Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Mantan Suami


__ADS_3


Setiap hari Arkana pergi mencari Jingga, biasanya dia akan pergi dari pukul 7:00 pagi hingga 12:00 siang. Sementara itu Keenan akan di urus oleh Diana dan Qania, dan jika Arkana terlambat pulang maka yang akan meneruskannya tak lain adalah bi Inah dan bi Salma.


Hari ini Arkana datang ke suatu lokasi dimana dia merasa bahwa tempat itu mungkin telah di kunjungi Jingga, dia datang ke pemakaman kedua orang tua Jingga saat itu.


Arkana berjalan menuju pemakaman kedua orang tua Jingga, namun tiba-tiba saja dia di buat terkejut dengan kehadiran seseorang yang tak jauh dari makam tempat orang tua Jingga berada.


“ Apa yang kau lakukan disini.?” Tanya Arkana membuat Bima langsung menoleh dan terkejut bukan main.


“ Arkana? Kapan kamu datang? Dan, ngapain kamu disini.?” Bima tampak gugup ketika menghampiri Arkana.


“ Aku mencari Jingga karena berpikir dia akan datang menengok makam kedua orang tuanya, tapi ternayata aku bukan ketemu sama dia, tapi justru kamu yang ada disini. Kamu sendiri ngapain disini.?”


“ Aku baru saja datang mengunjungi makam salah satu temanku, urusanku sudah selesai dan aku harus segera pergi.” Bima kemudian beralih meninggalkan Arkana tanpa sepatah kata pun lagi.


Tatapan Arkana tetap tertuju kepada Bima yang membuatnya penasaran saat itu juga, dari tempat Bima berdiri sebelumnya kini di hampiri oleh Arkana dan dia melihat sebuah nisan bertuliskan nama Ainawa Suharto di atasnya.


“ Dia datang ke makam Nawa kan? Tapi kenapa? “ Benak Arkana membuatnya begitu penasaran pada Bima.


Terlebih lagi dia juga mendapati makam kedua orang tua Jingga yang di atasnya sudah di taburi oleh bunga mawar merah, ini jelas-jelas baru saja di tabor oleh seseorang. Tapi siapa? Apakah Jingga yang baru saja datang, atau Bima yang melakukannya?


**


Suara ketukan pintu baru saja membuat pria setengah baya itu menyahut untuk mempersilahkannya masuk, tampak seorang pria dengan stelan jaket kulit berwarna hitam memasuki ruangan dengan nuansa klasik ala Eropa.


“ Saya sudah mengumpulkan data yang terkait pak, namun saya belum bisa menemukan dimana menantu pak Hendra berada saat ini.” Ucap pria yang tak lain adalah seorang detektif suruhan Hendra.


“ Bagaimana dengan daftar manifest bus, penerbangan udara, laut, darat, dan kereta? Apa ada data yang menyebutkan identitasnya.?” Tanya Hendra sambil membuka dokumen pemberian detektif tersebut.

__ADS_1


“ Kami tidak menemukannya pak, besar kemungkinan menantu anda masih berada di Jakarta.”


“ Baiklah, terima kasih atas informasinya.” Balas Hendra lirih.


Setelah detektif itu selesai menyampaikan informasi yang dia dapat, dia pun pergi dan meninggalkan Hendra sendirian. Di tangan Hendra sudah ada sebuah dokuman penting dimana itu adalah sesuatu yang selama ini telah dia cari dan kumpulkan.


Hendra menatap isi dari dokumen itu dengan kedua mata yang terlihat sangat serius, melihat isinya cukup membuat Hendra terkejut dan tak habis pikir dengan semua itu.


“ Selama ini dia tidak pernah menyebutkan apapun soal masa lalunya, dia hanya fokus dengan harta dan balas dendam.” Ucap Hendra lirih.


“ Kalau begitu, tidak ada cara lain selain datang menemui mantan suaminya.” Lanjut Hendra yang mulai beranjak dari kursi kerjanya.


