Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami

Surga Di Bawah Telapak Kaki Suami
Otw Singapura


__ADS_3


Jingga dan Arkana mengira bahwa tidak ada masalah lagi yang menghampiri mereka setelah kejadian kemarin, namun pada kenyataannya mereka kembali mendapat masalah lain. Mama Widya tidak ingin mereka pindah ke Singapur, dia bahkan akan memberikan semua yang dia miliki jika Jingga dan Arkana membatalkan keputusan mereka.


" Kita kan baru aja baikan, masa kalian mau tinggalin mama sendirian.? " Keluh mama Widya yang tidak bisa menerima kepergian mereka semua.


" Nggak bisa ma, aku sama Jingga udah nunda keberangakatan kita terus menerus. Jadi hari ini kami harus benar-benar berangkat." Balas Arkana pelan.


Raut wajah mama Widya kembali memelas, dia menatap wajah Keenan yang berada di atas stroller bayi. Kemudian papa Hendra datang merangkul istrinya dan berkata.


" Biarkan mereka pergi, kita masih bisa datang berkunjung kesana. " Ujar papa Hendra.


" Tapi kan mama belum puas memanjakan kalian semua, mama masih mau nimang-nimang Keenan juga. " Balas mama Widya merajuk.


" Mama tenang aja, kapan pun kalian datang ke Singapur, pintu rumah akan selalu terbuka untuk kalian." Lontar Jingga sambil memeluk mama Widya dan berusaha menenagkannya.


Pada akhirnya mama Widya pun menerima kepergian mereka dengan setengah ikhlas, untuk memastikan mereka hidup dengan baik di sana, beliau bahkan memberikan black card miliknya agar bisa di gunakan oleh Arkana dan Jingga.


" Mama nggak perlu kasih black card segala." Tolak Arkana merasa tidak enak.


" Kamu harus terima, hanya ini yang bisa mama kasih sekarang. Gunakan dengan baik ya." Balas mama Widya yang kemudian membuat Arkana terpaksa harus menerimanya.


" Ya sudah kalau gitu akan Arkana gunakan untuk kebutuhan Keenan."


Keluarga kecil Jingga akhirnya akan bertolak ke negri singa, pesawat yang akan mereka gunakan sebentar lagi akan berangkat dan mereka sudah berpisah dengan mama Widya dan papa Hendra di pintu masuk bandara.


Akhirnya hari ini telah menjadi hari awal mereka akan memulai kehidupan baru di negara baru, namun mereka berdua tidak akan pernah melupakan segala kenangan yang telah terjadi selama mereka berada di Indonesia.


**


Satu minggu kemudian


Wanita itu terbangun dari tidurnya setelah sinar mentari menyentuh wajah cantiknya, dia baru sadar kalau mentari sudah muncul di balik tirai jendela kamarnya.

__ADS_1


Ketika dia menoleh ke samping, rupanya sosok yang dia cari-cari sudah bangun lebih dulu. Dan dia pun bergegas bangun dari tidurnya, mencoba merenggangkan tubuhnya hingga mengeluarkan bunyi tulang-tulang.


Jingga membuka tirai jendela kamarnya sedikit lebih lebar agar dia bisa melihat keindahan diluar kamar yang langsung menunjukkan pemandangan laut.


Seukir senyuman terlihat jelas di wajahnya saat ini, dia merasa begitu bahagia dan damai selama menjalani kehidupan di Singapura bersama keluarga kecilnya.


Arkana memilih sebuah rumah yang sangat besar dengan halaman yang luas, pemandangan dari kamar mereka bahkan memperlihatkan keindahan laut yang di sukai oleh Jingga.


Setiap hari dia bisa melihat keindahan langit Jingga dari kamarnya dengan pemandangan yang sangat menakjubkan. Minggu ini adalah minggu terakhir dia dan Arkana akan bersantai, besok mereka sudah harus di sibukkan oleh pekerjaan.


Jingga telah memiliki butiknya sendiri dan lokasinya ada di samping rumah mereka, sedangkan Arkana telah memiliki tempat prakteknya yang berada di pusat kota Singapura.


Karena Keenan masih sangat kecil dan mereka tidak menggunakan jasa baby sitter, maka Jingga akan lebih fokus ke Keenan dulu dari pada karirnya sebagai seorang desainer.


