Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Special Chapter 32


__ADS_3


Side Story Shanum


Satu bulan setelah pernikahan Keenan dan Daisy selesai di langsungkan, semua kembali pada aktivitas masing-masing. Shanum tetap menjalani kehidupannya dengan selalu mengunjungi psikiaternya, semenjak dia melakukan terapi bersama teman mamanya, dia sudah kembali menerima dirinya dan mulai mencintai dirinya sendiri lagi.


Di sekolah pun Shanum tetap menjalin pertemanan dengan teman prianya, tapi dia cukup membatasi dirinya dari ajakan mereka jika tidak mengikut sertakan teman perempuannya.


Seperti hari ini, sepulang sekolah dia kembali mendapat ajakan nonton di biskop. Jumlahnya ada empat orang, dua laki-laki dan dua perempuan termasuk Shanum. Namun Shanum dengan tegas menolak ajakan mereka, dia berbohong akan pergi mengunjungi neneknya yang sedang di rawat di rumah sakit.


“ Nggak asyik banget, kamu selalu nolak ajakan kita.” Sahut salah satu teman Shanum.


“ Maaf ya. Kali ini aku benar-benar nggak bisa pergi. Nenekku sedang sakit, dia paling senang kalau aku yang datang menemaninya.” Jawab Shanum kemudian.


“ Ya udah yuk guys cabut, kalau orang nggak mau jangan di paksa.” Sambung mereka dan akhirnya pergi meninggalkan Shanum sendirian.


Shanum tidak merasa sedih dengan ucapan mereka, justru itu yang dia inginkan. Dengan begitu dia bisa pergi ke rumah sakit menengok nenek Widya, semalam nenek Widya memang masuk rumah sakit karena komplikasi yang di deritanya.


Untuk pergi ke rumah sakit, Shanum tidak harus menunggu jemputan dari papa dan mamanya. Dia sudah memesan taksi sebelumnya, Shanum ingin pergi ke toko bunga untuk memilihkan bunga kesukaan neneknya sebelum pergi menjenguk.


Setibanya di toko bunga, Shanum di sapa dengan baik oleh pemilik toko. Kemudian dia di arahkan ke tempat dimana bunga kesukaan neneknya berada. Neneknya sangat suka dengan bunga berjenis mawar putih, kemudian Shanum menunjuk bunga itu untuk segera di buatkan bucket.


Shanum tidak berhati-hati saat dia melangkah mundur, sampai dia tidak sengaja menabrak seseorang. Pria itu langsung meminta maaf kepadanya, mereka sempat saling menatap satu sama lain sebelum akhirnya Shanum mengalihkan pandangannya dengan cepat.


“ Ma, aku antar bunga dulu.” Seru pria yang barusan di di tabrak oleh Shanum.


“ Iya, hati-hati ya nak.” Jawab wanita pemilik toko bunga.


Shanum menatap kepergian pria itu dengan tatapan yang sulit di artikan, sejujurnya Shanum menilai pria itu sebagai pria yang manis dan lembut. Dia bahkan mencium tangan mamanya sebelum pergi, dan itu benar-benar menarik perhatian Shanum.


“ Yang tadi anaknya ya bu.?” Tanya Shanum yang memberanikan diri untuk bertanya pada wanita pemilik toko bunga.


“ Iya, dia anak saya dek.” Jawab wanita itu kemudian.


“ Anakya masih SMA.?”

__ADS_1


“ Oh nggak, dia udah kuliah dek.”


“ Kuliah dimana.?”


“ Di Universitas Indonesia, kebetulan dapat beasiswa Hubungan Internasional.”


Shanum mengangguk paham, dia kembali di buat kagum pada pria itu. Ternyata dia sudah berkuliah di kampus yang bagus dengan jurusan yang tak bisa di remehkan.


“ Ini bunganya dek sudah selesai.” Lanjut wanita itu lagi.


“ Terima kasih ya bu.” Balas Shanum sambil memberikan uangnya.


Shanum keluar dari toko bunga dan kembali menuju taksi yang sudah menunggunya lama, dia pun menyuruh sang supir untuk melanjutkan perjalanan menuju rumah sakit bintang harapan.


**


Shanum telah selesai menemani neneknya selama dua jam sampai mamanya datang menggantikannya, tiba saatnya Shanum pulang ke rumah. Tadinya dia akan di jemput oleh supir kakeknya, tapi Shanum menolak lantaran dia akan pergi ke toko buku sebelum pulang ke rumah.


