menahannya, aku melihat kalau kamu sudah mencintai Arkana dan memaafkan semua kesalahannya. Dan aku pun harus menerima semua itu, karena itu pilihan terbaik kamu kan?


Kondisiku semakin memburuk dari hari ke hari, aku jarang melihatmu lagi. Setelah aku tahu kau menghilang setelah melahirkan rasanya sangat menyakitkan. Aku harus menunda pengobatanku demi mencarimu, aku pun ingin melakukan sesuatu sebelum aku tiada.


Dan saat aku berhasil menemukanmu, bodohnya aku yang menahanmu untuk tetap tinggal. Aku egois menjauhkanmu dari Arkana, membuat kebohongan yang tak berdasar. Aku benar-benar berubah menjadi pria menakutkan saat itu, kamu pasti kesal sama aku.


Pada akhirnya, aku memberitahu dokter Ririn untuk memberikan jantungku untuk kamu. Hidupku tidak akan lama lagi, sekalipun aku melakukan operasi, itu tidak akan membuatku sembuh. Jadi aku ingin sekali saja melakukan sesuatu yang berarti untukmu, jantungku akan tetap berada di dirimu. Kemana pun kamu pergi, aku akan selalu ada. Jadi tolong, tetaplah hidup, berbahagialah dengan Arkana dan Keenan.


**

__ADS_1


Untuk adik tersayangku, Arkana.


Kita hanya bersama selama sepuluh tahun sejak kamu lahir, setelah itu kita berpisah selama dua puluh tahun. Saat kita bertemu untuk pertama kalinya, sikapmu sangat kasar dan pasti kamu membenciku kan? Tapi kau harus tahu, aku mungkin bukan kakak terbaik untukmu. Tapi kamu adalah adik terbaik untukku.


Aku boleh ngomong kasar nggak?


Dasar brengsek, laki-laki macam apa kau ini? bersikap lembut sama cewek bisa kan? Awas aja kalau kamu masih jahatin Jingga, sekali kamu sakitin dia, aku nggak akan pernah maafin kamu.


Aku sayang sama kalian berdua, jadi tolong jaga Jingga untukku. Buat senyumnya terus mengembang, jangan biarin dia nangis, kesakitan, atau kesepian. Jingga suka menatap langit senja, dia suka makanan manis, dia benci gelap dan serangga, dia senang di ajak ngobrol, dia nggak suka belanja berlebihan jadi secukupnya aja.


Kamu harus janji ya, awas aja kamu ngingkar.


Dan soal mama, aku ingin minta tolog sama kamu. Mama sedang sakit, dia mengidap Bipolar yang mungkin akan mengganggu kesehatannya. Aku belum sempat mengajak dia berobat, jadi aku mau kamu yang membantu mama untuk dia bisa sembuh.


Mama memang sangat keras kepala, aku tahu semuanya kok. Tapi aku percaya, di balik semua itu, mama pasti mudah untuk di luluhkan. Dia hanya membutuhkan uluran tangan, jadi jangan biarkan dia sendirian. Aku titip mama ke kamu ya.


**


Semua yang di katakan Bima sangat menyakitkan, mereka bahkan tidak bisa berkata-kata lagi di buatnya. Pesan Bima tentu saja akan mereka dengarkan, tapi rasanya sekarang begitu berat melepaskan orang sebaik Bima yang harus pergi terlebih dulu.


“ Mas, kita tunda dulu kepergian kita selama seminggu. Benar apa kata Nawa, kita harus membantu mama kamu sembuh. “ Sahut Jingga setelah dia selesai dengan kesedihannya.


“ Tapi bujuk mama itu nggak mudah, kalau itu mudah, udah dari dulu dia berusaha untuk sembuh.”


“ Apa bedanya dengan kamu mas.?”


Arkana terdiam mendengar ucapan Jingga barusan, dia sadar kalau sebelumnya dia pun sangat sulit untuk berubah. Tapi dia mulai bisa berubah ketika Jingga berhasil merebut hatinya.

__ADS_1


“ Baiklah, kalau kamu memang ingin bantu mama buat sembuh. Kita coba melakukannya.” Balas Arkana kemudian.


**


Keesokan harinya, Jingga dan Arkana datang membawa Keenan juga ke rumah mama Widya. Mereka berpikir jika membawa Keenan akan membuat hati mama Widya luluh, bagaimana pun juga Keenan adalah cucu satu-satunya di keluarga itu.


Kediamana mama Widya terlihat begitu sepi, dulu ada beberapa orang yang berjaga tapi sekarang sudah tidak lagi. Dan saat Arkana dan Jingga tiba, mereka di sambut oleh bi Ijah.


“ Den Arka, non Jingga, den Keenan, ya ampun. Bibi sudah lama ingin melihat kalian bertiga.”


“ Mama dimana bi.?” Tanya Arkana melirik ke dalam rumah yang terasa begitu dingin hanya dari luar.


“ Nyonya nggak pernah keluar dari kamar den, sudah hampir dua dua minggu.” Jawab Bi Ijah.


“ Saya boleh masuk kan bi? Saya mau bicara dengan mama.”


“ Sebenarnya nyonya melarang siapapun masuk, tapi karena saya sudah khawatir dengan keadaan nyonya dan orang itu adalah den Arka. Jadi saya bolehin, silahkan masuk.”


Mereka bertiga mulai memasuki rumah sampai di ruang keluarga, Arkana meminta Jingga untuk menunggu disana selagi dirinya yang naik ke atas untuk melihat mamanya.


Arkana sedikit gugup dan takut usahanya hanya akan sia-sia, tapi dalam lubuk hatinya yang paling dalam, dia begitu ingin membantu mamanya keluar dari masalahnya.


Sekarang Arkana sudah berdiri di depan pintu kamar mama Widya, dia mengetuk pintu itu sebanyak tiga kali sebelum akhirnya membuka pintu tersebut dan melirik ke dalam kamar.


“ Ma, ini Arka.”


__ADS_1


__ADS_2