Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Pindah Rumah


__ADS_3


Arkana tiba di lokasi yang di berikan oleh si penelpon lebih cepat dari yang di perkirakan, dia menemui pria itu dan bergegas menanyakan keberadaan Jingga padanya.


“ Saya lihat dia baru saja keluar dari toko kue itu pak, saya mencocokkan gambar yang tersebar dan juga wanita itu dan saya pastikan kalau dia adalah orang yang sama.” Jelasnya kemudian.


Arkana langsung pergi ke toko kue itu dan menanyakan semua orang yang ada di dalam untuk memastikan apakah Jingga benar-benar datang kesana, Arkana menunjukkan foto Jingga kepada mereka semua namun tak ada yang memperhatikannya dengan jelas.


“ Tolong lihat sekali lagi, apa wanita ini datang kemari.?” Tanya Arkana pada kasir di toko itu.


“ Wajahnya memang nggak asing, hari ini banyak pelanggan yang datang jadi saya kurang memperhatikannya dengan jelas pak.” Jelasnya kemudian.


“ Boleh saya lihat cctv di toko ini? kumohon, dia istri saya dan sudah menghilang selama dua minggu. Dia memiliki bayi yang membutuhkannya, jadi tolong bantu saya.” Pinta Arkana dengan sangat.


Manager toko pun keluar dan mendengar permintaan Arkana barusan, karena kasihan dia pun mengizinkan Arkana untuk melihat rekaman cctv hari ini.


Pada layar monitor menampilkan hasil rekaman cctv yang terjadi dari tadi pagi sampai detik ini, Arkana memperhatikan satu persatu pengunjung toko yang masuk ke dalam toko dengan tatapan penuh serius.


Sekitar pukul 10:00 pagi tadi ada seorang wanita yang masuk ke dalam toko dengan pakaian kasual dengan model rambut yang di ikat ke belakang. Dari penampilannya memang terlihat seperti Jingga, namun Arkana masih ragu dan meminta untuk rekaman tersebut di perjelas dari jarak yang dekat.


Setelah di lihat dengan jelas ternyata itu bukanlah Jingga, wanita itu hanya berpenampilan sama dengannya. Arkana merasa sangat putus asa setelah mengetahuinya, dia berpikir kalau hari ini bisa bertemu dengan istrinya itu.


Arkana pun mengucapkan terima kasihnya kepada manager toko karena telah memberikan kesempatan untuk mengecek rekaman cctv, kemudian kepada pria yang menghubunginya hari ini pun mendapat reward berupa uang meskipun informasinya tidak sesuai.


**


Arkana kembali ke rumah setelah dia selesai mencari Jingga hari ini, sebelumnya dia sudah menghubungi Qania untuk membawa Keenan pulang ke rumahnya karena dia tidak sempat melakukannya.


Saat Arkana tiba di rumah, dia melihat ada satu mobil tak asing tengah terparkir dengan sempurna di halaman rumahnya. Dia mengenali mobil itu dan langsung masuk ke dalam dengan cepat.


Begitu Arkana masuk ke dalam, dia melihat mama Widya dan Qania sedang berhadapan. Arkana langsung menghampiri Qania dan menjauhkannya dari mama Widya.


“ Mau apa mama datang kemari?” Tanya Arkana menatapnya dengan serius.


“ Istri kamu sedang nggak di rumah tapi kamu bawa wanita lain ke rumah ini, apa yang sebenarnya kamu pikirkan.?” Mama Widya justru balik melemparkan pertanyaan kepada Arkana.


“ Bukan urusan mama kenapa Qania ada disini, sekarang juga mama pergi dari rumahku.” Balas Arkana.

__ADS_1


“ Rumah kamu? Ini rumah mama, sejak awal rumah ini adalah milik mama. Mama kasih ke kamu supaya kamu bisa tinggal disini sama Jingga, jadi jangan pernah menganggap kalau rumah ini milik kamu.” Tunjuk mama Widya pada Arkana.


Arkana sudah salah mengira sebelumnya, percuma saja berdebat dengan mamanya yang memiliki sifat yang seperti itu. Situasinya sedang tidak baik sekarang, Arkana tidak ingin membiarkan Qania melihat semuanya dengan mempersilahkan wanita itu untuk pulang.


“ Terima kasih karena sudah mengantar Keenan pulang.”


“ Sama-sama, tapi kamu yakin nggak apa-apa.?”


“ Aku bisa mengatasinya, kamu sebaiknya pulang.”


Qania pun beranjak meninggalkan rumah itu, Arkana kembali menghampiri mamanya dan mulai membahas keputusannya untuk segera meninggalkan rumah itu.


