Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Gadis Penyelamat


__ADS_3


Pagi keesokan harinya, Jingga mendapat kejutan ulang tahun dari pihak hotel yang di tempatinya. Hal ini tentu atas request dari mama Widya, dia di bawakan kue ulang tahun dan kartu ucapan selamat ulang tahun dari pihak hotel.


Jingga tersenyum senang melihat kue ulang tahun untuknya, namun di samping itu juga dia merasa cukup sedih karena ini adalah ulang tahun pertamanya tanpa kedua orang tua.


“ Jadi hari ini kita mau kemana? “ Sahut Arkana yang baru saja selesai berganti baju.


Jingga menunjukkan catatan yang telah dia siapkan sebelumnya, ada beberapa tempat yang ingin dia kunjungi hari ini sampai besok. Dan saat Arkana melihat catatannya dia langsung terkejut, ada cukup banyak tempat yang ingin di kunjungi oleh Jingga rupanya.


“ Kita kurangin jumlahnya.” Ucap Arkana menghapus beberapa tempat yang ingin di kunjungi oleh Jingga.


“ Kok di kurangin.”


“ Aku nggak mau kecapekan, udah dengar apa kata aku aja.”


Jingga pun diam mengikuti apa kata Arkana, dari enam tempat yang ingin di kunjungi hanya tiga tempat yang tersisa. Hari ini mereka akan pergi ke dua tempat yang ada di list catatan, sedangkan satu tempatnya lagi akan di kunjungi besok.


“ Tunggu apalagi? Ayo siap-siap.” Ucap Arkana melirik Jingga yang masih belum siap.


**


Jingga dan Arkana tiba di tempat tujuan yang ingin di kunjungi oleh Jingga, tempat itu merupakan sebuah taman besar populer yang ada di Madrid.


Jingga menemukan taman ini di salah satu artikel di google, taman yang bernama El Retiro ini memiliki banyak hal yang menarik untuk di kunjugi. Mulai dari danau buatan yang dimana pengunjung bisa mengarungi danau menggunakan sebuah perahu sewa, hingga monument dan tempat bersejarah lainnya.


Mereka kemudian tiba di danau Retret yang merupakan danau buatan di taman itu, ada perahu sewa yang di sediakan di tepi danau. Pengunjung boleh menyewa perahu tersebut untuk sekedar menikmati keindahan danau.


__ADS_1


“ Kamu mau naik perahu.?” Tanya Arkana pada Jingga.


“ Boleh.” Jawab Jingga lirih.


Dengan bantuan seorang tour guide keduanya berhasil menyewa satu perahu, Jingga sudah naik ke atas perahu terlebih dulu dengan bantuan penyewa perahu.


Setelah Arkana naik, Arkana pun mulai mendayung perahu itu ke tengah-tengah danau. Berada di atas perahu seperti itu bersama Arkana membuat Jingga teringat salah satu film princess Rapunzel, dimana Rapunzel dan pasangannya bernama Flynn pernah naik di atas perahu bersama pasangannya.


Tapi di samping itu, setiap melihat danau Jingga teringat pada seseorang yang dulu pernah di selamatkan olehnya. Kejadiannya mungkin sekitar lima atau enam tahun yang lalu, saat dirinya baru saja pulang sekolah dan melihat ada seorang pria yang nekat terjun dari atas jembatan.


“ Kamu kenapa.?” tanya Arkana menatap Jingga heran.


“ Setiap lihat danau aku jadi ingat seseorang.” Jawab Jingga.


“ Mantan kamu? “


“ Bukan, tapi seseorang yang dulu sempat aku selamatkan.”


“ Iya mas, waktu itu aku masih SMA kelas 1 kalau nggak salah. Aku lihat ada seorang pria terjun dari jembatan, karena nggak ada orang aku jadi nekat terjun ke bawah buat menyelamatkan dia.”


Arkana tak sengaja melepaskan dayung yang dia pegang, dia cukup syok mendengar ucapan Jingga barusan. Arkana kemudian teringat dengan kejadian waktu itu ketika dia nekat untuk bunuh diri, siapa sangka penolongnya waktu itu ternyata adalah Jingga.