Alhasil Shanum harus naik taksi yang dia dapat secara random di depan rumah sakit, butuh waktu sekitar tiga puluh menit untuk sampai di toko buku yang ingin Shanum kunjungi.


“ Tinggi banget lagi.” Shanum berusaha meraihnya tapi tidak bisa.


Tiba-tiba saja seseorang muncul di belakang Shanum hingga membuatnya menoleh dengan cepat, Shanum bisa melihat dada pria itu hingga ia mendongak dan melihat wajahnya yang cukup dekat.


Shanum menutup matanya kemudian dengan sangar rapat, cukup lama sampai pria itu menegurnya dan memberikan buku yang ingin dia raih barusan.


“ Ini.” Ucap pria itu membuat Shanum membuka kedua matanya.


“ Te-terima kasih.” Jawab Shanum sambil menerima buku tersebut.


Pria itu kemudian berlalu meninggalkannya, Shanum baru menyadari bahwa pria yang menolongnya mengambil buku barusan adalah anak dari wanita pemilik toko bunga.


Shanum berlari mengejarnya dan ingin berterima kasih lebih baik dari sebelumnya, namun tiba-tiba saja langkahnya terhenti saat melihat pria itu duduk di sebelah seorang gadis cantik yang tampak akrab dengannya.


“ Sudah punya pacar ternyata, kalau aku kesana nantinya akan jadi canggung.” Benak Shanum yang mengurungkan niatnya.

__ADS_1


Shanum cepat-cepat ke kasir untuk membayar bukunya, kemudian dia keluar dari toko buku dengan cepat. Sayangnya dia sudah tidak menemukan taksi di luar, langit pun sudah mulai berubah gelap yang menandakan sebentar lagi akan turun hujan.


“ Mungkin di bagian sana ada taksi.” Ucap Shanum mulai melangkah ke tempat lain agar segera mendapatkan taksi.


Perasaan Shanum mulai tidak enak ketika dia melewati satu tempat yang terlihat sepi dari tempat sebelumnya, terlebih lagi dia merasa seperti ada yang mengikutinya dari belakang.


Ketika Shanum menoleh dia tidak menemukan siapa-siapa, tapi anehnya saat pandangannya lurus ke depan perasaan sedang di ikuti terasa begitu jelas.


Sampai akhirnya ada seseorang yang menarik tangannya dan memaksanya untuk ikut pergi ke tempat lain, Shanum berusaha melepaskannya sambil berteriak meminta tolong.


Satu pukulan berhasil mendarat di tengkuk Shanum sampai kesadarannya perlahan menghilang, dia bahkan belum melihat wajah pelakunya dengan jelas.


**


Beberapa saat sebelumnya…


“ Kamu kenapa Der.?” Tanya gadis bernama Kikan.


“ Nggak ada apa-apa.” Jawab Dera kembali menatap buku yang ada di depannya.


Kikan jelas melihat Adera yang selalu menatap seorang gadis yang sedang melakukan transaksi di kasir, sampai gadis itu keluar pun Adera terus menatapnya meski dia terus mengelak.


“ Kayaknya mau hujan, aku harus balik. Mamaku minta di jemput di toko.” Ujar Adera yang mulai merapihkan buku-bukunya.


“ Ya udah, take care.” Balas Kikan yang memilih untuk tetap duduk di tempat itu sampai buku yang dia pegang selesai di abaca.


Pria pemilik nama Adera itu baru saja selesai melakukan transaksi di kasir, kemudian dia keluar dari toko buku dan melirik ke kanan jalan. Adera mendapati sosok gadis yang dia perhatikan sejak tadi baru saja masuk ke area tempat yang cukup sepi.


Awalnya Adera tidak tertarik untuk menyusulnya, tapi setelah dia melihat ada seorang pria setengah baya yang terlihat mencurigakan sedang mengikuti gadis itu membuat Adera segera berlari menuju tempat itu.


Saat Adera tiba disana, dia tidak sempat mendapati pria itu. Sebuah mobil baru saja lewat dengan kecepatan yang sangat mencurigakan, Adera curiga bahwa gadis itu di culik dan dia dengan cepat menghafal nomor plat mobil yang barusan pergi itu.



__ADS_1


__ADS_2