**


Sebuah mobil mewah berwarna hitam baru saja memasuki pelataran rumah besar nan megah tersebut, seorang pria setengah baya keluar dari mobil tersebut bersama seorang wanita dan satu anak laki-laki berusia sekitar delapan belas tahun.


“ Nggak apa-apa ma, selagi Revan menang melawan teman-temannya itu sudah cukup.” Balas pria yang terlihat jauh lebih tua.


“ Papa ini kok malah ngebenerin perkelahian remaja sih.” Balas istrinya ikut sebal.


“ Memangnya kamu mau anak kita berkelahi tapi kalah? Mending menang kan? “ Seloroh suaminya yang membuat ekspresi istrinya kembali berkerut saking kesalnya.


“ Udah..udah, papa dan mama nggak usah berantem. Mau menang atau kalah, intinya aku nggak salah.” Ucap Revan yang menengahi kedua orang tuanya dengan cepat.


Saat mereka bertiga memasuki area ruang tamu, salah satu pembantu mereka menghampiri dan memberitahu kepada mereka bahwa ada seorang tamu yang ingin bertemu dengan pemilik rumah tersebut.


“ Siapa mbok.?”


“ Namanya pak Hendra, katanya dokter dari rumah sakit bintang harapan.”

__ADS_1


“ Hendra?”


**


Hendra mengangkat wajahnya sekaligus berdiri dengan tegap ketika seorang pria yang di tunggunya sejak tadi kini muncul di hadapannya, Hendra kemudian tersenyum dan memperkenalkan dirinya sebagai suami Widya di hadapan mantan suami Widya tersebut.


“ Ya, aku kenal denganmu. Silahkan duduk, kalian berdua kembali ke dalam biarkan papa mengobrol dengan tamu ini sendirian.” Ucap Aidan pada istri dan anaknya.


Kini di ruang tamu itu hanya ada Hendra dan Aidan saja, kemudian suasana di ruang tamu mendadak berubah ketika Aidan menanyakan tujuan Hendra datang menemuinya.


“ Mungkin anda kaget melihat kedatangan saya kemari, tapi kali ini saya benar-benar harus menemui anda. Ini menyangkut tentang Widya.” Ucap Hendra sontak membuat ekspresi Aidan berubah.


“ Ada apa dengan Widya? “


“ Saya tidak tahu seperti apa masa lalu Widya dengan anda dulu, semenjak saya menikahinya saya berpikir bahwa saya bisa membuat Widya bahagia dengan cinta yang saya berikan. Tapi nyatanya semua tidak bisa membuatnya berubah, entah karena dia masih memikirkan anda atau hal lain. Dia hanya ingin harta dan harta, ketika saya memberikannya pun semua seakan tidak cukup. Dan sekarang dia ingin merusak rumah tangga putranya sendiri, anda pasti tidak lupa dengan Arkana kan.?”


“ Arkana ya, saya sudah lama tidak bertemu dengannya. Saya pikir dia hidup dengan baik sekarang, saya tahu dia seorang dokter di rumah sakit anda. Tapi saya tidak tahu tentang sikap Widya, apa yang sebenarnya telah terjadi pada Widya.?”


“ Sejak saya menikah dengan Widya, dia selalu menyalahkan Arkana dan mendorongnya untuk terus mengikuti keinginannya. Menjadi seorang dokter bukanlah keinginan Arkana, tapi Widya tetap memaksanya. Dan Widya juga menjodohkan Arkana dengan seseorang, yang kemudian dia ingin Arkana dan istrinya berpisah setelah mereka memiliki anak.”


“ Anda tahu kan kalau sebenarnya Arkana bukan darah daging saya.?”


“ Iya pak, saya sudah tahu dari Bima soal itu.”


“ Apa tidak masalah kalau saya memberitahu masa lalu Widya ke anda? Mungkin hal ini bisa membuat anda berpikir untuk berpisah dengannya? “


“ Saya akan sangat senang jika anda menceritakannya pak Aidan, saya sudah menyuruh seseorang untuk mencaritahu semuanya namun saya tidak berhasil. Dan ini adalah pilihan terakhir saya, yaitu bertemu dengan pak Aidan.”


__ADS_1


__ADS_2