Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Special Chapter 17


__ADS_3


Jingga tertegun kaget setelah mendengar pengakuan Shanum yang begitu berani mengatakan kesalahannya, melihat Shanum memberitahunya dengan tangisan membuat Jingga merasakan betapa beratnya Shanum mengatakan semua itu.


“ Kamu melakukannya dengan pengaman kan nak?” Tanya Jingga takut jika sampai Shanum melakukan kesalahan yang akan merugikan dirinya nanti.


“ Aku nggak tahu ma, tapi aku sudah bilang untuk tidak melakukan kesalahan. Aku takut hamil, dan dia janji tidak akan melakukannya.” Jawab Shanum sambil sesegukan.


Jingga meraih Shanum ke dalam pelukannya, entah mengapa dia mulai paham atas apa yang terjadi pada putrinya. Dia tidak ingin menyalahkan Shanum karena hal itu justru akan menekan dirinya dan membuat psikis Shanum terganggu.


“ Kita berdoa saja semoga tidak terjadi sesuatu padamu, dan untuk masalah ini, mama rasa papa nggak perlu tahu. Mama masih bisa menahan emosi mama, tapi kalau papa kamu pasti tidak akan bisa.”


“ Terima kasih karena mama tidak menyalahkan aku, dan aku benar-benar minta maaf sudah menjadi anak yang gagal.”


“ Tidak sayang, kamu bukan anak yang gagal. Jangan bilang begitu lagi ya, kamu masih tetap menjadi anak kebanggaan mama.”


Shanum merasa sedih mendengar ucapan mamanya yang masih sangat baik kepadanya, tapi Shanum tahu betapa kecewanya Jingga saat ini. Tapi dia tidak bisa menunjukkan perasaan kecewanya tersebut.


**


Kabar buruk kembali datang pada Jingga, dia mendengar kabar dari sekolah bahwa Lingga baru saja melakukan perkelahian hingga membuat korban tak sadarkan diri.


Pihak sekolah menghubungi Jingga untuk segera datang menghadap, belum selesai dengan masalah putrinya, dia kembali harus menyelesaikan masalah putra bungsunya.


Sebelum pergi, Jingga memberitahu Arkana tentang masalah Lingga, dan Arkana akan menyusul setelah urusannya selesai. Selama perjalanan menuju sekolah, saat itu Jingga terus menyalahkan dirinya karena gagal menjadi ibu yang bisa mendidik anaknya dengan baik.


Jingga mencoba intropeksi diri atas kesalahan apa yang telah di perbuatnya sampai anak-anaknya bertindak di luar dugaan dirinya selama ini. Saat ini air mata pun sudah tidak bisa keluar lagi, perasaannya campur aduk dan dia bingung harus menyelesaikannya dari mana.


Setibanya di sekolah, Jingga langsung ke ruang BK dan disana sudah ada Lingga bersama wali kelasnya. Jingga meminta maaf kepada wali kelas Lingga atas apa yang terjadi pada korban, mendengar Jingga yang minta maaf tentu membuat Lingga tidak terima.


“ Jadi Lingga melakukan perkelahian dengan kakak kelasnya hari ini, Zacky sudah di larikan ke rumah sakit oleh pihak keluarganya. Dan saya hanya bisa menyampaikan kalau perbuatan Lingga sudah cukup melanggar aturan sekolah, untuk itu kami dari pihak sekolah akan memberika skorsing selama satu minggu untuk anak ibu.”

__ADS_1


Jingga sudah menerima keputusan sekolah itu untuk menghukum Lingga atas kesalahannya, dan saat mereka hendak keluar, tiba-tiba guru itu menyebutkan kasus Shanum yang sebelumnya tidak di ketahui oleh Jingga.


Jingga amat sangat terkejut mengetahui bahwa ada foto Shanum yang tersebar di sekolah, dan dia pun paham kenapa Lingga sampai marah besar pada Zacky hanyalah untuk melindungi Shanum saja.


Jingga dan Lingga sudah meninggalkan ruang BK, mereka tiba di parkiran sambil menunggu Arkana datang. Terlihat Jingga yang diam sejak tadi, begitu pun dengan Lingga yang bingung harus menjelaskan apa kepada mamanya agar beliau dapat mengerti.


“ Kamu sudah tahu soal Shanum dan Zacky?” Tanya Jingga tiba-tiba.


“ Apa maksud mama.?”


“ Tentang foto yang tersebar itu bukanlah sebuah editan.?”


“ Mama juga sudah tahu.?” Lingga terlihat begitu terkejut mendengarnya.


Jingga menoleh ke arah Lingga dengan air mata yang akhirnya jatuh ke pelupuknya, Lingga tak kuasa melihat mamanya menangis dan langsung memeluk wanita itu.