“ Kalau memang mama berpikir bahwa ini rumah mama, silahkan mama ambil kembali. Aku akan pergi dari rumah ini, biar mama puas.”


“ Kalau begitu kamu punya waktu satu minggu untuk meninggalkan rumah ini.”


“ Sebelum satu minggu pun aku sudah akan mengosongkan rumah ini.”


“ Mama ingin bertemu dengan Keenan, dimana dia.?”


“ Nggak, aku nggak akan izinin mama ketemu sama dia.”


Mama Widya langsung meninggalkan rumah itu tanpa sepatah kata pun lagi, dan kini Arkana pun berlari menuju kamar Keenan memastikan keadaan putranya segera.


Keenan terlihat tidur dengan pulas disana, Arkana menyentuh tubuh Keenan dengan lembut dan kembali meminta maaf padanya karena tidak berhasil menemukan Jingga.


“ Papa akan berusaha sekali lagi, kamu sabar ya nak.”


**


Arkana sedang sibuk mempersiapkan kepindahannya dari rumah itu, Arkana dan Keenan akan pindah ke rumah orang tua Jingga. Sebelumnya Jingga pernah memberikan izin kepada Arkana jika rumah itu bisa di gunakan kapan pun mereka mau.


Selain itu ada harta warisan yang di berikan kepada Keenan dari mendiang orang tua Jingga, pengacara yang bertugas menyampaikan warisan itu sudah datang bertemu dengan Arkana sebelumnya sehingga untuk saat ini Arkana tidak akan khawatir dengan masalah keuangan dan sebagainya.


Sebagian barang-barang akan di bawa ke rumah itu, hanya membutuhkan waktu dua hari bagi Arkana pergi dari rumah itu dan menyerahkan rumah tersebut kembali ke mama Widya.


Kini dia sudah benar-benar terlepas dari mamanya, dia bahkan semakin memperkuat penjagaan Keenan agar mamanya tidak bisa bertemu dengan putranya itu.

__ADS_1


Jika seandainya Jingga sudah kembali, dia pasti akan ke Singapur saat itu juga. Namun apa daya, semua harus di tunda sampai Jingga berhasil di temukan.


“ Tuan, semuanya sudah siap.” Kata bi Inah pada Arkana.


“ Kalian boleh pergi duluan ke rumah itu, nanti saya nyusul.” Balas Arkana.


“ Baik tuan.” Balas mereka kemudian.


Arkana yang saat itu menggendong tubuh mungil Keenan terlihat sedang menatap rumah yang selama ini dia tempati bersama Jingga, tatapan sayu melepaskan rumah yang penuh kenangan itu membuat Arkana harus membesarkan tekadnya mulai dari sekarang.


Taksi yang di pesan oleh Arkana sudah datang, untuk pergi ke rumah itu dia tidak bisa mengendarai mobilnya sendiri karena ada Keenan yang harus dia bawa. Alhasil dia harus menggunakan transportasi umum untuk kesana.


“ Arkana.” Panggil seseorang yang membuat Arkana menoleh dengan cepat.


“ Diana.?”


“ Kamu mau kemana.?”


“ Aku dan keenan akan meninggalkan rumah ini, kami akan menempati rumah orang tua Jingga untuk sementara waktu.”


“ Memangnya kenapa dengan rumah ini.?”


“ Rumahnya sudah aku kembalikan ke mamaku.”


“ Syukurlah aku datang sebelum kamu pergi, jadi begini, apa boleh aku melihat surat yang kamu temukan di kamar Jingga waktu itu.?” Pinta Diana tiba-tiba.


“ Bukannya waktu itu kamu sudah melihatnya.?” Tanya Arkana bingung.


“ Aku hanya ingin memastikan sesuatu, boleh nggak.?”


Arkana menyuruh Diana untuk mengambil surat tersebut di dalam tas yang dia bawa, dan Diana dengan cepat mencarinya hingga ketemu. Dia juga meminta izin kepada Arkana untuk memotretnya.


“ Ini, ku kembalikan lagi. Aku hanya ingin menyimpan fotonya, kalau aku sudah mendapatkan jawaban, pasti akan ku kabari ke kamu.” Lanjut Diana.


Sebelum pergi, Diana menyempatkan menatap wajah keenan dan memberikan semangat kepada Arkana untuk terus bersabar sampai Jingga di temukan.


“ Aku pergi dulu, kamu jaga diri baik-baik ya sama Keenan.” Ucap Diana di balas anggukan pelan dari Arkana.

__ADS_1



__ADS_2