“ Aku penasaran apa pria itu masih hidup atau tidak? Aku bahkan lupa wajahnya seperti apa, tapi kayaknya dia lebih tua dariku.” Ucap Jingga kemudian.


“ Aku nggak perlu bilang ke dia kalau itu adalah aku.” Benak Arkana masih menatap Jingga dengan sayu.


“ Mas.!!!” Jingga baru saja membuat Arkana terkejut sambil menunjuk ke belakang.


Arkana menoleh saat melihat dayung mereka berada di atas air karena tak sengaja di lepas oleh Arkana, kini mereka berdua ada di tengah-tengah danau dan tidak bisa kembali karena dayung mereka yang semakin menjauh dari perahu.

__ADS_1


“ Kamu sih ngajak aku bicara.” Ujar Arkana berusaha mendayung menggunakan tangannya.


“ Kamu yang nggak fokus kok aku yang di salahin.” Keluh Jingga.


Pada akhirnya salah seorang penyewa perahu ada yang membantu mereka mendapatkan dayung itu kembali, setelah itu Jingga dan Arkana pun bergegas ke tepian untuk menuju tempat lain di taman itu.


**


Dari sekitar pukul 10:00 sampai 16:00 sore mereka menghabiskan waktu mereka di taman El Retiro. Karena taman El Retiro sudah cukup luas untuk di kunjungi, list tempat tujuan Jingga hari ini di hapus oleh Arkana. Dan Tiba waktunya untuk menuju restoran yang telah di reservasi sebelumnya, keduanya akan makan malam diluar sebelum akhirnya kembali ke hotel.


Sampai detik itu Jingga masih belum mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari Arkana, namun sikap Arkana kepadanya hari ini sudah cukup membuatnya senang. Arkana bisa di atur dan dia mau mendengarkan beberapa ucapan Jingga, padahal dulu setiap dia ingin bicara pasti akan selalu di sela olehnya.


Setibanya di restoran mereka langsung menuju ruangan khusus yang telah di siapkan, saat itu Jingga ingin ke toilet sehingga dia membiarkan Arkana pergi terlebih dulu.


Saat di toilet Jingga yang telah selesai dari bilik kamar mandi pun keluar, kemudian dia meletakkan tasnya di atas wastafel kemudian mencuci tangannya sebentar.


Lalu datang dua orang wanita yang berbicara menggunakan bahasa Spanyol, Jingga tidak mengerti bahasa mereka. Namun dari yang dia lihat melalui cermin, wanita itu tampak melirik Jingga dengan tatapan yang mencurigakan.


Tak mau berlama-lama akhirnya Jingga beranjak dari tempat itu, dia sempat di sambar oleh wanita yang tadi dan meminta maaf duluan untuk menghindari komunikasi di antara mereka.


“ Excuse me lady.” Suara itu kembali membuat Jingga berhenti dan menoleh.


Jingga bingung menatap ada seorang wanita lain dan dua wanita di toilet baru saja menghampirinya, kemudian wanita itu meminta untuk mengecek isi tas Jingga karena salah satu dari mereka merasa kehilangan cincin berlian.


Jingga yang tidak tahu apa-apa langsung menyerahkan tasnya untuk di periksa, dia percaya diri karena cincin berlian itu pasti tidak ada di dalam tasnya.


“ You stole my ring.” Ucap wanita yang memeriksa tas Jingga barusan.


Jingga membela diri dengan mengaku bukan dia yang mencurinya, bahkan dia tidak tahu apapun soal cincin itu. Kemudian Jingga melirik wanita di belakang sana kembali menyahut, Jingga tidak paham bahasa mereka dan hanya bisa memasang wajah kebingungan saat ini.

__ADS_1


Tiba-tiba saja wanita yang mengaku cincinya di curi oleh Jingga memanggil manager resto, dia menuntut kasus tersebut dan meminta Jingga untuk ganti rugi.


Keributan yang terjadi di tempat itu akhirnya sampai di telinga Arkana, pria itu keluar dari ruangannya dan menyusul Jingga dengan cepat. Arkana pun mendengar penjelasan mereka, sedangkan Jingga berusaha memberitahu Arkana kalau dia tidak mencuri apapun dari wanita itu.


__ADS_2