" Yang, kamu udah bangun.? " Suara Arkana yang membuka pintu membuat Jingga langsung menoleh di sertai senyum yang merekah.


Arkana datang menghampiri Jingga sambil memeluknya dengan penuh kasih sayang. Aroma Arkana tercium seperti bau makanan, rupanya suaminya itu baru saja selesai membuatkan sarapan untuknya.


" Aku masak sayur bayam, udang goreng, cumi-cumi, sama sambal terasi. " Jawab Arkana mantap.


Selama tinggal di Singapura, Arkana selalu belajar memasak sehingga hari ini dia sudah bisa membuat berbagai macam makanan dengan rasa yang sangat enak.


" Keenan gimana.? " Tanya Jingga.


" Dia udah mandi, minum susu, dan sekarang udah tidur lagi. " Jawab Arkana.


" Aku mau mandi dulu kalau gitu. " Sambung Jingga.


Ketika Jingga hendak berjalan menuju kamar mandi, tiba-tiba saja Arkana menarik tangannya dan membuat langkahnya terhenti.


" Ada apa mas.? "


" Cium. " Pinta Arkana dengan manja.

__ADS_1


Jingga tersenyum sambil geleng-geleng, kemudian dia menghampiri suaminya lagi dan memberikan ciuman yang membuat Arkana sampai salah tingkah.


**


Malam harinya, Jingga, Arkana, dan Keenan sedang duduk bersama menikmati cemilan yang telah di buat oleh Jingga. Keenan masih belum bisa untuk tidurkan meskipun kedua orang tuanya sudah berusaha keras.


Alhasil Jingga dan Keenan mengajak anak mereka itu untuk melakukan quality time bersama. Jingga sering melatih Keenan untuk selalu mendengarkan kalimat postif dan sikap yang baik untuk di contoh, meskipun masih terlalu awal tapi jika terus di lakukan maka hal itu pasti akan di contoh oleh Keenan nantinya.


Jingga sendiri hidup di keluarga yang sangat perhatian kepadanya, mendiang kedua orang tuanya memberikan perhatian yang penuh sejak dia kecil hingga dewasa. Sedangkan Arkana masih memiliki sedikit ingatan masa kecil yang cukup membahagiakan, semua yang terjadi sebelum kedua orang tuanya bercerai.


" Kamu mau tambah anak lagi yang.? " Bisik Arkana sontak membuat Jingga terkejut.


" Keenan baru masuk dua bulan kamu udah mau punya anak lagi, jangan dulu lah. "


" Aku nggak bilang harus secepatnya, maksud aku, kamu mau punya anak lagi nggak kalau Keenan udah mulai tumbuh besar. "


" Hmmm, aku mau. Karena Keenan anak laki-laki, aku mau kita punya anak perempuan nantinya. "


" Kamu dengar nak, mama setuju kalau kamu punya adek. Cepat besar ya, biar adeknya bisa di buat secepatnya. " Seloroh Arkana langsung mendapat cubitan dari Jingga.


" Jangan ngomong gitu ke anak kecil. " Sahut Jingga.


" Dia nggak ngerti sayang, kamu jangan sensitif gitu ih. " Balas Arkana mencubit pelan pipi Jingga.


Arkana yang mulai dalam mode manjanya pun ikut memeluk Jingga, dia menyentuh kepala Keenan dengan lembut sambil berkata.


" Hartaku, kebahagiaanku, semuanya ada pada kalian. Aku nggak tahu gimana jadinya kalu di hidup ini nggak ada kalian berdua. " Ucap Arkana lirih.


" Kamu baik-baik ya dengan ucapan kamu, kalau di masa depan kamu berulah dengan menggoda perempuan lain, habis kamu.! " Ancam Jingga seketika membuat Arkana bergidik ketakutan.


Arkana jadi teringat dengan pesan Bima sebelumnya, Bima berkata kalau Jingga dalam mode marah plus cemburu akan sangat menakutkan. Dia bahkan lebih menakutkan dari apapun di dunia ini, untuk itu Arkana tidak boleh sampai membuatnya marah dan cemburu.


__ADS_1


__ADS_2