Lingga seakan mengerti perasaan Jingga saat ini, dia pasti sangat syok sampai menangis seperti itu. Sampai akhirnya Arkana muncul dengan mobilnya, Jingga dengan cepat melarang Lingga untuk memberitahu Arkana tentang Shanum yang sebenarnya.


“ Apa yang sudah terjadi? kenapa kamu sampai terlibat perkelahian.?” Tanya Arkana pada Lingga.


Lingga berpikir bahwa dia akan mendapat amarah dari Arkana, tapi ternyata tidak. Arkana justru bangga pada Lingga karena telah menemukan pelakunya, dan masalah ini pun akan tetap di selesaikan oleh Arkana karena dia sudah mengetahui siapa pelaku sebenarnya.


“ Aku minta maaf kalau aku di skorsing pa.”


“ Nggak apa-apa, papa berpikir kalau kamu dan Shanum mungkin harus meninggalkan sekolah ini.”


“ Maksud kamu mas.?” Tanya Jingga bingung.


“ Sudah saatnya kita kembali ke Indonesia, kita bisa kembali kesana dan memulai semuanya dari awal. Keenan, papa, dan mama pasti senang mendengar kalau kita akan pindah ke Indonesia lagi.” Jawab Arkana.


Jingga setuju dengan apa yang di ucapkan Arkana barusan, sebelumnya Shanum juga meminta untuk segera di pindahkan. Mungkin jika meninggalkan tempat ini, kehidupan mereka akan membaik. Shanum bisa sembuh dari traumanya, dan dia juga bisa pergi jauh dari pria yang telah menyakitinya.

__ADS_1


“ Kita kembali ke rumah sakit. Kasihan Shanum sendirian.” Ucap Arkana kemudian.


**


Suara ketukan pintu berhasil membangunkan Shanum dari tidurnya, dia sadar bahwa yang datang bukan dari keluarganya. Dan saat menoleh dia di buat terkejut dengan kemunculan seseorang penuh dengan luka lebam di wajahnya.


“ Apa yang kamu lakukan disini? Belum puas kau membuat hidupku berantakan.?” Sahut Shanum berusaha membatasi dirinya agar Zacky tidak mendekat.


“ Aku mau minta maaf dan jelasin ke kamu atas apa yang terjadi, bukan aku yang menyebarkan foto itu. Aku nggak akan pernah mau mempermalukan kamu di depan umum.” Balas Zacky.


“ Aku nggak akan pernah percaya sama kamu. Pergi dari sini sekarang atau aku teriak.” Ancam Shanum.


Shanum merasa begitu membenci Zacky sekarang, terlebih lagi setelah dia tahu kalau ternyata Zacky sudah meniduri banyak perempuan. Dan Shanum baru sadar bahwa dia sangat bodoh telah memberikan semuanya kepada pria seperti Zacky.


“ Pergi, pergi dari sini.” Teriak Shanum sambil melempar bantalnya ke arah Zacky.


“ Shanum aku salah, aku benar-benar bodoh. Tapi tolong, jangan membenciku. Aku sadar kalau kamu berbeda dari gadis yang lain, aku serius sama kamu.” Lanjut Zacky berusaha meyakinkan Shanum.


“ Aku nggak peduli, pergi sana pergiiiii.”


Teriakan Shanum terdengar dari luar, saat itu papa, mama, dan adiknya baru saja datang. Melihat keberadaan Zacky di dalam kamar inap Shanum mengundang emosi dari mereka bertiga.


Saat itu Jingga maju dan menampar wajah Zacky cukup keras, seakan semua emosi di lampiaskan pada tamparan itu. Jika saja Zacky tidak sedang babak belur, mungkin akan ada tamparan kedua.


Selanjutnya Arkana yang meraih kerah baju Zacky dan menatapnya sambil berkata.


“ Kalau saja aku bukan seorang dokter, aku bisa menghabisimu lebih dari putraku. Kalau kau tidak ingin hal itu sampai terjadi, pergi dari hadapan Shanum untuk selama-lamanya.” Ucap Arkana sambil mendorong Zacky cukup kuat.


Kemudian Lingga yang segera menarik Zacky keluar dari kamar itu, mereka tidak menyangka kalau Zacky akan seberani ini muncul di hadapan Shanum. Bahkan satu kata pun tidak di biarkan oleh mereka keluar dari mulut Zacky, semua sudah berakhir dan ini keputusan terbaik agar tidak terjadi masalah baru yang harus mereka hadapi.


Shanum melihat mereka yang membelanya dengan rasa peduli dan kasih sayang yang tinggi berusaha keras untuk tidak menangis, keluarganya begitu sayang padanya dan dia hampir lupa bahwa hanya keluarga yang akan selalu ada untuknya.

__ADS_1


“ Aku beruntung memliki mereka, seharusnya aku nggak boleh sedih.” Benak Shanum berusaha terlihat baik-baik saja di depan keluarganya.



__ADS_2